Sebelum menonton film atau membeli sebuah buku, kebanyakan orang akan membaca ulasan atau review terlebih dahulu agar mendapat gambaran cerita atau isi karya. Ini disebut dengan teks ulasan atau bisa juga disebut resensi.
Apakah kamu ingin memberikan ulasan terhadap sebuah karya? Nah, agar tidak binggung, pada artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang teks ulasan. Simak baik-baik!
Daftar Isi
Pengertian Teks Ulasan
Apa itu teks ulasan? Menurut Journal of Innovative and Creativity teks ulasan adalah salah satu jenis teks dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang berfungsi memberikan penilaian, kritik, dan apresiasi terhadap suatu karya seperti film, drama, atau sebuah buku.
Perlu diingat, teks ulasan yang kamu tulis sebaiknya bersifat kritis, sehingga dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan berkontribusi bagi pengembangan karya lainnya.
Tujuan Teks Ulasan
Tentu saja diciptakannya teks ulasan memiliki tujuan tersendiri. Tujuan inilah yang membuat teks ulasan harus dipelajari dengan baik dan secara terstruktur. Berikut 10 tujuan teks ulasan yang sebaiknya diketahui.
- Menunjukkan pandangan atau penilaian penulis resensi terhadap suatu karya
- Memberikan informasi kepada publik tentang kelayakan yang dimiliki suatu karya.
- Membantu pembaca untuk mengetahui isi dari suatu karya.
- Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan karya yang diulas atau dibuatkan resensi
- Mengetahui perbandingan karya tersebut dengan karya lain yang sejenis.
- Memberikan informasi yang komprehensif tentang suatu karya.
- Memberi tahu dan mengajak pembaca untuk merenungkan, memikirkan, dan mendiskusikan masalah yang terdapat di suatu karya.
- Memberikan pertimbangan kepada pembaca, apakah suatu karya tersebut pantas untuk dinikmati atau tidak.
- Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan suatu karya dengan karya serupa.
- Memberi pertimbangan bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih, membeli, dan menikmati suatu karya.
Ciri-Ciri Teks Ulasan
Untuk membedakan teks ulasan dengan teks lainnya, tentunya harus memahami apa ciri khas masing-masing teks. Agar tak salah memahami teks apa yang sedang dicari, sebaiknya ketahui lebih dahulu sebuah teks tersebut. Berikut ini ciri-ciri teks ulasan yang membedakan dengan teks lainnya.
- Struktur teks ulasan terdiri dari: Orientas, Tafsiran, Evaluasi, Rangkuman
- Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis
- Opini yang ditulis di dalam teks ulasan berdasarkan fakta yang diinterpretasikan
- Memiliki nama lain, yaitu resensi.
- Membahas latar belakang dan hubungan dengan karya lain yang sejenis.
- Memuat pendapat dan gambaran mengenai isi atau makna dalam suatu karya yang diulas.
- Memiliki penilaian mengenai kelebihan dan kekurangan dari suatu karya yang diulas.
Struktur Teks Ulasan
Struktur teks ulasan sudah dibahas sedikit di bagian ciri-ciri teks ulasan. Struktur teks ulasan terdiri dari identitas karya, orientasi, sinopsis, dan penilaian karya. Jadi, struktur teks ulasan yang benar adalah identitas karya, orientasi, sinopsis, tafsiran, evaluasi dan rangkuman.
1. Identitas Karya
Pada struktur teks ulasan wajib dicantumkan identitas karya. Identitas karya biasanya berisi, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, dan ukuran buku.
2. Orientasi
Orientasi merupakan bagian pertama atau utama yang ada di teks ulasan. Orientasi menerangkan gambaran umum terhadap suatu karya film, buku, lagu, hingga karya sastra, dan karya seni lainnya yang kemudian akan diulas.
Pada bagian orientasi ini, penulis akan memberikan penjelasan selengkap-lengkapnya terhadap pembaca terkait apa yang nantinya akan dibahas di dalam sebuah teks ulasan.
3. Sinopsis
Selanjutnya, teks ulasan juga harus tercantum sinopsis karya. Sinopsis karya yang dicantumkan pada teks ulasan ini berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi karya.
