Dalam melakukan penelitian, terdapat beberapa cara untuk mendapatkan data penelitian untuk menjawab masalah yang dibahas di dalam penelitian. Untuk mendapatkan data, ada beberapa metode yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan juga bagaimana jenis datanya, salah satunya adalah dengan menggunakan metode observasi.
Teknik atau metode observasi ini merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang penting di dalam proses berjalannya penelitian. Sehingga peneliti dapat memperoleh data yang valid, sesuai dengan fakta di lapangan, dan juga akurat. Tapi, apa pengertian dari metode observasi?
Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu metode observasi, apa saja metode observasi menurut para ahli, apa saja macam-macam metode observasi, hingga contoh metode observasi di dalam penelitian, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini.
Daftar Isi
Pengertian Metode Observasi
Apa itu metode observasi? Metode observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan yang disertai dengan adanya berbagai pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Metode observasi juga dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas terhadap suatu proses atau objek yang dimaksud dengan merasakan dan memahami pengetahuan dari fenomena.
Hal ini dilakukan untuk berdasarkan dengan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui, sehingga kemudian didapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan penelitian yang berlangsung.
Metode Observasi Menurut Para Ahli
Selain pengertian secara umum, para ahli juga memiliki pendapatnya masing-masing mengenai pengertian dari metode observasi. Berikut adalah pengertian metode observasi menurut para ahli:
1. Nana Sudjana
Menurut Nana Sudjana, observasi merupakan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap berbagai gejala yang diteliti. Teknik observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki.
Dalam arti yang luas, observasi sebenarnya tidak hanya terbatas pada pengamatan yang dilaksanakan baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Sutrisno Hadi
Sutrisno Hadi mengungkapkan pengertian dari metode observasi sebagai pengamatan, pencatatan dengan sistematis tentang fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi adalah sebuah proses yang kompleks yang terdiri atas berbagai macam proses, baik biologis maupun psikologis yang lebih memprioritaskan proses ingatan dan pengamatan.
3. Sugiyono
Dikutip dari buku Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif (2014), observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis.
4. Eko Putro Widoyoko
Eko Putro Widoyoko mengungkapkan metode observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak di dalam suatu gejala pada objek penelitian.
5. Riyanto
Riyanto berpendapat di dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Pendidikan (2010) bahwa observasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung.
6. Gibson, R.L. dan Mitchell. M. H.
Menurut Gibson, R.L. dan Mitchell. M. H., observasi merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan seleksi derajat untuk menentukan sebuah keputusan serta konklusi terhadap orang yang sedang diamati.
7. Creswell
Creswell mengungkapkan pendapatnya bahwa observasi adalah proses pemerolehan data dari tangan pertama, dengan cara melakukan pengamatan orang serta lokasi dilakukannya penelitian.
8. Larry Christensen
Larry Christensen mengatakan bahwa observasi adalah cara mendapatkan informasi penting mengenai orang, karena apa yang dikatakan belum tentu sesuai dengan yang dikerjakan.
9. Patton
Observasi menurut Patton merupakan metode yang sifatnya akurat dan spesifik untuk mengumpulkan data dan mencari informasi mengenai segala kegiatan yang dijadikan objek kajian penelitian.
10. Prof. Heru
Prof. Heru berpendapat bahwa pengertian observasi merupakan suatu pengamatan yang menunjukkan sebuah studi atau pembelajaran yang dilakukan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan juga sesuai tujuan yang dicapai pada suatu pengamatan yang dicatat mengenai segala kejadian yang fenomenanya disebut dengan hasil observasi.
Baca Juga: Lembar Observasi Penelitian: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh
Macam-Macam Metode Observasi
Metode observasi memiliki beberapa macam atau jenis yang bisa digunakan. Berikut merupakan macam-macam metode observasi.
