{"id":89197,"date":"2026-01-08T11:08:53","date_gmt":"2026-01-08T04:08:53","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?post_type=materi&#038;p=89197"},"modified":"2026-01-08T11:24:59","modified_gmt":"2026-01-08T04:24:59","slug":"bentuk-interaksi-sosial","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/","title":{"rendered":"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif &#038; Disosiatif) Serta Contoh"},"content":{"rendered":"\n<p>Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa itu <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/interaksi-sosial\/\">interaksi sosial<\/a>, mulai dari pengertiannya hingga ciri-ciri dan syarat terjadinya. Nah, pada artikel kali ini, kita akan melangkah lebih jauh dengan mengenal berbagai bentuk interaksi sosial yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, interaksi sosial terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Setelah tahu tentang pengertian, ciri, dan syarat interaksi sosial yang dibahas pad aartikel sebelumnya, ternyata interaksi sosial memiliki beberapa bentuk. Apa saja sih? Langsung simak ulasannya di sini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69f552ab4eca7\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69f552ab4eca7\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#Pengertian_Interaksi_Sosial\" >Pengertian Interaksi Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#Bentuk_Interaksi_Sosial\" >Bentuk Interaksi Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#Bentuk_Asosiatif\" >Bentuk Asosiatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#Bentuk_Disosiatif\" >Bentuk Disosiatif&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Interaksi_Sosial\"><\/span>Pengertian Interaksi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa itu interaksi sosial? Dilansir dari <a href=\"http:\/\/digilib.uinsa.ac.id\/\" rel=\"nofollow\">digilib.uinsa.ac.id<\/a>, Interaksi sosial <strong>adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis<\/strong>. Hubungan sosila yang dimaksud dapat berupa hubungan antar individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadannya oleh mereka yang menggunakannya<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk_Interaksi_Sosial\"><\/span>Bentuk Interaksi Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah bentuk-bentuk interaksi sosial yang sering terjadi di masyarakat:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk_Asosiatif\"><\/span>Bentuk Asosiatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bentuk dan contoh interaksi sosial asosiatif, sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Kerjasama&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Kerjasama disebut-sebut sebagai bentuk interaksi sosial karena memiliki tujuan yang sama. Jika kamu ingin mempelajari bentuk-bentuk kerjasama, ada beberapa bentuk kerjasama, yaitu bargaining, kooptasi, koalisi, gotong royong dan joint venture.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Gotong royong<\/strong>: Gotong royong salah satu bentuk interaksi sosial yang dapat dilakukan oleh satu individu atau kelompok untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Landasan dasar gotong royong adalah saling membantu satu sama lain.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bergaining<\/strong>: Bargaining lebi sering digunakan dalam bentuk Perjanjian tentang pertukaran jasa atau barang-barang yang dilakukan oleh organisasi. Umumnya dilakukan ole perusahaan atau organisasi besar.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ko-optasi<\/strong>: Kooptasi adalah upaya menjaga stabilitas organisasi dengan cara penerimaan unsur baru dalam pelaksanaan politik atau pemilihan kepemimpinan.&nbsp;&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Koalisi<\/strong>: Persatuan dua organisasi lain yang memiliki tujuan yang sama. Dimana tujuan dari koalisi adalah menghasilkan situasi yang stabil untuk waktu tertentu. Istilah koalisi belakangan ini lebih sering kita dengar dalam kancah perpolitikan.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Joint-ventrue<\/em><\/strong>: Kerjasama antar perusahaan dalam proyek tertentu. Misalnya dalam proyek pengeboran, perhotelan dan masih banyak lagi. dimana kerjasama ini bermaksud untuk mencapai tujuan bersama.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Akomodasi&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Istilah akomodasi lebih sering digunakan pada kondisi, usaha seseorang untuk meredakan pertentangan atau pertikaian yang terjadi, agar mencapai sebuah keseimbangan atau equilibrium.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Interaksi sosial yang berupa akomodasi adalah upaya individu atau kelompok dalam meredam dan menyelesaikan pertentangan yang terjadi, tanpa harus melukai atau menghancurkan pihak lawan. Adapun bentuk-bentuk akomodasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Coercio<\/em>n (Proses peleraian dilakukan atas dasar paksaan)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Compromise<\/em> (Orang yang terlibat pertentangan saling meringankan tuntutan)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Arbitration<\/em> (Upaya mencapai compromise)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Mediation<\/em> (Mengadirkan orang ketiga sebagai penetralan)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Conciliation<\/em> (Upaya mempertahankan keinginan yang berselisih demi mencapai tujuan)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Toleration<\/em> (akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Stalemate<\/em> (Orang yang bertentangan memiliki kekuatan yang sama dan seimbang)&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><em>Adjudication<\/em> (menyelesaikan pertentangan di pengadilan)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Asimilasi&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Asimilasi adalah interaksi sosial upaya seseorang atau kelompok untuk mengurangi perbedaan yang terjadi. Secara umum, asimilasi timbul disebabkan oleh perbedaan kebudayaan antar kelompok masyarakat dan faktor pergaulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga artikel sosiologi lainnya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/pengertian-dan-ruang-lingkup-sosiologi\/\">Hakikat dan Ruang Lingkup Sosiologi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/perubahan-sosial-budaya\/\">11 Contoh Perubahan Sosial Budaya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/reintegrasi-sosial\/\">Reintegrasi Sosial<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk_Disosiatif\"><\/span>Bentuk Disosiatif&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Proses disosiatif sama seperti kerjasama yang dapat kita temukan di masyarakat dengan bentuk dan arah yang berbeda-beda setiap lokasi dan kebudayaan setempat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Proses disosiatif disebut juga oppositional processes dimana interaksi sosial ini dipengaruhi atas dasar keterbatasan dan kesamaan pengalaman yang membentuk sebuah kerjasama. Atau secara sederhana dapat dipahami sebagai struggle for existence atau berjuang untuk tetap hidup.