4. Tafsiran
Struktur teks ulasan yang kedua yakni tafsiran. Tafsiran merupakan penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas. Biasanya, tafsiran ini membahas mulai dari bagian-bagian dalam suatu karya, keunikan karya, keunggulan karya, kualitas karya, dan lain sebagainya.
5. Evaluasi
Bagian selanjutnya di dalam teks ulasan yakni evaluasi. Penulis akan menuliskan evaluasinya berupa pandangan penulis terhadap suatu karya yang diulas. Evaluasi ini biasanya ditulis setelah penulis selesai mendapatkan tafsiran dari suatu karya sastra yang diulas.
Pada bagian evaluasi ini, akan disebutkan berbagai bagian yang memiliki nilai kelebihan dari suatu karya dan juga menyebutkan kekurangan yang terdapat dalam suatu karya tersebut.
6. Rangkuman
Bagian terakhir yakni rangkuman. Rangkuman merupakan bagian teks ulasan yang berisi mengenai kesimpulan dari ulasan pada sebuah karya yang diulas. Di bagian rangkuman, penulis akan menuliskan komentarnya terhadap karya yang ia ulas, apakah karya tersebut memiliki kualitas yang baik untuk dinikmati atau tidak.
Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan
Berikut ini kaidah kebahasaan teks ulasan yang perlu kamu ketahui:
1. Menggunakan Konjungsi Penerang
Di dalam teks ulasan, harus terdapat kaidah kebahasaan yakni menggunakan konjungsi penerang. Konjungsi penerang ini seperti, bahwa, yakni, dan yaitu.
Sebuah contoh: “Lily merasa bahwa semua insiden yang terjadi itu berdasarkan perbuatan sikap temannya, Naura. Ia merasa tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan Naura dan menuduh tanpa alasan.”
2. Menggunakan Konjungsi Temporal
Selain konjungsi penerang, di dalam teks ulasan juga mengandung kaidah kebahasaan konjungsi temporal. Konjungsi temporal di antaranya: sejak, semenjak, kemudian, dan akhirnya.
Contohnya: “Semenjak kejadian yang menakutkan itu, Bu Tina tak berani lagi lewat jalan yang sama jika sudah larut malam. Ia masih takut jika bertemu dengan perampok yang membuat tasnya raib.”
3. Menggunakan Konjungsi Penyebab
Selanjutnya yakni konjungsi penyebab. Konjungsi penyebab ini di antaranya: karena dan sebab.
Contohnya: “Meski demikian, Rima sadar bahwa hal yang terjadi pada dirinya memang sudah ditakdirkan dan jadi garis Tuhan. Ia tak bisa mengelak.”
4. Menggunakan Pernyataan Saran atau Rekomendasi
Di akhir teks ulasan, biasanya mengandung pernyataan-pernyataan berupa saran atau rekomendasi, misalnya: jangan, hendaknya, atau harus.
Contohnya: “Maka remaja sekarang hendaknya tak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal, terutama di sosial media.”
Jenis-Jenis Teks Ulasan
Sama halnya dengan teks-teks yang lain, teks ulasan juga memiliki berbagai jenis sesuai dengan isi dan juga maksud tujuan teks tersebut dibuat. Berikut ini jenis-jenis teks ulasan dan penjelasannya.
1. Teks Ulasan Informatif
Teks ulasan informatif merupakan ulasan terhadap sebuah karya yang diuraikan dengan tujuan memberi informasi kepada pembaca. Umumnya, jenis teks ulasan informatif hanya memaparkan secara umum mengenai gambaran dari suatu karya yang kemudian dapat dinilai melalui bahasa yang digunakan, yakni singkat, padat, jelas, dan luas.
Selain itu, teks ulasan informatif biasanya hanya berfokus pada kelebihan dan kekurangan suatu karya yang diulas tanpa diulas lebih jauh atau lebih lengkap lagi.
2. Teks Ulasan Deskriptif
Jenis teks ulasan selanjutnya yakni teks ulasan deskriptif. Teks ulasan deskriptif biasanya merupakan gambaran dari sebuah karya sastra. Di dalam teks ulasan deskriptif, karya sastra akan digambarkan secara sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya agar pembaca memahami betul maksud dari penulis karya sastra.
