Buku Perubahan Bentuk Bangunan Dalem Mangkubumen Yogyakarta

Rp 78.000

Beli Buku ini Sekarang

Deskripsi

Sinopsis Buku Perubahan Bentuk Bangunan Dalem Mangkubumen Yogyakarta

Buku Perubahan Bentuk Bangunan Dalem Mangkubumen Yogyakarta

Dalem Mangkubumen adalah sosok dalem pangeran di lingkungan Kraton Yogyakarta yang dibangun pada tahun 1874-1905 di masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI. Awalnya Dalem Mangkubumen bernama Dalem Kadospaten. Nama Kadospaten menunjuk kepada pengguna dan pemiliknya yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro, yaitu penguasa sebuah wilayah Kadipaten di lingkungan Kraton Yogyakarta. Sang penguasa Kadipaten sekaligus juga memiliki jabatan tinggi sebagai Putra Mahkota, yaitu calon Sultan Hamengku Buwono VII. Di saat putra mahkota naik takhta menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono VII (Agustus 1877) pembangunan Dalem Kadospaten baru menyelesaikan Bangsal Sriwedari (1874) dan Dalem Ageng Prabayeksa (April 1877). Atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono VII pembangunan Dalem Kadospaten terus dilanjutkan dan tetap di bawah kendali adiknya sebagai arsitek, yaitu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Mangkubumi hingga selesai pada tahun 1905; dan setelahnya dalem kemudian ditempati oleh sang arsitek sendiri. Penggantian pengguna Dalem Kadospaten itulah yang kemudian mengubahnya menjadi Dalem Mangkubumen. Konsep besar yang digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI melalui pendirian Dalem Kadospaten untuk putra mahkota rupanya tidaklah berjalan sesuai yang diharapkan. Di kemudian hari Dalem Kadospaten justru menjadi hunian bagi arsitek dalem beserta keluarga dan keturunannya, putra putri Sultan Hamengku Buwono VII dan keturunannya, KGPA Juminah calon Sultan Hamengku Buwono VIII yang ditolak menjadi sultan oleh Belanda, keturunan dan kerabat Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, dan para abdi dalem. Di masa KGPA Mangkubumi Dalem Mangkubumen juga menjadi pusat kesenian di luar tembok Kraton Yogyakarta yang ditandai dengan lahirnya tari Langendriya, tempat penggajian abdi dalem kraton, serta menjadi tempat pendidikan Universitas Gadjah Mada tahun 1949. Sesuai dengan konsep pendirian Dalem Mangkubumen untuk hunian Putra Mahkota maka Dalem Mangkubumen didesain menjadi dalem yang berhierarki tertinggi di bawah rumah raja. Oleh karenanya Dalem Mangkubumen memiliki luasan, besaran, kemegahan, keindahan dan kelengkapan bangunan yang khas dan yang berbeda dari dalemdalem pangeran lainnya. Bahkan Dalem Mangkubumen didesain mirip dengan Kraton Yogyakarta. Secara arsitektural Dalem Mangkubumen menggunakan tiga konsep arsitektur, yaitu tradisional Jawa, gedong (bangunan berdinding batu bata) dan klasik Eropa. Dalam perkembangannya hingga tahun 1949, KGPA Mangkubumi memasukkan elemen besi baja pada beberapa bagian bangunan utama dalem. Penggunaan elemen besi baja merupakan upaya pemanfaatan bongkaran pabrik gula Padokan, Bantul yang dimiliki Kraton Yogyakarta.

Buku Perubahan Bentuk Bangunan Dalem Mangkubumen Yogyakarta ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.

Dapatkan buku-buku berkualitas hanya di Toko Buku Online Deepublish. Kami berfokus menjual buku-buku kuliah untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan pilihan terlengkap kamu pasti mendapatkan buku yang Anda cari.

Kelebihan kami :

*Buku Baru
*Original
*Pengiriman Cepat
*Stok selalu tersedia
*Packing aman & rapi
*Garansi 100% jika produk rusak/cacat/tidak sesuai KAMI GANTI atau UANG ANDA KEMBALI

Informasi Tambahan

Berat 0,3 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Perubahan Bentuk Bangunan Dalem Mangkubumen...”

Ada yang bisa Bang Jon Bantu?

Bantuan, transaksi, reseller dan pertanyaan umum

Ingin pengadaan buku/bahan pustaka dan kerjasama?

DISKON ONGKIR SUKIRMAN s.d. 15%