{"id":92100,"date":"2024-11-11T14:06:50","date_gmt":"2024-11-11T07:06:50","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?post_type=materi&#038;p=92100"},"modified":"2024-11-11T14:06:50","modified_gmt":"2024-11-11T07:06:50","slug":"kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi","status":"publish","type":"materi","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/","title":{"rendered":"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kaidah kebahasaan teks argumentasi harus kamu perhatikan saat membuat teks argumentasi. Teks argumentasi dapat didukung dengan fakta dan data. Penulisnya bisa menyampaikan argumen pro atau kontra terhadap suatu permasalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun menyampaikan argumen penulis, teks ini tetap memberikan informasi yang logis dan objektif. Ada tiga bagian dalam struktur teks argumentasi. Tiga bagian tersebut mencakup pendahuluan, badan argumen, dan kesimpulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam teks argumentasi, kaidah kebahasaan mempunyai peran penting dalam memastikan kejelasan dari pesan yang akan disampaikan. Agar lebih paham tentang teks argumentasi, mari simak artikel berikut ini yang akan membahas tentang kaidah kebahasaan dalam teks argumentasi<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69f193b393eaf\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69f193b393eaf\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#Pengertian_Teks_Argumentasi\" >Pengertian Teks Argumentasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#3_Kaidah_Teks_Argumentasi\" >3 Kaidah Teks Argumentasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#1_Adverbia\" >1. Adverbia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#2_Konjungsi\" >2. Konjungsi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#3_Verba\" >3. Verba<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Teks_Argumentasi\"><\/span>Pengertian Teks Argumentasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah sebelum membahas tentang kaidah, kamu harus tahu apa itu kaidah teks argumentasi? kaidah teks argumentasi <strong>adalah teks yang membahas pendapat penulis yang dilengkapi dengan fakta dan alasan yang objektif sehingga dapat meyakinkan para pembaca tentang suatu gagasan<\/strong>. Sehingga, para pembaca ikut menyetujui pendapat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, kamu menulis teks argumentasi mengenai dampak buruk merokok bagi kesehatan. Kamu bisa mulai dengan menulis bahwa kebiasaan merokok dapat mengganggu kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, jelaskan mengapa kebiasaan merokok dianggap sebagai kebiasaan yang buruk. Untuk mendukung pendapatmu, sajikan data tentang orang-orang yang menderita penyakit karena kebiasaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kaidah_Teks_Argumentasi\"><\/span>3 Kaidah Teks Argumentasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tujuan dari teks argumentasi dapat tercapai kalau kamu menerapkan kaidah kebahasaan dengan baik. Kaidah kebahasaan ini perlu kamu perhatikan ketika menulis teks argumentasi. Ada tiga kaidah teks argumentasi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Adverbia\"><\/span>1. Adverbia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu kaidah dalam teks argumentasi adalah adverbia. Adverbia juga disebut dengan kata keterangan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Pengertian Adverbia<\/h4>\n\n\n\n<p>Adverbia <strong>adalah kata yang menjelaskan kata lainnya<\/strong>. Sehingga, artinya menjadi lebih jelas. Jadi adverbia digunakan untuk menerangkan kata lainnya. Misalnya, <em>sangat, jarang, biasanya, paling, bukan, <\/em>dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika menulis teks argumentasi, jangan menggunakan adverbia secara berlebihan. Misalnya, jangan menggunakan terlalu banyak kata mungkin atau sepertinya. Sebab, hal ini akan menimbulkan kesan ketidakyakinan dan keraguan penulis.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Jenis-Jenis Adverbia<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis adverbia meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Adverbia Syarat<\/strong>: Kata keterangan menginformasikan bagaimana suatu aktivitas terjadi dalam kondisi atau syarat tertentu. Contohnya, <em>jika, selama, asalkan, <\/em>dan <em>seandainya.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Waktu:<\/strong> Kata keterangan yang menginformasikan waktu terjadinya peristiwa. Contohnya, <em>dulu, besok, nanti, <\/em>dan <em>kemarin.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Tempat:<\/strong> Kata keterangan yang menginformasikan lokasi terjadinya suatu kejadian. Contohnya, <em>di situ, di sana, di sebelah, di tengah, di mana, di sekitar, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Alat:<\/strong> Kata keterangan yang menginformasikan alat atau cara yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan. Contohnya, <em>secara, dengan, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Sebab:<\/strong> Kata keterangan yang menjelaskan penyebab atau alasan mengapa suatu peristiwa bisa terjadi. Kata ini memberikan pemahaman mengenai hubungan sebab-akibat dalam suatu konteks. Contohnya, <em>akibat, sebab, karena, <\/em>dan lain-lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Tujuan:<\/strong> Kata keterangan yang menunjukkan tujuan dari aktivitas. Tujuannya adalah menginformasikan alasan di balik suatu perbuatan. Contohnya, <em>supaya, agar, <\/em>dan <em>untuk.