3. Teks Ulasan Kritis
Jenis teks ulasan yang terakhir yakni teks ulasan kritis. Berbeda dengan dua jenis teks ulasan yang lain, teks ulasan kritis memang sengaja memberikan kritikan terhadap karya sastra melalui sudut pandang tertentu. Dalam artian, penulis teks ulasan memang sepenuhnya menggunakan daya analisis secara subjektif dari pandangan penulis.
Hal ini artinya, teks ulasan kritis biasanya tidak memihak pada siapa pun dan dapat dijadikan acuan untuk suatu karya karena sifatnya subjektif.
Buku Ajar Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi
Buku Bahasa dan Sastra ini berjudul Buku Ajar Bahasa Indonesia Perguruan Tinggi merupakan karya dari Dami, Suardi, Yuyun Safitri. Buku ini disusun guna membantu pembelajaran mata kuliah Bahasa Indonesia.
Beli di WebsiteCara Menulis Teks Ulasan
Bagaimana sih cara menulis teks ulasan yang baik dan benar? Teks ulasan sendiri merupakan teks yang membahas atau menilai suatu karya sastra. Oleh sebab itu, agar dapat membuat teks ulasan, penulis harus memiliki pemahaman dan penafsiran setelah membaca atau menikmati karya dengan sungguh-sungguh.
Jika ingin membuat teks ulasan, penulis juga harus memahami bagaimana cara menulis teks ulasan yang tepat dan baik. Berikut ini cara membuat teks ulasan menurut struktur dan kaidah yang sesuai.
- Mencatat identitas suatu karya sastra yang akan diulas meliputi: judul karya, penulis, pihak lain yang memegang peranan penting di dalamnya, tanggal terbit.
- Mencatat berbagai hal menarik yang menjadi pesona utama dari karya sastra yang akan diulas.
- Menganalisis kemudian menelaah kelebihan dan kekurangan isi dalam karya sastra.
- Membuat simpulan mengenai isi dan kesan secara keseluruhan yang didapatkan setelah membaca dan menikmati karya sastra.
- Membuat saran yang menunjukkan suatu aski konkret yang dapat dilakukan atau harapan bagi karya yang sudah diulas.
Contoh Teks Ulasan
1. Teks Ulasan Buku
Judul : Review Buku Pembelajaran Tematik SD
Isi Teks Ulasan:
Setiap pergantian menteri pendidikan, banyak peraturan di sekolah juga berganti, salah satunya aturan tentang buku pembelajaran bagi siswa. Buku-buku yang diedarkan diganti agar mengikuti kurikulum yang saat itu berlaku.
Saat ini, buku pembelajaran yang diperuntukkan untuk siswa sekolah khususnya sekolah dasar (SD) sudah berbeda dengan buku beberapa tahun sebelumnya. Jika buku pembelajaran sebelumnya dipisahkan sesuai dengan tema pelajaran, saat ini berbagai tema buku dijadikan satu dan diciptakan dengan judul “Tematik”.
Penciptaan buku tematik untuk siswa sekolah ini tergolong baru di Indonesia dan masih butuh penyesuaian serta masukan dan pembaruan.
Ada beberapa kelebihan tetapi ada juga kelemahan dalam buku tematik yang saat ini digunakan untuk kalangan siswa. Kelebihan buku tematik adalah mempermudah guru untuk memberi penjelasan karena lebih hemat waktu. Hal ini karena buku tematik memang diciptakan dengan tujuan lebih efisien.
Namun kekurangannya, buku tematik ini membuat siswa kewalahan dan sulit fokus karena semua mata pelajaran ada di dalam satu buku. Jika ingin membuka halaman tertentu, maka fokus siswa bisa terpecah-belah.
Kesimpulan Teks Ulasan
Akhirnya, semua kebijakan terkait penggunaan buku ini tak hanya bisa dilihat dari segi kelemahan maupun kelebihan. Di sini lah kelak peran guru yang mengajar harus lebih diperhatikan karena guru harus mampu mengantisipasi kesulitan yang dialami siswanya. Guru juga diminta mengkondisikan pembelajaran agar lebih efektif dan tidak menyulitkan siswa.
2. Teks Ulasan Novel
Judul: Review Novel Laskar Pelangi
Isi Teks Ulasan
Novel “Laskar Pelangi” yang ditulis oleh Andrea Hirata memiliki tebal buku 534 halaman yang berisi mengenai kisah pelajar di pedalaman yang menarik. Kisah di dalam novel “Laskar Pelangi” menceritakan kisah nyata tentang perjalanan seorang penulis yang mengejar mimpinya agar bisa pergi ke Negara Perancis.
