{"id":45629,"date":"2020-12-16T13:52:41","date_gmt":"2020-12-16T06:52:41","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?p=45629"},"modified":"2020-12-16T13:52:41","modified_gmt":"2020-12-16T06:52:41","slug":"masalah-pendidikan-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/","title":{"rendered":"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>6 List Masalah Pendidikan Di Indonesia<\/strong> &#8211; Masalah pendidikan di Indonesia cukup ditindaklanjuti dan segera ditangani. Dibandingkan dengan Negara superpower, dari segi pendidikan Indonesia masih dikatakan tertinggal. Meskipun demikian, bukan berarti Indonesia tidak memiliki harapan. Nyatanya Indonesia era Soekarno digadang-gadang sebagai Macan Asia yang disegani.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah pendidikan di Indonesia memang kompleks. Dimana permasalahan yang muncul cukup mengganggu dalam rangka memaksimalkan di dunia pendidikan. Nah, berikut adalah beberapa masalah pendidikan Indonesia, barangkali salah satu dari ceklis di bawah seperti yang kamu rasakan saat ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69df31cc28f70\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69df31cc28f70\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#6_Masalah_Pendidikan_di_Indonesia\" >6 Masalah Pendidikan di Indonesia<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#1_Keterbatasan_Jumlah_Guru_Terampil\" >1. Keterbatasan Jumlah Guru Terampil<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#2_Sarana_dan_Prasarana_Tidak_Memadai\" >2. Sarana dan Prasarana Tidak Memadai&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#3_Minim_Bahan_Pembelajaran\" >3. Minim Bahan Pembelajaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#4_Mahalnya_Dana_Pendidikan\" >4. Mahalnya Dana Pendidikan&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#5_Mutu_Pendidikan_Rendah\" >5. Mutu Pendidikan Rendah&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#6_Minoritas_Bagi_Kelompok_Difabel\" >6. Minoritas Bagi Kelompok Difabel&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#Rekomendasi_Buku_Pendidikan_Indonesia\" >Rekomendasi Buku Pendidikan Indonesia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Masalah_Pendidikan_di_Indonesia\"><\/span>6 Masalah Pendidikan di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Keterbatasan_Jumlah_Guru_Terampil\"><\/span>1. Keterbatasan Jumlah Guru Terampil<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Entah disadari atau tidak, masalah pendidikan di Indonesia adanya keterbatasan jumlah guru yang terampil. Umumnya, guru-guru terampil dan berkualitas tersebar di kawasan kota atau daerah yang notabenenya mudah di akses. Sedangkan daerah-daerah terpinggir dan terpencil, sulit sekali mendapatkan guru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memang ada banyak faktor hal ini terjadi. Dari banyak alasan, salah satunya masalah minat dari guru itu sendiri. lebih banyak guru yang memilih lokasi yang mudah diakses dari segi transformasi dan akses untuk mendapatkan kebutuhan pokok mudah didapatkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan daerah terpencil, lagi-lagi tidak dilirik sama sekali. Mungkin ada saja guru yang terpanggil hati untuk bertugas di daerah pelosok yang minim akses, sayangnya hanya 1:10 saja. Jumlahnya pun sangat kecil sekali. Sehingga wajar saja jika terjadi kesenjagan tenaga guru terampil di pelosok dan di kota.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga terdapat pula kesenjangan kualitas lulusan peserta didik. Tidak heran jika regenerasi yang tinggal di pelosok, nyari tidak terekspose atau muncul ke permukaan. Itu sebabnya, ini menjadi PR bagi pemerintah dalam upaya pemerataan tenaga pendidik terampil di pelosok, agar terjadi pemerataan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sarana_dan_Prasarana_Tidak_Memadai\"><\/span>2. Sarana dan Prasarana Tidak Memadai&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Masalah pendidikan di Indonesia saya yakin sering dikeluhkan. Baik dikeluhkan oleh wali murit, guru dan muridnya itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri dadri segi sarana dan prasarana memang kurang memadai. Terutama sekolah-sekolah yang ada di pedesaan, pinggiran dan sekolah yang ada di pelosok. Ini masalah yang klasik dan sudah tidak asing lagi memang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seburuk-buruknya sarana dan prasaran yang ada di pinggiran kota dan desa, masih ada masalah pendidikan di Indonesia yang lebih parah. Kita tahu bahwa Indonesia Negara kepaulauan yang memiliki banyak sekali pulau. Banyak daerah bagian yang tidak terakses seperti halnya di tempat kita tinggal saat ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak generasi penerus yang tinggal di kepualauan, mereka tidak hanya terbatas pada sarana dan prasarana saja, tetapi terbatas dari banyak hal. Misalnya, harus melintasi pulau seberang setiap hari agar bisa masuk sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p>Hidup