{"id":27055,"date":"2020-01-15T09:21:19","date_gmt":"2020-01-15T02:21:19","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?p=27055"},"modified":"2020-01-15T09:21:19","modified_gmt":"2020-01-15T02:21:19","slug":"pengertian-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/","title":{"rendered":"Pengertian Pariwisata"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Pengertian pariwisata<\/strong> dapat kita lihat dari pendapat para ahli berikut ini. Pariwisata erat kaitannya dengan dunia liburan, senang-senang, study tour dan juga bisnis. Pemerintah juga memperhatikan secara khusus sektor pariwisata, tentu saja melalu Dinas Pariwisata yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan diurusnya sektor pariwisata ini diharapkan mampu membangun ekonomi yang ada di sekitar tempat pariwisata, lebih lanjut lagi dapat menarik wisatawan asing untuk berwisata ke Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin sebagian dari kita sudah mengerti tentang pengertian pariwisata, tapi jika disuruh untuk menjelaskannya pasti butuh mikir lama ya kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Nah pada artikel kali ini tidak hanya mengulas tentang pengertian pariwisata saja. Tetapi ada beberapa hal yang perlu kamu tahu nih tentang pariwasata. Langsung saja kita simak ulasannya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d10825121ab\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d10825121ab\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Pengertian_Pariwisata_Menurut_Para_Ahli\" >Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Apa_Makna_Dari_Industri_Pariwisata\" >Apa Makna Dari Industri Pariwisata?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Sifat_Sifat_Wisatawan\" >Sifat Sifat Wisatawan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Macam-Macam_Parawisata\" >Macam-Macam Parawisata<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Pariwisata_Berkelanjutan\" >Pariwisata Berkelanjutan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Prinsip_Pariwisata\" >Prinsip Pariwisata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#Unsur-Unsur_Pariwisata_%E2%80%93_Pengertian_Pariwisata\" >Unsur-Unsur Pariwisata &#8211; Pengertian Pariwisata<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Pariwisata_Menurut_Para_Ahli\"><\/span>Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pengertian pariwisata menurut <strong>Kodhyat (1998)<\/strong>, pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain. Baik yang dilakukan secara perorangan, kelompok atau pun usaha. Dimana orang yang melakukan perjalanan wisata ini memiliki kepentingan untuk keseimbangan mental, misalnya mengurangi stress, menghibur diri dan refreshing.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda lagi dengan pengertian pariwisata menurut <strong>Gamal (2002)<\/strong> yang mengartikan sebagai perjalanan seseorang menuju suatu tempat, di luar tempat tinggalnya. Tentu saja alasan melakukan perjalanan wisata dipengaruhi oleh banyak alasan, ada yang disebabkan karena ada kepentingan ekonomi, politik, sosial, buaya dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut <strong>Undang-undang RI No 10 Tahun 2009<\/strong> pengertian pariwisata adalah sebagai aktivitas melakukan perjalanan, baik yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok. Dimana tujuan mereka tidak lain untuk rekreasi, mempelajari keunikan yang ditawarkan oleh objek wisata atau sekedar untuk mengembangkan diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Makna_Dari_Industri_Pariwisata\"><\/span>Apa Makna Dari Industri Pariwisata?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Pengertian pariwisata<\/strong> erat kaitannya dengan industri pariwisata. Berbeda dengan pengertian pariwisata, industri pariwisata lebih menekankan pada pemberian fasilitas dan kenyamanan di tempat wisata tersebut. Menurut UU No. 10 Tahun 2009 industri pariwisata adalah kumpulan usaha yang bertujuan menghasilkan barang \u2013 jasa demi memenuhi kebutuhan dan kenyamanan wisatawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai namannya, industri pariwisata tidak hanya menekankan pada pelayanan. Tetapi bagi masyarakat sekitar dan pengelola objek wisata menjadi peluang <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/bisnis\/\">bisnis<\/a>. Menjadi tempat perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Misalnya, masyarakat sekitar membuka toko, warung, parkir, bagian kebersihan dan lain sebagainya. Dengan adannya semua itu, wisatawan pun merasa lebih mudah saat hendak membeli makanan dan membeli oleh-oleh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sifat_Sifat_Wisatawan\"><\/span>Sifat Sifat Wisatawan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/unsur-pariwisata-m.jpg\" alt=\"unsur unsur pariwisata\" class=\"wp-image-27057\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Pariwisata yang tidak diimbangi dengan minat wisatawan (pengunjung) akan percuma. Karena kunci ramai tidaknya objek wisata atau pariwisata tergantung dari antusiasme wisatawan. Membicarakan tentang wisatawan, menurut kusumaningrum (2009) wisatawan memiliki beberapa sifat yaitu sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sifat pertama<\/strong> adalah modern idealis, dimana wisatawan tertarik objek wisata yang menawarkan budaya multinasional dan eksplorasi alam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sifat kedua<\/strong> modern materialis, yaitu wisawatan yang cenderung hedonism atau wisatawan yang memberikan keuntungan bagi individu personal itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sifat ketiga<\/strong>, wisatawan tradisional idealis, yang memiliki ketertarikan minat di bidang sosial budaya, trasional dan menghargai sentuhan alam yang tidak terkontaminasi dengan modernisasi. Terakhir adalah wisatawan tradisional materialis yang fokus dan menekankan ketersediaan akses, misalnya lokasi mudah dijangkau, murah dan aman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Macam-Macam_Parawisata\"><\/span>Macam-Macam Parawisata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Masih diseputaran <strong>pengertian pariwisata,<\/strong> pastinya ada banyak sekali jenis pariwisata yang akan kita temukan. Salah satunya wisata heritage, yang dapat diartikan sebagai objek wisata yang fokus pada pusaka budaya dan alam. Memang ada beberapa pendapat tentang wisata heritage. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut World toursm Organization adalah wisata heritage adalah berlibur sebagai kegiatan untuk menikmati sejarah, kesenian, filosofi, peninggalan budaya manusia dan masih banyak lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan pendapat the national trust for historic preservation yang diartikan sebagai media menikmati perjalanan atau wisata yang menawarkan edukasi tentang artefak, belajar sejarah dan belajar tentang cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Membicarakan tentang cagar budaya ada dua fenisini cagar budaya. Pertama cagar budaya yang dibuat oleh manusia yang sudah berusia 50 tahun yang lalu. Kedua, cagar budaya bentuk alam. Umumnya cagar budaya alam ini juga sangat penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pariwisata_Berkelanjutan\"><\/span>Pariwisata Berkelanjutan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah pariwisata berkelanjutan bukan? Memang istilah ini lebih sering kita dengar daripada mendengar pengertian pariwisata itu sendiri. Namun tahukah kamu jika pariwisata berkelanjutan ini memiliki beberapa bentuk. Diantarannya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>a. Pariwisata yang memberikan layanan atau fasilitas penerangan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi ketika kamu berwisata di tempat lain, seperti Negara lain bisa belajar tentang karakter di sana, mempelajari budaya di sana dan bisa pula belajar system pelayanan yang menarik di Negara atau daerah yang dikunjungi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>b. Pariwisata yang memberikan integritas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Maksudnya adalah pengunjung yang menghadiri objek wisata kamu bisa bisa tahu dan belajar tentang makanan khas lokal di sana, memahami estetika dan ekologi yang ada di sana. Semuanya bisa kamu pelajari dan sepertinya informasi seperti ini sepele, tetapi sangat bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>c. Pariwisata yang memberikan keuntungan untuk masyarakat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hampir objek wisata mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat terdekat. Karena warga terdekat bisa menjual makanan atau oleh-oleh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>d. Pariwisata Mampu Melindungi Sumber Daya Alam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jenis pariwisata seperti ini lebih peduli terhadap lingkungan. Karena berusaha untuk mengaja keseimbangan alam dan tidak merusak ekosistem yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya masih banyak lagi beberapa manfaat pariwisata yang sifatnya membangun masyarakat, perekonomian dan alam. Meksipun ada pula yang sifatnya merusak alam dan ekosistem. Prinsipnya tergantung dari fokus pariwisata itu sendiri untuk wisata yang seperti apa dan bagaimana.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingin mengetahui lebih tentang dunia pariwisata? Beli Buku Pariwisata di Deepublish.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prinsip_Pariwisata\"><\/span>Prinsip Pariwisata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa lagi selain mempelajari pengertian pariwisata? Nah kamu akan belajar tentang prinsip penting buat kamu yang ingin mengembangkan wisata di daerah kamu nih. Menurut Jamieson dan Noble (2000) ada beberapa prinsip penting yang tidak boleh diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertama,<\/strong> prinsip pariwisata adalah membangun dan membentuk masyarakat lebih berkembang dan maju.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kedua,<\/strong> tentu saja membantu membuka lapangan kerja, sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di sektiar objek wisata yang dibuka. Jadi, di sini juga perlu membangun usaha lokal agar tetap turut memberikan sumbangsih di tempat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketiga,<\/strong> prinsip penting dalam membangun pariwisata berkelanjutan, tentu saja kamu pun juga perlu aturan. Tujuannya jelas, untuk mengontrol ketertiban. Nah, terkait pembuatan aturan, pastinya harus di dasarkan pada standar kesepakatan internasional jika pariwisata tersebut sekelas internasional. Di sini kamu pun juga perlu melakukan analisis terkait operasi pariwisata, pengawasan dari dampak wisata yang telah dibuat dan melakukan analisis lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur-Unsur_Pariwisata_%E2%80%93_Pengertian_Pariwisata\"><\/span>Unsur-Unsur Pariwisata &#8211; Pengertian Pariwisata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain belajar tentang <strong>pengertian pariwisata<\/strong>, kita akan belajar tentang unsur-unsur dalam pariwisata itu apa saja sih? Tidak dapat dipungkiri bahwa unsur pariwisata ini sangat menentukan daya tarik calon wisatawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa ketersediaan unsur-unsur ini, pariwisata kurang menjadi daya tarik.<br>Beberapa unsur pariwisata tersebut adalah unsur akomodasi. Akomodasi sebagai tempat seseorang untuk tinggal. Akomodasi yang sulit diakses, tentu saja akan menjadi bahan pertimbangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin akomodasi terfasilitasi, semakin banyak orang yang akan berkunjung. Hal ini juga berlaku untuk unsur transportasi atau jasa angkutan. Jika akses kurang, wajar jika sedikit orang yang akan menghadirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Unsur lainnya adalah akses mudah untuk mendapatkan makanan, termasuk sovernir. Terkhusus dekat dengan kemudahan mendapatkan makanan sering menjadi bahan pertimbangan wisatawan berkunjung. Bayangkan saja jika pariwisata tidak ada makanan atau jauh dari akses jual makanan, bisa-bisa wisatawan pingsan karena kelaparan.