Kisah ini disebut-sebut sebagai novel yang dibuat sebagai film yang sangat menarik dengan sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana. Novel ini mampu membuat pembaca merasa seperti dibawa ke dalam cerita.
Kisah “Laskar Pelangi” menceritakan kehidupan seorang bocah laki-laki bernama Ikal dan perjalanan sekolahnya. Setiap akan sekolah, ikal harus menunggu sepuluh orang lainnya yang juga ingin sekolah. Selain Ikal, ada Sahara, Trapani, Kucai, Syahdan, mahar, Lintang, Borek, A Kiong, Bu Mus, Pak Harfan, dan orang tua mereka yang menunggu apa ada satu siswa lagi yang akan masuk sekolah.
SD Muhammadiyah, tempat mereka sekolah sampai saat ini belum memiliki 10 siswa sehingga jika tidak berjumlah 10, maka mereka tidak akan bisa bersekolah. Hal ini karena SD Muhammadiyah terpaksa harus selesai jika siswanya kurang dari 10 orang.
Setelah menunggu begitu lama, akhirnya datanglah seorang anak berusia lima belas tahun yang cerdas tetapi perkembangannya agak lumpuh. Mengetahui kedatangan siswa pria tadi, Ikal dan teman-temannya merasa senang karena akhirnya masih bisa sekolah di SD Muhammadiyah agar cita-cita mereka tercapai.
Karakter utama di dalam cerita ini adalah Ikal. Ikal adalah seorang bocah pemberani, pintar, dan mau berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Kemudian Lintang yang merupakan anak rajin, jenis, dan berani. Tetapi ia harus keluar dari sekolah karena ayahnya meninggal dunia saat sedang berlayar di tengah laut.
Kemudian Bu Mus, guru wanita yang sangat baik dan perhatian dengan muridnya, serta tokoh-tokoh lain.
Gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata dianggap sangat baik, menarik, dan mudah dipahami. Meski demikian, Andrea Hirata juga memakai campuran bahasa Melayu yang membuat pembaca harus berpikir agak keras mengetahui arti bahasa tersebut.
Plot cerita yang digunakan di dalam novel “Laskar Pelangi” adalah plot campuran. Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama karena ia adalah karakter utama dari cerita tersebut.
Kesimpulan
Kesimpulannya, novel ini memiliki banyak saran untuk pembaca. Selaku penulis, Andrea Hirata mengajarkan kita untuk tidak menyerah ketika memiliki mimpi dan cita-cita. Novel ini juga mengajarkan kita menjadi teman yang setia dan saling membantu. Kekurangannya, karena adanya bahasa Melayu sehingga banyak yang kurang paham dengan beberapa maksud di novel ini.
Nah, bagaimana pembahasan dari Deepublish Store tentang pengertian teks ulasan mulai dari struktur, ciri-ciri, kaidah kebahasaan sampai dengan contoh teks ulasan itu sendiri. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan rujukan dalam membuat teks ulasan yang lebih baik lagi.
Artikel pertama kali ditulis oleh Muhammad Luqman, kemudian diperbarui oleh Muhammad Luqman H pada 14 April 2026.
Referensi:
Tasya, D., Wani, D. V., Syafitri, M. N., Nitajria, N., & Halimatussa’diyah. (2025). Menyelami teks ulasan dalam bahasa Indonesia beserta struktur dan contohnya. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 12995–12999. https://joecy.org/index.php/joecy. Diakses 14 April 2026
Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
FAQ
teks ulasan adalah teks yang berisi ulasan atau penilaian terhadap suatu karya, misalnya seperti film, buku, lagu, karya sastra, hingga karya seni. Biasanya, teks ulasan juga bisa disebut sebagai resensi. Teks ulasan juga bisa dibuat terhadap adanya suatu peristiwa, misalnya olahraga atau kegiatan sosial lainnya.
Struktur teks ulasan terdiri dari identitas karya, orientasi, sinopsis, dan penilaian karya.
Teks ulasan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu teks ulasan informatif, teks ulasan deskriptif, teks ulasan kritis.


