{"id":92374,"date":"2025-07-30T11:19:17","date_gmt":"2025-07-30T04:19:17","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?p=92374"},"modified":"2025-07-30T11:19:19","modified_gmt":"2025-07-30T04:19:19","slug":"contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/","title":{"rendered":"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Sejarah merupakan ilmu mengenai asal-usul dan perkembangan masyarakat. Peristiwa sejarah adalah rangkaian peristiwa yang saling berkelanjutan. Masyarakat Indonesia telah mengalami banyak perubahan dan keberlanjutan. Keberlanjutan adalah rangkaian kejadian yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sejarah, keberlanjutan adalah rangkaian peristiwa di masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang yang saling berhubungan. Kehidupan di masa lalu berpengaruh terhadap kehidupan di masa sekarang dan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam aspek-aspek tertentu dari budayanya tetap konstan. Artikel ini akan membahas apa saja contoh keberlanjutan dalam sejarah. Selain itu, juga akan dibahas bagaimana suatu peristiwa mempengaruhi budaya dan ekonomi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69e86f06f0afa\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69e86f06f0afa\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#Pengertian_Keberlanjutan_Sejarah\" >Pengertian Keberlanjutan Sejarah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#7_Contoh_Keberlanjutan_dalam_Sejarah\" >7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#1_Pertumbuhan_Sektor_Pariwisata\" >1. Pertumbuhan Sektor Pariwisata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#2_Pelestarian_Kesenian_dan_Budaya_Tradisional\" >2. Pelestarian Kesenian dan Budaya Tradisional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#3_Peningkatan_Kesadaran_dan_Keterlibatan_Global\" >3. Peningkatan Kesadaran dan Keterlibatan Global<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#4_Penerapan_Konsep_Kampung_Berseri\" >4. Penerapan Konsep Kampung Berseri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#5_Penerapan_Sistem_Subak\" >5. Penerapan Sistem Subak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#6_Sistem_Mata_Pencaharian_Lokal\" >6. Sistem Mata Pencaharian Lokal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#7_Penerapan_Prinsip_Gotong_Royong\" >7. Penerapan Prinsip Gotong Royong<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Keberlanjutan_Sejarah\"><\/span>Pengertian<em> <\/em>Keberlanjutan Sejarah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Konsep keberlanjutan <strong>adalah sebuah kondisi yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama<\/strong>. Keberlanjutan didefinisikan sebagai berkesinambungan. Hal ini juga diartikan sebagai rangkaian peristiwa yang sudah terjadi atau akan terjadi. Konsep ini menunjukkan bahwa peristiwa sejarah tidak bisa berdiri sendiri dan saling berkaitan satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengetahuan tentang sejarah manusia dijelaskan oleh konsep ini. Dari konsep berkelanjutan, kita bisa mengetahui bagaimana peristiwa sejarah membentuk kondisi saat ini. Konsep ini juga menjelaskan bagaimana kondisi saat ini dapat mempengaruhi kondisi di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep tersebut juga membantu kita mengidentifikasi pola sejarah yang mungkin akan terulang atau berubah. Salah satu contohnya adalah KKN yang terjadi di Indonesia. KKN di era reformasi adalah bentuk keberlanjutan dari era Orde Baru. Begitu pula, KKN pada era Orde Baru adalah keberlanjutan dari KKN yang terjadi pada era Orde Lama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Contoh_Keberlanjutan_dalam_Sejarah\"><\/span>7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Keberlanjutan atau sustainability merupakan konsep yang relevan di masa lalu, sekarang, dan masa depan. Konsep ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai dan praktik-praktik di masa lampau masih relevan sampai saat ini. Berikut ini adalah contoh perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pertumbuhan_Sektor_Pariwisata\"><\/span>1. Pertumbuhan Sektor Pariwisata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>contoh keberlanjutan dalam sejarah yang pertama yaitu bsia dilihat dari sektor pariwisata yang telah mengalami pertumbuhan yang pesat selama beberapa dekade ini. Jumlah wisatawan mancanegara terus meningkat, terutama di Bali dan Jakarta. Hal ini menyebabkan perekonomian mengalami peningkatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep pariwisata berkelanjutan bukan hal yang baru. Sudah banyak peradaban kuno yang menerapkan prinsip ini. Contohnya, masyarakat Bali menerapkan sistem Subak yang harmonis dengan alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep homestay di Bali memungkinkan wisatawan untuk melakukan interaksi dengan masyarakat lokal. Mereka juga bisa belajar tentang budaya yang dimiliki oleh masyarakat lokal. Hal tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sektor pariwisata juga dapat menyebabkan dampak negatif. Contohnya adalah timbulnya kerusakan pada lingkungan. Oleh karena itu, pertumbuhan sektor pariwisata harus dikelola dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pelestarian_Kesenian_dan_Budaya_Tradisional\"><\/span>2. Pelestarian Kesenian dan Budaya Tradisional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Indonesia