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Kesertaan:<\/strong> Kata keterangan yang menunjukkan urutan kejadian. Misalnya, <em>sesudah, sebelum, ketika, saat<\/em>, <em>sehabis, sementara, sehabis, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Derajat:<\/strong> Kata keterangan yang menunjukkan tingkat intensitas atau derajat. Contohnya, <em>cukup, amat, terlalu, paling, kurang, hampir, sangatlah, <\/em>dan <em>sangat.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Kepastian:<\/strong> Kata keterangan yang berhubungan dengan kepastian. Contohnya, <em>mungkin, tentu, <\/em>dan <em>pasti.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Aspek:<\/strong> Kata keterangan yang menunjukkan aspek dalam kalimat. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Contoh Penggunaan Adverbia dalam Kalimat<\/h4>\n\n\n\n<p>Contoh pemakaian adverbia dalam kalimat, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Adverbia Syarat:<\/strong> Dia akan merasa malu<em> jika<\/em> kamu mengejeknya. (Dalam kalimat ini, kata <em>jika<\/em> berperan sebagai adverbia syarat.)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Waktu:<\/strong> Saya akan pergi ke pasar <em>besok.<\/em> (Dalam kalimat ini, adverbia waktunya adalah kata <em>besok.<\/em> Kata ini menunjukkan bahwa aktivitas tersebut akan terjadi di masa mendatang).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Tempat:<\/strong> Santi belajar mengendarai sepeda <em>di lapangan.<\/em> (Dalam kalimat ini, adverbia tempat yang digunakan adalah <em>di lapangan.<\/em> Kata ini menjelaskan di mana Santi belajar).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Alat:<\/strong> Sendy belajar Bahasa Inggris <em>dengan<\/em> rajin. (Di kalimat ini, kata <em>dengan <\/em>menggambarkan cara yang dilakukan Sendy dalam belajar).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Sebab:<\/strong> Dia kesulitan mengerjakan ujian <em>karena<\/em> tidak belajar. (Dalam kalimat ini, kata <em>karena<\/em> dipakai untuk menyatakan alasan mengapa dia kesulitan mengerjakan ujian).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Tujuan:<\/strong> Ibu bangun lebih awal <em>supaya <\/em>bisa menyiapkan bekal untuk saya. (Kalimat ini menjelaskan bahwa tujuan ibu bangun lebih awal adalah untuk menyiapkan bekal. Adverbia tujuan dalam kalimat ini adalah<em> supaya<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Kesertaan:<\/strong> Marina berangkat kerja ketika Mirna sedang memasak. (Kata adverbia ketika menunjukkan bahwa keberangkatan Marina terjadi pada waktu yang bersamaan dengan kegiatan memasak Mirna).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Derajat:<\/strong> Jessica <em>sangat <\/em>mahir bermain biola. (Kata <em>sangat <\/em>menunjukkan tingkat kemahiran yang tinggi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Kepastian:<\/strong> Kirana <em>pasti <\/em>akan merasa lelah setelah bekerja. (Kata <em>pasti <\/em>menunjukkan kepastian atau keyakinan).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adverbia Aspek:<\/strong> Mira <em>sudah<\/em> menyelesaikan tugas sekolahnya. (Adverbia aspek dalam kalimat ini adalah <em>sudah<\/em>).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/teks-argumentasi\/\">Teks Argumentasi: Struktur Teks, Jenis, Ciri dan Contoh<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Konjungsi\"><\/span>2. Konjungsi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain adverbia, kaidah kebahasaan lainnya yang akan dibahas adalah konjungsi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Konjungsi<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Konjungsi adalah kata yang mempunyai peran sebagai penghubung kata, frasa, klausa, dan kalimat<\/strong>. Konjungsi tidak terletak di akhir kalimat. Peran konjungsi sangat penting dalam kalimat. Dengan konjungsi, kalimat akan lebih mudah dipahami. Contohnya, <em>bahkan, sehingga, <\/em>dan <em>oleh sebab itu.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Jenis-Jenis Konjungsi<\/h4>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa jenis konjungsi.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Konjungsi antarparagraf<\/strong>: Kata yang menghubungkan paragraf yang satu dengan paragraf lainnya, seperti <em>seiring berjalannya waktu, berdasarkan, pada akhirnya, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konjungsi intrakalimat<\/strong>: Kata yang bertindak sebagai penghubung kata, frasa, dan klausa. Misalnya, <em>sedangkan, atau, dan, <\/em>dan <em>tetapi.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konjungsi antarkalimat:<\/strong> Kata yang bertindak sebagai penghubung kalimat. Konjungsi antarkalimat selalu diletakkan di awal kalimat, seperti <em>selanjutnya, oleh sebab itu, namun, setelah itu.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Contoh Penggunaan Konjungsi dalam Kalimat<\/h4>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah contoh penggunaan konjungsi dalam kalimat.