{"id":91511,"date":"2024-08-06T09:15:32","date_gmt":"2024-08-06T02:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?p=91511"},"modified":"2024-08-06T09:15:33","modified_gmt":"2024-08-06T02:15:33","slug":"perbedaan-antropologi-dan-sosiologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/","title":{"rendered":"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada banyak jenis ilmu. Contohnya, ilmu sosial seperti sosiologi dan antropologi. Sosiologi dan antropologi mengkaji tentang masyarakat dan kebudayaan. Ilmu sosiologi dan antropologi membantu kita mengetahui karakteristik manusia, kedudukan manusia, berbagai problem yang dihadapi oleh masyarakat dan solusi untuk mengatasi problem tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik sosiologi maupun antropologi, keduanya mempelajari manusia sebagai subjek studi. Sebagai ilmu, sosiologi dan antropologi memiliki objek dan tujuan yang disusun secara sistematis. Itulah persamaan dari sosiologi dan antropologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun memiliki kesamaan, sebenarnya sosiologi dan antropologi juga memiliki perbedaan. Apa saja perbedaannya? Beberapa perbedaannya akan dibahas dalam artikel berikut.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d078095f962\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d078095f962\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#Pengertian_Sosiologi\" >Pengertian Sosiologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#Pengertian_Antropologi\" >Pengertian Antropologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#9_Perbedaan_Antropologi_dan_Sosiologi\" >9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#1_Metode_Penelitian\" >1. Metode Penelitian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#2_Objek_Telaah\" >2. Objek Telaah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#3_Fokus_yang_Dipelajari\" >3. Fokus yang Dipelajari<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#4_Rentang_Waktu\" >4. Rentang Waktu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#5_Tujuan\" >5. Tujuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#6_Ahli\" >6. Ahli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#7_Bukti_dan_Data_yang_Diandalkan\" >7. Bukti dan Data yang Diandalkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#8_Ruang_Lingkup\" >8. Ruang Lingkup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#9_Pendekatan_yang_Digunakan\" >9. Pendekatan yang Digunakan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sosiologi\"><\/span>Pengertian Sosiologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte setelah merilis buku keduanya. Tetapi, Herbert Spencer menjadi tokoh yang mempopulerkan istilah tersebut. Secara etimologi, istilah sosiologi berasal dari kata socius yang berarti teman dan logos yang berarti ilmu. Maka, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian sosiologi adalah studi ilmiah yang membahas tentang interaksi, struktur, perkembangan, dan perilaku kolektif dari hubungan sosial. Sosiologi membahas mengenai pola perilaku dan masalah sosial. <\/p>\n\n\n\n<p>Sosiologi merupakan ilmu yang empiris, non-etis, kumulatif, dan teoritis. Bersifat empiris artinya ilmu sosiologi dilandaskan pada observasi terhadap kenyataan. Bersifat teoritis artinya sosiologi selalu menyusun abstraksi dari hasil observasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersifat kumulatif, artinya penyusunan teorinya dilakukan dengan memperbaiki atau memperluas teori-teori yang telah ada. Sosiologi juga disebut bersifat non-etis karena ilmu ini tidak mempersoalkan baik buruknya suatu fakta, tujuannya adalah untuk menyampaikan fakta yang ada secara analitis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Antropologi\"><\/span>Pengertian Antropologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah antropologi berasal dari kata antropos yang artinya manusia dan logos yang artinya ilmu atau studi. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang budaya yang ada di kalangan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai ilmu sosial, antropologi membahas tentang tingkah laku manusia di masyarakat dari segi budayanya. Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk biologis dan berbudaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Antropologi menelaah manusia dari segi sifat-sifat dan nilai-nilai kemanusiaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian antropologi adalah ilmu yang membahas tentang manusia dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, kehidupan bermasyarakat, dan kebudayaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di berbagai negara, antropologi telah mengalami perkembangan yang signifikan. Antropologi tidak hanya mempelajari masyarakat pedesaan, namun juga masyarakat perkotaan. Bahkan, terdapat negara-negara tertentu yang mencantumkan