mempunyai beragam kesenian tradisional. Contohnya, musik tradisional, seni ukiran, dan lain-lain. Kesenian ini sudah diturunkan dari generasi ke generasi sehingga masih tetap ada sampai sekarang. Hal tersebut merupakan bagian penting dari budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Di berbagai daerah di Indonesia, ada berbagai jenis rumah tradisional. Misalnya, rumah joglo, rumah gadang, dan sebagainya. Rumah tradisional ini dirancang dengan mempertimbangkan iklim tropis dan bahan-bahan alami yang mudah didapat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemakaian bahan alami bisa mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Desain rumah tradisional sering memperhatikan pencahayaan dan ventilasi alami. Sehingga, dapat mengurangi kebutuhan energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemerintah dapat mendukung pelestarian kesenian tradisional dengan mendirikan museum, galeri, dan lembaga budaya lainnya. Contoh seni tradisional yang dilestarikan di Indonesia adalah batik, wayang kulit, dan tarian tradisional. Kesenian tradisional dapat menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Peningkatan_Kesadaran_dan_Keterlibatan_Global\"><\/span>3. Peningkatan Kesadaran dan Keterlibatan Global<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Indonesia telah mengalami peningkatan kesadaran dan keterlibatan global. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi lebih beragam. Indonesia juga tetap memegang nilai-nilai tradisionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Peningkatan kesadaran dan keterlibatan global dapat membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi Indonesia. Contohnya adalah perjanjian perdagangan dan investasi internasional. Dengan melakukan hal ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Keterlibatan Indonesia dalam inisiatif global dan forum internasional adalah gambaran dari kesadaran akan pentingnya kerja sama dalam menghadapi tantangan global. Sebagai anggota APEC, Indonesia memiliki peran untuk mendorong kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Indonesia telah mengambil tindakan untuk mengatasi perubahan iklim, seperti pengurangan emisi gas rumah kaca dan inisiatif restorasi mangrove. Peningkatan kesadaran dan keterlibatan global adalah bagian penting dari sejarah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-sejarah\/\">Penelitian Sejarah: Contoh, Metode dan Tahapan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penerapan_Konsep_Kampung_Berseri\"><\/span>4. Penerapan Konsep Kampung Berseri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh penerapan prinsip keberlanjutan dalam skala kecil di Indonesia adalah konsep kampung berseri. Kampung berseri menggabungkan berbagai aspek, seperti aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep ini mendorong masyarakat untuk ikut aktif membangun lingkungan hidup yang lebih baik. Kampung Berseri adalah program pengembangan masyarakat. Program ini mengintegrasikan empat pilar utama yang mencakup kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam pembangunan. Saat masyarakat dilibatkan, hal dapat menciptakan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kampung Berseri terus berinovasi dan menyesuaikan programnya dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa program ini dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Konsep ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penerapan_Sistem_Subak\"><\/span>5. Penerapan Sistem Subak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh klasik dari keberlanjutan dalam pertanian di Indonesia adalah sistem Subak di Bali. Sistem irigasi tradisional ini mengatur distribusi air di antara petani. Setiap petani mendapatkan jatah air yang sama. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Selain mengatur air, sistem ini juga mengatur kehidupan budaya dan sosial masyarakat Bali.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem ini sudah diterapkan selama berabad-abad. Bahkan, masih diterapkan dengan baik sampai sekarang. Hal ini menunjukkan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya air dan pertanian. Pariwisata yang berkembang di Bali sangat bergantung dengan kearifan lokal dan keindahan alam yang dijaga oleh sistem Subak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem ini memastikan bahwa sumber daya air dikelola secara berkelanjutan. Sehingga, dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. Gotong royong dan kerja sama merupakan kunci keberhasilan dari penerapan sistem Subak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem Subak memastikan ketersediaan air untuk pertanian. Pengelolaan air yang baik dapat menjaga tanah tetap subur. Sistem ini juga mendukung produksi pangan lokal yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mencegah erosi. Selain itu, keindahan sawah terasering dengan sistem Subak juga menjadi daya tarik wisata yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah-kebudayaan-islam\/\">Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia dan Proses Masuk<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Sistem_Mata_Pencaharian_Lokal\"><\/span>6. Sistem Mata Pencaharian Lokal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di Indonesia, ada banyak masyarakat yang memiliki sistem mata pencaharian yang berkelanjutan. Contohnya, nelayan yang memakai alat tangkap tradisional