{"id":59671,"date":"2024-05-16T19:37:55","date_gmt":"2024-05-16T12:37:55","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?post_type=materi&#038;p=59671"},"modified":"2024-05-16T19:37:55","modified_gmt":"2024-05-16T12:37:55","slug":"manajemen-konflik","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/","title":{"rendered":"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n<p>Pengertian Manajemen Konflik &#8211; Di dalam sebuah bisnis atau dinamika organisasi, terjadinya konflik bisnis memang hal yang sangat rawan terjadi. Mengingat bagaimana persaingan bisnis dan persaingan lainnya sangat amat ketat membuat terjadinya konflik tak bisa dihindari. Meski tak bisa dihindari, sebuah konflik bisa diatasi dengan melakukan manajemen konflik.<\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen konflik kemudian dipakai sebagai istilah untuk mengatur dan mengatasi dengan baik adanya konflik bisnis. Dengan adanya manajemen konflik, berbagai konflik dan bahkan masalah di dalam dunia bisnis dapat diminimalisasi dan juga dapat dicegah sebelum akhirnya merugikan pihak satu dan yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen konflik memang harus dilakukan agar dapat mengelola konflik dengan baik agar tidak menyebabkan hal negatif, antara lain adanya perpecahan, permusuhan, dan persaingan yang tidak sehat. Hal negatif tersebut biasanya juga memicu dampak yakni membuat tidak nyaman di pekerjaan sehingga produktivitas akan menurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, pentingnya keterampilan manajemen konflik ini sangat baik sebagai upaya untuk mencegah dan atau mengelola dampak buruk dari terjadinya konflik di <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/pengertian-organisasi\/\">sebuah organisasi<\/a> atau di dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69e8bb6a1e1d1\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69e8bb6a1e1d1\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#Pengertian_Manajemen_Konflik\" >Pengertian Manajemen Konflik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#Pengertian_Manajemen_Konflik_Menurut_Para_Ahli\" >Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#Fungsi_Manajemen_Konflik\" >Fungsi Manajemen Konflik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#Pentingnya_Manajemen_Konflik_dalam_Organisasi\" >Pentingnya Manajemen Konflik dalam Organisasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#Strategi_Manajemen_Konflik\" >Strategi Manajemen Konflik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#Contoh_Manajemen_Konflik\" >Contoh Manajemen Konflik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Manajemen_Konflik\"><\/span>Pengertian Manajemen Konflik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Manajemen konflik berasal dari dua kata, yakni manajemen dan konflik. Istilah manajemen berasal dari bahasa Italia \u2018<em>Maneggiare\u2019<\/em> yang berarti melatih kuda-kuda, atau secara harfiah <em>\u2018to handle<\/em>\u2019 yang artinya mengendalikan. Sementara itu, menurut kamus Inggris Indonesia, \u2018<em>management<\/em>\u2019 artinya pengolahan dan istilah <em>\u2018manager\u2019 <\/em>berarti tindakan membimbing atau memimpin.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan dalam bahasa Cina, manajemen adalah \u2018<em>kuan lee<\/em>\u2019 yang berasal dari dua kata yaitu <em>\u2018kuan khung<\/em>\u2019 yang artinya mengawasi orang kerja, dan <em>\u2018lee chai<\/em>\u2019 yang artinya memanajemen konflik uang. Sehingga definisi manajemen di dalam manajemen konflik ini tindakan untuk mengawasi atau mengatur orang bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)<\/h3>\n\n\n\n<p>Manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan. <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/manajamen\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Manajemen<\/a> yang juga terdapat di dalam manajemen konflik merupakan\u00a0 proses penting yang menggerakkan organisasi karena tanpa manajemen yang efektif, tidak akan ada usaha yang berhasil.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memahami untuk apa manajemen konflik dilakukan, saat ini akan dibahas pengertian atau apa itu manajemen konflik.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca artikel : <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/rekomendasi-buku-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Rekomendasi Buku Bisnis Terbaik<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Manajemen_Konflik_Menurut_Para_Ahli\"><\/span>Pengertian Manajemen Konflik Menurut Para Ahli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Howard Ross (1933)<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut Ross, pengertian manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif.<\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi termasuk perilaku para pelaku dan bagaimana mereka memengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Minnery (1980)<\/h3>\n\n\n\n<p>Minnery mengungkapkan arti dan pengertian manajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan yang merupakan proses.