Penelitian Korelasional: Jenis, Langkah Penerapan, dan Contoh 

Salah satu jenis penelitian kuantitatif adalah penelitian korelasional. Memahami apa dan bagaimana penelitian ini dilakukan tentu sangat penting. Sebab penelitian jenis korelasional bisa diterapkan di berbagai bidang keilmuan. Seperti bidang pendidikan, ekonomi, dan sebagainya.

Melalui penelitian jenis ini, peneliti bisa terbantu dalam memahami hubungan dua variabel penelitian. Sekaligus bisa mengetahui seberapa kuat hubungan dua variabel tersebut. Lantas, bagaimana cara menjalankan penelitian jenis korelasional ini? Berikut informasinya. 

Pengertian Penelitian Korelasional

Dikutip melalui salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, penelitian korelasional adalah  suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak dapat manipulasi variabel

Artinya, dalam penelitian jenis korelasional peneliti akan fokus memperhatikan 2 variabel yang diteliti untuk diketahui hubungan yang terbentuk atau seberapa kuat hubungan tersebut. Namun, variabel-variabel ini dibiarkan alami (natural) atau apa adanya tanpa ada perlakuan khusus. 

Misalnya, peneliti ingin mengetahui hubungan antara variabel “motivasi belajar siswa” dengan variabel “prestasi akademik siswa”. Maka dua variabel ini tidak dibuat dalam kondisi maupun diberi perlakuan khusus. Melainkan dibuat apa adanya, dan peneliti fokus mengamati keduanya atau mengandalkan data dari laporan nilai yang disediakan sekolah. 

Jenis Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional kemudian terbagi menjadi beberapa jenis. Secara garis besar, jenisnya ada 3 dan berikut penjelasannya: 

1. Penelitian Korelasional Hubungan

Jenis pertama adalah penelitian korelasional hubungan. Yaitu penelitian jenis korelasional yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih, serta menentukan arah dan tingkat keeratan hubungan tersebut. 

Jenis ini merupakan jenis paling mendasar dan paling sederhana. Umumnya, penelitian jenis ini akan dikombinasikan dengan metode atau jenis penelitian lain untuk tujuan yang lebih mendalam. 

Pasalnya, pada jenis korelasi hubungan peneliti hanya akan mengetahui ada tidaknya hubungan pada beberapa variabel yang diteliti. Sekaligus mengetahui seberapa kuat arah hubungan tersebut. Jika arah hubungannya positif, maka seberapa kuat ke arah positif tersebut. Begitu juga sebaliknya. 

Ebook Bisnis

2. Penelitian Korelasional Prediktif

Penelitian korelasional prediktif adalah jenis penelitian korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel sekaligus memprediksi bagaimana perubahan pada satu variabel dapat memperkirakan nilai variabel lainnya.

Jadi, pada jenis ini peneliti tidak hanya mengetahui ada tidaknya hubungan dan seberapa kuat hubungan dari beberapa variabel yang diteliti. Akan tetapi juga bisa memprediksi pengaruh variabel pertama ke variabel kedua, ketiga, dan seterusnya. 

Misalnya, peneliti ingin mengetahui hubungan dan prediksi dari hubungan antara variabel “motivasi belajar siswa” dengan variabel “nilai ujian tengah semester”. Data menunjukan, semakin tinggi motivasi belajar siswa maka nilai ujiannya ikut semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya. 

Sehingga hasil penelitian ini bisa dipakai memprediksi hasil ujian para siswa. Siswa-siswa yang motivasi belajarnya tinggi diprediksi meraih nilai ujian memuaskan, begitu juga sebaliknya. 

3. Penelitian Korelasional Multivariat

Penelitian korelasional multivariat adalah adalah jenis penelitian korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lebih dari dua variabel secara bersamaan (serempak). Sehingga ada hubungan yang sifatnya kolektif. 

