{"id":93758,"date":"2025-10-21T08:45:47","date_gmt":"2025-10-21T01:45:47","guid":{"rendered":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?p=93758"},"modified":"2025-10-21T08:45:52","modified_gmt":"2025-10-21T01:45:52","slug":"perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/","title":{"rendered":"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi dosen dan mahasiswa maupun peneliti yang akan melakukan penelitian di bidang hukum. Tentunya sangat penting untuk memahami apa saja perbedaan penelitian normatif dan empiris.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua jenis pendekatan dalam penelitian ini memang umum diterapkan dalam penelitian di bidang hukum. Penelitian di bidang hukum bisa menggunakan pendekatan normatif saja, empiris saja, atau gabungan keduanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menentukan pendekatan apa yang perlu diterapkan, tentu perlu memahami kedua jenis pendekatan tersebut serta perbedaannya. Sehingga bisa diketahui kapan digunakan salah satunya atau digunakan keduanya sekaligus. Berikut informasinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_83 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a0b56a9be7ae\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a0b56a9be7ae\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Pengertian_Penelitian_Normatif\" >Pengertian Penelitian Normatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Pengertian_Penelitian_Empiris\" >Pengertian Penelitian Empiris<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Perbedaan_Penelitian_Normatif_dan_Empiris\" >Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#1_Fokus_Utama\" >1. Fokus Utama&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#2_Objek_yang_Dikaji\" >2. Objek yang Dikaji&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#3_Sumber_Data\" >3. Sumber Data&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#4_Metode_Penelitian\" >4. Metode Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#5_Tujuan_Penelitian\" >5. Tujuan Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#6_Dasar_Penelitian\" >6. Dasar Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#7_Dampak_Hasil_Penelitian\" >7. Dampak Hasil Penelitian&nbsp;<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Kelebihan_dan_Kekurangan_Penelitian_Normatif_Maupun_Empiris\" >Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Normatif Maupun Empiris&nbsp;<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Kelebihan_Penelitian_Normatif\" >Kelebihan Penelitian Normatif&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Kekurangan_Penelitian_Normatif\" >Kekurangan Penelitian Normatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Kelebihan_Penelitian_Empiris\" >Kelebihan Penelitian Empiris&nbsp;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#Kekurangan_Penelitian_Empiris\" >Kekurangan Penelitian Empiris<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Penelitian_Normatif\"><\/span>Pengertian Penelitian Normatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dikutip melalui <em>Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, <\/em>penelitian normatif <strong>adalah pendekatan penelitian yang fokus pada analisis teks peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, doktrin hukum, dan sumber hukum lainnya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, pendekatan normatif pada penelitian di bidang hukum akan fokus pada data-data tertulis. Misalnya pada Undang-Undang, Peraturan Pemerintah (PP), hasil penelitian, publikasi ilmiah dari jurnal maupun prosiding, ensiklopedia, majalah, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dari sumber data dalam pendekatan normatif, maka sumber data tersebut terbagi menjadi 3, yaitu sumber data primer, sekunder, dan tersier.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Penelitian_Empiris\"><\/span>Pengertian Penelitian Empiris<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, penelitian atau pendekatan empiris adalah pendekatan dalam penelitian yang didasarkan pada pengalaman nyata, observasi, atau data lapangan untuk menjawab pertanyaan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks penelitian di bidang hukum, <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/empiris-adalah\/\">penelitian empiris<\/a> <strong>adalah jenis penelitian hukum yang menggunakan data empiris atau data yang diperoleh melalui pengamatan atau pengukuran dalam situasi nyata (yang terjadi di lapangan)<\/strong>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui definisi ini, mungkin sudah memberi gambaran mengenai perbedaan penelitian normatif dan empiris. Dimana keduanya memiliki sumber data yang saling berkebalikan. Pada pendekatan normatif, mengacu pada data tertulis. Sementara pendekatan empiris, mengacu pada data aktual di lapangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Penelitian_Normatif_dan_Empiris\"><\/span>Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami apa itu penelitian normatif dan empiris. Maka perlu memahami juga beberapa aspek yang membedakan keduanya. Berikut adalah detail rincian perbedaan penelitian normatif dan empiris:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Fokus_Utama\"><\/span>1. Fokus Utama&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang menunjukan perbedaan antara pendekatan normatif dengan empiris adalah pada <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/fokus-penelitian\/\">fokus penelitian<\/a>. Fokus utama dari pendekatan normatif adalah sumber hukum tertulis yang idealnya berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk fokus utama dari pendekatan empiris adalah pada penerapan hukum dan aturan tertulis di lapangan. Dalam kondisi aktual, bisa jadi peraturan hukum tertulis tidak sepenuhnya dijalankan masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bisa juga terjadi sebaliknya. Dimana kondisi aktual di lapangan relevan dengan peraturan hukum tertulis. Yakni kondisi ketika masyarakat mematuhi hukum tertulis tersebut, baik ketika ada pengawasan maupun tidak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Objek_yang_Dikaji\"><\/span>2. Objek yang Dikaji&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aspek kedua yang menjadi perbedaan penelitian normatif dan empiris adalah objek yang dikaji. Pendekatan normatif yang fokus pada kondisi ideal, yakni hukum dan aturan tertulis akan mengkaji sumber-sumber hukum tertulis saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya isi dari UUD 1945, UU di dalam KUHP, Peraturan Pemerintah, Peraturan Pemerintah Daerah, dan lain sebagainya. Sehingga objek yang dikaji adalah pada teori dan konsep yang masih berbentuk tulisan (bukan dipraktekan).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, pada pendekatan empiris objek yang dikaji adalah perilaku, peristiwa, dan fenomena yang terjadi di lapangan. Sehingga data yang didapatkan diambil langsung dari lapangan. Baik itu hasil observasi, hasil wawancara dengan narasumber, dll.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sumber_Data\"><\/span>3. Sumber Data&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aspek ketiga yang menunjukan perbedaan penelitian normatif dan empiris adalah pada sumber data. Secara umum, sumber data pada pendekatan normatif adalah sumber data sekunder. Sebab mengacu pada data dari sumber tertulis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya hukum tertulis di dalam UU, UUD 1945, Peraturan Pemerintah, dan lain sebagainya. Dimana juga mencakup data tertulis dari publikasi ilmiah. Baik di dalam jurnal, prosiding, maupun buku-buku ilmiah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, di dalam pendekatan empiris sumber data adalah dari sumber primer. Seperti hasil observasi langsung di lapangan dan hasil wawancara dengan narasumber ahli atau narasumber kredibel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Metode_Penelitian\"><\/span>4. Metode Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dilihat dari aspek metode penelitian, nantinya juga akan ditemukan perbedaan penelitian normatif dan empiris. Pada penelitian normatif, metode penelitian atau metode pendekatannya adalah melalui studi pustaka atau literature review.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses pengumpulan data, peneliti akan fokus pada sumber-sumber tertulis. Baik itu sumber dari UU, UUD 1945, dan lain sebagainya. Sehingga berbagai sumber tertulis akan dibaca dan dipahami oleh peneliti secara teori bukan praktek.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan metode penelitian empiris adalah pada kegiatan pengumpulan data langsung di lapangan. Mulai dari melakukan observasi langsung di lapangan. Sampai melakukan wawancara dengan narasumber secara langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tujuan_Penelitian\"><\/span>5. Tujuan Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal kelima yang menunjukan adanya perbedaan penelitian normatif dan empiris adalah pada tujuan penelitian. Penelitian normatif yang fokus pada hasil studi pustaka. Tentunya bertujuan untuk memahami, menganalisis, atau menginterpretasikan norma hukum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan tujuan dari penelitian empiris adalah memahami hubungan antara norma hukum (sifatnya tertulis) dengan masyarakat. Dimana peneliti akan mencari tahu pemahaman dan tingkat kepatuhan masyarakat pada norma hukum tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga dalam penelitian empiris, bisa didapatkan data yang menunjukan suatu norma hukum berjalan baik atau tidak di lapangan. Kemudian hasil penelitian bisa merekomendasikan solusi jika memang banyak pelanggaran pada norma hukum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Dasar_Penelitian\"><\/span>6. Dasar Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aspek