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, proses manajemen konflik perencanaan merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan terus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model ideal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Johnson dan Johnson (dalam Farida: 1996)<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut Johnson dan Johnson dalam Farida, seseorang yang terlibat konflik maka untuk menghadapinya seringkali digunakan religiusitas dasar manajemen konflik yakni <em>withdrawing <\/em>(menghindari), <em>forcing<\/em> (memaksa), <em>smoothing <\/em>(melunak, <em>compromising <\/em>(kompromi), dan <em>confronting<\/em> (konfrontasi).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Farida (1996)<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Farida berpendapat bahwa pengertian manajemen konflik yang biasa digunakan seseorang adalah dominasi (<em>domination<\/em>), menyerah (<em>capitulation<\/em>), menarik diri (<em>withdrawal<\/em>), negosiasi (<em>negotiation<\/em>), intervensi pihak ketiga (<em>third party intervention<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Manajemen_Konflik\"><\/span>Fungsi Manajemen Konflik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dilakukannya suatu manajemen konflik pasti tak lepas dari fungsi yang menyertainya. Lalu bagaimana fungsi manajemen konflik untuk menyelesaikan suatu konflik dalam sebuah organisasi atau suatu masalah?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Meningkatkan kinerja dan keaktifan karyawan.<\/h3>\n\n\n\n<p>Manajemen konflik ini dilakukan dengan mengeluarkan pendapat menjadi sarana yang tepat bagi para karyawan atau seseorang. Karyawan atau seseorang akan lebih aktif mengemukakan pendapat ketika terjadinya konflik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membuat pihak yang terlibat berdiskusi dan memikirkan solusi yang tepat. Dengan demikian, akan meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan atau seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengembangkan kemampuan karyawan.<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan adanya manajemen konflik untuk mengatasi konflik di suatu perusahaan, secara tidak langsung manajemen konflik digunakan sebagai media untuk mengasah kemampuan para karyawan untuk lebih berpikir logis, kreatif, dan rasional. Pada akhirnya, karyawan akan ikut berpikir bagaimana cara menyelesaikan konflik yang sedang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga kemudian, kemampuan berpikir seorang karyawan akan terus berkembang dan meningkat karena sering diasah untuk dapat memberikan solusi yang tepat di dalam sebuah konflik serta lebih kreatif dalam berpikir dan tentunya akan meningkatkan skill mereka sebagai karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Melatih kemampuan menyelesaikan konflik.<\/h3>\n\n\n\n<p>Adanya manajemen konflik yang dilakukan karena timbulnya suatu konflik sangat penting karena di dalam sebuah perusahaan, setiap konflik akan terus terjadi, mau tidak mau. Perusahaan yang pernah mengalami konflik justru akan maju dan terus berkembang.Hal ini karena adanya konflik membuat perusahaan tersebut terus ditempa.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, sebuah perusahaan yang sering mengalami konflik dan memiliki manajemen konflik yang baik sehingga mampu menyelesaikan konflik artinya perusahaan tersebut sudah terbiasa menyelesaikan konflik dengan tepat dan perusahaan tersebut akan lebih mampu bertahan karena sudah biasa menghadapi konflik dan melakukan manajemen konflik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Meningkatkan rasa saling menghormati.<\/h3>\n\n\n\n<p>Dilakukannya manajemen konflik setiap ada konflik yang terjadi pasti akan memunculkan berbagai pendapat dari berbagai pihak. Pendapat yang berbeda-beda ini juga memicu adanya suatu perpecahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, perbedaan pendapat mengenai bagaimana manajemen konflik pada sebuah konflik yang berlangsung merupakan tantangan tersendiri, bagaimana seseorang dapat menghormati pendapat orang lain dan tidak menjatuhkan satu sama lain. Artinya, manajemen konflik sangat berguna untuk meningkatkan rasa toleransi semua pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-dan-fungsi-manajemen\/\">4 Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli dan Penjelasan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/contoh-hard-skill-dan-soft-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Contoh Soft Skill dan Hard Skill<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-dan-fungsi-manajemen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Manajemen_Konflik_dalam_Organisasi\"><\/span>Pentingnya Manajemen Konflik dalam Organisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Di dalam sebuah organisasi, manajemen konflik sangat penting untuk dikembangkan. Mengembangkan manajemen konflik memungkinkan suatu organisasi atau perusahaan tersebut mampu mengevaluasi sistem dan mengembangkan kompetensi. Maksudnya, manajemen konflik di dalam suatu organisasi ini kemudian efektif dijalankan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sistem Evaluasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam proses mengevaluasi sistem setelah melakukan manajemen konflik, diharapkan terjadinya efektivitas sistem yang berjalan dengan baik. Konflik di dalam manajemen konflik yang konstruktif akan membantu suatu organisasi atau perusahaan dalam mengidentifikasi apakah sistem yang dilakukan sudah berjalan efektif atau memerlukan perbaikan beberapa hal.