Ebook Bisnis

Misalnya, peneliti ingin mengetahui 3 variabel bebas dengan 1 variabel terikat. Contoh detail masing-masing variabel sebagai berikut: 

Variabel bebas: X

Variabel terikat: Y 

  • Variabel X₁ = Motivasi belajar
  • Variabel X₂ = Dukungan orang tua
  • Variabel X₃ = Lingkungan sekolah
  • Variabel Y = Prestasi akademik

Sehingga dalam contoh tersebut, peneliti ingin mengetahui hubungan motivasi belajar siswa, dukungan orang tua, dan lingkungan sekolah terhadap prestasi akademik siswa. 

Tujuan Penelitian Korelasional

Sesuai dengan definisi penelitian korelasional yang sudah dijelaskan di atas. Maka bisa dipahami bahwa tujuan dari penelitian jenis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara 2 variabel atau lebih yang diteliti. 

Ebook Bisnis

Kemudian, tujuan lainnya adalah untuk mengetahui arah hubungan tersebut. Dimana ada 3 jenis arah hubungan dalam penelitian korelasi. Yakni hubungan positif, hubungan negatif, dan hubungan nol (tidak ada hubungan). 

Sehingga, penelitian ini sekaligus membantu peneliti mengetahui seberapa kuat arah hubungan dari beberapa variabel yang diteliti. Misalnya, meneliti hubungan antara “motivasi belajar siswa” dengan “nilai ujian”. Sekaligus diketahui apakah hubungan tersebut positif, negatif, atau hubungan nol. 

Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian Korelasional

Dalam penerapan atau pelaksanaan penelitian korelasional akan ada beberapa tahapan yang perlu dilalui. Mulai dari penentuan masalah (topik) penelitian sampai tahap penyusunan laporan penelitian. Berikut detail seluruh langkah-langkah atau tahap penerapannya: 

1. Menentukan Topik Penelitian 

Langkah pertama dalam menjalankan penelitian korelasi adalah menentukan topik penelitian. Secara garis besar, topik penelitian bisa berbentuk masalah yang perlu dicari solusinya lewat penelitian. 

Kedua, topik penelitian berbentuk suatu fenomena yang terbilang baru. Sehingga perlu dicari tahu penjelasan logis mengenai apa, bagaimana, dan dampak fenomena baru tersebut. 

Dalam penelitian korelasi, hal ini tetap berlaku. Sehingga tahap paling awal adalah menentukan topik untuk diteliti. Bisa menyesuaikan dengan topik yang dikuasai dengan baik maupun topik yang disukai (dianggap menarik). 

2. Melakukan Peninjauan Topik Penelitian 

Langkah kedua dalam pelaksanaan penelitian korelasional adalah melakukan peninjauan topik yang sudah ditetapkan di tahap sebelumnya. Peninjauan yang dimaksud disini adalah melakukan studi pustaka

Sehingga peneliti perlu mencari landasan teori, kerangka pikir dan penentuan dugaan sementara (hipotesis). Supaya hal ini bisa dicapai maka perlu melakukan kajian pustaka dengan membaca sejumlah publikasi ilmiah. 

Ada banyak sekali jenis atau bentuk publikasi ilmiah yang bisa dipelajari untuk meninjau topik penelitian. Misalnya publikasi dalam bentuk jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku, hasil seminar (prosiding), dan lain sebagainya. 

3. Menyusun Rancangan atau Outline Penelitian 

Langkah ketiga dalam pelaksanaan penelitian korelasional adalah menyusun rancangan penelitian. Bisa pula disebut dengan istilah outline penelitian. Yakni susunan seluruh kegiatan penelitian yang akan dilakukan. 

Pada tahap ini, peneliti akan mulai merumuskan judul penelitian sementara, menyusun latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, menentukan populasi dan sampel, dan sebagainya dalam bentuk rancangan. Misalnya dalam bentuk tulisan di buku catatan. 

Tahap penyusunan outline penelitian membantu peneliti merumuskan dan menjabarkan topik yang diteliti dengan lebih detail. Jika sebelumnya topik baru ditentukan dan dipahami lewat kajian pustaka. Maka di tahap ini akan dijelaskan dalam bentuk judul, rumusan masalah, tujuan penelitian, dll. 

