{"id":93718,"date":"2025-08-11T11:28:55","date_gmt":"2025-08-11T04:28:55","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?p=93718"},"modified":"2025-08-11T11:28:58","modified_gmt":"2025-08-11T04:28:58","slug":"cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/","title":{"rendered":"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu cara dalam memastikan susunan karya tulis ilmiah logis sesuai logika keilmuan, adalah dengan memahami cara menyusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir akan membantu penulis menentukan alur penyampaian isi karya tulis ilmiah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerangka ini nantinya bisa dijadikan panduan atau dasar dalam menyusun kerangka tulisan. Sehingga alur logika sudah jelas dari awal dan memastikan karya tulis yang dibuat mudah dipahami oleh para pembaca.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, belum banyak yang memahami betul bagaimana menyusun kerangka berpikir tersebut. Hal ini tentu bisa menjadi hambatan dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Jadi, seperti apa tata caranya? Berikut informasinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a27d0de538e0\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a27d0de538e0\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#Pengertian_Kerangka_Berpikir\" >Pengertian Kerangka Berpikir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#Jenis_Kerangka_Berpikir\" >Jenis Kerangka Berpikir<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#1_Kerangka_Berpikir_Teoritis\" >1. Kerangka Berpikir Teoritis&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#2_Kerangka_Berpikir_Operasional\" >2. Kerangka Berpikir Operasional&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#3_Kerangka_Berpikir_Konseptual\" >3. Kerangka Berpikir Konseptual&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#Cara_Membuat_Kerangka_Berpikir\" >Cara Membuat Kerangka Berpikir<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#1_Mengidentifikasi_Topik_Penelitian\" >1. Mengidentifikasi Topik Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#2_Mengidentifikasi_Variabel_Penelitian\" >2. Mengidentifikasi Variabel Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#3_Mencari_Tahu_Hubungan_Setiap_Variabel_Penelitian\" >3. Mencari Tahu Hubungan Setiap Variabel Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#4_Melakukan_Studi_Pustaka\" >4. Melakukan Studi Pustaka&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#5_Membuat_Argumen_yang_Bersifat_Teoritis\" >5. Membuat Argumen yang Bersifat Teoritis&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#6_Membuat_Kesimpulan\" >6. Membuat Kesimpulan&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#7_Visualisasi_Kerangka_Berpikir\" >7. Visualisasi Kerangka Berpikir&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#Contoh_Kerangka_Berpikir\" >Contoh Kerangka Berpikir<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#1_Contoh_Kerangka_Berpikir_1\" >1. Contoh Kerangka Berpikir 1<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#2_Contoh_Kerangka_Berpikir_2\" >2. Contoh Kerangka Berpikir 2<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kerangka_Berpikir\"><\/span>Pengertian Kerangka Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memahami bagaimana cara menyusun kerangka berpikir, maka dibahas dulu definisinya. Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kerangka berpikir <strong>adalah dasar penelitian yang mencakup penggabungan teori, observasi, fakta, serta kajian pustaka yang dijadikan landasan dalam penyusunan karya tulis ilmiah<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, dikutip dari <em>Sampoerna University<\/em>, kerangka berpikir didefinisikan sebagai dasar pemikiran yang mencakup penggabungan antara teori, fakta, observasi, serta kajian pustaka, yang nantinya dijadikan landasan dalam melakukan menulis karya tulis ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, kerangka berpikir bisa dipahami sebagai dasar pemikiran atau alur logis dan sistematis dalam menjelaskan penelitian yang dilakukan. Dalam prosesnya, peneliti akan menggabungkan antara teori dengan fakta. Kemudian melakukan observasi pengumpulan data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Kerangka_Berpikir\"><\/span>Jenis Kerangka Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendukung proses menyusun kerangka berpikir, maka selain memahami tata cara menyusun kerangka berpikir seperti apa. Juga perlu mengetahui jenis-jenisnya. Sebab jenis kerangka berpikir yang berbeda, akan memberikan paragraf narasi atau deskripsi yang berbeda juga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, jenis-jenis kerangka berpikir terbagi menjadi tiga sesuai penjelasan sekilas sebelumnya. Yakni kerangka berpikir teoritis, operasional, dan konseptual. Berikut penjelasannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kerangka_Berpikir_Teoritis\"><\/span>1. Kerangka Berpikir Teoritis&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis kerangka berpikir yang pertama adalah kerangka berpikir teoritis. Yaitu kerangka berpikir yang digunakan untuk menguraikan teori yang digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan peristiwa atau tahapan dalam penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada jenis ini, peneliti akan menjelaskan berbagai teori yang relevan dengan topik penelitian dan merupakan hasil dari studi pustaka. Sehingga teori-teori yang dikemukakan para ahli dan temuan penelitian terdahulu akan dipaparkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kerangka_Berpikir_Operasional\"><\/span>2. Kerangka Berpikir Operasional&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis yang kedua dalam kerangka berpikir operasional. Yaitu kerangka berpikir yang digunakan untuk menjelaskan variabel yang dipilih sesuai dengan topik penelitian. Secara sederhana, pada jenis ini berisi penjelasan variabel-variabel penelitian disertai penjelasan bagaimana variabel tersebut diukur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, berbeda dengan kerangka berpikir teoritis yang menjelaskan teori-teori yang berkaitan dan menjadi dasar kegiatan penelitian. Pada jenis operasional, akan menjelaskan berbagai variabel yang diteliti dan bagaimana cara mengukurnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara mengukur yang dimaksud disini bisa dipahami sebagai teknik pengumpulan data. Misalnya, peneliti ingin mengetahui variabel keinginan belajar matematika siswa SD. Maka alat ukur yang digunakan adalah membagikan kuesioner kepada siswa SD yang menjadi sampel penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kerangka_Berpikir_Konseptual\"><\/span>3. Kerangka Berpikir Konseptual&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis yang ketiga atau yang terakhir adalah kerangka berpikir konseptual. Yaitu kerangka berpikir yang menjelaskan alur pemikiran terkait satu konsep dengan konsep lainnya untuk memberikan gambaran asumsi terkait dengan variabel yang diteliti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, kerangka berpikir konseptual merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan hubungan suatu konsep dengan variabel-variabel penelitian. Sebagai contoh dalam penelitian berjudul \u201cPengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Mediasi\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_Kerangka_Berpikir\"><\/span>Cara Membuat Kerangka Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami apa itu kerangka berpikir dan jenis-jenisnya. Maka tentu perlu segera memahami tata cara menyusun kerangka berpikir tersebut. Sehingga bisa segera menyusun kerangka proposal penelitian dan melaksanakan kegiatan penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penyusunan kerangka berpikir, setidaknya ada 7 tahapan yang perlu dilakukan para peneliti. Berikut detail penjelasannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengidentifikasi_Topik_Penelitian\"><\/span>1. Mengidentifikasi Topik Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap pertama dalam menyusun kerangka berpikir adalah menentukan dulu topik penelitian. Yakni menentukan apa yang akan diteliti sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/topik-penelitian\/\">Topik penelitian<\/a> bisa berupa masalah yang diusahakan dicari solusinya melalui penelitian. Bisa juga dalam bentuk pertanyaan, yang perlu dijawab peneliti sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengidentifikasi_Variabel_Penelitian\"><\/span>2. Mengidentifikasi Variabel Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika topik penelitian sudah ditentukan, maka tahap kedua dalam menyusun kerangka berpikir adalah mengidentifikasi variabel penelitian. Secara umum, variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari atau diteliti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada penelitian kuantitatif, maka peneliti perlu menentukan mana yang variabel independen dan mana yang dependen. Misalnya untuk judul penelitian \u201cPengaruh Metode Pembelajaran Jarak Jauh terhadap Hasil Belajar Siswa SMP\u201d maka variabelnya adalah sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>X (Independen): Metode Pembelajaran Jarak Jauh (sinkron, asinkron, blended)<\/li>\n\n\n\n<li>Y (Dependen): Hasil Belajar Siswa (nilai ulangan, nilai raport)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara pada penelitian kualitatif, peneliti perlu menentukan fokus fenomena yang akan diteliti atau dianalisis. Misalnya, untuk judul penelitian \u201cPengalaman Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh selama Pandemi\u201d. Maka fokus penelitiannya antara lain:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Persepsi siswa terhadap metode Pembelajaran Jarak Jauh (Pembelajaran