{"id":70839,"date":"2023-06-20T10:55:00","date_gmt":"2023-06-20T03:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?post_type=materi&#038;p=70839"},"modified":"2023-07-11T14:55:30","modified_gmt":"2023-07-11T07:55:30","slug":"perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/","title":{"rendered":"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern"},"content":{"rendered":"\n<p>Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern menjadi pembahasan yang menarik dan <em>out of the box <\/em>apalagi dalam dunia industri pertanian dan ilmu pangan. Salah satunya bioteknologi modern yang mampu membuat kita tercengang, dan terkadang tidak pernah berfikir sejauh itu. Ternyata apa yang kita anggap tidak mungkin, lewat bioteknologi modern sangat mungkin terjadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, seseorang yang tidak memiliki keturunan. Sekarang dapat dilakukan dengan teknologi bayi tabung. Ketika kita flashback ke belakang, kita pun juga akan kagum dengan nenek moyang kita. Meskipun hidup dalam keterbatasan dan tidak mengenal teknologi, hidup serba tradisional mereka tetap bisa menciptakan bioteknologi konvensional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi sudah sejak dulu nenek moyang kita sudah menerapkan ilmu bioteknologi. Salah satunya adalah kebiasaan nenek moyang kita yang sudah bisa memproduksi makanan dari teknologi bioteknologi konvensional. Yaitu dengan cara memfermentasikan jamur dan kedelai menjadi tempe. sebagai sumber makanan, dengan cara alat sederhana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sini kita bisa melihat bahwasanya peradaban manusia pada masa lampau tetap memiliki teknologi yang didasarkan ilmu pengetahuan. Hanya saja pengemasannya yang masih sederhana. Sekarang, teknologi sudah mutakhir, maka hasil penemuan pun juga ikut berkembang dan update.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangkauannya pun juga lebih WOW. Nah sampai di sini saja kita tahu bahwasanya ilmu pengetahuan bersifat dinamis. Mungkin juga, ada diantara kamu yang masih bingung, apa sih itu bioteknologi konvensional dan modern? Kamu bisa temukan jawabannya di artikel ini, baca sampai selesai ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum lanjut, lebih pahami mengenai seluk beluk pengertian bioteknologi dan jenisnya disini: <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-bioteknologi\/\">Pengertian dan Jenis Bioteknologi<\/a><\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d102c14151f\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d102c14151f\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#Apa_Itu_Bioteknologi\" >Apa Itu Bioteknologi?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#Definisi_Bioteknologi_Konvensional\" >Definisi Bioteknologi Konvensional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#Definisi_Bioteknologi_Modern\" >Definisi Bioteknologi Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#Perbedaan_Bioteknologi_Konvensional_Dan_Modern\" >Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Bioteknologi\"><\/span>Apa Itu Bioteknologi?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern memang dua hal yang berbeda. Jadi yang dimaksud dengan bioteknologi adalah gabungan dari ilmu dan teknologi terapan yang memanfaatkan makhluk hidup bertujuan untuk memproduksi barang maupun jasa. Dimana hasil produksi tersebut diperuntukan dan dapat digunakan manusia untuk kepentingan yang bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kata kunci dari bioteknologi adalah memanfaatkan makhluk hidup yang mampu memberikan manfaat untuk kepentingan manusia. Jadi ilmuwan yang berkecimpung di dunia bioteknologi akan melakukan penelitian terhadap banyak jenis mikroorganisme hingga makroorganisme menjadi penemuan yang memberikan manfaat lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bioteknologi itu pun dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi dan modern. Nah, untuk mengetahui perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, langsung kita bahas satu-satu di bawah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Bioteknologi_Konvensional\"><\/span>Definisi Bioteknologi Konvensional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bioteknologi konvensional adalah teknik memanfaatkan makhluk hidup sesuai dengan ilmu dan elaborasi dengan teknologi terapan yang dilakukan secara konvensional atau tradisional. Karena masih konvensional, maka cara ini diproduksi secara terbatas atau dalam skala kecil. Alasannya sederhana, karena masih menggunakan alat-alat sederhana. Dari proses kerjanya pun dilakukan secara alami, tanpa proses rekayasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh bioteknologi konvensional yang masih akrab kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu teknik fermentasi pembuatan tempe. Dimana hasil fermentasi pembuatan tempe pun bisa kita temukan di pasar terdekat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari proses bioteknologi konvensional ini pun, kita bisa makan makanan yang kaya gizi dari olahan kedelai yang sudah difermentasikan. Ada juga yang termasuk bioteknologi konvensional lain, misalnya proses pembuatan tape, proses pembuatan yogurt, keju&nbsp; dan proses pembuatan kecap.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun cara yang digunakan masih konvensional dan tradisional, tetap memiliki karakteristik pembeda. Salah satu karakteristik bioteknologi konvensional masih menggunakan mikroorganisme secara langsung dan utuh. Dari segi pemanfaatannya masih menggunakan prinsip fermentasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai namanya, alat yang digunakan pun masih menggunakan alat yang sederhana. Sementara untuk melakukan proses bioteknologi konvensional tetap butuh keahlian dan ilmu khusus. Maksud keahlian khusus di sini, setidaknya tahu cara dan dapat dipelajari dengan cara otodidak dan jika ingin mempelajari lewat lembaga atau semacamnya, harganya pun masih relatif terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Bioteknologi_Modern\"><\/span>Definisi Bioteknologi Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bioteknologi modern adalah teknik memanfaatkan makhluk hidup sesuai dengan ilmu dan elaborasi dengan teknologi terapan yang dilakukan secara modern atau sudah melibatkan teknologi canggih. Bioteknologi modern dapat pula diartikan sebagai rekayasa genetik yang dapat menghasilkan DNA rekombinan dan organisasi transgenik, guna mendapatkan hasil produk yang diinginkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu contoh bioteknologi modern tentang bayi tabung yang mempertemukan sperma dan sel telur dilakukan secara teknologi, vaksin, hormon dan antibiotik.