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sebuah konflik di suatu organisasi dapat dikelola dengan baik menggunakan manajemen konflik, maka konflik akan dapat dipecahkan secara sistematis dan akan mendapat dampak yang positif guna untuk memperkuat hubungan kerjasama, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan harga diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain&nbsp; itu, manajemen konflik yang dilakukan dengan baik pada suatu organisasi juga mampu menambah dan mengasah kreativitas, dan meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan kepuasan pihak satu dan pihak lainnya dan akhirnya, kepuasan kerja juga ikut meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak bisa dipungkiri, tak semua konflik yang sudah diatasi dengan manajemen konflik bisa saja menguntungkan bagi pelaksanaan atau kelangsungan suatu organisasi. Oleh sebab itu, pimpinan suatu organisasi dituntut memiliki kemampuan manajemen konflik dan memanfaatkan konflik untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dilakukannya manajemen konflik di dalam sebuah organisasi ini untuk mencapai kinerja yang optimal serta dapat memelihara konflik dengan baik dan fungsional untuk meminimalkan akibat dari konflik yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen konflik juga sangat berguna untuk mencapai tujuan yang diperjuangkan dan menjaga hubungan dengan pihak yang terlibat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_Manajemen_Konflik\"><\/span>Strategi Manajemen Konflik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain cara dan teknik terbaik melakukan manajemen konflik, melaksanakan manajemen konflik juga memerlukan strategi yang baik agar tidak salah langkah. Ada berbagai strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi konflik seperti di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Akomodatif<\/h3>\n\n\n\n<p>Akomodatif atau <em>accommodating<\/em> di dalam melaksanakan manajemen konflik ini adalah Anda sebagai pihak ketiga diharap dapat menjadi penengah terjadinya konflik dengan membuka diri untuk menerima dan menampung seluruh aspirasi, pandangan, dan pendapat dari kedua belah pihak yang terlibat konflik.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika Anda bertindak sebagai pembuat keputusan, dengan adanya solusi yang tepat, strategi ini sangat bisa digunakan untuk menguntungkan salah satu pihak atau semua pihak secara adil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menghindari<\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi menghindari atau <em>avoiding<\/em> di dalam manajemen konflik dilakukan sebagai langkah antisipasi yang dilakukan untuk dapat mencegah dan menghindari potensi konflik. Di sini, seseorang dituntut harus memiliki daya analisis yang tajam terhadap dinamika organisasi dan tim.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, seseorang juga dituntut untuk mampu mengidentifikasi adanya berbagai hal yang dapat menjurus ke konflik antaranggota tim sehingga dapat mengambil kebijakan yang tepat sebelum terlanjur terjadi sebuah konflik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kolaborasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi kolaborasi atau <em>collaborating<\/em> ini mampu mengubah konflik menjadi hal yang positif. Caranya yakni dengan membiarkan semua pihak yang terlibat di dalam konflik mampu berkolaborasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, strategi manajemen konflik ini hanya akan efektif bila kedua belah pihak yang memiliki konflik bisa menyepakati tujuan bersama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kompromi<\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi manajemen konflik selanjutnya adalah kompromi, di mana proses penyelesaian konflik dilakukan dengan upaya untuk mencapai kompromi, ketika masing-masing pihak yang terlibat dapat menurunkan atau mengurangi tuntutan, kepentingan, keinginan, atau kehendak, sehingga dapat menghasilkan titik temu yang dapat diterima kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kompetisi<\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi kompetisi atau <em>competeting<\/em> untuk melaksanakan manajemen konflik ini dilakukan dengan cara membiarkan kedua belah pihak yang berkonflik untuk dapat berkompetisi secara sehat. Anda sebagai penengah atau \u2018wasit\u2019 dapat memantau dan mengawasi kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski dalam beberapa kasus cara ini cukup adil dan <em>fair<\/em>, namun biasanya menghasilkan solusi yakni mendapatkan pihak yang menang dan kalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Konglomerasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi konglomerasi atau <em>conglomerating<\/em> ini merupakan cara menyelesaikan konflik atau strategi manajemen konflik dengan menggabungkan beberapa strategi di atasi dengan dilakukannya sebuah kompromi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kompromi adalah tipe manajemen konflik yang paling umum dilakukan bukan untuk menghasilkan <em>win-win solution<\/em>, tetapi untuk memenangkan semua pihak dan tidak ada yang dirugikan.