{"id":88015,"date":"2024-07-02T10:08:33","date_gmt":"2024-07-02T03:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?post_type=materi&#038;p=88015"},"modified":"2024-07-02T10:08:33","modified_gmt":"2024-07-02T03:08:33","slug":"konseling-kelompok","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/","title":{"rendered":"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-post-date\"><time datetime=\"2024-07-02T10:08:33+07:00\">2 Juli 2024<\/time><\/div>\n\n\n<p>Sedang mencari tahu informasi tentang apa itu konseling kelompok? Artikel ini akan mengulas mengenai pengertian konseling kelompok, tujuan dan juga tahapan-tahapannya. Simak sampai selesai ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Konseling kelompok adalah suatu layanan bimingan dan konseling yang melibatkan lebih dari 5 orang dengan masalah yang sama untuk saling membantu dalam proses pemecahan masalah dan pengembangan diri.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69e2f447402c4\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69e2f447402c4\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#Konseling_Kelompok_Menurut_Para_Ahli\" >Konseling Kelompok Menurut Para Ahli<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#1_Winkel_dan_Hastuti_2004\" >1. Winkel dan Hastuti (2004)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#2_Lumongga_2011\" >2. Lumongga (2011)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#3_Kurnanto_2014\" >3. Kurnanto (2014)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#4_Adhiputra_2015\" >4. Adhiputra (2015)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#5_Prayitno_2017\" >5. Prayitno (2017)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#Tujuan_Utama_Konseling_Kelompok\" >Tujuan Utama Konseling Kelompok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#Tahapan_Konseling_Kelompok\" >Tahapan Konseling Kelompok.<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#1_Tahap_Pra_Konseling\" >1. Tahap Pra Konseling<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#2_Tahap_Permulaan\" >2. Tahap Permulaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#3_Tahap_Transisi\" >3. Tahap Transisi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#4_Tahap_Kerja\" >4. Tahap Kerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#5_Tahap_Akhir\" >5. Tahap Akhir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#6_Pasca_konseling\" >6. Pasca konseling<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#Perbedaan_Antara_Layanan_Konseling_Pribadi_Dan_Konseling_Kelompok\" >Perbedaan Antara Layanan Konseling Pribadi Dan Konseling Kelompok<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konseling_Kelompok_Menurut_Para_Ahli\"><\/span>Konseling Kelompok Menurut Para Ahli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa ahli yang mendefinisikan apa itu konseling kelompok. Berikut ini pendapat dari para ahli tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Winkel_dan_Hastuti_2004\"><\/span>1. Winkel dan Hastuti (2004)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Konseling kelompok menurut Winkel dan Hastuti adalah layanan konseling perorangan yang dilaksanakan dalam suasana kelompok. Dalam proses tersebut, konseling diusahakan dalam suasananya hangat, terbuka, permisif, dan penuh keakraban.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Lumongga_2011\"><\/span>2. Lumongga (2011)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lumongga berpendapat, konseling kelompok adalah proses antar pribadi yang dinamis dan terfokus pada pikiran dan tingkah laku yang disadari serta dibina dalam suatu kelompok. Proses tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri menuju perilaku yang lebih baik dari sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kurnanto_2014\"><\/span>3. Kurnanto (2014)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut Kurnanto, konseling kelompok adalah suatu bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. Selain itu, juga diarahkan pada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Adhiputra_2015\"><\/span>4. Adhiputra (2015)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Adhiputra mengatakan, konseling kelompok adalah suatu proses antara pribadi yang dinamis, terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi seperti berorientasi pada kenyataan, saling mempercayai, saling pengertian, saling menerima, dan saling mendukung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Prayitno_2017\"><\/span>5. Prayitno (2017)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Prayitno mengartikan konseling kelompok adalah usaha pemberian bantuan yang diberikan oleh seorang konselor kepada orang-orang yang membutuhkan untuk mengentaskan masalah yang sedang dihadapinya dalam suasana kelompok.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui apa itu konseling kelompok, yuk kita pahami, apa sih sebenarnya tujuan utama konseling kelompok?