logo deepublish store terbaru

Cara Berpikir Sinkronik: Definisi, Ciri-Ciri dan Contoh

berpikir sinkronik
Bagikan

Berpikir sinkronik – Banyak diantara kita yang menjalani hidup ini secara abstrak. Abstrak yang dimaksud adalah asal menjalani hidup tanpa peduli dan tanpa ada dorongan untuk mempelajari hakikat hidup kita di bumi ini. 

Padahal jika kita melatih berpikir sinkronik, banyak hal yang akan bisa kita temukan di sana. kita akan menemukan banyak sekali pelajaran hidup yang bermakna. Salah satunya mempelajari tentang sejarah masa lampau. 

Sejarah masa lampau tidak melulu berbicara sejarah dalam arti sebenarnya. Tetapi mempelajari tentang pola, peristiwa dan lain sebagainya.  Berkat berpikir sinkronik, kita yang saat ini sedang mengalami pandemic covid-19 lebih cepat mengatasinya. Dalam waktu 2 tahun, Covid-19 mulai reda. 

Padahal, di jaman dahulu pandemic mematikan seperti covid-13 pernah terjadi, dan sama-sama menewaskan puluhan bahkan ratusan juta korban jiwa. Waktu pandemic pun bisa lebih lama dari saat ini. 

Dengan kata lain, kecepatan proses dan penanganan dunia terhadap pandemic (pagebluk) ini berkat manfaat berpikir sinkronik. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan berpikir sinkronik? Kamu bisa simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: 3 Tipe Gaya Belajar

Pengertian Berfikir Sinkronik Secara Umum

Berpikir sinkronik secara bahasa diambil dari bahasa Yunani, yang diambil dari kata syn yang bermakna dengan, dan diambil dari kata chronos, yang kita artikan sebagai waktu. Sementara berfikir sinkronik secara umum dapat diartikan sebagai metode berfikir terhadap masa lalu berdasarkan analisis secara runtut. 

berfikir sinkronik dapat pula diartikan sebagai cara berpikir yang mementingkan penggambaran ruang yang lebih luas namun tidak terfokus pada dimensi waktunya. Pada umumnya berfikir sinkronik adalah ilmu yang sering digunakan dalam cabang ilmu, politik, sejarah,ekonomi, antropologi hingga ilmu sosial.

Tujuan Berpikir Sinkronik

Kita hidup saat ini dengan baik berkat adanya masa lalu. Dimana masa lalu (sejarah) hadir untuk mengajak kita untuk berbenar, evaluasi, dan membenahi sistem menjadi lebih baik. 

Adapun tujuan berpikir sinkronik, tidak lain untuk mempelajari masa lampau (sejarah) dengan cara melihat apa yang terjadi pada masa lampau, dan mempelajari banyak hal dari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi. 

Secara sederhana, berpikir sinkronik bertujuan untuk berpikir evaluatif dan kritis. Jika dari peristiwa masa lalu ada yang baik, maka bisa diterapkan di saat ini. Sebaliknya, jika peristiwa masa lalu ada yang kurang, maka perlu dianlisis dan dibenahi agar pas digunakan di saat ini. 

Tujuan berpikir sinkronik itu kita mempelajari pola yang terjadi. Hal ini mengingatkan saya pada pesan dari om how, contohnya dulu juga pernah ada peristiwa wabah. Ada wabah flu burung, influenza dsb. Kemudian sekian lama, muncul lagi kasus yang mirip, yaitu virus corona. Bentuk aktivitas atau kejadiannya yang berbeda, namun polanya yang sama.

Cara Berpikir Sinkronik

Cara berfikir sinkronik pada dasarnya sudah kita pelajari sejak kita duduk dibangku sekolah dasar. Kemudian dipelajari juga di bangku smp atau bahkan sma. Bagi yang mengambil jurusan jurnalistik, juga akan diajarkan berpikir sinkronik. 

Ternyata cara berfikir sinkronik dapat menggunakan 5w+1h atau what, who, when, why, where & how. 

1. What? 

Cara berpikir sinkronik dapat diawali dari pertanyaan “what?”. Jadi kita harus tahu apa yang terjadi pada masa lalu? Karena konteksnya merujuk pada masa lalu, maka bentuk pertanyaan merujuk pada sebuah peristiwa yang sudah pernah terjadi di masa lampau. 

Karena ada banyak sekali peristiwa yang terjadi di masa lampau, maka kita harus menentukan satu ruang lingkup atau satu fokus saja. Tujuannya agar bisa diselami lebih mudah. 

2. Who

Kata who yang berarti siapa, merujuk pada siapa saja yang turut andil dalam peristiwa masa lalu. Orang yang masuk andil ini nantinya akan ikut dianalisis, karena mereka adalah tokoh-tokoh penting yang memberikan pengaruh. 

3. When

Sementara kata when berarti kapan. Merujuk pada keterangan waktu. Baik itu waktu kejadian ataupun waktu peristiwa penting itu terjadi. Tanpa mengetahui kapan waktu terjadi, sulit rasanya untuk melakukan proses berfikir sinkronis

4. Why 

Kata why mengarahkan kita untuk menemukan alasan kenapa terjadi kejadian tersebut? Alasan-alasan inilah yang akan menentukan analisis yang akan digunakan. Kata why ini juga merujuk pada aspek-aspek yang mempengaruhi peristiwa bisa sampai terjadi. 

Daftar Reseller

5. Whare 

Kata where diartikan dimana lokasi/tempat kejadian itu terjadi. Petunjuk lokasi kejadian ini juga akan membantu dalam proses analisis 

6. How

Sementara kata tanya how lebih diperuntukan untuk mencari tahu bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Jadi lebih fokus pada cara, metodologi ataupun runtutan/kronologi cerita yang terjadi.