dengan keterbatasan koleksi buku karena tidak terakses&nbsp; dan tidak terjamah. Belum lagi masalah tidak ada jaringan listrik. Sehingga mereka harus menggunakan penerang tradisional. Padahal, sekarang sudah era globalisasi, bahkan dunia teknologi yang serba terhubung dengan dunia luar, tetapi masih ada daerah yang belum terjamah di tanah Air kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya dari masalah sarana dan prasarana tidak memadai ini saya ceritakan sebagai pembanding bagi pembaca. Sejelek-jeleknya prasarana yang sebagian putra-putri rasakan, selama masih ada akses listrik dan melek bahkan bisa mengangses internet dengan bebas, itu sudah lebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Memang ada kekurangan dari pihak pemerintah dalam melaksanakan peran pendidikan, tetapi apakah kita selamannya akan menyalahkan dan menuding? Alangkah baiknya tetap berjalan dan belajar dengan giat meski mengalami keterbatasan. Karena keterbatasan sebenarnya bukan sebagai alasan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Minim_Bahan_Pembelajaran\"><\/span>3. Minim Bahan Pembelajaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak dapat dipungkiri masalah pendidikan di Indonesia juga terbentur pada keterbatasan bahan ajar. Kurangnya keterbatasan bahan wajar menurut saya hal yang wajar, karena memang dari kesadaran akan literasi di Indonesia termasuk di urutan akhir. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari sudut perspektif lain, menurut saya bisa jadi bukan karena masalah minimnya bahan pembelajaran, tetapi masalah kurangnya kesadaran untuk membuat inisiatif mencari modul pembelajaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lagi-lagi saya kurang setuju dengan masalah keterbatasan menjadi alasan. Mungkin banyak yang menyebutkan bahwa keterbatasan bahan pembelajaran tidak memadai. Padahal, sebenarnya kita bisa mencari sendiri. Tidak harus mengandalkan huluran bahan aja dari pemerintah, tetapi inisiatif untuk mencari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika memang tidak ada bahan pembelajaran tidak tersedia, bagi seorang pendidik bisa saja belajar dari buku luar. Kemudian dari pesan buku tersebut di transformasikan ke peserta didik. Atau bisa membuat atau menciptakan bahan pembelajaran jika memang tidak ada. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara-cara seperti ini lebih solutif daripada menyalahkan ataupun menuding. Setidaknya dengan cara ini menjadi upaya memberikan jalan keluar untuk kebutuhan diri sendiri dan memberikan ruang jalan bagi orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan berarti saya pro dengan pemerintah. Hanya saja, sampai kapan kita menunggu pemerintah pendidikan. Menunggu belum tentu bertemu, tetapi dengan kita bergerak, meskipun hasilnya bukan gerakan besar, minimal memberi sedikit perubahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mahalnya_Dana_Pendidikan\"><\/span>4. Mahalnya Dana Pendidikan&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak dapat dipungkiri,<strong> masalah pendidikan di Indonesia<\/strong> yang paling mendasar terletak pada masalah biaya pendidikan. Meskipun sudah digadang-gadang gratis, tetap saja ada bagian yang membayar. Ironisnya, banyak masyarakat miskin yang hanya membayar tidak seberapa bagi orang borju tetap menyulitkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lagi-lagi di sini saya memiliki perspektif lain tentang masalah dana pendidikan. Masyarakat umum di tempat kita sudah terstereotipkan dan terdewakan dengan kata \u2018lulusan dari mana?\u2019 \u2018lulus peringkat berapa?\u2019 dan apapun itu yang menjadikan pendidikan itu adalah raja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak dapat dipungkiri, memang lewat pintu pendidikan mampu mengantarkan seseorang ke masa depan yang lebih baik. Bahkan cukup bermodal peringkat terbaik dan dari sekolah terbaik bisa menentukan nasib seseorang. Secara lahir memang pendidikan adalah modal dasar dan segala. Tetapi di liihat dari ilmu hakikat atau urgensi atau sejatinya keberhasilan seseorang TIDAK SELALU di tentukan dari tingkat pendidikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Stereotip masyarakat yang terlanjur beredar dan terlanjur terpatri memang sulit diubah. Nyatannya, banyak orang-orang hebat yang justru putus sekolah. Orang-orang yang awalnya dianggap bodoh dan nyleneh tidak berkesempatan kekolah, nyatanya memiliki garis hidup yang berbeda. secara hakikat pula, nilai, lulusan terbaik juga tidak akan menjadi jaminan bisa masuk. Malaikat pun tidak akan menanyakan \u201cberapa peringkatmu?\u201d malaikat juga tidak akan menanyakan \u201clulus di sekolah bergengsi atau tidak?