keenam yang menjadi perbedaan antara penelitian normatif dan empiris adalah dasar penelitian. Penelitian normatif biasanya bermula dari adanya peraturan atau hukum tertulis yang disahkan dan diterbitkan pemerintah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, peneliti perlu melakukan kajian pada hukum tertulis tersebut. Tujuannya untuk mempelajari dan memahami hukum tertulis tersebut mengatur apa, dampak yang diharapkan, dan sanksi bagi yang melanggar aturan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Dampak_Hasil_Penelitian\"><\/span>7. Dampak Hasil Penelitian&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hal terakhir yang menjadi perbedaan penelitian normatif dan empiris adalah pada dampak <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/hasil-penelitian\/\">hasil penelitian<\/a>. Bisa pula disebut, perbedaan dari aspek hasil penelitian yang diharapkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada penelitian normatif, hasil penelitian berupa penafsiran terhadap hukum atau norma tertulis yang ditetapkan pihak berwenang. Misalnya oleh pemerintah, pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan lain sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, pada hasil penelitian untuk penelitian empiris adalah pada pemahaman tingkat efektivitas norma atau hukum tertulis. Sehingga bisa diketahui hukum yang diberlakukan pemerintah apakah sudah efektif (sudah diterapkan masyarakat) atau belum (tidak diterapkan).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_dan_Kekurangan_Penelitian_Normatif_Maupun_Empiris\"><\/span>Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Normatif Maupun Empiris&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami apa saja perbedaan penelitian normatif dan empiris. Tentunya perlu memahami juga apa saja kelebihan maupun kekurangan dari dua metode pendekatan dalam penelitian di bidang hukum tersebut. Berikut detailnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_Penelitian_Normatif\"><\/span>Kelebihan Penelitian Normatif&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penelitian normatif memiliki setidaknya dua kelebihan, yakni analisis mendapat dan mendukung pemahaman konseptual. Berikut penjelasannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Mendukung Analisis yang Mendalam&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Penelitian normatif memiliki kelebihan bisa mendukung analisis mendalam pada norma atau hukum tertulis. Sehingga hasil analisis mendalam ini bisa membantu peneliti dalam memahami hukum tertulis tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil analisis mendalam akan mencakup semua aspek hukum tertulis. Mulai dari definisi, latar belakang perumusannya, dampaknya, dan sanksi jika ada pelanggaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Meningkatkan Pemahaman Konseptual&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Sejalan dengan hasil analisis yang mendalam di poin sebelumnya, maka menjadikan penelitian normatif mendukung pemahaman konseptual. Yakni memahami suatu hukum secara teori.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika secara teori sudah dipahami, maka biasanya akan lebih mudah mematuhi dan melaksanakan hukum tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin kurang dipahami semakin tinggi resiko melakukan pelanggaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Penelitian_Normatif\"><\/span>Kekurangan Penelitian Normatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hanya saja, penelitian normatif ibarat tak ada gading yang tak retak, artinya belum sempurna. Sebab juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Keterbatasan Kontekstual&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Kekurangan atau kelemahan yang pertama dari penelitian normatif adalah adanya keterbatasan kontekstual. Artinya, pendekatan normatif tidak memperhatikan konteks sosial dan praktis (penerapan).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa membuat seseorang yang melakukan penelitian dengan pendekatan normatif saja hanya akan paham hukum secara teori. Akan tetapi tidak memahami penerapannya bagaimana di lapangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Minim Data Empiris&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Pendekatan normatif memberikan data empiris atau data faktual di lapangan yang sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Sehingga kurang mendukung penelitian untuk mengetahui efektivitas hukum tertulis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_Penelitian_Empiris\"><\/span>Kelebihan Penelitian Empiris&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sama halnya dengan penelitian normatif, pada penelitian empiris juga terdapat kelebihan serta kekurangan. Dilihat dari sisi kelebihan, setidaknya ada 2 poin yang dimiliki. Yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Memberikan Relevansi