6 Jenis Media Pembelajaran Digital dan Manfaat Menggunakannya 

Media digital tak hanya mendukung kegiatan mengakses dan menyebarluaskan informasi. Akan tetapi juga digunakan sebagai media pembelajaran. Sehingga ada istilah media pembelajaran digital yang tentu sudah cukup familiar di era sekarang. 

Media pembelajaran bersifat digital mulai dikenal sejak internet berkembang pesat. Namun, penggunaan secara nyata dan masif di Indonesia sendiri, baru terjadi di era pandemi. Yakni ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ / pembelajaran online) diterapkan. Lalu, apa saja jenis dan manfaatnya? Berikut informasinya. 

Pengertian Media Digital

Membahas media pembelajaran digital, tentu dimulai dari apa itu media digital. Dikutip melalui Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu, media digital adalah perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi dan lain-lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi). 

Jadi, segala bentuk media dan konten yang dihadirkan dalam bentuk digital atau dikomputerisasi. Maka disebut sebagai media digital. Contohnya, jika teks di dalam naskah buku dicetak di media kertas maka menjadi buku cetak atau buku fisik. 

Namun, jika teks di naskah buku tersebut dicetak menjadi buku digital maka menjadi buku elektronik (ebook). Buku elektronik inilah  salah satu media digital. Desain cover buku sama, isi sama, jumlah halaman sama, dan identitas buku lainnya tetap sama. Hanya saja, formatnya berbeda. Yakni format fisik (buku cetak) dengan format digital (buku elektronik). 

Media digital digunakan untuk berbagai kebutuhan yang sifatnya online. Misalnya mengirimkan teks secara online di aplikasi pesan instan semacam WhatsApp. Menyusun artikel untuk dipublikasikan di website perusahaan, kementerian, dan institusi. Membuat informasi dalam bentuk gambar, foto, dan video untuk dipublikasikan di media sosial. 

Jenis Media Digital untuk Pembelajaran

Beberapa media pembelajaran berbasis digital merupakan konten edukasi berbentuk teks, video, audio, dan lain sebagainya. Mengutip dari buku Media pembelajaran era digital karya Andi Asari, dkk (2023) disebutkan ada 5 jenis media pembelajaran berbasis digital. Berikut penjelasannya: 

1. Media Pembelajaran Visual

    Media pembelajaran digital yang pertama adalah media pembelajaran visual. Media pembelajaran visual sendiri adalah media yang menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk gambar atau tampilan visual. 

    Contohnya seperti buku elektronik, infografis digital, poster digital, slide presentasi berisi teks dan grafik, gambar, foto, dan juga ilustrasi digital. Semua konten digital yang mengutamakan aspek visual maka masuk media pembelajaran visual. 

    Ebook Bisnis

    2. Media Pembelajaran Audio 

      Kedua, media pembelajaran audio. Media pembelajaran audio adalah media yang menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk suara. Pada jenis ini, isi konten atau materi disampaikan dalam bentuk suara atau rekaman suara. 

      Contohnya podcast pembelajaran, rekaman suara guru atau dosen saat menjelaskan suatu materi, audio book (buku audio), dan lain sebagainya. Segala bentuk konten suara atau komunikasi audio tanpa visual (gambar, teks, dll). Maka masuk dalam jenis ini. 

      3. Media Pembelajaran Multimedia 

        Jenis media pembelajaran digital yang ketiga adalah media pembelajaran multimedia. Yaitu media yang menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk kombinasi dari teks, gambar, audio, video, dll secara bersamaan. 

        Pada jenis ini, isi atau konten dari media pembelajaran lebih kompleks. Misalnya menggabungkan teks dengan audio, atau beberapa bentuk lainnya. Contoh dari media pembelajaran multimedia seperti video pembelajaran, modul e-learning interaktif, animasi edukatif, slide presentasi interaktif, dll. 

        4. Media Pembelajaran Tiga Dimensi 

          Berikutnya media pembelajaran tiga dimensi, yaitu media pembelajaran yang menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk objek secara tiga dimensi, baik statis maupun interaktif. Contohnya seperti model 3D (anatomi tubuh, bangunan, molekul), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).  

          Ebook Bisnis

          5. Media Pembelajaran Berbasis Komputer 

            Terakhir, media pembelajaran berbasis komputer yaitu media pembelajaran yang menyajikan materi dengan memanfaatkan PC, laptop, atau perangkat digital sebagai pusat pembelajaran.

            Contohnya seperti Learning Management System (LMS), software edukasi (misalnya GeoGebra, PhET, Maple, dll), ebook, modul digital, aplikasi mobile, aplikasi desktop, Game Based Learning, dan website yang ditujukan untuk kebutuhan pembelajaran (menyediakan konten edukasi). 