<\/p>\n\n\n\n<style>\n.bg-bookproduct {\n      border-radius: 4px;\n      border: 1px dashed;\n      padding: 20px;\n      background-color:#F7F8E0;}\n    }\n<\/style>\n<div class=\"bg-bookproduct\"><b><p>Rekomendasi Buku Manajemen<\/p><\/b><br>\n<table>\n<tbody><tr>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/Manajemen-Pengadaan-Convert-depan-300x400.jpg\" alt=\"Dasar Manajemen Pengadaan\" height=\"200\" width=\"150\">\n   <\/td><td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Manajemen-Operasional_M.Zainul-depan-scaled-1-300x400.jpg\" alt=\"Buku Manajamen Operasional\" height=\"200\" width=\"150\">\n   <\/td>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Dasar-dasar-Manajemen_Ajat-Rukajat-70gr-Convert-depan-300x400.jpg\" alt=\"Buku Manajemen Dasar\" height=\"200\" width=\"150\">\n   <\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-manajemen-pengadaan\/?utm_medium=product_ad2&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Manajemen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah<\/a><\/b><\/td>\n   \n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/manajemen-operasional\/?utm_medium=product_ad2&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Manajemen Operasional<\/a><\/b><\/td>\n   \n<td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-dasar-manajemen-2\/?utm_medium=product_ad2&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Dasar-Dasar Manajemen<\/a><\/b><\/td>\n   \n<\/tr>\n<\/tbody><\/table><br>\n<p>Dapatkan Buku-Buku Manajemen Terbaik di <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/manajemen\/\"><b>Buku Manajemen<\/b><\/a><\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Manajemen_Konflik\"><\/span>Contoh Manajemen Konflik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk mendapat gambaran bagaimana manajemen konflik telah dilaksanakan oleh berbagai perusahaan, di bawah ini akan diberikan contoh beberapa manajemen konflik yang biasanya terjadi. Konflik paling umum yang biasa terjadi di dalam sebuah perusahaan yang berfokus pada kinerja dan produktivitas dapat ditangani dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga perusahaan atau HRD harus memahami berbagai konflik yang umum atau biasa terjadi dan cara menyelesaikan atau manajemen konflik yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Konflik Kepemimpinan<\/h3>\n\n\n\n<p>Biasanya, para pemimpin diharapkan untuk dapat turun tangan demi menyelesaikan masalah atau konflik yang terjadi di suatu perusahaan tersebut. Tapi bagaimana jika para pemimpin tersebut yang membuat konflik atau menjadi pusat konflik?<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tentu tak bisa dihindari, terutama jika pimpinan tersebut kurang berpengalaman namun mendapat promosi jabatan yang terbilang cepat tapi aspek kepemimpinan dan pelatihannya kurang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, adanya tekanan lingkungan ditambah dengan kurangnya pengalaman sangat riskan menimbulkan konflik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penyelesaian: <\/strong>HRD harus mampu menentukan, bagaimana cara memilih individu yang tepat dan memang berkompetensi untuk mengisi posisi tertentu sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Dilakukannya proses rekrutmen dan manajemen sumber daya manusia (SDM) sangat berpengaruh dalam hal ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga jika sudah terlanjur salah memilih, diperlukan komunikasi yang intens antara manajer, karyawan, dan HRD mengenai bagaimana cara untuk menjadi penengah dan berkompromi dengan gaya kepemimpinan mana yang seharusnya digunakan. Pastikan jenis gaya kepemimpinan ini sesuai dengan budaya tempat kerja dan nilai perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Konflik Gaya Bekerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap orang pasti memiliki gaya bekerja masing-masing. Beberapa orang lebih suka bekerja di dalam suatu kelompok, sementara ada pula yang lebih suka bekerja sendirian dan melakukan pekerjaan terbaiknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada orang yang tidak memerlukan arahan ekstra untuk bekerja, ada pula yang harus dituntun atau diberi arahan di setiap langkahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya perbedaan gaya kerja tersebut kadang membuat adanya konflik dan juga membuat individu lain terhambat keharmonisannya dan pekerjaan timnya terganggu sehingga timbulnya miskomunikasi