{"id":61711,"date":"2024-04-12T08:20:27","date_gmt":"2024-04-12T01:20:27","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?post_type=materi&#038;p=61711"},"modified":"2024-04-12T08:22:28","modified_gmt":"2024-04-12T01:22:28","slug":"pengertian-bioteknologi","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/","title":{"rendered":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak"},"content":{"rendered":"\n<p>Bioteknologi merupakan salah satu perkembangan di dunia biologi untuk keperluan manusia khususnya produktivitas produksi pangan. Nah, kali ini akan membahas tentang pengertian bioteknologi konvensional dan modern beserta dampak negatifnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita tahu bahwasanya manusia adalah makhluk tersempurna yang Tuhan ciptakan, diantara mahluk-mahluk yang lain. Salah satu bukti kecerdasan dan kehebatan manusia adalah cara bertahan hidup dengan memproduksi makanan. Misal proses fermentasi pembuatan tempe, tahu, yogurt dan masih banyak lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dimana pembuatan makanan seperti fermentasi tempe, tahu, yogurt belakangan ini kita kenal dengan istilah bioteknologi. Di era teknologi dan modern seperti sekarang, bioteknologi bukan sesuatu yang asing kita dengar. Lantas apa jadinya orang-orang jaman dahulu kala?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, istilah bioteknologi mulai banyak dikenal pada tahun 1919. Pada masa itu banyak ilmuwan yang melakukan penelitian, salah satunya adalah Alexander Fleming, jadi pada tahun 1928 ia berhasil menemukan antibiotik pencilin dan penicilium untuk obat mengatasi penyakit kulit manusia akibat gangguan bakteri <em>staphylococcus aureus<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah buat kamu nih yang masih belum tau tentang apa sih bioteknologi, kali ini kita akan simak dan ulas lengkap.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d2427930220\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d2427930220\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Pengertian_Bioteknologi\" >Pengertian Bioteknologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Pengertian_Bioteknologi_Konvensional\" >Pengertian Bioteknologi Konvensional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Contoh_Bioteknologi_Konvensional_Tradisional\" >Contoh Bioteknologi Konvensional (Tradisional)<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Pangan\" >Bidang Pangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Pertanian\" >Bidang Pertanian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Peternakan\" >Bidang Peternakan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Pengertian_Bioteknologi_Modern\" >Pengertian Bioteknologi Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Contoh_Bioteknologi_Modern\" >Contoh Bioteknologi Modern<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Teknologi_Reproduksi\" >Bidang Teknologi Reproduksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Hidroponik_dan_Aeroponik\" >Bidang Hidroponik dan Aeroponik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Pengobatan\" >Bidang Pengobatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Bidang_Tanaman\" >Bidang Tanaman<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Dampak_Positif_Bioteknologi\" >Dampak Positif Bioteknologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#Dampak_Negatif_Bioteknologi\" >Dampak Negatif Bioteknologi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Bioteknologi\"><\/span>Pengertian Bioteknologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, pengertian bioteknologi dapat diartikan sebagai makhluk hidup yang mampu memproduksi hal yang baru. Diambil dari kata dasar &#8220;bio&#8221; yang bermakna makhluk hidup, dan kata &#8220;teknologi&#8221; yang mampu memproduksi sesuatu yang baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, bioteknologi dapat pula diartikan sebagai ilmu terapan. Ilmu terapan bioteknologi terdiri biokimia, rekayasa genetika, mikrobiologi, biologi molekuler dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, bioteknologi sebagai agen <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/biologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biologi<\/a> yang dapat menghasilkan produk sendiri sekaligus.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sebelumnya sudah disebutkan tentang agen bioteknologi. Ternyata, agen bioteknologi meliputi banyak hal, mulai dari tumbuhan, bakteri, mikroorganisme, hewan dan masih banyak lagi. Sementara teknologi adalah sarana atau penggerak atau sistem kerja dari agen bioteknologi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Bioteknologi_Konvensional\"><\/span>Pengertian Bioteknologi Konvensional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dikatakan sebagai bioteknologi konvensional karena proses pengerjaannya masih menggunakan peralatan sederhana. Misalnya dalam proses fermentasi, agen utama yang digunakan adalah mikroba tertentu. Mikroba inilah yang nantinya akan mengurai bahan makanan yang difermentasikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ciri-ciri dari bioteknologi konvensional, yaitu prosesnya dilakukan secara sederhana, bahkan dapat dilakukan tanpa memiliki keahlian khusus. Adapun