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Utama_Konseling_Kelompok\"><\/span>Tujuan Utama Konseling Kelompok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berkaitan dengan tujuan utama konseling kelompok ini, Winkel dan Hastuti (2004), menerangkannya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Para anggota kelompok memahami dirinya dengan baik dan menemukan dirinya sendiri. Berdasarkan pemahaman itu, harapannya dia lebih rela menerima dirinya sendiri dan lebih terbuka terhadap aspek-aspek positif dalam kepribadiannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Para anggota kelompok mengembangkan kemampuan komunikasi satu sama lain.&nbsp; Sehingga, mereka dapat saling membantu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan yang khas pada fase perkembangan mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Para anggota kelompok memperoleh kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri dan mengarahkan hidupnya sendiri. Awalnya dalam kontra antar pribadi di dalam kelompok dan kemudian juga dalam kehidupan sehari-hari di luar kehidupan kelompoknya.<\/li>\n\n\n\n<li>Para anggota kelompok menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan mampu menghayati perasaan orang lain. Kepekaan dan penghayatan ini akan membuat mereka lebih sensitif juga terhadap kebutuhan-kebutuhan dan perasaan-perasaan sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Masing-masing anggota kelompok menetapkan tujuan yang ingin mereka capai. Hal itu diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang lebih konstruktif.<\/li>\n\n\n\n<li>Para anggota kelompok lebih berani melangkah maju dan menerima resiko, daripada tinggal diam dan tidak berbuat apa-apa.<\/li>\n\n\n\n<li>Para anggota kelompok lebih menyadari dan menghayati makna dan kehidupan manusia sebagai kehidupan bersama, yang mengandung tuntutan menerima orang lain dan harapan akan diterima orang.<\/li>\n\n\n\n<li>Masing-masing anggota kelompok semakin menyadari bahwa hal-hal yang memprihatinkan bagi dirinya sendiri kerap juga menimbulkan rasa prihatin dalam hati orang lain. Dengan demikian dia tidak merasa terisolir, atau seolah-olah hanya dialah yang mengalami ini dan itu.<\/li>\n\n\n\n<li>Para anggota kelompok belajar berkomunikasi dengan anggota-anggota yang lain secara terbuka, dengan saling menghargai dan menaruh perhatian. Pengalaman bahwa komunikasi demikian dimungkinkan akan membawa dampak positif dalam kehidupan dengan orang-orang yang dekat di kemudian hari.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Tujuan dari konseling kelompok sudah, saatnya kita cari tahu tahapan-tahapan dari konseling kelompok.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/psikologi-pendidikan\/\">Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Tujuan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/psikologi-kognitif\/\">Psikologi Kognitif: Pengertian, Sejarah, Tujuan dan Contoh<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/psikologi-belajar\/\">Psikologi Belajar: Pengertian, Hakikat dan Jenis<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/psikologi-perkembangan\/\">Psikologi Perkembangan: Pengertian, Teori dan Manfaat<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bimbingan-konseling\/\">Bimbingan Konseling: Pengertian, Tujuan dan Manfaat<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahapan_Konseling_Kelompok\"><\/span>Tahapan Konseling Kelompok.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Namora Lumongga dalam bukunya yang bertajuk <em>Memahami Dasar-Dasar Konseling dalam Teori dan Praktik <\/em>menjelaskan langkah atau tahapan-tahapan dalam pelaksanaan konseling kelompok. Apa sajakah itu? Berikut ini uraiannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tahap_Pra_Konseling\"><\/span>1. Tahap Pra Konseling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap pertama ini adalah tahap awal pembentukan kelompok. Pada tahap awal ini, para anggota kelompok yang telah lolos seleksi dimasukkan ke dalam keanggotaan yang sesuai dengan pertimbangan homogenitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tahap_Permulaan\"><\/span>2. Tahap Permulaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap kedua adalah tahap permulaan. Pada tahap ini, struktur kelompok mulai dibentuk. Selain itu, harapan anggota kelompok mulai dieksplore. Anggota juga mulai belajar fungsi kelompok dan juga tujuan kelompok.