{"id":93707,"date":"2025-08-07T14:29:45","date_gmt":"2025-08-07T07:29:45","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?p=93707"},"modified":"2025-08-07T14:29:48","modified_gmt":"2025-08-07T07:29:48","slug":"cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/","title":{"rendered":"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar"},"content":{"rendered":"\n<p>Salah satu tahapan dalam kegiatan penelitian adalah menyusun kerangka konsep penelitian. Kerangka ini membantu memahami dan menentukan hubungan setiap variabel yang diteliti. Sehingga memberi arah yang jelas, fokus penelitian akan kemana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami apa itu kerangka konsep, fungsinya apa dalam penelitian, dan bagaimana proses menyusunnya. Tentu menjadi hal penting untuk dikuasai oleh seorang akademisi dan peneliti. Berikut informasinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69cff82eb8afc\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69cff82eb8afc\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#Pengertian_Kerangka_Konsep_Penelitian\" >Pengertian Kerangka Konsep Penelitian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#Fungsi_Kerangka_Konsep_Penelitian\" >Fungsi Kerangka Konsep Penelitian<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#1_Menjadi_Dasar_dalam_Perumusan_Hipotesis\" >1. Menjadi Dasar dalam Perumusan Hipotesis\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#2_Membantu_Menentukan_Desain_Penelitian\" >2. Membantu Menentukan Desain Penelitian\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#3_Menjadi_Dasar_dalam_Menyusun_Instrumen_Penelitian\" >3. Menjadi Dasar dalam Menyusun Instrumen Penelitian\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#4_Memberi_Kemudahan_dalam_Tahap_Analisis_Data\" >4. Memberi Kemudahan dalam Tahap Analisis Data\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#5_Membantu_Menentukan_Arah_dan_Fokus_Utama_Penelitian\" >5. Membantu Menentukan Arah dan Fokus Utama Penelitian\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#Cara_Menyusun_Kerangka_Konsep_Penelitian\" >Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#1_Menentukan_Topik_Penelitian\" >1. Menentukan Topik Penelitian\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#2_Melakukan_Literature_Review\" >2. Melakukan Literature Review\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#3_Menentukan_Variabel_Penelitian\" >3. Menentukan Variabel Penelitian\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#4_Memahami_Hubungan_Antar_Variabel_Penelitian\" >4. Memahami Hubungan Antar Variabel Penelitian\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#5_Membuat_Diagram_Kerangka_Konsep_Penelitian\" >5. Membuat Diagram Kerangka Konsep Penelitian\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#Contoh_Kerangka_Konsep_Penelitian\" >Contoh Kerangka Konsep Penelitian<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#1_Pengaruh_Penggunaan_Media_Sosial_terhadap_Prestasi_Akademik_Siswa\" >1. Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Prestasi Akademik Siswa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#2_Hubungan_Stres_Akademik_dengan_Kualitas_Tidur_Mahasiswa\" >2. Hubungan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#3_Pengaruh_Gaya_Kepemimpinan_terhadap_Kinerja_Karyawan_melalui_Motivasi_Kerja\" >3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#4_Pengaruh_Pembelajaran_Daring_terhadap_Hasil_Belajar_dengan_Kedisiplinan_sebagai_Moderator\" >4. Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Hasil Belajar dengan Kedisiplinan sebagai Moderator<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#5_Hubungan_Dukungan_Orang_Tua_dengan_Kepercayaan_Diri_Siswa_SMP\" >5. Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa SMP<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kerangka_Konsep_Penelitian\"><\/span>Pengertian Kerangka Konsep Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa itu kerangka konsep penelitian?<em> <\/em>kerangka konsep penelitian <strong>adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainya dari masalah yang ingin diteliti<\/strong>. Konsep dalam definisi ini mengacu pada variabel penelitian. Dimana dalam suatu penelitian setidaknya ada dua atau lebih variabel yang diteliti<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga kerangka konsep membantu memahami variabel apa saja dalam penelitian dan seperti apa hubungan yang terbentuk.