1. Observasi Menurut Peranan Observer
Observasi menurut peranan observer dibagi tiga, yaitu:
a. Observasi Partisipan
Observasi partisipan adalah jenis pengamatan yang dilakukan ketika pengamat atau peneliti ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan yang sedang diamati. Dalam jenis observasi ini, peneliti tidak hanya melihat dari luar, tetapi juga ikut berinteraksi dan merasakan situasi yang terjadi di lapangan.
Melalui observasi partisipan, peneliti dapat memperoleh data yang lebih mendalam karena mengalami sendiri proses, aktivitas, atau kebiasaan subjek yang diteliti. Namun, peneliti tetap harus menjaga objektivitas agar keterlibatannya tidak memengaruhi hasil pengamatan.
b. Observasi Non Partisipan
Observasi non partisipan adalah jenis pengamatan ketika pengamat atau peneliti tidak ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan yang sedang diamati. Peneliti hanya berperan sebagai pengamat dari luar dan tidak mengambil bagian dalam aktivitas subjek penelitian.
Biasanya, observasi ini dilakukan dengan cara memperhatikan perilaku, kegiatan, atau situasi dari jarak tertentu. Jenis observasi ini cocok digunakan ketika peneliti ingin menjaga jarak agar aktivitas yang diamati berjalan secara alami tanpa banyak dipengaruhi oleh kehadiran peneliti.
c. Observasi Quasi Partisipasi
Observasi quasi partisipasi adalah jenis observasi ketika pengamat tampak seolah-olah ikut terlibat dalam kegiatan yang diamati, tetapi sebenarnya keterlibatannya tidak sepenuhnya aktif. Peneliti hanya menunjukkan kehadiran atau peran tertentu agar dapat lebih dekat dengan situasi penelitian.
Dalam observasi ini, peneliti bisa berinteraksi dengan subjek penelitian, tetapi tetap membatasi keterlibatannya. Tujuannya adalah agar peneliti dapat memperoleh data secara lebih dekat tanpa benar-benar menjadi bagian penuh dari kegiatan yang sedang diamati.
2. Observasi Menurut Situasi
Observasi menurut situasinya dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Free Situation
Free situation adalah jenis observasi yang dilakukan dalam situasi bebas atau alami. Artinya, kegiatan yang diamati berlangsung sebagaimana adanya tanpa adanya batasan, aturan khusus, atau perlakuan tertentu dari pengamat.
Dalam observasi ini, pengamat hanya memperhatikan peristiwa, perilaku, atau aktivitas yang terjadi secara natural. Jenis observasi ini biasanya digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi di lapangan karena subjek yang diamati tidak berada dalam tekanan atau pengaturan tertentu.
b. Manipulated Situation
Manipulated situation adalah jenis observasi yang dilakukan dalam situasi yang sengaja dibuat atau diatur oleh pengamat. Meskipun situasinya dibuat, jalannya observasi tetap berada dalam kontrol peneliti atau pengamat.
Tujuan dari observasi ini adalah untuk melihat bagaimana subjek memberikan respons terhadap situasi tertentu yang telah dirancang sebelumnya. Dengan begitu, pengamat dapat memperoleh data sesuai kebutuhan penelitian, tetapi tetap dalam kondisi yang terarah dan terkendali.
c. Partially Controlled Situation
Partially controlled situation adalah jenis observasi yang menggabungkan situasi bebas dan situasi yang dikontrol. Dalam observasi ini, sebagian kondisi dibiarkan berjalan secara alami, sementara sebagian lainnya tetap diatur atau dikendalikan oleh pengamat.
Jenis observasi ini digunakan ketika peneliti ingin mendapatkan data yang natural, tetapi tetap membutuhkan beberapa batasan atau peng
3. Observasi Menurut Sifatnya
Observasi menurut sifatnya dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Observasi Sistematis
Observasi sistematis adalah jenis pengamatan yang dilakukan berdasarkan prosedur, pedoman, atau ketentuan yang sudah dirancang sebelumnya. Dalam observasi ini, pengamat tidak melakukan pengamatan secara sembarangan, melainkan mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan agar data yang diperoleh lebih terarah.