yang menghambat kinerja perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penyelesaian:<\/strong> Manajemen konflik yang digunakan dalam kasus ini diperlukan cara untuk memahami dan menghormati gaya kerja setiap anggota yang berbeda-beda untuk dapat bekerja dan membentuk tim kerja dengan sukses. Setiap anggota tim harus saling terbuka dan memahami serta berkompromi untuk mengolaborasikan gaya bekerja yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Artikel Terkait Manajemen Lainnya<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/mata-kuliah-manajemen\/\">20 Mata Kuliah Jurusan Manajemen<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-strategi\/\">Manajemen Strategi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/manajemen-risiko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Manajemen Resiko<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/tingkatan-manajemen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">3 Tingkatan dalam Manajemen<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bidang-manajemen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bidang Manajemen<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/tujuan-manajemen-sdm-dalam-perusahaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Tujuan Manajemen SDM dalam Perusahaan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen konflik sangat penting dikelola oleh perusahaan dan organisasi. Berikut strategi dan pengertian manajemen konflik serta contoh.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":90773,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[954],"class_list":["post-59671","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-manajemen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Manajemen konflik sangat penting dikelola oleh perusahaan dan organisasi. Berikut strategi dan pengertian manajemen konflik serta contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Manajemen konflik sangat penting dikelola oleh perusahaan dan organisasi. Berikut strategi dan pengertian manajemen konflik serta contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/manajemen-konflik.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"12 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh - Deepublish Store","description":"Manajemen konflik sangat penting dikelola oleh perusahaan dan organisasi. Berikut strategi dan pengertian manajemen konflik serta contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh - Deepublish Store","og_description":"Manajemen konflik sangat penting dikelola oleh perusahaan dan organisasi. Berikut strategi dan pengertian manajemen konflik serta contoh.","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/","og_site_name":"Deepublish Store","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/manajemen-konflik.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/"},"author":{"name":"Yusuf Abdhul Azis","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/817ff2c0038f340b466b10f6f0658bbc"},"headline":"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh","datePublished":"2024-05-16T12:37:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/"},"wordCount":1889,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/manajemen-konflik.webp","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/","name":"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/manajemen-konflik.webp","datePublished":"2024-05-16T12:37:55+00:00","description":"Manajemen konflik sangat penting dikelola oleh perusahaan dan organisasi. Berikut strategi dan pengertian manajemen konflik serta contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/manajemen-konflik.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/manajemen-konflik.webp","width":900,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/manajemen-konflik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Manajemen","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/manajemen\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Manajemen Konflik: Pengertian, Strategi dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/817ff2c0038f340b466b10f6f0658bbc","name":"Yusuf Abdhul Azis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Abdhul Azis"},"description":"Sebagai seorang SEO Spesialis, telah berpengalaman dalam membantu berbagai bisnis meningkatkan visibilitas online mereka melalui optimasi mesin pencari. Dengan keahlian dalam riset kata kunci, optimasi konten, dan strategi backlink,\u00a0 berfokus pada peningkatan trafik organik dan peringkat situs web di mesin pencari","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/yusufabdhul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/59671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59671"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/59671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90774,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/59671\/revisions\/90774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=59671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}