Memahami perbedaan state of the art dan novelty penelitian adalah langkah penting bagi kamu agar bisa menyusun karya ilmiah yang berbobot. State of the art membantu kamu memetakan posisi riset di tengah perkembangan ilmu pengetahuan terkini dengan merangkum, mengevaluasi, dan menyintesis berbagai literatur yang relevan.
Jika state of the art berperan sebagai landasan yang menunjukkan apa yang sudah diketahui oleh dunia, maka novelty berperan sebagai lompatan ide yang menegaskan perbedaan signifikan penelitian kamu.
Kedua elemen ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan syarat utama untuk menjamin orisinalitas dan kontribusi nyata riset kamu bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Daftar Isi
Pengertian Novelty Penelitian
Apakah yang dimaksud dengan novelty penelitian? Novelty penelitian adalah unsur kebaruan atau temuan orisinal dalam penelitian. Sebuah penelitian baru bisa dikatakan berkualitas jika mampu menyajikan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan solusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Novelty merupakan bukti orisinalitas yang ditemukan ketika membedah fenomena dari permasalahan penelitian secara mendalam. Menemukan novelty memang menjadi tantangan tersendiri.
Tapi, kamu bisa menggunakan pola dan metode yang sistematis untuk menemukannya. Salah satunya adalah dengan mengidentifikasi celah riset (research gap).
Misalnya, dalam penelitian pendidikan digital, banyak studi membahas efektivitas platform belajar online. Namun, masih sedikit yang mengkaji dampaknya terhadap motivasi belajar siswa di daerah terpencil. Di sinilah letak novelty yang bisa dikembangkan.
Pengertian State of The Art
Apakah yang dimaksud dengan state of the art penelitian? State of the art adalah representasi dari pencapaian tertinggi dalam bidang teknologi, perangkat, maupun disiplin ilmiah pada periode waktu tertentu. Hal ini menggambarkan bagaimana sebuah bidang ilmu terus berkembang dari waktu ke waktu.
Dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah, state of the art berfungsi sebagai ringkasan yang memetakan perkembangan riset-riset terbaru yang relevan dengan topik yang sedang kamu bahas.
Fokus utamanya adalah membedah apa saja yang sudah diteliti oleh orang lain, temuan yang mereka dapatkan, kesenjangan penelitian yang masih tersisa, dan unsur kebaruan yang kamu tawarkan.
Biasanya, state of the art disusun dalam bentuk narasi teks, baik dalam satu paragraf maupun lebih, dan menjadi bagian wajib dalam berbagai dokumen ilmiah, seperti proposal, laporan akhir, hingga artikel untuk publikasi jurnal internasional.
5 Perbedaan State of the Art dan Novelty Penelitian
Berikut ini adalah perbedaan antara state of the art dan novelty dalam penelitian yang perlu kamu pahami agar tidak salah dalam menyusun karya ilmiah
1. Fungsi
State of the art merupakan ringkasan tentang perkembangan riset terkini dalam topik yang kamu bahas. Fungsinya untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa kamu paham posisi ilmu pengetahuan saat ini dan apa saja yang telah ditemukan oleh peneliti sebelumnya.
Sedangkan, novelty merupakan unsur kebaruan atau temuan orisinal yang kamu tawarkan dalam penelitian kamu. Novelty berfungsi sebagai nilai jual yang menjawab pertanyaan apa perbedaan penelitian kamu dengan penelitian yang lain.
2. Fokus Utama
State of the art berfokus pada evaluasi literatur. Kamu harus merangkum, membandingkan, mengkritik temuan-temuan terdahulu. State of the art menyoroti keterbatasan penelitian orang lain. Sedangkan, novelty berfokus pada kontribusi spesifik.
Novelty muncul tepat setelah kamu menemukan research gap dari state of the art tersebut. Kamu menunjukkan apa yang membedakan penelitian kamu dengan penelitian yang lain, entah itu metode baru, variabel baru, atau konteks yang berbeda.
3. Wujud dalam Karya Ilmiah
Biasanya, state of the art muncul dalam bentuk narasi beberapa paragraf di bab pendahuluan atau bab tinjauan pustaka. State of the art merupakan hasil dari proses sintesis berbagai referensi, biasanya 5-10 tahun terakhir.
Sedangkan, novelty biasanya dinyatakan dalam kalimat tegas. Kalimat ini sering disebut research statement. Misalnya, “Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada A, penelitian ini menawarkan model B dengan pendekatan C untuk mengisi celah D.”
4. Tujuan
Tujuan dari state of the art adalah menunjukkan kondisi terkini penelitian dan menghindari pengulangan studi yang sama tanpa kontribusi baru. Dengan memahami penelitian terdahulu, peneliti bisa memastikan bahwa topik yang dibahas masih relevan dan mempunyai dasar yang kuat.
Sedangkan, tujuan dari novelty adalah untuk menunjukkan kontribusi baru yang diberikan oleh penelitian. Novelty menjadi jawaban atas research gap yang sudah ditemukan dalam state of the art. Tanpa adanya novelty, penelitian cenderung dianggap tidak mempunyai nilai tambah dan sulit untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
5. Peran
Dalam penelitian, state of the art berperan sebagai fondasi utama. Tanpa pemahaman yang baik terhadap penelitian sebelumnya, peneliti berisiko menghasilkan penelitian yang tidak relevan atau bahkan mengulangi studi yang sudah ada. Maka dari itu, state of the art dapat meningkatkan kredibilitas penelitian di mata pembaca dan peninjau.
State of the art membantu membangun argumen yang kuat tentang pentingnya penelitian dilakukan. Dengan menunjukkan kekurangan penelitian sebelumnya, peneliti bisa mengarahkan pembaca pada urgensi penelitian yang akan dilakukan.
Sedangkan, novelty berperan sebagai indikator utama kualitas dan kontribusi penelitian. Semakin kuat dan jelas novelty yang ditawarkan, semakin besar nilai penelitian tersebut. Novelty juga menjadi faktor penting dalam proses publikasi, karena umumnya jurnal ilmiah menuntut adanya kebaruan yang signifikan.
Buku Ajar Metode Penelitian: Panduan Praktis untuk Riset Ilmiah
Buku ini mengajak pembaca memahami dinamika masyarakat secara lebih dalam melalui berbagai sudut pandang yang kritis dan bijaksana.
Beli di WebsiteItulah sedikit pembahasan dari Deepublish Store untuk memahami perbedaan state of the art dan novelty penelitian akan memberikan fondasi yang kuat bagi kamu dalam menyusun karya tulis ilmiah yang mempunyai nilai kontribusi yang signifikan bagi dunia akademik.
Referensi:
Kurniati, Dian, dan M. Syahran Jailani. “Kajian Literatur: Referensi Kunci, State of Art, Keterbaruan Penelitian (Novelty).” QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, vol. 1, no. 1, 2023, hlm. 1–6. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.50. Diakses 1 April 2026.
Nisa, Karimatun. “Memahami State of The Art (SOTA) dan Arti Pentingnya dalam Penelitian Dosen.”
Penerbit Deepublish, 12 Maret 2026, https://penerbitdeepublish.com/publikasi/memahami-state-of-the-art-sota/. Diakses 1 April 2026.
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.