Daring)&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pengalaman positif dan negatif selama proses belajar<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor yang mempengaruhi kenyamanan belajar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mencari_Tahu_Hubungan_Setiap_Variabel_Penelitian\"><\/span>3. Mencari Tahu Hubungan Setiap Variabel Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap ketiga dalam tata cara menyusun kerangka berpikir adalah mencari tahu hubungan setiap <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/pengertian-variabel-penelitian\/\">variabel penelitian<\/a> yang sudah ditentukan di tahap sebelumnya. Secara umum, penelitian akan memiliki minimal dua variabel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, hubungannya bisa sangat beragam. Mulai dari hubungan sebab akibat, dimana variabel Y bisa menyebabkan variabel X. Contohnya dalam penelitian berjudul \u201cPengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial pada Prestasi Akademik Mahasiswa\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka intensitas penggunaan media sosial yang tinggi atau rendah, bisa memicu dampak (akibat) pada prestasi akademik mahasiswa. Dimana secara teori dipahami, penggunaan media sosial berlebihan bisa menurunkan prestasi akademik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Melakukan_Studi_Pustaka\"><\/span>4. Melakukan Studi Pustaka&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menentukan variabel penelitian dan apa hubungan kedua variabel atau lebih yang diteliti. Maka tahap yang keempat dalam cara menyusun kerangka berpikir adalah melakukan studi pustaka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tahap ini, para peneliti bisa mulai mencari sumber literatur untuk mencari maupun mengumpulkan teori-teori yang relevan. Khususnya teori-teori yang relevan dengan topik dan berbagai variabel penelitian yang sudah ditentukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Membuat_Argumen_yang_Bersifat_Teoritis\"><\/span>5. Membuat Argumen yang Bersifat Teoritis&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap yang kelima adalah mulai membuat argumen yang bersifat teoritis. Sesuai dengan definisi dari kerangka berpikir yang menjelaskan alur logika jalannya kegiatan penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka bisa dimulai dengan menjelaskan&nbsp; teori yang mendasari penelitian, kemudian menjelaskan kondisi aktual di lapangan, disusul dengan menjelaskan jalannya kegiatan penelitian atau rencana penelitian yang dimiliki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Membuat_Kesimpulan\"><\/span>6. Membuat Kesimpulan&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap selanjutnya adalah membuat kesimpulan. Jadi setelah membahas seluruh teori yang mendasari variabel yang diteliti sesuai hasil studi pustaka. Maka dibuat kesimpulan yang memberi penjelasan hasil studi pustaka yang mendasari argumen yang dipaparkan. Sebagai kesimpulan, tentunya perlu disusun seringkas mungkin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Visualisasi_Kerangka_Berpikir\"><\/span>7. Visualisasi Kerangka Berpikir&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap ketujuh dan merupakan tahap terakhir di dalam tata cara menyusun kerangka berpikir adalah visualisasi. Kerangka berpikir sekali lagi, bisa disajikan peneliti dalam bentuk teks. Bisa paragraf narasi, bisa juga paragraf deskripsi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kebanyakan peneliti akan menambahkan visualisasi dari kerangka berpikir yang disusun. Bisa berbentuk flowchart, bisa juga berbentuk diagram. Bentuk dan jenis visualisasi bisa disesuaikan dengan software yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/contoh-proposal-penelitian-kuantitatif\/\">Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif Pendidikan BAB 1-3<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kerangka_Berpikir\"><\/span>Contoh Kerangka Berpikir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi para peneliti maupun akademisi (dosen dan mahasiswa) yang akan menerapkan detail tata cara menyusun kerangka berpikir yang dijelaskan sebelumnya. Maka untuk memberi kemudahan lebih, berikut beberapa contoh yang bisa dipelajari:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Contoh_Kerangka_Berpikir_1\"><\/span>1. Contoh Kerangka Berpikir 1<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Judul penelitian: Pembelajaran Merancang sebuah Proposal Karya Ilmiah dengan Menggunakan Metode Think-Talk-Write di kelas XI SMAN 1 Jampangkulon<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerangka berpikir:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerangka pemikiran merupakan rancangan atau pola pikir yang menjelaskan hubungan antara variabel atau permasalahan yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan untuk dianalisis dan dipecahkan sehingga dapat di rumuskan sebuah hipotesis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI saat ini menghadapi beberapa permasalahan. Guru cenderung kurang kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi, serta masih menerapkan metode pembelajaran yang bersifat pasif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini menyebabkan peserta didik tidak terlibat aktif dalam proses belajar, khususnya dalam keterampilan berpikir kritis dan menulis. Akibatnya, peserta didik kurang tertarik dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terutama dalam hal pembelajaran menulis proposal karya ilmiah, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur dan teknis penulisannya. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan guru masih terbatas dan kurang bervariasi, sehingga suasana belajar menjadi kurang menarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengatasi hal tersebut, guru perlu menciptakan strategi pembelajaran yang aktif dan kreatif agar dapat meningkatkan keterampilan peserta didik, khususnya dalam merancang proposal karya ilmiah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu alternatif strategi yang dapat diterapkan adalah metode Think-Talk-Write (TTW). Metode ini memungkinkan siswa untuk berpikir terlebih dahulu, mendiskusikannya secara lisan (talk), lalu menuliskan ide secara tertulis (write). Dengan pendekatan ini, siswa diajak untuk terlibat aktif dan termotivasi dalam proses belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diharapkan, melalui penerapan metode Think-Talk-Write, kemampuan peserta didik dalam memahami, menyusun, dan merancang proposal karya ilmiah dapat meningkat secara signifikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pembelajaran merancang proposal karya ilmiah dengan menggunakan metode Think-Talk-Write pada siswa kelas XI SMAN 1 Jampangkulon.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXcs-ZUQuchzDzIGuV0xJE2niFoKLqsS-t-7Rqi2qXblzLpK68DicrKoQAueVm4pskZHbTZI1S85XD5c3RrmSt4cufwpkV5Qvug273G-qzfotiJNPkjpbiKDzCSvHSYwyvT-X0bgyw?key=S4i6LzErlEbN1OYNxDNczw\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>sumber: Repository Universitas Pasundan<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Contoh_Kerangka_Berpikir_2\"><\/span>2. Contoh Kerangka Berpikir 2<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Judul penelitian: Manajemen Wakaf Produktif Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerangka Berpikir:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerangka berfikir biasanya juga disebut kerangka konseptual. Kerangka berpikir merupakan uraian atau pernyataan mengenai kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasikan atau dirumuskan. Kerangka berpikir dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan manajemen wakaf produktif di Kantor Kementerian Agama kabupaten Kampar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakaf produktif merupakan salah satu model pengelolaan wakaf yang diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Agar pengelolaan wakaf produktif berjalan efektif, diperlukan sistem manajemen yang terstruktur dan terencana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen wakaf produktif mencakup empat unsur utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan merupakan tahap awal yang sangat penting untuk menentukan arah, tujuan, dan strategi pengelolaan wakaf. Dalam tahap ini, pihak pengelola perlu menyusun rencana pemanfaatan aset wakaf secara produktif berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, proses pengorganisasian dilakukan untuk membentuk struktur kelembagaan, pembagian tugas, serta pengaturan sumber daya manusia dalam pengelolaan wakaf. Organisasi yang baik akan menunjang efisiensi dan efektivitas kegiatan wakaf.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah struktur terbentuk, kegiatan masuk pada tahap pelaksanaan, yaitu realisasi program-program pemanfaatan wakaf, seperti pengelolaan aset wakaf menjadi usaha produktif (pertanian, perdagangan, pendidikan, dan lain-lain). Tahap ini menuntut profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas agar wakaf dapat memberi dampak yang nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, keberhasilan manajemen wakaf tidak terlepas dari proses pengawasan yang sistematis dan berkelanjutan. Pengawasan bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan sesuai dengan rencana, serta untuk mengidentifikasi kendala atau penyimpangan yang mungkin terjadi. Dengan adanya sistem pengawasan yang baik, pengelolaan wakaf produktif dapat berlangsung secara optimal, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXfM6FlJ8fzo1e-W73kxjl4ePXDBbTUXW3BHEk6VcvwXJlRkIsBIm_1pccsUodc3QeUfdeiYRZ8KVijYfLZVm1HcSPIJYL7YFFyErEm1JCGoSrvMh9tdLzty94yRqVPT_SGMCrUuDA?key=S4i6LzErlEbN1OYNxDNczw\" alt=\"\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>sumber: Repository Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah penjelasan dari <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/\"><strong>Deepublish Store<\/strong><\/a> secara rinci mengenai apa itu kerangka berpikir dan seperti apa cara menyusun kerangka berpikir yang baik dan benar. Setelah memahami hal ini, maka tentunya tidak ada kendala berarti saat menyusun kerangka berpikir untuk penelitian yang dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia<\/em> (Edisi daring). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. <a href=\"https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/\" rel=\"nofollow\">https:\/\/kbbi.kemdikbud.go.id\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Sampoerna University. (2022). <em>Kerangka Berpikir: Pengertian, Macam, dan Cara Membuatnya<\/em>. Diakses pada 4 Agustus 2025 dari <a href=\"https:\/\/www.sampoernauniversity.ac.id\/id\/news\/contoh-kerangka-berpikir\" rel=\"nofollow\">https:\/\/www.sampoernauniversity.ac.id\/id\/news\/contoh-kerangka-berpikir<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Repository Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim<em>.<\/em> (n.d). <em>Bab II Kajian Teori dan Kerangka Berpikir<\/em>. <a href=\"https:\/\/repository.uin-suska.ac.id\/15018\/7\/7.%20BAB%20II_201851MD.pdf\" rel=\"nofollow\">https:\/\/repository.uin-suska.ac.id\/15018\/7\/7.%20BAB%20II_201851MD.pdf<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Repository Universitas Pasundan. (n.d). <em>Bab II Kajian Teori dan Kerangka Berpikir<\/em>. http:\/\/repository.unpas.ac.id\/29899\/4\/BAB%20II.pdf (contoh)&nbsp;&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu cara dalam memastikan susunan karya tulis ilmiah logis sesuai logika keilmuan, adalah dengan memahami cara menyusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir akan membantu penulis menentukan alur penyampaian isi karya tulis ilmiah.&nbsp; Kerangka ini nantinya bisa dijadikan panduan atau dasar dalam menyusun kerangka tulisan. Sehingga alur logika sudah jelas dari awal dan memastikan karya tulis &#8230; <a title=\"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":93719,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[928],"tags":[183],"class_list":["post-93718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian-skripsi","tag-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"apa itu kerangka berpikir? berikut ini adalah pengertian serta cara menyusun kerangka berpikir penelitian yang benar\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"apa itu kerangka berpikir? berikut ini adalah pengertian serta cara menyusun kerangka berpikir penelitian yang benar\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-11T04:28:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-11T04:28:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian - Deepublish Store","description":"apa itu kerangka berpikir? berikut ini adalah pengertian serta cara menyusun kerangka berpikir penelitian yang benar","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian - Deepublish Store","og_description":"apa itu kerangka berpikir? berikut ini adalah pengertian serta cara menyusun kerangka berpikir penelitian yang benar","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2025-08-11T04:28:55+00:00","article_modified_time":"2025-08-11T04:28:58+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Luqman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Luqman Hakim","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian","datePublished":"2025-08-11T04:28:55+00:00","dateModified":"2025-08-11T04:28:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/"},"wordCount":1806,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian.webp","keywords":["Penelitian"],"articleSection":["Penelitian dan Skripsi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/","name":"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian.webp","datePublished":"2025-08-11T04:28:55+00:00","dateModified":"2025-08-11T04:28:58+00:00","description":"apa itu kerangka berpikir? berikut ini adalah pengertian serta cara menyusun kerangka berpikir penelitian yang benar","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian.webp","width":900,"height":500,"caption":"cara menyusun kerangka berpikir penelitian"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/cara-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian dan Skripsi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/penelitian-skripsi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Cara Menyusun Kerangka Berpikir Penelitian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"views":13737,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93718"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93721,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93718\/revisions\/93721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}