<\/p>\n\n\n\n<p>Daya tarik pariwisata selain beberapa unsur yang sudah disebut di atas, penting buat kamu memperhatikan tawaran menarik objek wisata yang kamu miliki. Misalnya objek wisata A memiliki atraksi khas yang tidak dimiliki oleh objek wisata lainnya. Jadi ada daya tarik dan nilai jualnya. Ini sangat penting, agar wisatawan pun tertarik dan menikmati wisata yang ditawarkan di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah artikel tentang <strong>pengertian pariwisata<\/strong>, macam-macam pariwisata, prinsip sampai dengan unsur-unsur yang berkaitan dengan dunia pariwisata. Semoga buat kamu yang mengambil jurusan kepariwisataan atau yang mencari informasi seputar ini mendapatkan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa beli <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/pariwisata\/\">buku pariwisata<\/a> juga yaa, agar jadi ahli pariwisata di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian pariwisata dapat kita lihat dari pendapat para ahli berikut ini. Pariwisata erat kaitannya dengan dunia liburan, senang-senang, study tour dan juga bisnis. Pemerintah juga memperhatikan secara khusus sektor pariwisata, tentu saja melalu Dinas Pariwisata yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Dengan diurusnya sektor pariwisata ini diharapkan mampu membangun ekonomi yang ada di sekitar &#8230; <a title=\"Pengertian Pariwisata\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Pengertian Pariwisata\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27056,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[237],"tags":[707,708,709,710],"class_list":["post-27055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-insight","tag-macam-pariwisata","tag-pengertian-pariwisata","tag-prinsip-pariwisata","tag-unsur-pariwisata"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Pariwisata: Arti, Prinsip dan Unsur-Unsurnya - Deepublish<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengertian pariwisata menurut Kodhyat (1998), pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dan berikut adalah prinsip, unsur\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Pariwisata: Arti, Prinsip dan Unsur-Unsurnya - Deepublish\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian pariwisata menurut Kodhyat (1998), pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dan berikut adalah prinsip, unsur\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-15T02:21:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pengertian-pariwisata-m.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"849\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Pariwisata: Arti, Prinsip dan Unsur-Unsurnya - Deepublish","description":"Pengertian pariwisata menurut Kodhyat (1998), pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dan berikut adalah prinsip, unsur","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Pariwisata: Arti, Prinsip dan Unsur-Unsurnya - Deepublish","og_description":"Pengertian pariwisata menurut Kodhyat (1998), pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dan berikut adalah prinsip, unsur","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2020-01-15T02:21:19+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":849,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pengertian-pariwisata-m.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deepublish Store","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Deepublish Store","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/"},"author":{"name":"Deepublish Store","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/ea30dc82445da6c9d4a22249072cc594"},"headline":"Pengertian Pariwisata","datePublished":"2020-01-15T02:21:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/"},"wordCount":1203,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pengertian-pariwisata-m.jpg","keywords":["macam pariwisata","pengertian pariwisata","prinsip pariwisata","unsur pariwisata"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/","name":"Pengertian Pariwisata: Arti, Prinsip dan Unsur-Unsurnya - Deepublish","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pengertian-pariwisata-m.jpg","datePublished":"2020-01-15T02:21:19+00:00","description":"Pengertian pariwisata menurut Kodhyat (1998), pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain. Dan berikut adalah prinsip, unsur","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pengertian-pariwisata-m.jpg","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/pengertian-pariwisata-m.jpg","width":1280,"height":849,"caption":"pengertian pariwisata"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/pengertian-pariwisata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Insight","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pengertian Pariwisata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/ea30dc82445da6c9d4a22249072cc594","name":"Deepublish Store","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/92a4725fc1612da5d0858a187ae015241fd1e8aabf804cb2cf0536fc1da6a609?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/92a4725fc1612da5d0858a187ae015241fd1e8aabf804cb2cf0536fc1da6a609?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/92a4725fc1612da5d0858a187ae015241fd1e8aabf804cb2cf0536fc1da6a609?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deepublish Store"},"sameAs":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"views":13682,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27055"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27055\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}