ciri lain seperti belum mengenal pemanfaatan enzim dan tidak diproduksi secara besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Bioteknologi_Konvensional_Tradisional\"><\/span>Contoh Bioteknologi Konvensional (Tradisional)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bioteknologi konvensional atau tradisional adalah bioteknologi yang masih menggunakan bakteri untuk proses biokimia. Bioteknologi tradisional sudah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bioteknologi Konvensional masih menggunakan prinsip atau metode pembuatan tradisional. Misalkan cara membuat tempe yang ditaburi dengan ragi dan diamkan selama 3 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini membutuhkan bantuan mikroorganisme seperti jamur Saccharomyces dan beberapa bakteri lainnya. <strong>contoh bioteknologi tradisional<\/strong> yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menambah lapangan pekerjaan, khususnya di daerah pedesaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menambah kandungan gizi produk berupa makanan dan minuman.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempromosikan makanan modern dan tradisional dalam negeri maupun luar negeri.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ketika kita berbicara tentang bioteknologi konvensional, ada banyak contoh penerapan bioteknologi konvensional. Diantaranya sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Pangan\"><\/span>Bidang Pangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dibidang pertanian juga sering kita jumpai, terutama dalam proses pembuatan makanan, berikut contoh bioteknologi di bidang pangan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembuatan tempe memerlukan waktu beberapa hari karena menggunakan enzim <em>protease<\/em> dan <em>Rhizopus oligosporus<\/em> sebagai agen hayatinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Yogurt terbuat dari susu dengan menggunakan enzim laktase dan bakteri <em>Streptococcus thermophilus<\/em>&nbsp;dan <em>Streptococcus vulgaris<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Makanan tape terbuat dari beras ketan yang difermentasi menggunakan agen hayati <em>Saccharomyces cereviceae<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Pertanian\"><\/span>Bidang Pertanian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bioteknologi juga sering kita jumpai di masyarakat, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hidroponik adalah salah satu metode pertanian yang sedikit menggunakan tanah sebagai media tanam.<\/li>\n\n\n\n<li>Jamur mustard alami mengalami pertumbuhan untuk menghasilkan brokoli, kembal kol dan kubis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Peternakan\"><\/span>Bidang Peternakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian orang tentu tidak mengetahui bahwa bioteknologi konvensional juga sering diterapkan di bidang peternakan, contoh pemanfaatan bioteknologi konvensional di bidang peternakan yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sapi perah yang mengandung lebih banyak krim setelah di mutasi oleh manusia.<\/li>\n\n\n\n<li>Domba ankon yang berkaki pendek dan bengkok karena proses mutasi alami.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Bioteknologi_Modern\"><\/span>Pengertian Bioteknologi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sementara itu, pengertian bioteknologi modern adalah bioteknologi yang metode pengolahannya sudah menggunakan alat-alat canggih dan mutakhir. Termasuk juga hal-hal yang sudah disertai dengan rekayasa genetika. Bioteknologi modern lebih sering digunakan untuk beberapa bidang, paling banyak di bidang pertanian, kesehatan dan bidang pangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Teknik bioteknologi modern yang sudah mengalami mutasi genetika dengan cara transfer gen dari satu organisme ke organisme lain, tujuannya jelas, untuk menghasilkan produk seperti yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dalam kehidupan sehari-hari, teknik ini banyak ditemukan ketika ingin menghasilkan bibit unggul, kultur jaringan, pembuatan antibiotik dan vaksin, pembuatan hormon dan masih banyak lagi deh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Bioteknologi_Modern\"><\/span>Contoh Bioteknologi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Contoh bioteknologi modern<\/strong> sebenarnya banyak, berikut beberapa contohnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Teknologi_Reproduksi\"><\/span>Bidang Teknologi Reproduksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Fertilisasi in Vitro atau bayi tabung, metode menghasilkan bayi melalui proses pembuahan yang tidak dilakukan di dalam tubuh. Metode ini sering dilakukan oleh pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan.<\/li>\n\n\n\n<li>Contoh bioteknologi modern kedua adalah kloning hewan ternak. Cara kerja klonik hewan dengan memasukan inti DNA ke sel embrio, kemudian ditanamkan ke sel telur yang belum dibuahi. Proses pembuatan pun dapat dimasukan dengan memberikan kejutan listrik atau dengan bahan kimia tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Jaringan kultur adalah metode untuk memisahkan atau mengisolasi bagian dari tanaman seperti sel, jaringan, kemudian membudidayakan dalam lingkungan yang terkendali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Hidroponik_dan_Aeroponik\"><\/span>Bidang Hidroponik dan Aeroponik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hidroponik adalah metode pertanian yang menggunakan air dan beberapa bahan berpori. Sedangkan Aeroponik adalah metode bertanam dengan membiarkan akar tanaman menggantung di udara. Berikut manfaat dari Hidroponik dan Aeroponik:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertumbuhan tanaman tidak bergantung pada musim dan tempat termasuk ketinggian lokasi dan luas tanah sebagai media tanam.<\/li>\n\n\n\n<li>Hama dan penyakit tanaman yang berasal dari tanah tidak akan menyerang tanaman.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Pengobatan\"><\/span>Bidang Pengobatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bioteknologi modern juga memiliki manfaat di bidang kesehatan, khusus nya obat-obatan. Berikut adalah beberapa produk bioteknologi modern di bidang kesehatan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Vaksin, antigen yang digunakan untuk menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Pemberian vaksin sering disebut dengan vaksinasi atau imunisasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Penisilin, antibiotik yang digunakan sebagai obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Tanaman\"><\/span>Bidang Tanaman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tanaman transgenik adalah organisme yang memiliki materi genetik. Dalam dunia pertanian, sering dilakukan dengan cara menyisipi gen asing dari makhluk hidup lain, yang bertujuan menghasilkan tanaman dengan sifat yang sesuai dengan keinginan.&nbsp;Nah, ini lah contoh bioteknologi modern yang sangat banyak dipelajari dan dikembangkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Positif_Bioteknologi\"><\/span>Dampak Positif Bioteknologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dampak dari perkembangan bioteknologi ini sangat luas dan juga bisa memudahkan para manusia untuk memproduksi bahan pangan maupun bidang lainnya lebih cepat dan efisien. Lantas, apa saja sih dampak positif bioteknologi, berikut contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di Bidang pertanian, bioteknologi membantu menghasilkan pupuk penyubur tanaman.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Dari segi teknologi semakin banyak peralatan modern yang mempercepat dan mempermudah kerja petani. Misal, lahirnya teknologi traktor, atau teknologi untuk menanam padi.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Melahirkan sumber energi alternatif yang lebih ramah&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan kualitas produksi sumber makanan&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pengelolaan produk makanan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Baca Juga:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/pengertian-mikrobiologi\/\">Pengertian Mirkobiologi: Dasar, Perkembangan, dan Contoh<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/ruang-lingkup-biologi-molekuler\/\">Memahami 6 Ruang Lingkup Biologi Molekuler dan Seluk Beluknya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/cabang-ilmu-biologi\/\">74 Cabang Biologi: Hakikat dan Definisi Lengkap<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Negatif_Bioteknologi\"><\/span>Dampak Negatif Bioteknologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika bioteknologi dimanfaatkan secara tidak baik, maka akan menimbulkan dampak negatif. Tidak hanya berdampak negatif pada manusia, tetapi juga berdampak pada hewan dan alam. Berikut dampak negatif bioteknologi yang sering kita jumpai:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Hewan ternak yang disuntik hormon pertumbuhan BGH (<strong><em>bovine growth hormone<\/em><\/strong>) ternyata mengandung zat kimia yang berbahaya untuk kesehatan manusia.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Tanaman jagung yang direkayasa dan mengandung zat berbahaya, maka saat jagung tersebut diberikan untuk hewan ternak dan dimakan manusia, maka juga berbahaya untuk kesehatan manusia dan hewan ternak.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Munculnya virus seperti <strong><em>Severe acute respiratory syndrome (SARS)<\/em><\/strong> digosipkan sebagai bentuk rekayasa genetika, yang membahayakan manusia<\/li>\n\n\n\n<li>Organisme transgenik yang menyebar di alam bebas, dapat menyebabkan pencemaran terhadap biologi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Itulah pembahasan tentang pengertian bioteknologi, bioteknologi modern dan konvensional bahkan sampai contoh dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga penjelasan diatas dapat dipahami dengan baik ya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Orang Lain Juga Bertanya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"schema-faq wp-block-yoast-faq-block\"><div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1659430968803\"><strong class=\"schema-faq-question\">Pengertian bioteknologi konvensional<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang proses pengerjaannya masih menggunakan peralatan sederhana dan tradisional.