{"id":53460,"date":"2025-05-19T14:35:01","date_gmt":"2025-05-19T07:35:01","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/?p=53460"},"modified":"2025-05-19T14:35:02","modified_gmt":"2025-05-19T07:35:02","slug":"pengertian-majas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/","title":{"rendered":"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam bahasa Indonesia ada banyak sekali jenis kalimat, dan salah satunya adalah <strong>majas <\/strong>atau bisa disebut dengan kalimat kiasan. Kalimat kiasan ini dijamin jamak dijumpai khususnya dalam tulisan non ilmiah atau fiksi. Penggunaannya bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan secara kreatif, imajinatif, dan menarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalimat kiasan kemudian memiliki banyak sekali jenis, pada dasarnya terbagi menjadi empat kelompok jenis utama. Masing-masing jenis utama ini kemudian memiliki jenis turunan lagi, sesuai dengan jenis kiasan atau bentuk kiasan yang diaplikasikan dalam kalimat.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69dc7358370e6\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69dc7358370e6\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#Pengertian_Majas\" >Pengertian Majas\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#Jenis-Jenis_Majas\" >Jenis-Jenis Majas\u00a0<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#1_Majas_Perbandingan\" >1. Majas Perbandingan\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#2_Majas_Pertentangan\" >2. Majas Pertentangan\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#3_Majas_Sindiran\" >3. Majas Sindiran\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#4_Majas_Penegasan\" >4. Majas Penegasan\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#Manfaat_Menggunakan_Majas_dalam_Tulisan\" >Manfaat Menggunakan Majas dalam Tulisan\u00a0<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#1_Membuat_Karya_Tulis_Lebih_Menarik\" >1. Membuat Karya Tulis Lebih Menarik\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#2_Menghidupkan_Sebuah_Tulisan\" >2. Menghidupkan Sebuah Tulisan\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#3_Meningkatkan_Kelas_dan_Kualitas_Tulisan\" >3. Meningkatkan Kelas dan Kualitas Tulisan\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Majas\"><\/span>Pengertian Majas\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa itu majas? majas adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan juga kiasan. Melalui pengertian ini maka bisa diketahui bahwa kalimat kiasan memang menggunakan kalimat dengan makna kiasan atau makna tidak sebenarnya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Kiasan digunakan untuk menjelaskan sesuatu dengan lebih menarik dan meningkatkan daya imajinasi dari siapa saja yang membacanya. Gaya bahasa tertentu yang digunakan pada kalimat praktis membuat kalimat lebih menarik dan enak untuk dibaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaannya juga memberi efek tertentu pada pembaca, dan condong ke efek emosional. Sehingga kalimat yang dibaca mampu mendapatkan sisi emosional pembaca, yang akan lebih membuatnya menikmati bacaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Majas\"><\/span>Jenis-Jenis Majas\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya kembali mengingat semua jenis kalimat kiasan tersebut dan memahami betul penggunaan lewat contoh-contohnya. Berikut adalah jenis-jenis yang dimaksudkan:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Majas_Perbandingan\"><\/span>1. Majas Perbandingan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis kalimat kiasan yang pertama adalah kiasan perbandingan dan sesuai namanya merupakan kiasan yang digunakan untuk membandingkan dua objek yang berbeda melalui proses penyamaan, pelebihan, maupun penggantian. Adapun sub jenisnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Personifikasi\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan jenis kalimat kiasan yang menggantikan benda mati dengan sifat atau sikap manusia. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Angin semilir terasa lembut saat membelai rambutku.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Pohon kelapa di tepi jalan tanpa melambai-lambai diterpa angin sore.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Metafora\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan jenis majas yang memakai analogi atau perumpamaan dari dua hal yang berbeda yang kemudian memiliki makna sama. Atau bisa diartikan sebagai kalimat kiasan yang meletakan objek yang sifatnya sama seperti sesuatu. Contohnya:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ari saat ini sudah menjadi tangan kanan bos di tempat kerjanya. (\u201ctangan kanan\u201d disamakan dengan kata \u201corang kepercayaan\u201d).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Pak Rohman kini dianggap sebagai tikus berdasi dan sedang menjalani sidang. (kata \u201ctikus berdasi\u201d disamakan dengan kata \u201ckoruptor \/ pencuri yang memakai baju rapi\u201d).\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Asosiasi\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan jenis kalimat kiasan yang membandingkan dua objek yang berbeda namun kemudian dianggap sama. Ciri khas kalimat kiasan ini adalah menggunakan kata <em>seperti, bagaikan, <\/em>dan sejenisnya. Contohnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kakak beradik ini seperti pinang dibelah dua (kakak adik dengan wajah yang mirip satu sama lain).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Cintaku kepadanya bagaikan pungguk merindukan bulan. (cinta yang tidak sampai seperti pungguk dengan bulan),\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Hiperbola\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang memakai ungkapan berlebihan dan cenderung terdengar tidak masuk akal, namun membuat kalimat mudah dipahami dan lebih menarik. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Orang itu bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya (banting tulang = bekerja keras).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Air matanya mengalir berderai-derai tiada henti. (berderai-derai = mengalir deras).\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Eufemisme\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan gaya bahasa atau <strong>majas<\/strong> yang menggantikan suatu kata dengan kata lain yang dianggap memiliki makna lebih halus atau lebih sopan. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Beasiswa tersebut terbuka untuk siapa saja, termasuk penyandang difabel. (kata \u201cdifabel\u201d lebih halus dibanding \u201corang cacat\u201d).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Jadi, apakah orangtua kamu berhalangan untuk hadir? (kata \u201cberhalangan hadir\u201d lebih halus dibanding \u201ctidak bisa\u201d atau \u201ctidak mau hadir\u201d).\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">f. Metonimia\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang menggunakan atau menyebut suatu merek untuk menyebutkan suatu benda atau hal. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tak bantu cuci piring, Sunlight-nya ditaruh mana? (kata \u201cSunlight\u201d yang merupakan merek digunakan untuk menyebut \u201csabun cuci piring\u201d).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Kamu haus? Minum Aqua ini saja. (kata \u201cAqua\u201d yang merupakan merek digunakan untuk menyebut \u201cair mineral dalam kemasan\u201d).\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">g. Simile\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan dan kemudian memakai kata-kata khas. Seperti kata <em>bak, seperti, bagaikan, <\/em>dan sejenisnya. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kelakuannya seperti cacing kepanasan.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Reaksinya saat kehilangan tas seperti astronot kehabisan oksigen di luar angkasa.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Majas_Pertentangan\"><\/span>2. Majas Pertentangan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Merupakan jenis kalimat kiasan yang menggunakan kata kiasan dengan makna yang bertentangan dengan aslinya. Jenis ini kemudian terbagi lagi menjadi empat, yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Litotes\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang lebih mengarah ke hiperbola (berlebihan) namun mengarah ke perbandingan. Umumnya penulis menggunakan kata yang merendahkan diri namun memiliki makna sebaliknya. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Selamat datang di gubuk reyot kami (kata \u201cgubuk reyot\u201d artinya adalah \u201crumah\u201d).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Silahkan naik andong butut kami ini, semoga nyaman ya. (kata \u201candong butut\u201d untuk menyebutkan \u201cmobil tua\u201d dan bisa jadi mobil tersebut tidak tua).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Cicipi dulu ya masakan ibu yang sederhana ini. (kata \u201csederhana\u201d ditujukan untuk menu-menu yang cenderung \u201cmewah\u201d).\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Paradoks\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang digunakan untuk membandingkan situasi asli dengan situasi yang berkebalikan dengan aslinya. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di tengah gemerlapnya malam, hatiku terasa sepi.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Malam tahun baru yang meriah, membuatku merasa sangat kesepian.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Manisnya madu terasa hambar di lidahku.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Antitesis\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan <strong>majas<\/strong> memadukan dua pasang kata dan memiliki makna yang saling bertentangan. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Film tersebut ditujukan untuk kalangan tua muda.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Kendaraan yang terparkir tampak berjejer rapi besar kecil tampak sejajar.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Kontradiksi Interminus\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang digunakan untuk menyangkal sesuatu dan penulisannya menggunakan konjungsi atau kata hubung. Seperti kata <em>kecuali, hanya saja, namun, <\/em>dan sejenisnya. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Masyarakat di desa Sukamakmur tampak semakin sejahtera, kecuali untuk mereka yang berprofesi sebagai petani melarat.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Saya sependapat dengan Anda, hanya saja untuk masalah pembagian sebaiknya dibagi rata tanpa diundi.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapat kamu memang benar sekali, sayangnya tidak akan menguntungkan untuk diterapkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Majas_Sindiran\"><\/span>3. Majas Sindiran\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis berikutnya adalah kalimat kiasan sindiran, dan sesuai namanya kalimat kiasan ini ditujukan untuk menyindir seseorang, perilaku, maupun menyindir sebuah kondisi. Jenisnya kemudian terbagi menjadi tiga. diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Ironi<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis pertama adalah ironi yang merupakan kalimat kiasan dengan menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kamarmu rapi sekali sampai dipan saja tidak kelihatan bentuknya karena tertutup tumpukan baju.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Cantik sekali perangaimu, sampai kamu tidak punya teman sama sekali.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Sinisme\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan gaya bahasa yang menyampaikan sindiran secara halus, contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Suaramu kurang bagus, lagu itu jadi terdengar aneh saat kamu nyanyikan.