E-Book Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka
Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu kawasan geopark dengan keanekaragaman ikan yang tinggi dibandingkan kawasan lain di paparan Sundaland karena kombinasi faktor geografi, ekologi, dan evolusioner yang unik. Kepulauan ini dikenal sebagai kawasan “refugia” bagi spesies-spesies ikan selama perubahan lingkungan atau iklim yang ekstrem, seperti saat periode glasial. Hal ini memungkinkan spesies ikan di kawasan ini bertahan hidup dan berevolusi ketika habitat di tempat lain mengalami tekanan lingkungan yang lebih besar. Oleh karena itu, Bangka memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi karena menjadi tempat perlindungan bagi berbagai organisme air selama ribuan tahun. Perairan darat Kepulauan Bangka Belitung adalah memiliki habitat rawa gambut yang menjadi ekosistem sangat spesifik. Kondisi air yang cenderung asam, kandungan oksigen rendah, dan memiliki zat humat dari vegetasi yang membusuk dari tutupan lahan spesifik seperti hutan air tergenang, rawa gambut dan aliran sungai. Kondisi perairan yang ekstrem ini menciptakan habitat spesifik spesies ikan endemik, dan dapat mendorong evolusi adaptasi unik yang tidak ditemukan di wilayah lain.
Ikan endemik yang ditemukan di Pulau Bangka adalah tempalak mirah(Betta burdigala), tempalak budu(Betta chloropharynx), dan tempalak punggor(Betta schalleri). Menurut IUCN Redlist, keberadaan ikan-ikan endemik tersebut sudah memasuki kriteria kritis/Critically endangered (CR) dan terancam/Endangered (EN). Buku ini mengungkap ciri biologi, distribusi, ekosistem dan biotop ikan-ikan endemik yang tertangkap di perairan Pulau Bangka. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan ikan-ikan endemik di masa yang akan datang.
E-Book Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish Digital