Praktis&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Pendekatan empiris pada penelitian di bidang hukum mampu memberi relevansi praktis. Artinya mampu memberi wawasan mengenai penerapan hukum di lapangan oleh masyarakat seperti apa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Memperhatikan Konteks Sosial&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Kelebihan kedua dari pendekatan empiris adalah memberi perhatian pada konteks sosial. Artinya, pendekatan ini ikut memperhatikan berbagai aspek atau faktor yang mempengaruhi penerapan hukum tertulis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Penelitian_Empiris\"><\/span>Kekurangan Penelitian Empiris<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara jika penelitian empiris dilihat dari sisi kekurangan. Maka juga akan didapatkan 2 hal, yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Resiko Akses Data yang Terbatas&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Pendekatan empiris pada penelitian sering dihadapkan pada resiko akses data yang terbatas. Data di lapangan sangat luas dan bisa didapatkan dari sampel mana saja di dalam populasi mana saja. Namun, aksesnya bisa jadi tidak mudah karena keterbatasan sumber daya dalam penelitian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Terdapat Tantangan Secara Metodologis&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Kekurangan yang kedua dari pendekatan empiris adalah adanya tantangan secara metodologis. Artinya, data dari lapangan tidak selalu merepresentasikan kepatuhan dalam penerapan hukum. Sebab tingkat kepatuhan antara satu daerah dengan daerah lain bisa berbeda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami tidak hanya perbedaan penelitian normatif dan empiris. Akan tetapi juga definisi dan kelebihan sampai kekurangan masing-masing. Maka bisa membantu menentukan pendekatan mana yang paling tepat untuk penelitian yang akan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu ingin memahami perbedaan penelitian normatif dan empiris secara lebih mendalam, tentu dibutuhkan kemampuan menyusun karya ilmiah dengan teknik yang tepat. <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/produk\/buku-teknik-penulisan-karya-ilmiah\/?srsltid=AfmBOoqE3F4xY6bHheRnb01LmkFhzBNwPvGqLFF2ynQuywJSNYP3i7z2\"><strong>Buku Teknik Penulisan Karya Ilmiah<\/strong><\/a> karya Dr. Ajat Rukajat, M.M.Pd. ini bisa menjadi panduan lengkap untuk menulis dengan sistematis, jelas, dan sesuai kaidah akademik.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Teknik-Penulisan-Karya-Ilmiah_Ajat-Rukajat-hvs70gr-depan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"857\" src=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/teknik-penulisan-karya-ilmiah-2.webp\" alt=\"teknik penulisan karya ilmiah\" class=\"wp-image-93357\" style=\"width:250px\" srcset=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/teknik-penulisan-karya-ilmiah-2.webp 600w, https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/teknik-penulisan-karya-ilmiah-2-210x300.webp 210w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\"><a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/produk\/buku-teknik-penulisan-karya-ilmiah\/?srsltid=AfmBOoqE3F4xY6bHheRnb01LmkFhzBNwPvGqLFF2ynQuywJSNYP3i7z2\"><strong>BELI DISINI<\/strong><\/a><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Berikut informasi dari <a href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/\"><strong>Deepublish Store<\/strong><\/a> tentang perbedaan penelitian normatif dan empiris\u00a0yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Az-Zahra, B. (2024). <em>Pahami Perbedaan Penelitian Hukum Normatif dan Empiris<\/em>. Diakses pada 11 Agustus 2025<\/li>\n\n\n\n<li>Wiraguna, S. A. (2024). <em>Metode normatif dan empiris dalam penelitian hukum: Studi eksploratif di Indonesia. <\/em>Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 3(3). <\/li>\n\n\n\n<li>Wahyuni, W. (2022). <em>Objek Penelitian Hukum Normatif untuk Tugas Akhir<\/em>. Diakses pada 11 Agustus 2025<\/li>\n\n\n\n<li>Sah News. (2024). <em>Apakah Metode Penelitian Hukum yang Ada Sudah Cukup Efektif?<\/em> Diakses pada 11 Agustus 2025 <\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi dosen dan mahasiswa maupun peneliti yang akan melakukan penelitian di bidang hukum. Tentunya sangat penting untuk memahami apa saja perbedaan penelitian normatif dan empiris.&nbsp; Kedua jenis pendekatan dalam penelitian ini memang umum diterapkan dalam penelitian di bidang hukum. Penelitian di bidang hukum bisa menggunakan pendekatan normatif saja, empiris saja, atau gabungan keduanya.