4. Menentukan Populasi dan Sampel Penelitian 

Langkah keempat adalah tahap dimana peneliti akan menentukan populasi dan disusul penetapan sampel penelitian. Populasi penelitian adalah sekumpulan individu dengan karakteristik yang khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian.

Populasi ini yang nantinya menjadi sumber data penelitian. Jika populasi jumlahnya terbilang besar dan tidak memungkinkan dijadikan sumber data seluruhnya. Maka peneliti akan menentukan sampel. 

Sampel adalah bagian dari populasi. Sehingga populasi yang aslinya berjumlah 1.000 orang kemudian dipilih 50 orang. 50 Orang inilah yang kemudian disebut sampel. Penetapan sampel bisa menggunakan teknik probability maupun nonprobability. 

5. Menentukan Instrumen Penelitian 

Langkah kelima dalam penelitian korelasional adalah menentukan instrumen penelitian. Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian. 

Jenis dari instrumen penelitian sendiri cukup beragam. Misalnya angket, kuesioner, observasi (pengamatan), wawancara, dan melakukan tes pada subjek atau sampel penelitian. 

Peneliti bisa menentukan akan memakai instrumen mana dan bisa menggabungkan beberapa sekaligus. Misalnya memakai instrumen wawancara dengan observasi di lapangan langsung. 

6. Melakukan Pengumpulan Data 

Berikutnya yang harus dilakukan peneliti saat menjalankan penelitian korelasional adalah melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data adalah proses eksekusi atau pelaksanaan instrumen penelitian yang ditetapkan di tahap sebelumnya. 

Jika peneliti menentukan memakai instrumen wawancara dengan narasumber. Maka perlu menyusun jadwal wawancara yang disepakati juga oleh narasumber, menentukan juga lokasinya, durasinya, daftar pertanyaan, alat dokumentasi seperti perekam percakapan, dll. Baru kemudian melakukan wawancara tersebut. 

7. Melakukan Analisis Data Penelitian 

Langkah ketujuh setelah menyelesaikan tahap pengumpulan data, maka peneliti melakukan analisis data. Data-data yang berhasil dikumpulkan kemudian dirapikan. Jika diperlukan ada proses penyortiran, sehingga data yang dianggap tidak atau kurang diperlukan bisa dihapus. 

Data yang sudah disaring tersebut kemudian dilakukan analisis sesuai dengan standar analisis data penelitian. Baik secara manual maupun dengan bantuan tools atau teknologi. Misalnya menggunakan aplikasi Excel, SPSS, Tableau, dan lain sebagainya. 

Hasil analisis data akan menjadi kesimpulan, dan kemudian disebut sebagai hasil penelitian. Pada penelitian korelasional, maka hasil penelitian atau hasil analisis data akan diketahui ada tidaknya hubungan dari variabel-variabel yang diteliti. 

8. Menyusun Laporan Penelitian 

Tahap akhir dari pelaksanaan penelitian korelasi adalah menyusun laporan penelitian. Laporan penelitian sendiri dipahami sebagai dokumen tertulis yang menguraikan secara sistematis proses, data, analisis, dan temuan dari sebuah penelitian.

Laporan penelitian menjadi bentuk pertanggungjawaban peneliti kepada semua pihak yang terkait dengan penelitian tersebut. Misalnya laporan ini diberikan kepada perguruan tinggi yang mendanai penelitian dosen. Bisa juga dilaporkan atau diberikan kepada penyelenggara hibah penelitian. 

Contoh Penelitian Korelasional

Membantu dalam memahami secara lebih mendalam mengenai apa itu penelitian korelasional. Serta memahami kapan penelitian jenis ini dipilih dan diterapkan. Maka berikut beberapa contohnya: 

1. Contoh Penelitian Korelasional 1 – Bidang Pendidikan 

Judul penelitian: Hubungan antara Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa SMA pada Mata Pelajaran Matematika.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar mereka pada mata pelajaran matematika. Dalam penelitian ini tidak diberikan perlakuan khusus, melainkan peneliti hanya mengamati hubungan antara dua variabel, yaitu motivasi belajar sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar sebagai variabel terikat (Y). 

Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan nilai ujian matematika siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment untuk melihat arah dan kekuatan hubungan antara kedua variabel.

2. Contoh  Penelitian Korelasional 2 – Bidang Ekonomi dan Bisnis 

Judul penelitian: Hubungan antara Kualitas Layanan dan Kepuasan Pelanggan pada Usaha Coffee Shop di Kota Bandung.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas layanan yang diberikan oleh coffee shop dengan tingkat kepuasan pelanggan. 

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kualitas layanan yang mencakup aspek kecepatan, keramahan, dan kebersihan. Sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan pelanggan. 

Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala Likert untuk memperoleh data persepsi pelanggan. Kemudian data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank untuk mengetahui sejauh mana kualitas layanan berkorelasi dengan kepuasan pelanggan.

3. Contoh Penelitian Korelasional 3 – Bidang Kesehatan 

Judul penelitian: Hubungan antara Pola Tidur dan Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas dan durasi tidur dengan kemampuan konsentrasi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. 

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola tidur yang meliputi lama tidur dan keteraturan waktu tidur. Sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat konsentrasi yang diukur melalui tes perhatian dan kuesioner standar. 

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antar variabel. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya pola tidur sehat terhadap performa akademik mahasiswa kedokteran.

Salah satu ciri khas dari penelitian korelasional, sekali lagi adalah penelitian dengan tujuan mengetahui ada tidaknya hubungan dari 2 variabel atau lebih. Berikut beberapa contoh judul penelitian yang termasuk penelitian korelasi: 

  1. Judul Penelitian Korelasional Bidang Pendidikan
  • Hubungan antara Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama.
  • Hubungan antara Gaya Belajar dan Prestasi Akademik Mahasiswa Pendidikan Ekonomi.
  • Hubungan antara Disiplin Belajar di Rumah dan Kemandirian Siswa Selama Pembelajaran Daring.
  • Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berkomunikasi Guru dengan Peserta Didik.
  • Hubungan antara Penggunaan Media Pembelajaran Digital dan Minat Belajar Siswa.
  1. Judul Penelitian Korelasional Bidang Ekonomi 
  • Hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan pada Toko Online Shopee di Kota Surabaya.
  • Hubungan antara Promosi Digital dan Keputusan Pembelian Konsumen Produk UMKM.
  • Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dan Kinerja Karyawan pada Perusahaan Ritel Modern.
  1. Judul Penelitian Korelasional Bidang Psikologi dan Sosial 
  • Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Adaptasi Mahasiswa Tahun Pertama di Perguruan Tinggi.
  • Hubungan antara Self-Esteem dan Kecenderungan Penggunaan Media Sosial secara Berlebihan pada Remaja.
  • Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dan Tingkat Kesejahteraan Psikologis pada Lansia.
  • Hubungan antara Regulasi Diri dan Stres Akademik pada Mahasiswa Selama Penyusunan Skripsi.
  • Hubungan antara Empati dan Perilaku Prososial pada Relawan Kemanusiaan.
  • Hubungan antara Stres Akademik dan Kecenderungan Prokrastinasi pada Mahasiswa.
  • Hubungan antara Dukungan Sosial dan Tingkat Kepercayaan Diri Remaja di Sekolah Menengah Atas.

Itulah artikel dari Deepublish Store tentang korelasi penelitian. Melalui beberapa contoh tersebut dan penjelasan rinci sebelumnya mengenai penelitian korelasional. Tentunya akan semakin memberi kemudahan memahami jenis penelitian kuantitatif satu ini. 

Referensi:

El Hasbi, A. Z., Damayanti, R., Hermina, D., & Mizani, H. (2023). Penelitian korelasional (metodologi penelitian pendidikan). Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 2(6), 784-808.

Salmaa. (2023). Penelitian Korelasional : Pengertian, Ciri, Langkah, dan Contoh. Diakses pada 5 November 2025

Kumparan. (2022). Ciri-Ciri dan Contoh Judul Penelitian Korelasional yang Bisa Menjadi Referensi. Diakses pada 5 November 2025

Luqman Hakim

Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.

Tinggalkan komentar