Sebelum melakukan observasi sistematis, pengamat perlu menentukan terlebih dahulu aspek atau faktor apa saja yang akan diamati. Misalnya, perilaku tertentu, kondisi lingkungan, pola interaksi, atau aktivitas yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Dengan adanya pedoman tersebut, proses observasi menjadi lebih fokus dan hasilnya lebih mudah dianalisis.
b. Observasi Non Sistematis
Observasi non sistematis adalah jenis pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan rencana atau pedoman yang tersusun secara ketat. Dalam observasi ini, pengamat lebih bebas mencatat berbagai hal yang dianggap penting selama proses pengamatan berlangsung.
Karena tidak terikat pada prosedur tertentu, observasi non sistematis biasanya digunakan ketika peneliti ingin memperoleh gambaran awal mengenai suatu peristiwa, situasi, atau perilaku. Meskipun lebih fleksibel, pengamat tetap perlu teliti agar informasi yang diperoleh tidak terlalu luas dan tetap relevan dengan tujuan pengamatan.
Baca Juga: Metode Ilmiah: Pengertian, Langkah dan Contoh
Contoh Metode Observasi dalam Penelitian
Penelitian mengenai “Pengaruh dari Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP”. Observasi dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Pengamat mengamati banyak kekurangan tetapi ada juga kelebihan mengenai pengaruh media sosial terhadap siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
- Siswa SMP mengalami gangguan belajar karena terlalu kecanduan dengan ponsel dan media sosial yang sudah akrab dengannya. Akhirnya nilai belajar pun menurun.
- Siswa SMP menjadi malas untuk melakukan ekstrakurikuler karena sepulang sekolah, mereka ingin sampai rumah dan bermain ponsel. Dampaknya, peminat ekstrakurikuler menjadi sepi.
- Siswa SMP tidak memperhatikan pelajaran dengan baik karena dimudahkannya akses internet di sekolah sehingga ketika ia membuka laptop untuk mencari materi pembelajaran, mereka juga bisa sambil bermain media sosialnya.
- Siswa SMP lebih melek teknologi karena dengan mengetahui cara mengoperasikan media sosial, siswa dapat memahami dan menggunakan teknologi dengan lebih baik.
Buku Teknik Penulisan Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah suatu produk ilmiah yang memuat dan mengkaji, suatu masalah atau terhadap bidang ilmu tertentu oleh perseorangan atau kelompok dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Kaidah keilmuan merupakan aturan baku dan berlaku umum yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
🛒 Beli di WebsiteTeknik Pengumpulan Data Observasi
Teknik pengumpulan data observasi adalah metode yang digunakan untuk pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat fenomena atau perilaku yang terjadu secara langsung. Nah berikut adalah teknik pengumpulan data observasi yang sering digunakan:
- Observasi Partisipatif: Peneliti akan terlibat langsung dalam aktivitas yang sedang dipantau. Hal ini juga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas karena mereka berada di lingkungan yang sedang diamati.
- Observasi Non-Partisipatif: Peneliti banyak mengamati tanpa terlibat langsung dalam aktivitas yang sedang diamati. Cara ini biasanya digunakan untuk menghindari pengaruh peneliti terhadap subjek yang sedang diamati.
- Observasi Terstruktur: Peneliti menggunakan alat pengamatan yang sudah ditentukan sebelumnya. Cara ini biasanya digunakan untuk observasi yang dilakukan dengan sistematis, seperti mencatat durasi kejadian tertentu.
- Obervasi Tidak Terstruktur: Peneliti tidak menggunakan pedomatan pengamatan. Observasi ini cenderung lebih fleksibel dan memungkinkan peneliti untuk mencatat data yang muncul secara spontan.
Berikut informasi dari Deepublish Store tentang Metode Observasi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang melakukan penelitian.
Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdul Aziz, kemudian diperbarui oleh Muhammad Luqman H pada 13 Mei 2026.
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.