dan petani yang menggunakan cara organik untuk mengolah lahannya. Sistem ini umumnya lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan daripada praktik modern yang intensif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Penerapan_Prinsip_Gotong_Royong\"><\/span>7. Penerapan Prinsip Gotong Royong<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh nilai sosial yang berkelanjutan adalah prinsip gotong royong. Gotong royong dapat diterapkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan bersama. Nilai ini sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Prinsip ini cocok diterapkan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah Indonesia adalah perubahan yang kompleks. Hal ini menggambarkan keberagaman budaya. Dalam sejarah, konsep tersebut memberikan pengetahuan yang luas tentang sejarah.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep tersebut membantu kita memahami kaitan antara masa lampau, masa sekarang, dan masa mendatang. Agar lebih paham, kamu bisa membeli <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/product-category\/sejarah\/\"><strong>Buku Sejarah<\/strong><\/a> di Deepublish Store yang sangat lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Artikel pertama kali ditulis oleh\u00a0Muhammad Luqman Hakim, kemudian diperbarui pada 30 Juli 2025<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>The Asian Parent. https:\/\/id.theasianparent.com\/aa000026-contoh-perubahan-dan-keberlanjutan-dalam-sejarah-indonesia diakses pada 24 Desember 2024<\/p>\n\n\n\n<p>M, Mariana. (2020). Perubahan dan Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kompas. https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2023\/04\/18\/130000279\/konsep-keberlanjutan-dalam-sejarah diakses pada 24 Desember 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Detik. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-7108264\/mengapa-peristiwa-sejarah-merupakan-suatu-proses-berkelanjutan diakses pada 24 Desember 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Grid. https:\/\/intisari.grid.id\/read\/033960389\/mengapa-konsep-keberlanjutan-penting-dalam-studi-sejarah diakses pada 24 Desember 2024<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah merupakan ilmu mengenai asal-usul dan perkembangan masyarakat. Peristiwa sejarah adalah rangkaian peristiwa yang saling berkelanjutan. Masyarakat Indonesia telah mengalami banyak perubahan dan keberlanjutan. Keberlanjutan adalah rangkaian kejadian yang berkelanjutan. Dalam sejarah, keberlanjutan adalah rangkaian peristiwa di masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang yang saling berhubungan. Kehidupan di masa lalu berpengaruh terhadap kehidupan di &#8230; <a title=\"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":92375,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1343],"tags":[135],"class_list":["post-92374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"kamu bisa mempelajari contoh keberlanjutan dalam sejarah indonesia, dari tradisi gotong royong hingga sistem subak di bali\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"kamu bisa mempelajari contoh keberlanjutan dalam sejarah indonesia, dari tradisi gotong royong hingga sistem subak di bali\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-30T04:19:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-30T04:19:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia - Deepublish Store","description":"kamu bisa mempelajari contoh keberlanjutan dalam sejarah indonesia, dari tradisi gotong royong hingga sistem subak di bali","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia - Deepublish Store","og_description":"kamu bisa mempelajari contoh keberlanjutan dalam sejarah indonesia, dari tradisi gotong royong hingga sistem subak di bali","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2025-07-30T04:19:17+00:00","article_modified_time":"2025-07-30T04:19:19+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Luqman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Luqman Hakim","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia","datePublished":"2025-07-30T04:19:17+00:00","dateModified":"2025-07-30T04:19:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/"},"wordCount":1170,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah.webp","keywords":["sejarah"],"articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/","name":"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah.webp","datePublished":"2025-07-30T04:19:17+00:00","dateModified":"2025-07-30T04:19:19+00:00","description":"kamu bisa mempelajari contoh keberlanjutan dalam sejarah indonesia, dari tradisi gotong royong hingga sistem subak di bali","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah.webp","width":900,"height":500,"caption":"contoh keberlanjutan dalam sejarah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/sejarah\/contoh-keberlanjutan-dalam-sejarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/sejarah\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"7 Contoh Keberlanjutan dalam Sejarah Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"views":8937,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92374"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93644,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92374\/revisions\/93644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}