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh Konjungsi antarparagraf<\/strong>: <em>Berdasarkan<\/em> informasi di internet, PT X sedang membutuhkan tiga orang karyawan di bagian administrasi. (Konjungsi antarparagraf yang digunakan adalah <em>berdasarkan<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Contoh Konjungsi antarkalimat<\/strong>: <em>Selanjutnya,<\/em> letakkan loyang ke dalam oven. (Kalimat ini menggunakan kata <em>selanjutnya<\/em> sebagai konjungsi antarkalimat).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Contoh Konjungsi intrakalimat:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Konjungsi koordinatif: Sandra <em>dan <\/em>Sisil adalah siswa di SD Negeri 5 Bandung. (Kalimat ini memiliki konjungsi koordinatif, yaitu <em>dan<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Konjungsi korelatif: <em>Baik <\/em>adik <em>maupun<\/em> kakaknya tidak rajin berolahraga. (Konjungsi korelatif yang digunakan dalam kalimat ini adalah <em>baik &#8211; maupun).<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Konjungsi subordinatif: Dialah yang <em>mesti <\/em>memberitahu ibunya. (Konjungsi subordinatif yang digunakan adalah <em>mesti<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/teks-ulasan\/\">Teks Ulasan: Pengertian, Urutan Struktur dan Contoh<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Verba\"><\/span>3. Verba<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Teks argumentasi juga menggunakan verba. Verba juga disebut dengan kata kerja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Pengertian Verba<\/h4>\n\n\n\n<p>Verba adalah kata kerja yang menyatakan sebuah tindakan. Verba menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek. Dalam kalimat, verba berperan sebagai predikat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Jenis-Jenis Verba<\/h4>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah jenis-jenis verba.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Verba Asal:<\/strong> Kata kerja yang bersifat tunggal dan belum mengalami perubahan bentuk. Kamu bisa menggunakannya dalam kalimat formal dan informal. Contohnya, <em>hilang, jadi, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Turunan:<\/strong> Kata kerja yang dibentuk dari verba asal dan diberi imbuhan. Contohnya, <em>menjalankan, dilempar, mengambil, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Intransitif:<\/strong> Kata kerja yang tidak memerlukan objek, seperti <em>tertawa, naik, berpakaian, kelaparan, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Transitif:<\/strong> Kata kerja yang memerlukan objek untuk melengkapi artinya. Contohnya, <em>menjual, membuat, menjajakan, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Mental: <\/strong>Kata kerja yang dipakai untuk menyatakan dan menerangkan persepsi, pikiran, dan perasaan, seperti <em>khawatir, mengerti, berpikir, melihat, <\/em>dan <em>merasa.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Relasional:<\/strong> Kata yang bertindak sebagai penghubung dan pelengkap. Kata ini menjadi penghubung antara subjek dengan predikat atau keterangan. Sering kali, kata kerja ini menunjukkan hubungan identitas, status, atau kepemilikan. Contohnya, <em>merupakan, adalah<\/em>, <em>milik, termasuk, menjadi, terdiri dari, memiliki,<\/em> <em>mempunyai, <\/em>dan sebagainya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Contoh Penggunaan Verba dalam Kalimat<\/h4>\n\n\n\n<p>Contoh penggunaan pemakaian dalam kalimat, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Verba Asal:<\/strong> Sania <em>makan<\/em> mie goreng setiap pagi. (Verba asalnya adalah <em>makan<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Turunan:<\/strong> Saya sedang <em>membaca<\/em> majalah di cafe. (Verba turunan<em> membaca<\/em> berasal dari kata dasar baca).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Intransitif:<\/strong> Burung pipit itu<em> terbang <\/em>di langit. (Verba intransitifnya adalah <em>terbang<\/em>. Kata terbang tidak memerlukan objek).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Transitif:<\/strong> Alya <em>menulis <\/em>sepucuk surat untuk ayahnya. (Verba transitif dalam kalimat ini adalah <em>menulis.<\/em> Kata ini memerlukan objek. Sepucuk surat adalah objek yang ditulis).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Mental:<\/strong> Santi <em>merasa <\/em>senang bertemu dengan teman lamanya. (Kalimat ini memiliki verba mental, yaitu <em>merasa<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Verba Relasional:<\/strong> Manila <em>adalah<\/em> ibu kota Filipina. (<em>Adalah<\/em> merupakan verba relasional dalam kalimat ini. Kata ini menunjukkan identitas).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h4>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan tentang kaidah kebahasaan teks argumentasi. Pemahaman tentang kaidah kebahasaan tidak hanya membantu kamu memahami teks argumentasi dengan baik, namun juga meningkatkan kemampuan untuk menulis teks argumentasi yang persuasif.