<\/p> <\/div> <div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1659431152941\"><strong class=\"schema-faq-question\">Pengertian bioteknologi modern<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang metode pengolahannya sudah menggunakan alat-alat canggih dan mutakhir.<\/p> <\/div> <div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1659431194092\"><strong class=\"schema-faq-question\">Contoh bioteknologi konvensional<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Contoh bioteknologi konvensional antara lain cuka, bir, kecap, nata de coco, yogurt, dsb.<\/p> <\/div> <\/div>\n\n\n\n<p>Penulis: Irukawa Elisa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bioteknologi merupakan salah satu perkembangan di dunia biologi untuk keperluan manusia khususnya produktivitas produksi pangan. Nah, kali ini akan membahas tentang pengertian bioteknologi konvensional dan modern beserta dampak negatifnya. Kita tahu bahwasanya manusia adalah makhluk tersempurna yang Tuhan ciptakan, diantara mahluk-mahluk yang lain. Salah satu bukti kecerdasan dan kehebatan manusia adalah cara bertahan hidup dengan &#8230; <a title=\"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":90451,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[959],"class_list":["post-61711","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-biologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perkembangan biologi sudah sampai kepada dari bioteknologi konvensional ke modern. berikut pengertian biologi dan positif dan negatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perkembangan biologi sudah sampai kepada dari bioteknologi konvensional ke modern. berikut pengertian biologi dan positif dan negatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-12T01:22:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/pengertian-bioteknologi.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak - Deepublish Store","description":"Perkembangan biologi sudah sampai kepada dari bioteknologi konvensional ke modern. berikut pengertian biologi dan positif dan negatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak - Deepublish Store","og_description":"Perkembangan biologi sudah sampai kepada dari bioteknologi konvensional ke modern. berikut pengertian biologi dan positif dan negatif.","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_modified_time":"2024-04-12T01:22:28+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/pengertian-bioteknologi.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak","datePublished":"2024-04-12T01:20:27+00:00","dateModified":"2024-04-12T01:22:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/"},"wordCount":1265,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/pengertian-bioteknologi.webp","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","FAQPage"],"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/","name":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/pengertian-bioteknologi.webp","datePublished":"2024-04-12T01:20:27+00:00","dateModified":"2024-04-12T01:22:28+00:00","description":"Perkembangan biologi sudah sampai kepada dari bioteknologi konvensional ke modern. berikut pengertian biologi dan positif dan negatif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#breadcrumb"},"mainEntity":[{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659430968803"},{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659431152941"},{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659431194092"}],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/pengertian-bioteknologi.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/pengertian-bioteknologi.webp","width":900,"height":500,"caption":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Materi Biologi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/biologi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Pengertian Bioteknologi: Contoh, Penerapan dan Dampak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659430968803","position":1,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659430968803","name":"Pengertian bioteknologi konvensional","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang proses pengerjaannya masih menggunakan peralatan sederhana dan tradisional.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659431152941","position":2,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659431152941","name":"Pengertian bioteknologi modern","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang metode pengolahannya sudah menggunakan alat-alat canggih dan mutakhir.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659431194092","position":3,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/#faq-question-1659431194092","name":"Contoh bioteknologi konvensional","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Contoh bioteknologi konvensional antara lain cuka, bir, kecap, nata de coco, yogurt, dsb.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/61711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61711"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/61711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90450,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/61711\/revisions\/90450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=61711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}