&nbsp; Menentukan pendekatan &#8230; <a title=\"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":93762,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[928],"tags":[183],"class_list":["post-93758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian-skripsi","tag-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0 - Deepublish Store<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"berikut ini adalah perbedaan penelitian normatif dan empiris yang perlu kamu ketahui sebagai peneliti atau mahasiswa\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0 - Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"berikut ini adalah perbedaan penelitian normatif dan empiris yang perlu kamu ketahui sebagai peneliti atau mahasiswa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Deepublish Store\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-21T01:45:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-21T01:45:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris-.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@deepublisher\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Luqman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0 - Deepublish Store","description":"berikut ini adalah perbedaan penelitian normatif dan empiris yang perlu kamu ketahui sebagai peneliti atau mahasiswa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0 - Deepublish Store","og_description":"berikut ini adalah perbedaan penelitian normatif dan empiris yang perlu kamu ketahui sebagai peneliti atau mahasiswa","og_url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/","og_site_name":"Deepublish Store","article_published_time":"2025-10-21T01:45:47+00:00","article_modified_time":"2025-10-21T01:45:52+00:00","og_image":[{"width":900,"height":500,"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris-.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Luqman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deepublisher","twitter_site":"@deepublisher","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Luqman Hakim","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/"},"author":{"name":"Luqman Hakim","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c"},"headline":"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0","datePublished":"2025-10-21T01:45:47+00:00","dateModified":"2025-10-21T01:45:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/"},"wordCount":1559,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris-.webp","keywords":["Penelitian"],"articleSection":["Penelitian dan Skripsi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/","name":"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0 - Deepublish Store","isPartOf":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris-.webp","datePublished":"2025-10-21T01:45:47+00:00","dateModified":"2025-10-21T01:45:52+00:00","description":"berikut ini adalah perbedaan penelitian normatif dan empiris yang perlu kamu ketahui sebagai peneliti atau mahasiswa","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#primaryimage","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris-.webp","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris-.webp","width":900,"height":500,"caption":"perbedaan penelitian normatif dan empiris"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/penelitian-skripsi\/perbedaan-penelitian-normatif-dan-empiris\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian dan Skripsi","item":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/category\/penelitian-skripsi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Perbedaan Penelitian Normatif dan Empiris, Apa Saja?\u00a0"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","name":"Deepublish Store Blog","description":"Pusat Buku Referensi Kuliah","publisher":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization"},"alternateName":"Deepublish Store Blog","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#organization","name":"Deepublish Store","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","contentUrl":"https:\/\/deepublishstore.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/cropped-icon-deepublish-store-blog.png","width":127,"height":35,"caption":"Deepublish Store"},"image":{"@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/deepublisher"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/#\/schema\/person\/530ca38fdd47c749f0aaaa62399d556c","name":"Luqman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6a95608018bc50396d136d33dafe37c80efe387737df3b8e92c3d22f653b52f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Luqman Hakim"},"description":"Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.","sameAs":["https:\/\/dosenmahasiswa.id\/"],"url":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/author\/luqmanhakim\/"}]}},"views":4758,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93758"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93763,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93758\/revisions\/93763"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93762"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/deepublishstore.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}