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari ulasan di atas seolah lembaga pendidikan menjadi tidak penting, hanya karena label dan stigma masyarakat. Padahal menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seluruh umat manusia. Masalahnya lagi, banyak orang yang mengartikan menuntut ilmu selalu dalam bentuk pendidikan, padahal ada jalur non pendidikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali lagi fokus ke masalah pendidikan di Indonesia terkait mahalnya dana pendidikan inilah yang menambah angka putus sekolah. Pertanyaannya adalah, akankah kita akan selalu menyalahkan dan menuntut pemerintah untuk menjamin masa depan generasi putus sekolah? Padahal ada banyak sekali jumlah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini, saya justru bukan menyorot dari kewajiban pemerintah, tetapi sikap masyarakat yang berlebihan melabeli mereka yang putus sekolah. Bisa saja, berkat putus sekolah, mereka tetap memiliki motivasi belajar. Seperti yang saya tekankan sebelumnya, belajar bisa dilakukan secara non pendidikan. Bisa belajr dengan alam, belajar dengan lingkungan sosial dan belajar dengan pengalaman yang justru memiliki kualitas pendewasaan dan kemandirian lebih baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mutu_Pendidikan_Rendah\"><\/span>5. Mutu Pendidikan Rendah&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu masalah pendidikan di Indonesia juga terletak pada mutu pendidikan yang rendah. Masih menyambung pembahasan di atas. Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan bisa saja disebabkan oleh perspektif masyarakat secara umum. Dimana menuntut ilmu bukan sebagai kewajiban atau kesadaran diri yang merupakan bentuk kewajiban terhadap diri sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yap, saya menyebut belajar sebagai kewajiban setiap masing-masing individu sebagai bekal hidup dan bekal untuk bertahan hidup dari rasa lapar. Sayangnya, belajar sebagai kewajiban kini bergeser mencari pangkat, gengsi dan mendapatkan gelar. Disinilah awal mula mutu pendidikan rendah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kok bisa? Karena tujuan yang dicapai menjadi berambigu. Banyak yang berbondong-bondong mengejar statistic atau pengakuan. Tidak mengejar esensi dari pembelajaran itu sendiri. Analagi versi saya, kita fokus mencari wadah ember yang bagus, lupa fokus untuk mengisi ember tersebut. Mutu pendidikan bisa tinggi jika fokusnya terletak pada isi ember, bukan pada bentuk ember. Bukankah begitu?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Minoritas_Bagi_Kelompok_Difabel\"><\/span>6. Minoritas Bagi Kelompok Difabel&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Masalah pendidikan di Indonesia tidak banyak dijadikan sorotan adalah masalah pendidikan bagi kelompok difabel. Ternyata masih banyak kelompok difabel yang kesulitan dalam mencari sekolah inklusi. Itu berarti masih sedikit sekolah-sekolah inklusi bagi mereka. Satu sisi, sekolah inklusi secara tidak langsung juga mengkotak-kotakan dan semakin tereksklusi dari realitas sosial.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kendala yang sering dihadapi bagi difabel ketika memutuskan sekolah umum, mereka terkendala dari pembangunan sekolah yang tidak ramah untuk di fable. Misalnya tidak ada jalan khusus difabel yang menggunakan sepatu roda atau pintu kurang representative bagi difabel. Belum lagi masalah buku-buku pelajaran yang dikemas dalam huruf braille.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada satu pengalaman menarik bagi saya, suatu ketika pernah mengajar di salah satu kelompok difabel yang memilih sekolah ditempat umum. Ternyata mereka harus belajar lebih keras daripada orang pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepulang sekolah, anak-anak lain bisa saja hanya bermain dan bersenang-senang, tetapi mereka tidak ada waktu bermain, karena mereka mengejar ketertinggalan. Karena keterbatasan mereka, mengharuskan mereka belajar lebih giat.&nbsp; Dari sini, sebenarnya dibutuhkan keseimbangan dalam proses belajar bagi kelompok difabel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Belum lagi masalah tentang akses jalan, sarana kamar mandi di sekolah yang juga belum ramah dengan difabel. Padahal, segala sesuatunya harus dibangun sesuai standar difabel. Bukan karena mereka minoritas, bukan berarti mengambil hak mereka menikmati fasilitas umum. Setidaknya jika pembangunan dilakukan ramah difabel, orang umum pun bisa juga mengaksesnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika standar pembangunan di standarkan orang pada umumnya, maka difabel akan kesulitan mengakses. Sehingga mereka terkesan dikesampingkan. Padahal mereka sama-sama generasi penerus yang memiliki hak yang sama, memiliki peluang sukses yang sama dan memiliki hak bahagia. <\/p>\n\n\n\n<p>Bukan karena minoritas, lantas semakin dipandang berbeda. Sebenarnya mereka kuat bahkan bisa saya sebut mereka lebih kuat. Mereka memang special, bukan special dalam konotasi negative, tetapi benar-benar special dalam arti sebenarnya, karena sebenarnya memiliki kegigihan lebih besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah beberapa masalah pendidikan di Indonesia. Dari beberapa masalah di atas, pengalaman manakah yang paling dekat denganmu? Semoga dengan pembahasan ini