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, seorang peneliti ingin meneliti hubungan antara media sosial dengan prestasi akademik siswa sekolah. Dalam penelitian ini akan didapati beberapa variabel seperti intensitas penggunaan media sosial dan prestasi akademik siswa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga penelitian akan meneliti apakah semakin tinggi intensitas pengguna media sosial bisa berdampak pada turunnya prestasi akademik siswa. Begitu juga sebaliknya, ketika intensitas dibuat sedang atau sangat rendah (jarang membuka media sosial).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Kerangka_Konsep_Penelitian\"><\/span>Fungsi Kerangka Konsep Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menyusun kerangka konsep penelitian biasanya dilakukan setelah peneliti menentukan topik penelitian dan melakukan literature review. Sehingga, kerangka konsep yang disusun bukan untuk tujuan iseng tanpa makna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan menjadi salah satu tahapan yang wajib dilalui peneliti dalam kegiatan penelitian. Hal ini berkaitan dengan fungsi dari kerangka konsep itu sendiri. Diantaranya adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menjadi_Dasar_dalam_Perumusan_Hipotesis\"><\/span>1. Menjadi Dasar dalam Perumusan Hipotesis\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Fungsi yang pertama dari kerangka konsep dalam penelitian adalah dijadikan dasar dalam merumuskan <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/pengertian-hipotesis\/\">hipotesis penelitian<\/a>. Pada penelitian kuantitatif, peneliti memiliki kebutuhan untuk merumuskan hipotesis atau dugaan atau jawaban sementara.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Kerangka konsep bisa membantu merumuskan hipotesis, bahkan dijadikan dasar. Sebab di dalam kerangka ini akan menjelaskan semua variabel penelitian. Kemudian bagaimana hubungannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga bisa menjadi peta jalan dalam merumuskan hipotesis. Misalnya seperti contoh sebelumnya, hubungan antara variabel intensitas penggunaan media sosial dengan prestasi akademik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Membantu_Menentukan_Desain_Penelitian\"><\/span>2. Membantu Menentukan Desain Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Fungsi yang kedua dari kerangka konsep penelitian adalah membantu menentukan desain penelitian. Desain penelitian bisa dipahami sebagai kerangka kerja yang menjelaskan tahapan kegiatan penelitian secara keseluruhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kerangka konsep yang disusun bisa membantu menentukan desain penelitian yang paling tepat. Sebab memberi informasi mengenai jenis variabel yang akan diteliti dan bagaimana hubungannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menjadi_Dasar_dalam_Menyusun_Instrumen_Penelitian\"><\/span>3. Menjadi Dasar dalam Menyusun Instrumen Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Kerangka konsep penelitian juga berfungsi sebagai dasar dalam menentukan dan menyusun <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/instrumen-penelitian\/\">instrumen penelitian<\/a>. Instrumen penelitian sendiri dipahami sebagai alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>Alat penelitian bisa berupa semua peralatan yang digunakan untuk mengumpulkan data sampai analisis data. Misalnya, mengumpulkan data dengan membagikan kuesioner. Maka kuesioner inilah yang termasuk instrumen penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kerangka konsep dalam penelitian bisa membantu menyusun instrumen penelitian dengan rinci. Sebab kerangka ini menginformasikan variabel apa saja dalam penelitian. Sehingga jelas, sumber data darimana dan siapa narasumbernya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Memberi_Kemudahan_dalam_Tahap_Analisis_Data\"><\/span>4. Memberi Kemudahan dalam Tahap Analisis Data\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Fungsi yang keempat dari kerangka konsep penelitian adalah menjadi dasar dalam proses analisis data. Setelah pengumpulan data penelitian selesai dilakukan. Maka peneliti akan segera melakukan proses analisis untuk ditarik kesimpulan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Analisis data bisa mengacu pada kerangka konsep. Yakni untuk menentukan data apa saja yang perlu dianalisis, teknik analisis data apa yang paling tepat untuk digunakan, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Membantu_Menentukan_Arah_dan_Fokus_Utama_Penelitian\"><\/span>5. Membantu Menentukan Arah dan Fokus Utama Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Kerangka konsep di dalam kegiatan penelitian juga berfungsi untuk menentukan arah dan fokus utama penelitian. Peneliti tentu sudah memilih topik untuk diteliti. Namun, topik ini bisa memiliki aspek yang sangat luas untuk diteliti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, peneliti perlu menentukan batasan masalah. <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/kerangka-konsep\/\">Kerangka konsep penelitian<\/a> membantu menentukan batasan masalah. Sebab mengacu pada variabel apa saja yang perlu diteliti agar mencapai tujuan penelitian.