            Manfaat Media Digital untuk Pembelajaran

            Menggunakan media pembelajaran digital sebagai pengganti media pembelajaran konvensional maupun pelengkap adalah langkah tepat. Sebab degan beberapa kelebihan media digital, maka bisa memberikan manfaat lebih kompleks dalam pembelajaran. Diantaranya adalah: 

            1. Relevan dengan Berbagai Karakter Peserta Didik 

              Salah satu manfaat dari penggunaan media pembelajaran berbasis digital adalah mendukung gaya belajar apapun. Sehingga media pembelajaran jenis ini relevan untuk semua peserta didik dengan masing-masing karakternya dalam belajar. 

              Seperti yang diketahui, setiap siswa atau mahasiswa memiliki karakter tersendiri yang mempengaruhi gaya belajar mereka. Ada yang lebih paham saat berhadapan dengan materi di dalam gambar, ada juga yang nyaman dengan video, teks, dan sebagainya. 

              Ebook Bisnis

              Media pembelajaran secara digital membantu menyediakan materi dalam berbagai bentuk. Baik berbentuk audio, visual, audio visual atau video, website, aplikasi, dan sebagainya. Sehingga media tersebut mendukung gaya belajar jenis apapun dari semua peserta didik. Pemahaman materi lebih merata atau menyeluruh. 

              2. Memberi Motivasi untuk Belajar 

                Bersama media pembelajaran digital, maka bahan pembelajaran menjadi lebih menarik. Selain itu, media pembelajaran ini juga membantu mendapat pengalaman baru. Dimana sebelumnya lebih sering mengandalkan slide presentasi dari guru atau dosen. 

                Jika selama ini peserta didik merasa belajar di kelas dan di rumah merupakan kegiatan berat. Maka dengan bantuan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan kaya akan informasi. Bisa meningkatkan pengalaman mereka. 

                Sehingga memberi motivasi lebih dalam belajar mandiri. Tanpa diminta dan tanpa menunggu masa ujian. Mereka akan belajar sendiri dengan kesadaran penuh. Sebab merasa belajar bukan hal yang menakutkan dengan dukungan media pembelajaran yang tepat. 

                3. Mendukung Pembelajaran Mandiri 

                  Media pembelajaran digital yang tidak memiliki fisik, membuat proses saling berbagi lebih mudah dan cepat. Hal ini sekaligus memberi akses lebih mudah bagi seluruh peserta didik. Sehingga bermanfaat untuk mendukung pembelajaran mandiri. 

                  Hal ini terjadi, karena akses ke media pembelajaran tersebut bisa kapan saja dan dimana saja. Para siswa dan mahasiswa bisa membuka media pembelajaran setelah pembelajaran dengan dampingan guru atau dosen selesai. 

                  Sehingga mereka bisa belajar mandiri untuk mengulang materi yang sudah dijelaskan. Sekaligus bisa dipelajari dimana saja, baik itu di rumah maupun di luar rumah. Misalnya dipelajari ulang di perpustakaan, taman kota, dan sebagainya. 

                  4. Membantu Memperluas Wawasan 

                    Manfaat berikutnya dari media pembelajaran digital adalah membantu memperluas wawasan peserta didik. Manfaat ini didapatkan dari beragamnya konten di dalam media pembelajaran tersebut. 

                    Misalnya, mahasiswa mendapat materi dalam bentuk buku elektronik. Kemudian di dalamnya ada tautan ke YouTube, suatu website, dan sebagainya. Dimana masing-masing alamat URL tersebut menyajikan informasi lebih beragam lagi. 

                    Sehingga dari satu media pembelajaran, siswa dan mahasiswa bisa mengeksplorasi lagi ke media pembelajaran lain. Sehingga lebih leluasa mengakses pengetahuan lain dan wawasan pun semakin luas. 

                    5. Memperkenalkan Literasi Digital 

                      Manfaat selanjutnya, media pembelajaran berbasis digital juga membantu guru dan dosen memperkenalkan literasi digital. Akses informasi yang mengandung ilmu pengetahuan, wawasan, dan keterampilan sudah lumrah dilakukan lewat media-media digital. 

                      Maka di lingkungan sekolah sampai perguruan tinggi juga harus familiar dengan penggunaan media digital tersebut. Sehingga para siswa dan mahasiswa mengetahui bahwa ada banyak media digital mengandung konten edukasi atau materi pembelajaran. 

                      Mereka akan terbiasa mengakses ilmu pengetahuan dari internet dan membaca maupun mendengarkannya dari berbagai jenis media digital. Hal ini akan mendorong keterampilan literasi digital. Sehingga tidak hanya bisa mengakses sumber informasi digital. Akan tetapi juga menyaring dengan bijak agar tidak terjebak hoax. 