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah ada pertanyaan atau komentar tentang teks argumentasi? Jika masih binggung, kamu bisa membeli <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/metodologi-penelitian\/\"><strong>Buku Bahasa Indonesia<\/strong><\/a> yang berisi tentang materi teks argumentasi. Semoga bermanfaat!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Detik. https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-6518668\/teks-argumentasi-pengertian-ciri-ciri-struktur-jenis-dan-contohnya#:~:text=Teks%20argumentasi%20merupakan%20sebuah%20teks,jenis%2C%20dan%20struktur%20penulisan%20tersendiri diakses pada 7 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Brain Academy. https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/teks-argumentasi diakses pada 7 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Kata Data. https:\/\/katadata.co.id\/lifestyle\/varia\/65696c4a5367b\/penjelasan-kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi-dan-jenisnya diakses pada 8 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang Guru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/teks-argumentasi diakses pada 8 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Kumparan. https:\/\/kumparan.com\/ragam-info\/bagaimana-cara-menganalisis-kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi-ini-jawaba-23RHrNT7Iim\/full diakses pada 8 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Brain Academy. https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsi diakses pada 8 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Kompas. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2021\/06\/14\/135637769\/verba-pengertian-ciri-ciri-fungsi-dan-macamnya diakses pada 8 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Liputan 6. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5557322\/mengenal-kata-adverbia-dalam-bahasa-indonesia-ketahu-ciri-jenis-jenis-dan-contoh-penggunaannya?page=6 diakses pada 8 November 2024<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kaidah kebahasaan teks argumentasi harus kamu perhatikan saat membuat teks argumentasi. Teks argumentasi dapat didukung dengan fakta dan data. Penulisnya bisa menyampaikan argumen pro atau kontra terhadap suatu permasalahan. Meskipun menyampaikan argumen penulis, teks ini tetap memberikan informasi yang logis dan objektif. Ada tiga bagian dalam struktur teks argumentasi. Tiga bagian tersebut mencakup pendahuluan, badan &#8230; <a title=\"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":92106,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","format":"standard","belajar":[961],"class_list":["post-92100","materi","type-materi","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","belajar-bahasa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"apakah kamu tahu apa itu kaidah kebahasaan teks argumentasi? pada artikel berikut ini akan dibahas tentang jenis dan contohnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"apakah kamu tahu apa itu kaidah kebahasaan teks argumentasi? pada artikel berikut ini akan dibahas tentang jenis dan contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"8 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya - Deepublish Store","description":"apakah kamu tahu apa itu kaidah kebahasaan teks argumentasi? pada artikel berikut ini akan dibahas tentang jenis dan contohnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya - Deepublish Store","og_description":"apakah kamu tahu apa itu kaidah kebahasaan teks argumentasi? pada artikel berikut ini akan dibahas tentang jenis dan contohnya","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/","og_site_name":"Deepublish Store","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya","datePublished":"2024-11-11T07:06:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/"},"wordCount":1432,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi.webp","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/","name":"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi.webp","datePublished":"2024-11-11T07:06:50+00:00","description":"apakah kamu tahu apa itu kaidah kebahasaan teks argumentasi? pada artikel berikut ini akan dibahas tentang jenis dan contohnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi.webp","width":900,"height":500,"caption":"kaidah teks kebahasaan teks argumentasi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/kaidah-kebahasaan-teks-argumentasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Materi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Bahasa Indonesia","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/belajar\/bahasa\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"3 Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi dan Jenisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/92100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/materi"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92100"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/92100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92109,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/materi\/92100\/revisions\/92109"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"belajar","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/belajar?post=92100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}