logo deepublish store terbaru

Metode Observasi: Pengertian, Macam dan Contoh

Metode Observasi
Bagikan

Dalam melakukan penelitian, terdapat beberapa cara untuk mendapatkan data penelitian untuk menjawab masalah yang dibahas di dalam penelitian. Untuk mendapatkan data, ada beberapa metode yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan juga bagaimana jenis datanya, salah satunya adalah dengan menggunakan metode observasi.

Teknik atau metode observasi ini merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang penting di dalam proses berjalannya penelitian. Sehingga peneliti dapat memperoleh data yang valid, sesuai dengan fakta di lapangan, dan juga akurat. Tapi, apa pengertian dari metode observasi?

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu metode observasi, apa saja metode observasi menurut para ahli, apa saja macam-macam metode observasi, hingga contoh metode observasi di dalam penelitian, Anda bisa menyimak penjelasan lengkap di bawah ini.

Pengertian Metode Observasi

Metode observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan yang disertai dengan adanya berbagai pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Metode observasi juga dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas terhadap suatu proses atau objek yang dimaksud dengan merasakan dan memahami pengetahuan dari fenomena.

Hal ini dilakukan untuk berdasarkan dengan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui, sehingga kemudian didapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan penelitian yang berlangsung.

Metode observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengamati dan meninjau secara cermat dan langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi yang terjadi kemudian digunakan untuk membuktikan kebenaran dari desain penelitian yang sedang dilakukan.

Kegiatan observasi ini dilakukan untuk memproses adanya objek dengan maksud merasakan dan memahami pengetahuan dari adanya fenomena berdasarkan pengetahuan dan juga ide yang sudah diketahui sebelumnya agar bisa mendapatkan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan proses penelitian selanjutnya.

Metode observasi ini dimaksudkan dalam suatu cara pengambilan data melalui pengamatan langsung terhadap peristiwa atau kejadian yang ada di lapangan. Cara melakukan metode observasi bisa dilakukan dengan tes, kuesioner, rekam suara, rekam gambar, dan lain sebagainya.

Akan tetapi biasanya cara yang paling efektif untuk melengkapi data adalah dengan pedoman pengamatan, misalnya format atau blangko pengamatan yang disusun dengan berisi berbagai item mengenai kejadian atau tingkah laku yang digambarkan dan akan terjadi.

Baca Juga: Apa itu Heuristik?

Metode Observasi Menurut Para Ahli

Selain pengertian secara umum, para ahli juga memiliki pendapatnya masing-masing mengenai pengertian dari metode observasi. Berikut adalah pengertian metode observasi menurut para ahli.

Daftar Reseller

1. Nana Sudjana

Menurut Nana Sudjana, observasi merupakan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap berbagai gejala yang diteliti. Teknik observasi adalah  pengamatan dan pencatatan secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki.

Dalam arti yang luas, observasi sebenarnya tidak hanya terbatas pada pengamatan yang dilaksanakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Sutrisno Hadi

Sutrisno Hadi mengungkapkan pengertian dari metode observasi sebagai pengamatan, pencatatan dengan sistematis tentang fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi adalah sebuah proses yang kompleks yang terdiri atas berbagai macam proses, baik biologis maupun psikologis yang lebih memprioritaskan proses ingatan dan pengamatan.

3. Sugiyono

Dikutip dari buku Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif (2014), observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis.

4. Eko Putro Widoyoko

Eko Putro Widoyoko mengungkapkan metode observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak di dalam suatu gejala pada objek penelitian.

5. Riyanto

Riyanto berpendapat di dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Pendidikan (2010) bahwa observasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung.

6. Gibson, R.L. dan Mitchell. M. H.

Menurut Gibson, R.L. dan Mitchell. M. H., observasi merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan seleksi derajat untuk menentukan sebuah keputusan serta konklusi terhadap orang yang sedang diamati.

7. Creswell

Creswell mengungkapkan pendapatnya bahwa observasi adalah proses pemerolehan data dari tangan pertama, dengan cara melakukan pengamatan orang serta lokasi dilakukannya penelitian.

8. Larry Christensen

Larry Christensen mengatakan bahwa observasi adalah cara mendapatkan informasi penting mengenai orang, karena apa yang dikatakan belum tentu sesuai dengan yang dikerjakan.