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dimana satu orang dengan orang lain saling membutuhkan dan saling bergantung untuk melengkapi. Proses disosiatif ini pun memiliki tiga bentuk yaitu persaingan, kontravensi dan pertentangan atau pertikaian.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Persaingan&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Persaingan atau yang disebut competition adalah proses sosial yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang bersaing demi mendapatkan keuntungan atau mencapai tujuan tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Bentuk persaingan ini terjadi dapat terbentuk dengan menciptakan perhatian publik untuk mempertajam persepsi dan prasangka, tanpa menggunakan ancaman kekerasan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Kontravensi<\/h4>\n\n\n\n<p>Kontroversi atau contravention adalah proses sosial yang berupa penolakan, perlawanan, protes dan kekerasan yang ditujukan pada individu atau sekelompok orang. Kategorisasi kontravensi terbagi menjadi kontravensi antara masyarakat, antagonism keagamaan, kontravensi intelektual dan oposisi moral.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Pertentangan&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Hal yang paling sering kita temukan dalam interaksi sosial kita adalah pertentangan atau pertikaian. Pertentangan atau conflict adalah upaya individu atau kelompok dalam memenuhi tujuan dengan cara menentang pihak lawan, baik itu dengan ancaman ataupun kekerasan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya pertentangan ini dapat terjadi karena faktor perbedaan individu, perbedaan kepentingan, perbedaan sosial dan perbedaan budaya. Sementara jika dilihat dari bentuk-bentuknya, pertentangan ada pertentangan pribadi, rasial, politik dan pertentangan kelas sosial.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pertentangan ini memang harus segera dilerai. Jika pertentangan dibiarkan, maka dapat berakibat buruk pada solidaritas in group, memecah persatuan kelompok. Tidak hanya itu saja, juga dapat mengakibatkan perubahan kepribadian. Serta dapat mempengaruhi akomodasi, dominasi dan takluk satu pihak tertentu yang mana ini tidaklah baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah artikel dari <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/\">Deepublish Store<\/a> yang membahas tentang bentuk interaksi sosial asosiatif dan Disosiatif. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang membutuhkan. Terima kasih!<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Artikel pertama kali ditulis oleh\u00a0Muhammad Luqman pada 24 Agustus 2023, kemudian diperbarui pada 8 Januari 2026<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p>Miftahul, Eka. <em>Interaksi Sosial Antarsiswa Muslim dengan Non Muslim di SMA Kartika IV-3 Surabaya<\/em>. Undergraduate Thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2006. Bab 2. Diakses 8 Jan. 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelas Pintar. \u201cMengenal Bentuk-bentuk Interaksi Sosial.\u201d <em>KelasPintar.id<\/em>, 4 Sept. 2019. Diakses 8 Jan. 2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada dua bentuk interaksi sosial, yaitu asosiatif dan disosiatif. Pahami pengertian, perbedaan dan contoh 2 bentuk interaksi sosial tersebut.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":94467,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[953],"class_list":["post-89197","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-sosiologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif &amp; Disosiatif) Serta Contoh - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu bentuk interaksi sosial? berikut adalah pengertian, contoh dan dua bentuk interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif &amp; Disosiatif) Serta Contoh - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu bentuk interaksi sosial? berikut adalah pengertian, contoh dan dua bentuk interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-08T04:24:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bentuk-interaksi-sosial.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif & Disosiatif) Serta Contoh - Deepublish Store","description":"Apa itu bentuk interaksi sosial? berikut adalah pengertian, contoh dan dua bentuk interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif & Disosiatif) Serta Contoh - Deepublish Store","og_description":"Apa itu bentuk interaksi sosial? berikut adalah pengertian, contoh dan dua bentuk interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_modified_time":"2026-01-08T04:24:59+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bentuk-interaksi-sosial.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif &#038; Disosiatif) Serta Contoh","datePublished":"2026-01-08T04:08:53+00:00","dateModified":"2026-01-08T04:24:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/"},"wordCount":870,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bentuk-interaksi-sosial.webp","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/","name":"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif & Disosiatif) Serta Contoh - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bentuk-interaksi-sosial.webp","datePublished":"2026-01-08T04:08:53+00:00","dateModified":"2026-01-08T04:24:59+00:00","description":"Apa itu bentuk interaksi sosial? berikut adalah pengertian, contoh dan dua bentuk interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bentuk-interaksi-sosial.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bentuk-interaksi-sosial.webp","width":900,"height":500,"caption":"bentuk interaksi sosial"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/bentuk-interaksi-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"sosiologi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/sosiologi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Bentuk Interaksi Sosial (Asosiatif &#038; Disosiatif) Serta Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/89197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89197"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/89197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94471,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/89197\/revisions\/94471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=89197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}