antropologi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Perbedaan_Antropologi_dan_Sosiologi\"><\/span>9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun sama-sama ilmu sosial, sosiologi dan antropologi memiliki perbedaan.Berikut adalah perbedaan sosiologi dan antropologi: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Metode_Penelitian\"><\/span>1. Metode Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sosiologi menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen utama yang berupa statistik dan survei. Sedangkan, antropologi menggunakan metode kualitatif dengan instrumen seperti observasi, wawancara, dan deskripsi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Objek_Telaah\"><\/span>2. Objek Telaah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sosiologi cenderung menjadikan masyarakat industri dan modern sebagai objek telaah. Sedangkan, antropologi cenderung menjadikan masyarakat petani dan tradisional sebagai objek telaah, walaupun ada juga yang disebut antropologi perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sosiologi, objek material yang digunakan, yaitu gejala dan kehidupan sosial, serta proses hubungan antar manusia. Sedangkan, objek material pada antropologi adalah ciri-ciri fisik dan hasil kebudayaan seperti nilai-nilai dan cara berperilaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ilmu sosiologi, yang menjadi objek formalnya, yaitu hubungan antar manusia serta proses yang muncul dari hubungan tersebut. Sedangkan, objek formal pada antropologi, yaitu manusia sebagai makhluk sosial dan biologis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Fokus_yang_Dipelajari\"><\/span>3. Fokus yang Dipelajari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Inti perbedaan sosiologi dan antropologi terletak pada fokus yang dipelajarinya. Sosiologi mempelajari perilaku manusia di lingkungan masyarakat. Sedangkan, antropologi mempelajari budaya, karakteristik fisik, dan sosialnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sosiologi cenderung mengkaji hubungan antara struktur sosial dengan kebudayaan masyarakat. Sedangkan, antropologi cenderung mengkaji apa itu manusia, fisik, dan kebudayaannya. Sosiologi meneliti bagaimana suatu lembaga sosial memberikan pengaruh terhadap sekelompok orang. Sedangkan, antropologi meneliti perilaku manusia secara individualistis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/tokoh-sosiologi\/\">10 Tokoh Sosiologi Klasik dan Modern di Seluruh Dunia<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Rentang_Waktu\"><\/span>4. Rentang Waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Antropologi cenderung membahas manusia dengan fenomena sosial yang berlangsung di masa lalu. Sedangkan, sosiologi lebih banyak membahas tentang fenomena sosial yang berlangsung saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tujuan\"><\/span>5. Tujuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Antropologi dipelajari dengan tujuan untuk mengetahui keragaman manusia dan perbedaan budayanya. Sementara itu, tujuan dari mempelajari sosiologi adalah membantu manusia mengatasi masalah berdasarkan sudut pandang masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Ahli\"><\/span>6. Ahli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ahli antropologi disebut dengan istilah antropolog, sedangkan ahli sosiologi disebut dengan istilah sosiolog. Sosiolog mengaplikasikan temuan mereka untuk mengatasi masalah sosial kontemporer. Sedangkan, antropolog berusaha untuk memahami budaya yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Bukti_dan_Data_yang_Diandalkan\"><\/span>7. Bukti dan Data yang Diandalkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam antropologi, yang diandalkan adalah bukti material. Sedangkan, sosiologi menggabungkan statistik dan ekonomi untuk memahami kelompok sosial. Antropolog lebih mengandalkan data kualitatif dalam membuat kesimpulan. Sedangkan, dalam sosiologi, data yang bersifat kuantitatif lebih diandalkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/materi\/sosiologi-politik\/\">Sosiologi Politik: Pengertian, Menurut Ahli, Konsep dan Contoh<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Ruang_Lingkup\"><\/span>8. Ruang Lingkup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ruang lingkup sosiologi mencakup sosiologi terapan, organisasi sosial, perubahan sosial, psikologi sosial, populasi dan demografi, dan sebagainya. Sedangkan, antropologi memiliki ruang lingkup yang mencakup arkeologi, antropologi budaya, antropologi fisik, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Pendekatan_yang_Digunakan\"><\/span>9. Pendekatan yang Digunakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sosiologi memakai pendekatan fungsionalis, teori konflik, fenomenologis, dan interaksionis. Sementara itu, antropologi memakai pendekatan sinkronik dan diakronik.