Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si.
Dosen/Universitas Bangka Belitung
About
Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si lahir di Pekalongan, 4 April 1972, merupakan akademisi dan peneliti yang memiliki kepakaran dalam bidang manajemen strategis, kewirausahaan, serta pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Saat ini menjabat sebagai Koordinator Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia, Magister Sains di Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang Ekonomi Pertanian, dan Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Padjadjaran (UNPAD). Pada tanggal 02 Februari 2026 beliau secara resmi menyandang gelar Guru Besar (Profesor) melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 460/M/KPT.KP/2026. Dalam kiprah akademik dan profesionalnya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian, konsultasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan daya saing UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta inovasi digital di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Keterlibatan profesionalnya juga meliputi peran sebagai tenaga ahli dan konsultan dalam penyusunan kebijakan strategis daerah, pengembangan industri, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor ekonomi. Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si. juga berperan aktif dalam organisasi profesi dan sosial, di antaranya Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai Pengurus Pusat ISEI Nasional dan Ketua ISEI Cabang Bangka Belitung Koordinator Pangkalpinang, Pemberdayaan Perempuan Usaha Mikro Indonesia (PPUMI), serta Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bangka Belitung. Selain itu, beliau turut aktif dalam kegiatan interantional conference dan visiting company luar negeri seperti pada tahun 2023 mengunjungi kampus dan perusahaan yang ada di Thailand, Malaysia, dan Singapura, tahun 2024 kembali mengunjungi negara Malaysia dengan mengunjungi kampus dan perusahaan yang ada di sana, dan di tahun 2025 beliau mengunjungi kampus dan perusahaan yang ada di negara Vietnam.