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Sifat kamu itu kurang bagus, akhirnya banyak yang tidak suka di tempat kerja.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Sarkasme\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan gaya bahasa yang menyampaikan sindiran secara kasar, dan contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kamu seperti sampah masyarakat disini.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Kamu itu seperti <em>public enemy<\/em>.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Terbiasa menjadi peliharaan membuat kamu tidak bisa cari uang dengan benar.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/contoh-teks-eksplanasi\/\">Contoh Teks Eksplanasi : Pengertian, Struktur dan Jenis<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/teks-narasi\/\">Teks Narasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah dan Contoh<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/teks-eksposisi\/\">Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Contoh dan Pola Pengembangan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/apa-itu-teks\/\">Apa itu Teks? Berikut Pengertian, Jenis dan Fungsi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Majas_Penegasan\"><\/span>4. Majas Penegasan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis terakhir adalah majas<strong> <\/strong>penegasan, yakni jenis kalimat kiasan yang ditujukan untuk meningkatkan pengaruh pada pembaca supaya menyetujui apa yang disampaikan penulis lewat tulisannya baik itu berupa suatu ujaran maupun informasi mengenai suatu kejadian.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Kalimat kiasan jenis penegasan ini kemudian terbagi lagi menjadi 7 (tujuh) sub jenis, yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Pleonasme\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis pertama dari kiasan penegasan adalah pleonasme, yaitu jenis kalimat kiasan yang menggunakan kata-kata yang bermakna sama dan bertujuan untuk menegaskan suatu hal. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Saya melihat dengan mata kepala sendiri, dia mencuri tas milik ibu itu. (melihat dengan mata dan ditegaskan dengan kata \u201cmata kepala sendiri\u201d).\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Ibu masuk ke dalam ruangan itu untuk mengambil peralatan masak. (ada kata \u201cmasuk\u201d kemudian dipertegas dengan kata \u201cke dalam ruangan\u2019).\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Repetisi<\/h4>\n\n\n\n<p>Berikutnya adalah kiasan repetisi, yakni mengulang kalimat dengan bentuk berbeda namun bermakna sama sehingga menegaskan maksud dari pembicara atau penulis. Contohnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dia pelakunya, dia pencurinya, dia harus bertanggung jawab.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Dia yang paling tampan, dia yang paling rupawan, dia juga yang paling baik hati.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Retorika\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan jenis kalimat kiasan yang menggunakan kalimat tanya namun membentuk pertanyaan yang tidak perlu dijawab, dan tujuannya untuk menegaskan suatu hal. Contohnya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa pernah harga bahan pokok turun menjelang hari raya?\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Pernahkah saya minta bantuan kepada Anda selama ini?\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Klimaks\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang menggunakan kelompok kata yang menunjukan tingkatan dan disebutkan secara berurutan dari tingkat rendah ke tinggi. Contohnya?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Baik anak muda, orang dewasa, maupun para lansia diharapkan mengikuti aturan dilarang mudik.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak peduli miskin atau berpunya, semua harus saling menghargai dan menghormati.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Antiklimaks\u00a0<\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan kalimat kiasan yang berkebalikan dengan kiasan klimaks, sehingga menyebutkan urutan dari tingkat tinggi ke rendah. Contohnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Masyarakat di kota besar, pedesaan, sampai pedalaman tentu harus mengenal kearifan lokal.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Semua yang tua maupun muda harus ikut kendaraan yang sudah disediakan.\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">f. Paralelisme<\/h4>\n\n\n\n<p>Gaya bahasa paralelisme merupakan jenis kalimat kiasan yang menggunakan suatu kata secara berulang-ulang. Menariknya meskipun ada satu kata yang diulang sampai beberapa kali, namun setiap pengulangan memiliki definisi atau makna yang berbeda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalimat kiasan jenis ini mudah dijumpai pada karya sebuah puisi yang dibuat indah dengan mengulang satu kata atau lebih. Berikut contohnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kasih ibu sabar&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Kasih itu lembut<\/li>\n\n\n\n<li>Semua orang penuh kasih&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Saling mengasihi dan mencintai<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/rekomendasi-buku-bahasa-indonesia\/\">5 Rekomendasi Buku Bahasa Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Menggunakan_Majas_dalam_Tulisan\"><\/span>Manfaat Menggunakan Majas dalam Tulisan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Penggunaan majas tentu bukan tanpa maksud dan tujuan, sebab untuk apa penulis menggunakan kalimat yang estetik. Sementara menggunakan kalimat yang standar dan biasa-biasa saja sudah lebih dari cukup? Otomatis penggunaannya memiliki manfaat pada tulisan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Rupanya manfaat dari penambahan