{"id":65309,"date":"2024-09-26T09:08:52","date_gmt":"2024-09-26T02:08:52","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?post_type=materi&#038;p=65309"},"modified":"2024-09-26T09:08:53","modified_gmt":"2024-09-26T02:08:53","slug":"kelompok-primer-dan-skunder","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/","title":{"rendered":"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kelompok primer dan sekunder<\/strong> \u2013 Sebagai makhluk sosial, kita hidup membutuhkan bantuan orang lain. Tidak hanya itu, dalam menjalani keseharian, kita pasti melakukan interaksi sosial dengan orang lain lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai mekanisme pertahanan diri dari segala permasalahan,&nbsp; dan dalam upaya memenuhi keinginan yang kita harapkan, maka kita pun butuh bersosialisasi dan ikut dalam sebuah kelompok.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berbicara tentang kelompok, ada dua macam yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kedua kelompok tersebut memiliki tujuan dan peran yang saling bertolak belakang. Nah, buat kamu yang belum tahu apa itu kelompok primer dan sekunder, langsung saja kita simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69ec49390c8b6\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69ec49390c8b6\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Pengertian_Kelompok_Primer\" >Pengertian Kelompok Primer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Contoh_Kelompok_Primer\" >Contoh Kelompok Primer<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#1_Kelompok_Persahabatan\" >1. Kelompok Persahabatan&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#2_Keluarga\" >2. Keluarga&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#3_Kerabat\" >3. Kerabat&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Ciri-Ciri_Kelompok_Primer\" >Ciri-Ciri Kelompok Primer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Pengertian_Kelompok_Sekunder\" >Pengertian Kelompok Sekunder<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Ciri_Kelompok_Sekunder\" >Ciri Kelompok Sekunder<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Contoh_Kelompok_Sekunder\" >Contoh Kelompok Sekunder<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#1_Partai_Politik\" >1. Partai Politik&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#2_Serikat_Pekerja\" >2. Serikat Pekerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#3_Koperasi\" >3. Koperasi&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Perbedaan_Kelompok_Primer_dan_Sekunder\" >Perbedaan Kelompok Primer dan Sekunder&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#Pertanyaan_Sering_Muncul\" >Pertanyaan Sering Muncul<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kelompok_Primer\"><\/span>Pengertian Kelompok Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa itu kelompok primer? Kelompok primer <strong>adalah kelompok yang membangun interaksi dengan anggotanya<\/strong>. Dimana setiap anggota saling mengenal secara personal dan memiliki keakraban terhadap anggota kelompok. Karena sudah akrab dan kenal secara personal, maka hubungan sosial mereka ada yang melibatkan hubungan fisik, dan ada juga yang tidak.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok primer dapat pula diartikan sebagai kelompok yang melakukan interaksi sosialnya penuh kebersamaan, hangat dan melibatkan interaksi yang intensif.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi dalam berinteraksi dipenuhi dengan emosi. Emosi yang dimaksud bisa emosi senang, emosi bahagia, emosi sedih dan emosi rasa kasih sayang maupun kepedulian. Dimana emosi-emosi ini tidak ditemukan dalam kelompok sekunder.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kelompok_Primer\"><\/span>Contoh Kelompok Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Contoh kelompok primer sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dan selalu bertemu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kelompok_Persahabatan\"><\/span>1. Kelompok Persahabatan&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Saya yakin setiap orang pasti punya teman. Berbicara tentang pertemanan, pasti ada teman yang tulus dan teman yang modus. Kelompok teman yang tulus dan selalu ada saat sedih dan senang, mau menerima apa adanya, maka termasuk kelompok persahabatan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah sahabat yang benar-benar akrab dengan kamu memang tidak banyak. Karena tidak banyak, kamu memiliki hubungan dan interaksi yang cukup intens satu sama lain. Sifatnya pun intens dan mendalam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Keluarga\"><\/span>2. Keluarga&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain kelompok persahabatan, ternyata keluarga termasuk ke dalam kelompok primer. Sudah pasti keluarga orang terdekat dan orang yang paling mengenal kita dengan baik. Saat kita dikucilkan atau ditinggalkan dunia luar, keluarlah tempat kembali pulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tempat ngobrol paling nyaman. Yah, walaupun ada juga beberapa kasus justru keluarga seperti orang asing. Setidaknya kehadiran keluarga secara umum adalah kelompok paling aman, nyaman dan hangat. Karena mereka sebagai tempat berpulang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kerabat\"><\/span>3. Kerabat&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh kelompok primer yang ketiga adalah kelompok kerabat. Jumlah kerabat jelas dari orang-orang dalam. Orang yang masih memiliki tali darah dan memiliki persaudaraan yang dekat. Pasti masih ada hubungan personal yang intens satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah tiga contoh kelompok primer yang sebenarnya ada disekitar kita. Lantas bagaimana dengan kelompok sekunder? kan Kita ulas di bawah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/stratifikasi-sosial\/\">Pengertian Stratifikasi Sosial<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/interaksi-sosial\/\">Apa itu Interaksi Sosial<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/faktor-mempengaruhi-interaksi-sosial\/\">Faktor Penyebab Interaksi Sosial<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Kelompok_Primer\"><\/span>Ciri-Ciri Kelompok Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika kamu masih merasa kebingungan mengidentifikasi yang termasuk ke dalam kelompok primer. Kamu bisa mengidentifikasi lewat beberapa ciri lebih spesifik di bawah ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Umumnya dalam satu kelompok diikuti sedikit orang. Karena jumlah yang sedikit inilah yang menjadikan hubungan sosial mereka saling mengenal dengan baik dan personal.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki solidaritas yang tinggi terhadap sesama anggota. Tidak hanya itu, ternyata sesama anggota saling bergantung sama lain karena mereka memiliki prinsip atau nilai yang sema.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki perasaan yang sama. Kesamaan yang muncul ini pulalah yang dapat mendorong terbentuk hubungan sosial yang dekat.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Jika ada sebuah kegiatan, kelompok primer dilakukan secara informal atau tidak resmi, sehingga terkesan lebih bebas.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai tempat untuk mencurahkan hati dan pikiran, karena kelompok primer sebagai tempat mencari kehangatan secara fisik dan emosional.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dari ciri-ciri di atas, barangkali kamu sudah memiliki kelompok primer. Jika iya, dan kelompokmu memberikan pengaruh ke arah positif, jagalah kelompok primer tersebut. karena memiliki kelompok yang saling mendukung itu penting untuk perubahan. Sebaliknya, jika primer tersebut justru mengajak pada hal negatif, maka jauhilah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kelompok_Sekunder\"><\/span>Pengertian Kelompok Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa itu kelompok sekunder? kelompok sekunder <strong>adalah hubungan yang bersifat impersonal, yang mana kelompok ini berfokus pada tujuan tugas<\/strong>. Adapun nama lain dari kelompok sekunder yaitu special interest groups (kelompok kepentingan khusus) atau self interest groups (kelompok kepentingan umum).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Karena kelompok sekunder berorientasi pada tugas atau tujuan, maka anggota yang tergabung di dalamnya bersifat sukarela dengan alasan memiliki tujuan yang sama. Hal yang menariknya, keanggotan kelompok sekunder tidak memiliki peran yang paling dominan. Rata-rata anggota memainkan tugasnya dan perannya secara pasif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kelompok sekunder, biasanya juga muncul yang namanya konflik sosial. Pahami mengenainya pada bahasan <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konflik-sosial\/\">jenis-jenis konflik sosial<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri_Kelompok_Sekunder\"><\/span>Ciri Kelompok Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kebalikan dari ciri kelompok primer, maka pada kelompok sekunder memiliki beberapa ciri spesifik sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Umumnya memiliki jumlah keanggotaan yang banyak, tidak terbatas pada satu daerah saja, kadang ada juga yang dari luar daerah, lintas agama, lintas budaya dan masih banyak lagi.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap anggota yang tergabung mungkin tidak saling mengenal, mungkin juga ada yang kenal, itupun hanya beberapa saja.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap anggota yang melakukan komunikasi dengan sesama anggota bersifat sementara dan impersonal saja, jadi tidak bersifat intens.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Secara umum, antar anggota tidak memberikan pengaruh yang dominan. Dan masing-masing anggota menjalankan tugasnya ala kadarnya.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Itulah ciri-ciri kelompok sekunder. Dari ciri diatas, tujuan paling besar mereka adalah ingin mencapai tujuan kelompok. Jika tujuan kelompok tidak tercapai, maka kelompok sekunder sangat mungkin bubar jalan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kelompok_Sekunder\"><\/span>Contoh Kelompok Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Adapun beberapa contoh yang termasuk dalam kelompok sekunder. Langsung saja simak berikut ini&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Partai_Politik\"><\/span>1. Partai Politik&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ternyata partai politik termasuk kelompok sosial sekunder. Dimana anggota yang tergabung di dalamnya memiliki tujuan utama yang sama, yaitu mendapatkan kekuatan politik dan memiliki tujuan internal yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Partai politik terbentuk dari berbagai kelompok, komunitas, ras, profesi dan etnis. Jumlah anggotanya tersebar di berbagai belahan kota, dan mereka juga tidak selalu bertemu. Jadi wajar jika secara personal antar anggota tidak saling mengenal satu sama lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Serikat_Pekerja\"><\/span>2. Serikat Pekerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh kelompok sekunder selain partai politik ada yang nama nya kelompok serikat pekerja. Dimana kelompok ini anggotanya diikuti dari berbagai daerah yang bekerja di perusahaan ataupun di luar perusahaan. Organisasi ini terbuka untuk masyarakat umum, tanpa terkecuali. Sifatnya sukarela, mandiri, bebas dan terbuka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Koperasi\"><\/span>3. Koperasi&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kamu ikut koperasi, itu juga termasuk dalam kelompok sekunder. Anggota koperasi juga terbuka oleh siapa saja yang ingin bergabung. Asal cocok dan satu tujuan, semua bisa menjadi bagian keluarga koperasi. Tentu saja setiap koperasi memiliki aturannya sendiri-sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Oh iya, setiap anggota koperasi juga belum tentu kenal secara personal dengan anggota yang lain. Apalagi jika koperasi tersebut tidak pernah mengadakan kopdar (kopi darat).