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap ini juga ditandai dengan perkenalan antar setiap anggota dan juga menjelaskan tujuan dan harapannya. Selanjutnya, kelompok mulai membangun norma untuk mengontrol aturan-aturan kelompok dan juga menyadari makna kelompok untuk mencapai tujuan. Dalam tahap kedua ini, konselor membantu menegaskan tujuan dari adanya kelompok tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tahap_Transisi\"><\/span>3. Tahap Transisi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap transisi atau tahap peralihan ini diharapkan masalah masing-masing anggota kelompok dipetakan, dirumuskan sehingga diketahui penyebabnya. Dalam hal ini, pemimpin kelompok bertugas mempersiapkan anggota kelompok agar merasa memiliki kelompok. Pada tahap ini juga, anggota kelompok akan diarahkan memasuki tahap inti atau tahap kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tahap_Kerja\"><\/span>4. Tahap Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap kerja atau tahap keempat ini, anggota kelompok menyusun rencana-rencana tindakan. Pada tahap ini, anggota kelompok merasa berada di dalam kelompok, mendengar pendapat yang lain dan merasa puas dengan kegiatan kelompok.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tahap_Akhir\"><\/span>5. Tahap Akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tahap kelima atau dikenal dengan tahap penutupan. Pada tahap ini, anggota kelompok mulai mencoba melakukan perubahan tingkah laku dalam kelompok. Nah, setiap anggota kelompok kemudian memberi umpan balik terhadap perubahan yang dilakukan oleh anggota yang lain. Umpah balik ini sangat berguna untuk perbaikan dan dilanjutkan atau diterapkan dalam kehidupan anggota kelompok jika dipandang telah memadai<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pasca_konseling\"><\/span>6. Pasca konseling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap pasca konseling ini, sebaiknya konselor menetapkan adanya evaluasi sebagai bentuk tindak lanjut dari konseling kelompok tersebut. Evaluasi ini sangat diperlukan apabila terdapat hambatan yang terjadi dalam proses pelaksanaan kegiatan. Selain itu, evaluasi juga dibutuhkan untuk mengetahui perilaku anggota kelompok setelah proses konseling berakhir.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"rekomproduk\">\n<b><p>Rekomendasi Buku Psikologi<\/p><\/b>\n<table>\n<tbody><tr>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/21e816de999b3ac4cef8d50b9e696a72.jpg\" height=\"200\" width=\"150\">\n   <\/td><td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Psikologi-Komunikasi-rev-1.0-ISBN-ebook-depan.jpg\" height=\"200\" width=\"150\">\n   <\/td>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1-16-300x400.jpg\" height=\"200\" width=\"150\">\n   <\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/dasar-dasar-psikologi\/?utm_medium=product_ad2&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Dasar-Dasar Psikologi<\/a><\/b><\/td>\n\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-psikologi-komunikasi\/?utm_medium=product_ad2&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Psikologi Komunikasi: Teori Dan Praktik<\/a><\/b><\/td>\n\n<td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/psikologi-komunikasi\/?utm_medium=product_ad2&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/b><\/td>\n\n<\/tr>\n<\/tbody><\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Pengertian, tujuan dan tahapan konseling kelompok sudah tuntas kita bahas. Selanjutnya, apa sih perbedaan antara layanan konseling pribadi dan konseling kelompok?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Antara_Layanan_Konseling_Pribadi_Dan_Konseling_Kelompok\"><\/span>Perbedaan Antara Layanan Konseling Pribadi Dan Konseling Kelompok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut Winkel dan Sri Hastuti dalam buku berjudul <em><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bimbingan-konseling\/\">Bimbingan dan Konseling<\/a> di Institusi<\/em> (2004)<em>, <\/em>ada beberapa perbedaan yang tampak dalam pelaksanaan layanan konseling pribadi atau individu dengan konseling kelompok. Berikut ini beberapa perbedaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam konseling kelompok terdapat kesempatan luas untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok sementara dalam konseling pribadi, komunikasi terbatas pada interaksi dengan konselor.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam konseling kelompok para anggota tidak hanya menerima bantuan psikologis, tetapi mereka juga saling memberikan bantuan. Dalam konseling pribadi unsur saling memberi tidak&nbsp; ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam konseling kelompok, konselor mengemban tugas yang lebih berat karena harus membagi perhatiannya dan mengikuti jalannya pembicaraan bersama secara seksama sedangkan dalam konseling individual tugas konselor lebih ringan.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam konseling kelompok para konseli ikut bertanggung jawab terhadap pembinaan persatuan kelompok dan terhadap kelancaran proses konseling. Dengan demikian, motivasi para konseli mendapat orientasi tambahan. Sementara konseli dalam konseling pribadi hanya menghadapi dirinya sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Bahan pembicaraan atau materi diskusi dalam konseling kelompok dan individu sama-sama menyangkut ragam bimbingan akademik, bimbingan jabatan, atau ragam bimbingan pribadi-sosial, namun kelihatannya ada persoalan- persoalan yang lebih cocok untuk ditangani dalam konseling pribadi<\/li>\n\n\n\n<li>Konseling kelompok dan konseling individual dapat sangat bermanfaat bagi seseorang, namun orang yang satu lebih tertolong dalam konseling individual dan yang lain lebih tertolong dalam konseling kelompok.