Terdapat banyak sekali hadis menuntut ilmu agama di dalam Islam. Hal ini menunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan tanggung jawab setiap umat muslim. Tanggung jawab ini sudah dimiliki sejak awal kehidupan sampai tutup usia.
Menuntut ilmu bisa dilakukan melalui lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Menuntut ilmu agama sangat dianjurkan memadukan dua metode tersebut. Yakni selain belajar di lembaga formal juga mengikuti pembelajaran nonformal seperti kajian. Lalu, apa saja keutamaan menuntut ilmu bagi muslim?
Daftar Isi
Hukum Menuntut Ilmu bagi Umat Muslim
Sebelum membahas berbagai hadis menuntut ilmu agama dalam Islam. Maka perlu memahami dulu hukum menuntut ilmu. Dalam agama Islam, menuntut ilmu hukumnya wajib bagi semua umat muslim.
Kewajiban ini dimiliki umat muslim sejak lahir sampai tutup usia. Sekaligus berlaku untuk muslim dan muslimah tanpa terkecuali. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-Mujadalah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan..” (QS. Al-Mujadalah: 11).
Surat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW mendapati banyak para sahabat berdesakan atau berebut duduk di dekatnya. Sehingga bisa mendengarkan apa yang disampaikan Nabi dengan lebih jelas.
Melalui surat tersebut, Allah SWT memerintahkan umat muslim untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan saat menuntut ilmu. Yakni dengan memberi ruang dan jalan kepada umat yang baru datang di suatu majelis ilmu. Kemudian memiliki kesempatan duduk di depan, di dekat Nabi Muhammad SAW.
Hadis Menuntut Ilmu
Terdapat cukup banyak hadis yang menjelaskan pentingnya menuntut ilmu bagi umat muslim. Sekaligus menegaskan kewajiban menuntut ilmu bagi seluruh umat muslim. Berikut detailnya:
1. Kewajiban Umat Muslim Menuntut Ilmu
Hukum menuntut ilmu bagi umat muslim, sekali lagi adalah wajib. Selain didasarkan dari firman Allah SWT di dalam surat Al-Mujadalah ayat 11. Juga terdapat hadis yang menjelaskan kewajiban menuntut ilmu:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913).
Kewajiban ini sudah ada sejak umat muslim tersebut lahir sampai menutup mata. Sebab dalam kehidupan, ada banyak hal perlu dipelajari. Bayi yang baru lahir akan belajar bagaimana mengkonsumsi ASI, berjalan, dan sebagainya. Semakin dewasa, semakin banyak ilmu yang harus dipelajari dan dikuasai.
Ilmu dalam agama Islam sendiri memiliki kedudukan yang sangat penting. Hal ini terbukti dari kewajiban untuk memiliki ilmu terlebih dahulu. Baru kemudian menjalankan suatu amal kebaikan.
2. Menuntut Ilmu Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Hadis menuntut ilmu agama berikutnya di dalam Islam adalah diberikan ganjaran ada kemudahan menuju surga.
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Menuntut ilmu bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Selain harus meluangkan waktu dan tenaga untuk belajar dan memahami suatu ilmu agama. Juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Namun, semakin berilmu seseorang semakin mudah beramal baik. Setiap amalan dilakukan dengan baik dan memiliki dasar yang kuat. Sehingga pengalaman ilmu tersebut akan bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Hal ini yang membuat setiap umat muslim yang menuntut ilmu diberikan kemudahan jalan menuju surga.
3. Ilmu Termasuk Amal yang Pahalanya Terus Mengalir
Memiliki ilmu yang bermanfaat dan disebarluaskan kepada banyak orang di sekitar. Maka ilmu tersebut akan bermanfaat bagi orang sekitar. Begitu seterusnya ketika ilmu tersebut terus dibagikan.
Maka ilmu pengetahuan, ilmu agama yang bermanfaat termasuk amalan yang pahalanya terus mengalir. Sehingga bisa menjadi investasi akhirat yang membantu menambah timbangan kebaikan di hari perhitungan kelak.
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim).
4. Ilmu Merupakan Warisan Nabi dan Warisan Paling Berharga
Hadis menuntut ilmu agama berikutnya menjelaskan bahwa ilmu adalah warisan para Nabi. Setiap umat muslim diwajibkan untuk menerima warisan tersebut. Memahami dan mengamalkan ilmu tersebut. Kemudian diwariskan juga kepada seluruh keturunannya.
Bahkan di masa sekarang, mewariskan ilmu kepada anak lebih penting. Sebab berbeda dengan warisan dalam bentuk harta yang bisa menyebabkan perselisihan antar saudara. Mewariskan ilmu tidak bisa diperebutkan. Sehingga menjadi warisan terbaik untuk mencegah perselisihan anak cucu setelah tutup usia.
اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
Artinya: “Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
5. Orang Berilmu Bukan Orang Laknat
Terdapat sebuah hadis yang menyebut bahwa dunia dan seisinya adalah terlaknat. Akan tetapi ada beberapa orang yang dikecualikan sebagai bagian dari isi dunia yang terlaknat.
Yakni orang-orang yang senantiasa berdzikir, menuntut ilmu dan menjadi orang berilmu, dan juga orang-orang yang berjuang dalam proses belajar suatu ilmu pengetahuan maupun ilmu agama.
أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
Artinya: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya kecuali berdzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang belajar.” (Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2322).
6. Menuntut dan Menyebarluaskan Ilmu Memberi Pahala Berlipat Ganda
Dalam salah satu hadis menuntut ilmu agama Islam juga menjelaskan bahwa menuntut ilmu adalah amal ibadah. Dimana pahala ketika dilakukan atau dikerjakan akan berlipat ganda.
Apalagi jika ilmu tersebut dibagikan dan dimanfaatkan secara lebih luas. Sehingga ilmu yang dimiliki menjadi ilmu yang bermanfaat bagi umat. Kemudian menjadi amal jariyah dan akan meringankan dosa di hari penghisaban.
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Artinya: “Siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Muslim no. 2674).
7. Menuntut Ilmu Sama Seperti Ibadah Haji
Hadis menuntut ilmu agama berikutnya menjelaskan bahwa kegiatan menuntut ilmu memiliki pahala sama tingginya dengan ibadah haji. Hal ini menunjukan keutamaan dan kedudukan penting dari kewajiban menuntut ilmu bagi umat muslim.
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
Artinya: “Siapa yang bersegera pergi ke masjid hanya untuk tujuan belajar kebaikan atau mengajarkannya maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang haji secara sempurna.” (Shahih: HR. Ath-Thabrani no. 7473 dalam Al-Mu’jam Al-Kabir).
Keutamaan Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu di dalam Islam merupakan kewajiban bagi semua umat muslim. Kewajiban ini melekat dari sejak terlahir ke dunia sampai tutup usia. Melalui penjelasan sejumlah hadis menuntut ilmu agama, tentunya memberi gambaran keutamaan menuntut ilmu. Berikut penjelasan detailnya:
1. Orang Berilmu Memiliki Derajat Tinggi
Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang sudah dijelaskan. Maka bila diketahui bahwa salah satu keutamaan menuntut ilmu bagi umat muslim adalah mendapat derajat yang tinggi di mata Allah.
2. Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Dalam salah satu hadis yang dijelaskan sebelumnya. Juga diketahui bahwa menuntut ilmu dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki diganjar dengan kemudahan menuju pintu surga.
Setiap umat muslim tentu memiliki keinginan masuk surga. Maka menuntut ilmu dan menyebarluaskannya menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut.
3. Ilmu Merupakan Warisan Abadi
Ilmu diketahui sebagai salah satu warisan para nabi, termasuk dari Nabi Muhammad SAW. Para nabi tidak mewariskan harta dalam bentuk dirham maupun ternak. Melainkan ilmu yang kemudian terus diwariskan sampai generasi muslim masa sekarang.
Meski zaman sudah berubah dan teknologi berkembang pesat. Keberadaan ilmu yang diwariskan para nabi masih abadi sampai sekarang. Oleh sebab itu, warisan ini perlu terus diturunkan sampai generasi mendatang. Maka umat muslim wajib menuntut ilmu dan menyebarluaskannya sehingga bisa meneladani Nabi SAW.
4. Manfaat dan Pahala Ilmu Mengalir Terus-Menerus
Dalam sebuah hadis menuntut ilmu agama, menjelaskan bahwa ilmu yang dimiliki umat muslim adalah sumber amal tanpa terputus. Sehingga bisa menjadi sumber yang meringankan dosa di hari penghisaban nanti.
Selain itu, ilmu merupakan harta bukan benda yang sifatnya abadi. Sehingga bisa diwariskan. Maka seorang muslim yang berilmu perlu menyebarluaskan ilmu tersebut. Baik dengan disebarluaskan lewat buku atau kitab, menjadi guru madrasah, mengajar santri di pondok pesantren, mengisi kajian-kajian, dan sebagainya.
5. Bahagia Dunia Akhirat
Keutamaan menuntut ilmu bagi umat muslim selanjutnya adalah bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
Cara Menuntut Ilmu Agama yang Benar
Selain memahami apa saja hadis menuntut ilmu dan penerapannya. Tentunya umat muslim juga perlu memahami bagaimana belajar ilmu agama yang benar. Sehingga bisa lebih cepat paham dan tidak berhenti di satu topik agama saja.