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah tiga contohnya, adapun contoh kelompok sekunder lain, misalnya kelompok pabrik, asosiasi profesi, kelompok penekan, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Kelompok_Primer_dan_Sekunder\"><\/span>Perbedaan Kelompok Primer dan Sekunder&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut perbedaan kelompok primer dan sekunder yang dikemas dalam bentuk tabel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Kelompok Primer<\/strong><\/td><td><strong>Kelompok Sekunder<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Jumlah anggota sedikit<\/td><td>Jumlah anggota kelompok besar dan tersebar dari berbagai daerah dan berbagai macam kalangan<\/td><\/tr><tr><td>Memiliki hubungan antar anggota secara personal<\/td><td>Hubungan keanggotaannya bersifat sementara<\/td><\/tr><tr><td>Hubungan yang terjalin berlangsung lama<\/td><td>Hubungan antar anggota atas dasar kesamaan tujuan<\/td><\/tr><tr><td>Bersifat pribadi atau personal<\/td><td>Bersifat umum dan tidak personal<\/td><\/tr><tr><td>Berperan sebagai kelompok primer pada fungsi ekspresif<\/td><td>&nbsp;Peran kelompok primer bersifat instrumental<\/td><\/tr><tr><td>Memiliki hubungan dekat antar anggota&nbsp;<\/td><td>Hubungan antar anggota tidak dekat, dan belum tentu saling mengenal secara personal.<\/td><\/tr><tr><td>Pola hubungan yang terjalin bersifat informal<\/td><td>Pola hubungan bersifat formal, dan kaku.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa perbedaan antara kelompok primer dan sekunder. Adapun persamaan diantara keduanya, sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Keduanya saling menjalin hubungan dengan pola dan sifat yang berbeda.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Keduanya saling menghargai, saling berbagi meski bentuknya dalam wujud yang berbeda.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Keduanya terikat dalam satu kata &#8220;kelompok&#8221;. Nah, pengikatnya tergantung organisasi atau kelompok sosial yang diikuti.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Keduanya memiliki solidaritas, meskipun bentuk solidaritas keduanya pun tidak sama.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Itulah ulasan tentang kedua kelompok. Semoga sedikit ulasan di atas memberikan gambaran dan pemahaman.&nbsp; (Irukawa Elisa)<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_Sering_Muncul\"><\/span>Pertanyaan Sering Muncul<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa rangkuman jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"schema-faq wp-block-yoast-faq-block\"><div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1645749156312\"><strong class=\"schema-faq-question\">Apa itu kelompok primer<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Secara umum, diartikan sebagai kelompok yang melakukan interaksi sosialnya penuh kebersamaan, hangat dan melibatkan interaksi yang intensif.<\/p> <\/div> <div class=\"schema-faq-section\" id=\"faq-question-1645749216848\"><strong class=\"schema-faq-question\">Mengapa keluarga dapat digolongkan sebagai kelompok primer<\/strong> <p class=\"schema-faq-answer\">Hal ini disebabkan oleh adanya interaksi secara penuh bahkan face to face antar anggotanya (anggota keluarga) secara intensif.<\/p> <\/div> <\/div>\n\n\n\n<style>\n.bg-bookproduct {\n      border-radius: 4px;\n      border: 1px dashed;\n      padding: 20px;\n      background-color:#F7F8E0;}\n    }\n<\/style>\n<div class=\"bg-bookproduct\"><b><p>Rekomendasi Buku Ilmu Sosiologi<\/p><\/b><br\/>\n<table>\n<tr>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/PENGANTAR-SOSIOLOGI_Agustin-Sukses-80gr-depan-300x400.jpg\" alt=\"Buku Pengantar Sosiologi\" height=\"200\" width=\"150\" \/>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/sosiologi-politikfix-300x400.png\" alt=\"Buku Sosiologi Politik\" height=\"200\" width=\"150\"\/>\n   <\/td>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Pengantar-Sosiologi-300x400.png\" alt=\"Buku Pengantar Sosiologi Umum\" height=\"200\" width=\"150\"\/>\n   <\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-pengantar-sosiologi-2\/?utm_medium=product_ad&#038;utm_source=seo&#038;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Pengantar Sosiologi<\/a><\/b><\/td>\n   <\/td>\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-sosiologi-politik-2\/?utm_medium=product_ad&#038;utm_source=seo&#038;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Sosiologi Politik: Makna&#8230;.<\/a><\/b><\/td>\n   <\/td>\n<td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-pengantar-sosiologi\/?utm_medium=product_ad&#038;utm_source=seo&#038;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Pengantar Sosiologi Umum&#8230;.