9. Patton

Observasi menurut Patton merupakan metode yang sifatnya akurat dan spesifik untuk mengumpulkan data dan mencari informasi mengenai segala kegiatan yang dijadikan objek kajian penelitian.

10. Prof. Heru

Prof. Heru berpendapat bahwa pengertian observasi merupakan suatu pengamatan yang menunjukkan sebuah studi atau pembelajaran yang dilakukan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan juga sesuai tujuan yang dicapai pada suatu pengamatan yang dicatat mengenai segala kejadian yang fenomenanya disebut dengan hasil observasi.

Rekomendasi Buku Penelitian dan Skripsi

Buku Metopen Buku Metode Penelitian Buku Metode Penelitian
Buku Metode Penelitian Buku Metode Penelitian Buku Metode Penelitian Sosial Edisi Revisi

Dapatkan Buku-Buku Penelitian Lainnya di Buku Penelitian

Macam-Macam Metode Observasi

Metode observasi memiliki beberapa macam atau jenis yang bisa digunakan. Berikut merupakan macam-macam metode observasi.

1. Observasi Menurut Peranan Observer

Observasi menurut peranan observer dibagi tiga, yaitu:

a. Observasi Partisipan

Observasi partisipan ini adalah jenis pengamatan yang dilakukan dengan aktif dan terlibat langsung di dalam berbagai hal yang sedang diobservasi, sehingga pengamat harus terjun langsung untuk melakukan proses observasi dan mengamati langsung.

b. Observasi Non Partisipan

Observasi non partisipan ini artinya pengamat tidak ikut aktif di dalam bagian kegiatan observasi. Biasanya pengamat atau peneliti hanya mengamati dari jauh mengenai kegiatan observasi.

c. Observasi Quasi Partisipasi

Observasi jenis ini maksudnya pengamat seolah-olah ikut berpartisipasi, namun sebenarnya hanya berpura-pura saja dalam kegiatan observasi.

2. Observasi Menurut Situasi

Observasi menurut situasinya dibagi menjadi tiga, yaitu:

a. Free Situation

Observasi ini dijalankan dalam situasi bebas sehingga tidak ada hal-hal atau faktor yang membatasi jalannya observasi.

b. Manipulated Situation

Observasi yang situasinya sengaja diadakan, tapi sifatnya terkontrol atau dalam kontrol pengamat.

c. Partially Controlled Situation

Observasi jenis ini merupakan observasi campuran dari free situation dan manipulated situation.

3. Observasi Menurut Sifatnya

Observasi menurut sifatnya dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Observasi Sistematis

Observasi sistematis adalah pengamatan yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang dirancang sebelumnya tanpa melanggar ketentuan tersebut. Agar dapat melakukan observasi sistematis, pengamat harus menentukan dulu faktor yang mendasari untuk dilakukan pengamatan.

b. Observasi Non Sistematis

Observasi non sistematis merupakan observasi yang dilakukan tanpa rencana terstruktur sehingga pengamat atau observer dapat menangkap apa saja yang diamati.

Contoh Metode Observasi dalam Penelitian

Penelitian mengenai “Pengaruh dari Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP”. Observasi dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Pengamat mengamati banyak kekurangan tetapi ada juga kelebihan mengenai pengaruh media sosial terhadap siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Siswa SMP mengalami gangguan belajar karena terlalu kecanduan dengan ponsel dan media sosial yang sudah akrab dengannya. Akhirnya nilai belajar pun menurun.
  2. Siswa SMP menjadi malas untuk melakukan ekstrakurikuler karena sepulang sekolah, mereka ingin sampai rumah dan bermain ponsel. Dampaknya, peminat ekstrakurikuler menjadi sepi.
  3. Siswa SMP tidak memperhatikan pelajaran dengan baik karena dimudahkannya akses internet di sekolah sehingga ketika ia membuka laptop untuk mencari materi pembelajaran, mereka juga bisa sambil bermain media sosialnya.
  4. Siswa SMP lebih melek teknologi karena dengan mengetahui cara mengoperasikan media sosial, siswa dapat memahami dan menggunakan teknologi dengan lebih baik.

Baca Artikel Penelitian

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

Baca Juga :

Ada yang bisa Bang Jon Bantu?

Bantuan, transaksi, reseller dan pertanyaan umum

Ingin pengadaan buku/bahan pustaka dan kerjasama?