Supaya kegiatan menuntut ilmu memberikan tambahan ilmu agama dan lebih efektif. Dimana lebih cepat paham. Maka bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini:
1. Niat Menuntut Ilmu karena Allah SWT
Cara pertama adalah meluruskan niat. Dalam agama Islam, dipahami bahwa niat akan menentukan proses dan hasil yang didapat. Hal ini juga berlaku dalam kegiatan menuntut ilmu agama.
Menuntut ilmu agama sebaiknya karena Allah SWT. Yakni untuk mempertebal ilmu agama, menguatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjadi jalan untuk lebih dekat kepada Allah SWT.
Jadi, sangat penting untuk memperbaiki niat agar dimudahkan urusan menuntut ilmu. Hindari menuntut ilmu karena ingin dipuji, disanjung, dan ingin memamerkan kecerdasan kepada orang sekitar. Niat yang keliru akan menyulitkan proses menuntut ilmu dan ilmu tersebut menjadi tidak berkah.
2. Menuntut Ilmu Pelan dan Bertahap
Tidak ada proses belajar yang mudah dan instan. Belajar harus pelan dan bertahap. Namun dilakukan secara kontinyu. Belajar dulu dari materi agama paling mendasar dan paling mudah dipahami. Begitu seterusnya sampai materi lebih dalam dan kompleks.
Jika masa awal belajar agama Islam langsung ke bab pembagian warisan sesuai hukum Islam. Maka akan merasa agama Islam itu sulit dan memusingkan. Namun, menjadi lain soal jika mempelajari dulu mengenai rukun Islam, rukun Iman, dan ilmu dasar dulu.
3. Menuntut Ilmu dengan Konsisten
Cara yang ketiga adalah menuntut ilmu agama dengan konsisten. Belajar ilmu agama tidak bisa hanya satu hari, satu bulan, bahkan satu tahun pun tidak cukup. Maka dibutuhkan ketekunan agar bisa konsisten belajar.
Pasalnya, ada banyak ilmu agama yang harus dipelajari. Bukan sekedar ibadah wajib maupun ibadah sunah. Namun lebih kompleks lagi, sebab agama Islam menjadi agama yang mengatur banyak aspek kehidupan manusia dan cenderung rumit.
4. Meminta Doa Restu Orang Tua
Cara berikutnya dalam menuntut ilmu agama yang baik adalah meminta doa restu dari orang tua. Selain itu, meminta doa dan restu juga dari guru di sekolah, guru ngaji, guru madrasah, dan dosen di perguruan tinggi.
Keridhoan orang tua dan guru sangat penting dalam mendapat ridho Allah SWT. Hal ini sesuai dengan “ridho Allah tergantung dengan ridho orang tua, dan murkanya Allah tergantung murkanya orang tua”. Sehingga meminta doa restu membantu dimudahkan dalam proses menuntut ilmu agama yang sulit dan menuntut kesabaran.
5. Selalu Rajin Mencatat
Cara terakhir untuk lebih maksimal dalam menuntut ilmu agama adalah rajin mencatat. Mencatat apa yang disampaikan guru di sekolah dan madrasah maupun dosen. Adalah hal penting, sebab sama artinya sedang mengingat dan memahami materi yang disampaikan. Sehingga lebih cepat paham.
Melalui beberapa cara tersebut, maka akan sangat membantu dalam memudahkan proses menuntut ilmu. Dimana bisa lebih cepat paham dan belajar tidak terasa terlalu berat. Sehingga mengamalkan hadis menuntut ilmu agama terasa lebih ringan dan mudah.
Rekomendasi Buku Agama Islam
Menuntut ilmu adalah ibadah yang nilainya terus mengalir, terlebih jika ilmu tersebut mendekatkan kita kepada Allah dan memperbaiki kualitas ibadah sehari-hari. Untuk menemani proses belajar dan refleksi, kamu bisa meluaskannya lewat bacaan-bacaan bertema keislaman.
Buku seperti Serial Cinta Ramadhan: Betapa Allah Menyayangi Kita, 30 Kultum Ramadhan, dan Jangan-jangan Ini Ramadhan Terakhirku dapat menjadi sarana menuntut ilmu dengan cara yang ringan, menyentuh hati, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan ramadhan.
Referensi:
Hidayah, N. (2024). 15 Hadits Menuntut Ilmu (Bacaan Arab-Arti) & Keutamaannya. Diakses pada 1 Desember 2025
Susilo, A. (n.d). Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam. Diakses pada 1 Desember 2025
Imanuella, J. (2024). 19 Macam Hadist Menuntut Ilmu Arab, Latin, dan Artinya. Diakses pada 1 Desember 2025
NU Online. (n.d). Al-Mujadilah · Ayat 11. Diakses pada 1 Desember 2025
Tuasikal, M. A. (2018). Tsalatsatul Ushul: Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal. Diakses pada 1 Desember 2025
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.