<\/a><\/b><\/td>\n   <\/td>\n<\/tr>\n<\/table><br\/>\n<p>Dapatkan Buku-Buku Sosiologi di <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/sosiologi\/\"><b>Buku Sosiologi<\/b><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelompok primer dan sekunder \u2013 Sebagai makhluk sosial, kita hidup membutuhkan bantuan orang lain. Tidak hanya itu, dalam menjalani keseharian, kita pasti melakukan interaksi sosial dengan orang lain lagi. Sebagai mekanisme pertahanan diri dari segala permasalahan,&nbsp; dan dalam upaya memenuhi keinginan yang kita harapkan, maka kita pun butuh bersosialisasi dan ikut dalam sebuah kelompok.&nbsp; Berbicara &#8230; <a title=\"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":91740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[953],"class_list":["post-65309","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-sosiologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Materi ini berisi penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh dan perbedaan kelompok primer dan kelompok sosial sekunder.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Materi ini berisi penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh dan perbedaan kelompok primer dan kelompok sosial sekunder.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-26T02:08:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/kelompok-primer-dan-sekunder-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri - Deepublish Store","description":"Materi ini berisi penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh dan perbedaan kelompok primer dan kelompok sosial sekunder.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri - Deepublish Store","og_description":"Materi ini berisi penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh dan perbedaan kelompok primer dan kelompok sosial sekunder.","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_modified_time":"2024-09-26T02:08:53+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/kelompok-primer-dan-sekunder-1.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/"},"author":{"name":"Yusuf Abdhul Azis","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/817ff2c0038f340b466b10f6f0658bbc"},"headline":"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri","datePublished":"2024-09-26T02:08:52+00:00","dateModified":"2024-09-26T02:08:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/"},"wordCount":1318,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/kelompok-primer-dan-sekunder-1.webp","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#respond"]}]},{"@type":["WebPage","FAQPage"],"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/","name":"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/kelompok-primer-dan-sekunder-1.webp","datePublished":"2024-09-26T02:08:52+00:00","dateModified":"2024-09-26T02:08:53+00:00","description":"Materi ini berisi penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh dan perbedaan kelompok primer dan kelompok sosial sekunder.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#breadcrumb"},"mainEntity":[{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#faq-question-1645749156312"},{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#faq-question-1645749216848"}],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/kelompok-primer-dan-sekunder-1.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/kelompok-primer-dan-sekunder-1.webp","width":900,"height":500,"caption":"kelompok primer dan sekunder"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"sosiologi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/sosiologi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Kelompok Primer dan Sekunder: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/817ff2c0038f340b466b10f6f0658bbc","name":"Yusuf Abdhul Azis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Abdhul Azis"},"description":"Sebagai seorang SEO Spesialis, telah berpengalaman dalam membantu berbagai bisnis meningkatkan visibilitas online mereka melalui optimasi mesin pencari. Dengan keahlian dalam riset kata kunci, optimasi konten, dan strategi backlink,\u00a0 berfokus pada peningkatan trafik organik dan peringkat situs web di mesin pencari","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/yusufabdhul\/"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#faq-question-1645749156312","position":1,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#faq-question-1645749156312","name":"Apa itu kelompok primer","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Secara umum, diartikan sebagai kelompok yang melakukan interaksi sosialnya penuh kebersamaan, hangat dan melibatkan interaksi yang intensif.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"},{"@type":"Question","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#faq-question-1645749216848","position":2,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kelompok-primer-dan-skunder\/#faq-question-1645749216848","name":"Mengapa keluarga dapat digolongkan sebagai kelompok primer","answerCount":1,"acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Hal ini disebabkan oleh adanya interaksi secara penuh bahkan face to face antar anggotanya (anggota keluarga) secara intensif.","inLanguage":"id"},"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/65309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65309"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/65309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91741,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/65309\/revisions\/91741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=65309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}