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga variabel di dalam kerangka konsep ini akan menjadi fokus utama penelitian. Penelitian menjadi lebih terarah, terfokus, dan tidak melebar ke hal-hal lain berkaitan dengan topik yang diteliti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menyusun_Kerangka_Konsep_Penelitian\"><\/span>Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami apa itu kerangka konsep penelitian dan fungsinya. Maka perlu mengetahui juga bagaimana proses menyusun kerangka konsep tersebut. Setidaknya ada 5 tahapan yang perlu dilalui peneliti. Berikut penjelasannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menentukan_Topik_Penelitian\"><\/span>1. Menentukan Topik Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Tahap yang pertama dalam tata cara menyusun kerangka konsep pada penelitian adalah menentukan dulu topik yang akan diteliti. Topik dalam penelitian bisa berupa pertanyaan yang harus dijawab atau masalah yang harus diteliti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tergantung dari jenis penelitian yang akan dilakukan. Apakah penelitian dasar, penelitian terapan, atau penelitian pengembangan. Kemudian, apakah penelitian kualitatif atau penelitian kuantitatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Melakukan_Literature_Review\"><\/span>2. Melakukan Literature Review\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Jika topik penelitian sudah ditentukan. Maka tahap kedua di dalam tata cara menyusun kerangka konsep penelitian adalah melakukan literature review. Artinya, ada proses mencari referensi ilmiah, membaca, dan menggunakannya sebagai sumber.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Literature review membantu memahami topik yang diteliti, menemukan research gap, dan lain sebagainya. Pada tahap ini, peneliti yang sudah memahami topik bisa menentukan atau mengetahui variabel apa saja yang relevan untuk diteliti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menentukan_Variabel_Penelitian\"><\/span>3. Menentukan Variabel Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Sesuai penjelasan di poin sebelumnya, literature review bisa membantu peneliti menentukan variabel penelitian. Sebab dari topik, kemudian bisa memahami topik tersebut. Sehingga bisa mengetahui apa saja yang berkaitan dengan topik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Variabel ini disesuaikan dengan teori-teori yang ditemukan selama literature review dilakukan. Kemudian juga mengacu pada data-data yang didapatkan dari penelitian terdahulu. Secara umum, penelitian membutuhkan setidaknya dua variabel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Memahami_Hubungan_Antar_Variabel_Penelitian\"><\/span>4. Memahami Hubungan Antar Variabel Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Jika variabel penelitian sudah ditentukan. Maka tahap berikutnya adalah memahami hubungan variabel tersebut. Hubungan variabel disini bisa berupa model sebab akibat, bisa juga hubungan korelatif, hubungan simetris, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/pengertian-variabel-penelitian\/\"><strong>variabel penelitian<\/strong><\/a> adalah media sosial dan prestasi akademik. Maka hubungan variabel tersebut bisa sebab akibat. Sebab, semakins ering memakai media sosial semakin jarang siswa belajar. Sehingga prestasi akademiknya menurun.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Membuat_Diagram_Kerangka_Konsep_Penelitian\"><\/span>5. Membuat Diagram Kerangka Konsep Penelitian\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Tahap terakhir dalam menyusun kerangka konsep penelitian dalam membuat diagram. Bisa pula disebut sebagai proses visualisasi terhadap semua variabel penelitian dan hubungannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berhubung setiap variabel dalam penelitian memiliki hubungan. Entah sebab akibat, korelatif, dll. Maka visualisasi biasanya dalam bentuk diagram. Namun, sebelum divisualisasikan bisa dibuat dulu coretan kasarnya di buku catatan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baru kemudian menggunakan suatu software, misalnya MS Word atau Canva untuk membuat diagram yang menjelaskan kerangka konsep pada penelitian yang dilakukan. Sehingga lebih rapi, jelas, dan juga lebih mudah dipahami orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kerangka_Konsep_Penelitian\"><\/span>Contoh Kerangka Konsep Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Membantu dalam menyusun kerangka konsep penelitian yang akan dilakukan. Maka berikut beberapa contoh untuk berbagai topik penelitian:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengaruh_Penggunaan_Media_Sosial_terhadap_Prestasi_Akademik_Siswa\"><\/span>1. Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Prestasi Akademik Siswa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Penelitian ini mengkaji pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap prestasi akademik siswa. Semakin tinggi frekuensi dan durasi siswa menggunakan media sosial, dikhawatirkan akan mengganggu waktu belajar mereka, sehingga menurunkan prestasi akademik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika digunakan secara positif, media sosial juga dapat mendukung kegiatan belajar. Oleh karena itu, variabel independen dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan media sosial, dan variabel dependennya adalah prestasi akademik siswa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Hubungan_Stres_Akademik_dengan_Kualitas_Tidur_Mahasiswa\"><\/span>2. Hubungan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa. Stres yang tinggi akibat tugas, ujian, dan tekanan akademik diduga berdampak pada terganggunya pola dan kualitas tidur mahasiswa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, stres akademik diposisikan sebagai variabel bebas, sementara kualitas tidur merupakan variabel terikat. Penelitian ini bersifat korelasional, tanpa menguji sebab-akibat langsung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pengaruh_Gaya_Kepemimpinan_terhadap_Kinerja_Karyawan_melalui_Motivasi_Kerja\"><\/span>3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Penelitian ini mempelajari bagaimana gaya kepemimpinan mempengaruhi kinerja karyawan, dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Gaya kepemimpinan yang baik diyakini dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dimana yang pada gilirannya berdampak positif terhadap kinerja mereka. Dalam penelitian ini, gaya kepemimpinan merupakan variabel independen, motivasi kerja sebagai mediator, dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pengaruh_Pembelajaran_Daring_terhadap_Hasil_Belajar_dengan_Kedisiplinan_sebagai_Moderator\"><\/span>4. Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Hasil Belajar dengan Kedisiplinan sebagai Moderator<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Penelitian ini mengkaji pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa, dengan kedisiplinan sebagai variabel moderator. Di era digital, pembelajaran daring menjadi metode utama, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kedisiplinan siswa dalam mengelola waktu dan tugas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Variabel independennya adalah pembelajaran daring, hasil belajar sebagai variabel dependen, dan kedisiplinan berfungsi sebagai variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan keduanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Hubungan_Dukungan_Orang_Tua_dengan_Kepercayaan_Diri_Siswa_SMP\"><\/span>5. Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa SMP<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan tingkat kepercayaan diri siswa SMP. Dukungan berupa perhatian, motivasi, dan bimbingan dari orang tua diyakini dapat membantu membentuk rasa percaya diri anak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Khususnya rasa percaya diri anak dalam kegiatan belajar maupun bersosialisasi. Dalam penelitian ini, dukungan orang tua merupakan variabel bebas, dan kepercayaan diri siswa sebagai variabel terikat.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/produk\/buku-teknik-penulisan-karya-ilmiah\/?srsltid=AfmBOoqE3F4xY6bHheRnb01LmkFhzBNwPvGqLFF2ynQuywJSNYP3i7z2\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"857\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/teknik-penulisan-karya-ilmiah-2.webp\" alt=\"teknik penulisan karya ilmiah\" class=\"wp-image-93357\" style=\"width:250px\" srcset=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/teknik-penulisan-karya-ilmiah-2.webp 600w, https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/teknik-penulisan-karya-ilmiah-2-210x300.webp 210w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\"><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/produk\/buku-teknik-penulisan-karya-ilmiah\/?srsltid=AfmBOoqE3F4xY6bHheRnb01LmkFhzBNwPvGqLFF2ynQuywJSNYP3i7z2\"><strong>BELI