                      Baca Juga: 7 Rekomendasi Buku Media Pembelajaran Terbaru 2026

                      Cara Menentukan Media Pembelajaran Digital yang Akan Digunakan? 

                      Jenis dari media pembelajaran digital memang sangat beragam, jenis ini sekali lagi diprediksi akan terus bertambah banyak. Selain itu, media pembelajaran tanpa fisik hanya bisa diakses dengan perangkat elektronik dan terhubung ke internet. Maka rentan adanya kesenjangan. 

                      Oleh sebab itu, para guru maupun dosen harus lebih teliti dan juga bijak dalam menentukan media mana yang akan digunakan. Berikut beberapa cara dan hal yang bisa dijadikan pertimbangan agar tidak keliru memilih: 

                      1. Media Pembelajaran Digital yang Ramah

                        Cara pertama, adalah memastikan bahwa media pembelajaran tersebut ramah untuk berbagai perangkat elektronik. Misalnya tidak hanya untuk komputer, tapi juga bisa diakses lewat smartphone. 

                        Contoh lain, media pembelajaran tersebut tidak menuntut perangkat dengan spesifikasi tinggi. Sehingga siswa dan mahasiswa yang menggunakan perangkat elektronik standar masih bisa mengaksesnya. 

                        2. Relevan dengan Kondisi Jaringan Internet

                          Cara yang kedua, memilih media pembelajaran digital yang ketergantungannya pada jaringan internet rendah. Hal ini perlu diutamakan, khususnya jika berada di wilayah yang jaringan internet naik turun bahkan sulit. 

                          Tujuannya agar akses ke media pembelajaran tersebut tetap mudah. Menariknya, ada cukup banyak media pembelajaran yang mudah diakses dengan jaringan lemah. Misalnya website, yang tentu lebih mudah diakses dibanding YouTube. 

                          3. Harga atau Biaya yang Mudah Dijangkau 

                            Cara selanjutnya dalam menentukan media pembelajaran digital mana yang akan digunakan, adalah memperhatikan harganya. Utamakan media pembelajaran yang gratis agar bisa diakses dengan mudah semua peserta didik. 

                            Jika tidak memungkinkan, maka bisa mencari yang harganya terjangkau. Sehingga bisa dibeli semua peserta didik. Maupun dibeli oleh pihak sekolah atau perguruan tinggi. Sehingga siswa dan mahasiswa bisa mengaksesnya gratis. 

                            4. Sesuai dengan Karakter Peserta Didik

                              Berikutnya, adalah memilih media pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Misalnya memperhatikan karakteristik atau gaya belajar mereka. Mereka lebih mudah memahami materi dengan media berisi konten seperti apa? Apakah teks, teks dengan gambar, video, atau yang lainnya? Maka tinggal menyesuaikan. 

                              Selain itu, penting juga untuk memilih media pembelajaran yang isi materinya sesuai dengan silabus atau RPS. Terutama jika guru dan dosen tidak memungkinkan membuat media pembelajaran sendiri. Kemudian memanfaatkan yang sudah ada. Kesesuaian ini penting agar membantu mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. 

                              5. Relevan dengan Materi Pembelajaran 

                                Cara berikutnya adalah memilih media pembelajaran yang relevan dengan materi pembelajaran atau karakter materi tersebut. Misalnya, tidak semua materi pembelajaran ideal menggunakan media berisi teks saja. 

                                Perlu juga dilengkapi video, untuk membantu proses pemahaman materi maupun membantu praktek langsung. Jadi, kenali betul karakter materi dan memilih media pembelajaran yang sesuai materi tersebut. Sehingga materi yang disajikan di dalamnya mudah dipahami para peserta didik. 

                                Itulah artikel dari Deepublish Store tentang jenis media pemebalajaran. Melalui beberapa cara tersebut, tentunya pemilihan media pembelajaran digital semakin mudah. Sekaligus memperbesar kemungkinan pilihan yang diambil sudah tepat. Sehingga relevan dengan kebutuhan dan kondisi para peserta didik. Hal ini akan meningkatkan efektivitas dari kegiatan pembelajaran. 

                                Referensi:

                                Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu. (n.d). Bab II Landasan Teori.

                                Telkom University. (2025). Pengertian Media Digital dan Contohnya. Diakses pada 14 November 2025

                                Pujiati. (2024). Media Pembelajaran Digital dan Manfaatnya. Diakses pada 14 November 2025

                                Kuanta Indonesia. (2024). 4 Jenis Media Pembelajaran Digital di Masa Kini. Diakses pada 14 November 2025

                                  Asari, A., Purba, S., Fitri, R., Genua, V., Herlina, E. S., Wijayanto, P. A., … & Pratasik, S. (2023). Media pembelajaran era digital.

                                  Luqman Hakim

                                  Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.

                                  Tinggalkan komentar