Setelah melihat cara berpikir sinkronik, ternyata tidaklah susah. Kita bisa memulai hanya dengan mengajukan pertanyaan 5W dan 1H.

Baca juga: 12 cara mudah belajar bahasa inggris

Download EBook Gratis

Ciri-Ciri Berpikir Sinkronik

Setelah mengetahui berfikir sinkronik, tujuan dan cara berfikir sinkronik, ada ciri-ciri berpikir sinkronik. Kamu bisa simak sebagai berikut. 

1. Mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau

Ciri yang paling menonjol dari berpikir sinkronik, umumnya akan fokus mengkaji tentang peristiwa sejarah. Sesuatu yang membicarakan sejarah, sudah pasti membicarakan masa lalu. Masa lalu yang dimaksud disini bukanlah masa lalu si pantan, tetapi masa lalu peristiwa kenegaraan, internasional ataupun nasional yang memiliki kemaslahatan umum. 

2. Menitikberatkan kajian peristiwa pada pola – pola, gejala, dan karakter

Jika diperhatikan, ciri berpikir sinkronik juga dapat dilihat dari kajian yang diangkat. Rata-rata peristiwa yang diangkat adalah menganalisis pola, karakter dan gejala yang terjadi pada masa itu, yang dapat dijadikan pelajaran dan evaluasi untuk perkembangan di era sekarang. 

3. Bersifat horizontal

Berfikir sinkronik juga bersifat horizontal, karena membicarakan sesuatu hal yang sudah terjadi di masa yang lampau. 

4. Tidak ada konsep perbandingan

Adapun ciri lain dari berpikir sinkronik, jadi saat dilakukan analisis, tidak ada konsep pembanding. Intinya hanya mempelajari sebab dan akibat, tanpa bermaksud untuk membenturkan dengan peristiwa yang sama atau semacamnya. 

5. Cakupan kajian lebih sempit

Dari segi ruang lingkup dan cakupannya, berpikir sinkronik memiliki kajian lebih sempit. Kajian sempit bukan berarti tidak baik, ini hanya salah satu upaya untuk mengerucutkan dan memfokuskan analisis yang terjadi pada masa itu. 

6. Kajiannya sangat sistematis

Ciri yang keenam, berfikir sinkronik dilakukan secara sistematis. Dimana kajian benar-benar dilakukan dengan hati-hati, teliti dan tertata. Apalagi ini menyangkut tentang sejarah. Dimana setiap peristiwa sejarah memiliki rangkaian waktu dan peristiwanya. 

7. Sifat kajian lebih serius dan mendalam

Ciri berpikir sinkronik juga dapat dilihat dari sifatnya. Jadi sifat kajian yang dilakukan bersifat mendalam dan serius. Jadi kajian yang benar-benar ingin mencari tahu, dan mencari solusi. Bukan untuk permainan atau iseng-iseng. APalagi ini mengkaji tentang sejarah. Dimana setiap sejarah pasti ada cerita dan kesan monumentalnya. 

Itulah beberapa ciri berpikir sinkronik. Semoga dengan dituliskan beberapa ciri-ciri di atas memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang berpikir sinkronik. 

Contoh Berpikir Sinkronik

Contoh berpikir sinkronik sebenarnya dapat dilihat dari contoh di bawah ini. Yang menceritakan kasus masa lalu tentang pandemic yang ternyata sudah pernah terjadi jauh-jauh hari. Hanya saja bentuk virusnya saja yang berbeda. 

  1. Pada tahun 430 SM, kala itu sedang terjadi perang Peloponnesia. Perang yang terjadi antara kota Yunani Kuno, Athena dan Sparta. Lagi-lagi terkena pandemi selama empat tahun lamanya. Sepertiga warga dan militer athena meninggal di hari ketujuh atau hari kedelapan. Virus tersebut adalah influenza A subtipe H1N1, yang kemudian dinyatakan sebagai pandemi selama 4 tahun lama nya.
  2. Tahun 1918 tepatnya awal bulan Maret munculah yang disebut dengan flu spanyol. Flu spanyol benar-benar hilang di bulan Juni 1920. Para tentara AS tiba di Eropa hendak perang, dan setiba di sana terserang flu spanyol ini. Dalam waktu singkat, para tentara jatuh sakit. Virus ini ternyata menyebar sampai ke Arktik dan kepulauan Pasifik. Jumlah yang meninggal pun tidak tanggung-tanggung, diperkirakan 50 – 100 juta orang di seluruh dunia. Itu sebabnya kalau itu virus spanyol dinyatakan dalam pandemi. 

Dari dua cerita di atas, yang terjadi di tahun yang berbeda dan jenis virus yang berbeda, dengan masa usai pandemic juga berbeda. Dan sekarang di tahun 2020 terjadi lagi pandemic yang kita kenal dengan covid-19. Berkat dari pola masa lalu, ada keuntungan yang dapat dipelajari di era sekarang. Yaitu kecepatan membuat vaksin.

Baca juga artikel penting: penelitian sejarah

Dulu untuk menciptakan sebuah vaksin butuh waktu lama. Sekarang, tidak sampai setahun, faksi bisa diciptakan dan menekan laju korban. Inilah manfaat dan pentingnya berpikir sinkronik sejarah.  Semoga ulasan tentang berpikir sinkronik yang singkat ini bermanfaat. 

Itulah beberapa ulasan seputar berpikir sinkronik. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

Baca Juga :

Ada yang bisa Bang Jon Bantu?

Bantuan, transaksi, reseller dan pertanyaan umum

Ingin pengadaan buku/bahan pustaka dan kerjasama?