DISINI<\/strong><\/a><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Itulah artikel dari <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/\"><strong>Deepublish Store<\/strong><\/a> beberapa contoh dari penyusunan kerangka konsep penelitian yang mengusung sejumlah topik. Jadi, bisa dipahami bahwa isi dari kerangka konsep adalah variabel penelitian dan bagaimana hubungannya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jangan ragu untuk memahami apa itu kerangka konsep penelitian dan memperbanyak studi literatur. Sehingga bisa mengetahui kerangka konsep dari penelitian terdahulu. Sebab biasanya kerangka konsep ini akan dicantumkan pada proposal, laporan penelitian, dan publikasi yang menjadi luaran penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Repository Universitas Pasundan (UNPAS). (n.d). <em>Bab II Landasan Teori<\/em>. <\/li>\n\n\n\n<li>Wibowo, A. (2025). <em>Kerangka Konsep Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya<\/em>. Diakses pada 1 Agustus 2025 <\/li>\n\n\n\n<li>Tabita, N. (2025). <em>Pengertian dan Fungsi Kerangka Konseptual Skripsi : Apa Pentingnya?<\/em> Diakses pada 1 Agustus 2025 <\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu tahapan dalam kegiatan penelitian adalah menyusun kerangka konsep penelitian. Kerangka ini membantu memahami dan menentukan hubungan setiap variabel yang diteliti. Sehingga memberi arah yang jelas, fokus penelitian akan kemana.&nbsp; Memahami apa itu kerangka konsep, fungsinya apa dalam penelitian, dan bagaimana proses menyusunnya. Tentu menjadi hal penting untuk dikuasai oleh seorang akademisi dan peneliti. &#8230; <a title=\"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":93710,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[928],"tags":[183],"class_list":["post-93707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian-skripsi","tag-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"berikut ini adalah cara menyusun kerangka konsep penlitian yang benar yang bisa kamu lakukan jika sedang menyusun karya ilmiah\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"berikut ini adalah cara menyusun kerangka konsep penlitian yang benar yang bisa kamu lakukan jika sedang menyusun karya ilmiah\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T07:29:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-07T07:29:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar - Deepublish Store","description":"berikut ini adalah cara menyusun kerangka konsep penlitian yang benar yang bisa kamu lakukan jika sedang menyusun karya ilmiah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar - Deepublish Store","og_description":"berikut ini adalah cara menyusun kerangka konsep penlitian yang benar yang bisa kamu lakukan jika sedang menyusun karya ilmiah","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2025-08-07T07:29:45+00:00","article_modified_time":"2025-08-07T07:29:48+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Luqman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Luqman Hakim","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar","datePublished":"2025-08-07T07:29:45+00:00","dateModified":"2025-08-07T07:29:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/"},"wordCount":1485,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian.webp","keywords":["Penelitian"],"articleSection":["Penelitian dan Skripsi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/","name":"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian.webp","datePublished":"2025-08-07T07:29:45+00:00","dateModified":"2025-08-07T07:29:48+00:00","description":"berikut ini adalah cara menyusun kerangka konsep penlitian yang benar yang bisa kamu lakukan jika sedang menyusun karya ilmiah","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian.webp","width":900,"height":500,"caption":"cara menyusun kerangka konsep penelitian"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-konsep-penelitian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian dan Skripsi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/penelitian-skripsi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Cara Menyusun Kerangka Konsep Penelitian yang Benar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"views":1513,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93707"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93711,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93707\/revisions\/93711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}