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Akhirnya selesai juga pembahasan mengenai konseling kelompok, mulai dari pengertian, tujuan, tahapan dan juga perbedaan antara konseling pribadi dan juga konseling kelompok. Semoga bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Nur Rokhim<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rekomendasi Buku Psikologi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Comprehensive-Neuro_Yus-Santos_Rev-5.0_70gr_Convert_Depan-300x400.jpg\" height=\"200\" width=\"150\"><\/td><td><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/Psikologi-Industri-dan-Organisasi-Hany-Azza-Convert-depan-scaled-300x400.jpg\" height=\"200\" width=\"150\"><\/td><td><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Iklim-Organisasi_Erika-Setyanti-rev-1.0-80gr-Convert-depan-300x400.jpg\" height=\"200\" width=\"150\"><\/td><\/tr><tr><td><strong><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-comprehensive-neuro-linguistic\/?utm_medium=product_ad&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Comprehensive Neuro-Linguistic&#8230;<\/a><\/strong><\/td><td><strong><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-psikologi-komunikasi\/?utm_medium=product_ad&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Psikologi Komunikasi: Teori Dan Praktik<\/a><\/strong><\/td><td><strong><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/iklim-organisasi-perspektif-psikologi\/?utm_medium=product_ad&amp;utm_source=seo&amp;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Iklim Organisasi: Perspektif Psikologi<\/a><\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut ulasan mengenai pengertian konseling kelompok, tujuan dan juga tahapan-tahapannya. Simak sampai selesai ya.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":91211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[962],"class_list":["post-88015","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-psikologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut artikel tentang pengertian konseling kelompok, tujuan, tahapan-tahapannya serta perbedaan layanan konseling pribadi dan kelompok\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut artikel tentang pengertian konseling kelompok, tujuan, tahapan-tahapannya serta perbedaan layanan konseling pribadi dan kelompok\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/konseling-kelompok.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan - Deepublish Store","description":"Berikut artikel tentang pengertian konseling kelompok, tujuan, tahapan-tahapannya serta perbedaan layanan konseling pribadi dan kelompok","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan - Deepublish Store","og_description":"Berikut artikel tentang pengertian konseling kelompok, tujuan, tahapan-tahapannya serta perbedaan layanan konseling pribadi dan kelompok","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/","og_site_name":"Deepublish Store","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/konseling-kelompok.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan","datePublished":"2024-07-02T03:08:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/"},"wordCount":1175,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/konseling-kelompok.webp","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/","name":"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/konseling-kelompok.webp","datePublished":"2024-07-02T03:08:33+00:00","description":"Berikut artikel tentang pengertian konseling kelompok, tujuan, tahapan-tahapannya serta perbedaan layanan konseling pribadi dan kelompok","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/konseling-kelompok.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/konseling-kelompok.webp","width":900,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/konseling-kelompok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"psikologi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/psikologi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Konseling Kelompok: Pengertian, Tujuan dan Tahapan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/88015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88015"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/88015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91212,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/88015\/revisions\/91212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=88015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}