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian pembahasan tentang perbedaan ilmu sosiologi dan antropologi. Jadi, perbedaannya dapat terlihat dari tujuan, metode penelitian, fokus yang dipelajari, objek telaah, dan rentang waktunya.<\/p>\n\n\n\n<style>\n.bg-bookproduct {\n      border-radius: 4px;\n      border: 1px dashed;\n      padding: 20px;\n      background-color:#F7F8E0;}\n    }\n<\/style>\n<div class=\"bg-bookproduct\"><b><p>Rekomendasi Buku Ilmu Sosiologi<\/p><\/b><br\/>\n<table>\n<tr>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/PENGANTAR-SOSIOLOGI_Agustin-Sukses-80gr-depan-300x400.jpg\" alt=\"Buku Pengantar Sosiologi\" height=\"200\" width=\"150\" \/>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/sosiologi-politikfix-300x400.png\" alt=\"Buku Sosiologi Politik\" height=\"200\" width=\"150\"\/>\n   <\/td>\n   <td align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Pengantar-Sosiologi-300x400.png\" alt=\"Buku Pengantar Sosiologi Umum\" height=\"200\" width=\"150\"\/>\n   <\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-pengantar-sosiologi-2\/?utm_medium=product_ad&#038;utm_source=seo&#038;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Pengantar Sosiologi<\/a><\/b><\/td>\n   <\/td>\n   <td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-sosiologi-politik-2\/?utm_medium=product_ad&#038;utm_source=seo&#038;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Sosiologi Politik: Makna&#8230;.<\/a><\/b><\/td>\n   <\/td>\n<td><b><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/shop\/buku-pengantar-sosiologi\/?utm_medium=product_ad&#038;utm_source=seo&#038;utm_campaign=rekomenasibuku\">Buku Pengantar Sosiologi Umum&#8230;.<\/a><\/b><\/td>\n   <\/td>\n<\/tr>\n<\/table><br\/>\n<p>Dapatkan Buku-Buku Sosiologi di <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-tag\/sosiologi\/\"><b>Buku Sosiologi<\/b><\/a><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak jenis ilmu. Contohnya, ilmu sosial seperti sosiologi dan antropologi. Sosiologi dan antropologi mengkaji tentang masyarakat dan kebudayaan. Ilmu sosiologi dan antropologi membantu kita mengetahui karakteristik manusia, kedudukan manusia, berbagai problem yang dihadapi oleh masyarakat dan solusi untuk mengatasi problem tersebut. Baik sosiologi maupun antropologi, keduanya mempelajari manusia sebagai subjek studi. Sebagai ilmu, sosiologi &#8230; <a title=\"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":91515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[237],"tags":[1286],"class_list":["post-91511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-insight","tag-sosial"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"berikut adalah perbedaan antropologi dan sosiologi dalam ilmu sosial yang perlu kamu ketahui\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"berikut adalah perbedaan antropologi dan sosiologi dalam ilmu sosial yang perlu kamu ketahui\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-06T02:15:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-06T02:15:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial - Deepublish Store","description":"berikut adalah perbedaan antropologi dan sosiologi dalam ilmu sosial yang perlu kamu ketahui","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial - Deepublish Store","og_description":"berikut adalah perbedaan antropologi dan sosiologi dalam ilmu sosial yang perlu kamu ketahui","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2024-08-06T02:15:32+00:00","article_modified_time":"2024-08-06T02:15:33+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Luqman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Luqman Hakim","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial","datePublished":"2024-08-06T02:15:32+00:00","dateModified":"2024-08-06T02:15:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/"},"wordCount":800,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi.webp","keywords":["Sosial"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/","name":"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi.webp","datePublished":"2024-08-06T02:15:32+00:00","dateModified":"2024-08-06T02:15:33+00:00","description":"berikut adalah perbedaan antropologi dan sosiologi dalam ilmu sosial yang perlu kamu ketahui","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi.webp","width":900,"height":500,"caption":"Perbedaan Antropologi dan Sosiologi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/insight\/perbedaan-antropologi-dan-sosiologi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Insight","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"9 Perbedaan Antropologi dan Sosiologi dalam Ilmu Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"views":14808,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91511"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91516,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91511\/revisions\/91516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}