kalimat kiasan ini cukup beragam, beberapa diantaranya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Membuat_Karya_Tulis_Lebih_Menarik\"><\/span>1. Membuat Karya Tulis Lebih Menarik\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan kalimat kiasan dalam suatu karya sastra atau karya tulis perlu diakui akan membuat tulisan menjadi lebih menarik. Sebab menjadikan tulisan yang tadinya ampak datar dan tidak memiliki pesan emosional menjadi punya pesan emosional. Penggunaan kata-kata yang terdengar menarik dan tidak pas justru menjadi daya tarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya ketika penulis menggunakan sindiran ironi, maka seketika pembaca akan dibuat tertawa. Sebab sindiran tersebut memang tampak lebih berkelas dan lebih mudah sampai ke orang yang disindir. Sebaliknya, saat penulis menceritakan situasi pertengkaran maka untuk mendapatkan emosi pembaca lebih ideal memakai kiasan sarkasme.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menghidupkan_Sebuah_Tulisan\"><\/span>2. Menghidupkan Sebuah Tulisan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menggunakan <strong>majas<\/strong> atau kiasan dalam sebuah tulisan akan membuat tulisan yang tadinya biasa menjadi lebih hidup atau bernyawa. Sehingga tampak lebih seru untuk dibaca dan menampilkan suatu realitas dengan cara yang lebih menarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan kiasan akan membuat pembaca mendapatkan daya imajinasi yang lebih kompleks. Tulisan kemudian dianggap lebih menarik karena mampu memberi ajakan untuk berimajinasi secara lebih luas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Meningkatkan_Kelas_dan_Kualitas_Tulisan\"><\/span>3. Meningkatkan Kelas dan Kualitas Tulisan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan kalimat kiasan juga membantu meningkatkan kualitas tulisan. Sebab menunjukan kemampuan penulis dalam mengungkapkan sesuatu dengan cara yang berbeda dan cara yang lebih menarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu juga menunjukan bahwa penulis memiliki kosakata yang lebih kaya. Sehingga setiap lembar hasil karya tulisnya menggunakan kalimat kiasan yang beragam dan tidak monoton. Tidak hanya memakai sinonim, melainkan memakai kiasan yang membuat tulisan lebih atraktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut artikel dari <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/\">Deepublish Store<\/a> tentang majas beserta penjelasan lengkapnya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu!\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Artikel pertama kali ditulis oleh\u00a0Yusuf Abdul Aziz, kemudian diperbarui oleh Muhammad Luqman H pada 19 Mei 2025<\/em><\/strong>.<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>pembahasan mendalam menganai Majas, mulai daripengertian, jenis-jenis kalimat kiasan lengkap disertai dengan contoh dan manfaat penggunaan.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":93256,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1302],"tags":[191,192],"class_list":["post-53460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","tag-teks","tag-tips-menulis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"apa itu majas? berikut pengertian, jenis, contoh dan manfaat majas yang perlu kamu ketahui agar lebih paham\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"apa itu majas? berikut pengertian, jenis, contoh dan manfaat majas yang perlu kamu ketahui agar lebih paham\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-19T07:35:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-19T07:35:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pengertian-majas.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh - Deepublish Store","description":"apa itu majas? berikut pengertian, jenis, contoh dan manfaat majas yang perlu kamu ketahui agar lebih paham","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh - Deepublish Store","og_description":"apa itu majas? berikut pengertian, jenis, contoh dan manfaat majas yang perlu kamu ketahui agar lebih paham","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2025-05-19T07:35:01+00:00","article_modified_time":"2025-05-19T07:35:02+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pengertian-majas.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Luqman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Luqman Hakim","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh","datePublished":"2025-05-19T07:35:01+00:00","dateModified":"2025-05-19T07:35:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/"},"wordCount":1739,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pengertian-majas.webp","keywords":["teks","tips menulis"],"articleSection":["Bahasa Indonesia"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/","name":"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pengertian-majas.webp","datePublished":"2025-05-19T07:35:01+00:00","dateModified":"2025-05-19T07:35:02+00:00","description":"apa itu majas? berikut pengertian, jenis, contoh dan manfaat majas yang perlu kamu ketahui agar lebih paham","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pengertian-majas.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/pengertian-majas.webp","width":900,"height":500,"caption":"pengertian majas"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/bahasa-indonesia\/pengertian-majas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahasa Indonesia","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/bahasa-indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pengertian Majas: Jenis, Manfaat dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"views":15410,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53460"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93257,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53460\/revisions\/93257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}