<\/p>\n\n\n\n<p>Karakteristik penggunaan bioteknologi modern dapat dilihat dari pemanfaatan mikroorganisme secara tidak langsung, dan hanya menggunakan beberapa bagian saja. Dari segi teknologi yang digunakan lebih canggih dan modern.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk proses pengolahannya sendiri, dibutuhkan ilmuwan yang memiliki keahlian khusus dibidang pembuatannya dan memiliki basis pengetahuan yang tidak umumnya manusia. Karena terbuat dari teknologi canggih dan butuh penelitian yang lama, ketika sudah teruji dan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, maka harga yang ditawarkan pun relatif lebih mahal.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-fisiologi\/\">Hewan, Manusia dan Tumbuhan Pengertian Fisiologi<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Bioteknologi_Konvensional_Dan_Modern\"><\/span>Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui perbedaan bioteknologi konvensional dan modern di atas, belum afdol rasanya jika tidak buat dalam bentuk lebih ringkas. Berikut perbedaan diantara keduanya dalam bentuk tabel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Aspek<\/strong><\/th><th><strong>Bioteknologi Modern<\/strong><\/th><th>Bioteknologi Konvensional<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Dapat dimanfaatkan untuk makhluk hidup&nbsp;<\/td><td>Tidak langsung, hanya sebagian saja yang digunakan.&nbsp;<\/td><td>langsung dan utuh&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>Prinsip&nbsp;<\/td><td>Perlu dilakukan rekayasa genetika dan menggunakan teknologi reproduksi&nbsp;<\/td><td>fermentasi&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>Pelaku&nbsp;<\/td><td>Dibutuhkan keahlian khusus oleh ahli yang memang berkompeten\u00a0<\/td><td>tidak perlu keahlian khusus&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>Alat dan proses&nbsp;<\/td><td>alat sudah canggih dan mutakhir&nbsp;<\/td><td>sederhana&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>Skala produksi dan biaya&nbsp;<\/td><td>dapat diproduksi dalam jumlah banyak, dan dibandrol dengan harga lebih mahal&nbsp;<\/td><td>sedikit dan relatif murah&nbsp;<\/td><\/tr><tr><td>Contoh<\/td><td>vaksi, bayi tabung, transplantasi stem cell, tanaman transgenik, hormon insulin sintetik dll<\/td><td>tae, tempe, roti, yogurt, kecap, alkohol, soju<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"summary-design\">Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern yang paling mudah, yaitu bioteknologi modern menggunakan alat yang sudah canggih dan mutakhir\u00a0sedangkan konvensional masih sangat konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Dari tabel perbedaan di atas, semoga sedikit membantu memberikan pemahaman tentang perbedaan diantara keduanya. (Irukawa Elisa)<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/cabang-ilmu-biologi\/\">Hakikat dan Definisi 74 Cabang Biologi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut ini 6 perbedaan besar antara bioteknologi konvensional dan modern yang sebaiknya bidang pangan, biologi dan gizi pahami.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70840,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[959],"class_list":["post-70839","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-biologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini 6 perbedaan besar antara bioteknologi konvensional dan modern yang sebaiknya bidang pangan, biologi dan gizi pahami.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini 6 perbedaan besar antara bioteknologi konvensional dan modern yang sebaiknya bidang pangan, biologi dan gizi pahami.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-11T07:55:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Bioteknologi-Modern.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"496\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern - Deepublish Store","description":"Berikut ini 6 perbedaan besar antara bioteknologi konvensional dan modern yang sebaiknya bidang pangan, biologi dan gizi pahami.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern - Deepublish Store","og_description":"Berikut ini 6 perbedaan besar antara bioteknologi konvensional dan modern yang sebaiknya bidang pangan, biologi dan gizi pahami.","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_modified_time":"2023-07-11T07:55:30+00:00","og_image":[{"width":768,"height":496,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Bioteknologi-Modern.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/"},"author":{"name":"Yusuf Abdhul Azis","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/817ff2c0038f340b466b10f6f0658bbc"},"headline":"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern","datePublished":"2023-06-20T03:55:00+00:00","dateModified":"2023-07-11T07:55:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/"},"wordCount":906,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Bioteknologi-Modern.jpg","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/","name":"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Bioteknologi-Modern.jpg","datePublished":"2023-06-20T03:55:00+00:00","dateModified":"2023-07-11T07:55:30+00:00","description":"Berikut ini 6 perbedaan besar antara bioteknologi konvensional dan modern yang sebaiknya bidang pangan, biologi dan gizi pahami.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Bioteknologi-Modern.jpg","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Bioteknologi-Modern.jpg","width":768,"height":496,"caption":"Bioteknologi Modern"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Materi Biologi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/biologi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/817ff2c0038f340b466b10f6f0658bbc","name":"Yusuf Abdhul Azis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e49bbf8111e656d436285262ed11269bc24bd881c163eb9465f0cfd2f89f7fb5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Abdhul Azis"},"description":"Sebagai seorang SEO Spesialis, telah berpengalaman dalam membantu berbagai bisnis meningkatkan visibilitas online mereka melalui optimasi mesin pencari. Dengan keahlian dalam riset kata kunci, optimasi konten, dan strategi backlink,\u00a0 berfokus pada peningkatan trafik organik dan peringkat situs web di mesin pencari","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/yusufabdhul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/70839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70839"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/70839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88992,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/70839\/revisions\/88992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=70839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}