bermanfaat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terimakasih sudah membaca artikel tentang Masalah Pendidikan Indonesia, selanjutnya baca artikel kami yang lain : <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/rekomendasi-buku-pendidikan\/\">7 Rekomendasi Buku Pendidikan Untuk Para Calon Pendidik<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/pengertian-pendidikan-nasional\/\">Pengertian Pendidikan Nasional Disertai Fungsi dan Tujuannya<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/pentingnya-pendidikan-karakter\/\">Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Digital<\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kontributor : Irukawa Elisa<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekomendasi_Buku_Pendidikan_Indonesia\"><\/span><strong>Rekomendasi Buku Pendidikan Indonesia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>6 List Masalah Pendidikan Di Indonesia &#8211; Masalah pendidikan di Indonesia cukup ditindaklanjuti dan segera ditangani. Dibandingkan dengan Negara superpower, dari segi pendidikan Indonesia masih dikatakan tertinggal. Meskipun demikian, bukan berarti Indonesia tidak memiliki harapan. Nyatanya Indonesia era Soekarno digadang-gadang sebagai Macan Asia yang disegani. Masalah pendidikan di Indonesia memang kompleks. Dimana permasalahan yang muncul &#8230; <a title=\"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45635,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[237],"tags":[852,235,853],"class_list":["post-45629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-insight","tag-masalah","tag-pendidikan","tag-pendidikan-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah 6 masalah pendidikan di Indonesia meliputi keterbatasan guru profesional, sarana prasana belum memadai, minim bahan..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah 6 masalah pendidikan di Indonesia meliputi keterbatasan guru profesional, sarana prasana belum memadai, minim bahan..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-16T06:52:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/masalah-pendidikan-di-indonesia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"852\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya - Deepublish Store","description":"Berikut ini adalah 6 masalah pendidikan di Indonesia meliputi keterbatasan guru profesional, sarana prasana belum memadai, minim bahan..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya - Deepublish Store","og_description":"Berikut ini adalah 6 masalah pendidikan di Indonesia meliputi keterbatasan guru profesional, sarana prasana belum memadai, minim bahan..","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2020-12-16T06:52:41+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":852,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/masalah-pendidikan-di-indonesia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deepublish Store","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Deepublish Store","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/"},"author":{"name":"Deepublish Store","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/ea30dc82445da6c9d4a22249072cc594"},"headline":"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya","datePublished":"2020-12-16T06:52:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/"},"wordCount":1587,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/masalah-pendidikan-di-indonesia.jpg","keywords":["Masalah","pendidikan","Pendidikan Indonesia"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/","name":"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/masalah-pendidikan-di-indonesia.jpg","datePublished":"2020-12-16T06:52:41+00:00","description":"Berikut ini adalah 6 masalah pendidikan di Indonesia meliputi keterbatasan guru profesional, sarana prasana belum memadai, minim bahan..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/masalah-pendidikan-di-indonesia.jpg","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/masalah-pendidikan-di-indonesia.jpg","width":1200,"height":852,"caption":"masalah pendidikan di indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/masalah-pendidikan-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Insight","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/ea30dc82445da6c9d4a22249072cc594","name":"Deepublish Store","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/92a4725fc1612da5d0858a187ae015241fd1e8aabf804cb2cf0536fc1da6a609?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/92a4725fc1612da5d0858a187ae015241fd1e8aabf804cb2cf0536fc1da6a609?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/92a4725fc1612da5d0858a187ae015241fd1e8aabf804cb2cf0536fc1da6a609?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deepublish Store"},"sameAs":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"views":90752,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45629"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45629\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}