Struktur Teks Prosedur dan Contohnya, Yuk Simak!

Memahami seperti apa struktur teks prosedur menjadi hal penting untuk dipahami sebelum mulai menyusunnya. Sebab dengan struktur yang baik dan benar, maka penjelasan di dalam teks bisa lebih jelas dan runtut. Sehingga isi teks tersebut lebih mudah dipahami. 

Meskipun tidak ada kewajiban untuk menyusun dalam struktur yang lengkap selayaknya aturan pada penulisan karya ilmiah. Namun, teks prosedur dengan struktur yang lengkap dan alurnya runtut akan menjadi nilai tambah. Berikut informasinya.

Pengertian Teks Prosedur

Sebelum mengetahui seperti apa struktur teks prosedur, maka pahami dulu definisinya. Dikutip melalui salah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Korpus, menjelaskan bahwa di dalam bahasa Indonesia setidaknya ada 14 jenis teks. Seperti teks deskriptif, eksposisi, persuasi, teks ulasan, teks prosedur, dan sebagainya. 

Menurut Priyatni (2014:87), teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk untuk melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut. Teks jenis ini disusun untuk memberi petunjuk penggunaan, pengolahan, dan bahkan cara penyimpanan. 

Beberapa contoh teks prosedur yang bisa dijumpai sehari-hari adalah buku manual penggunaan, panduan instalasi atau merakit suatu barang misalnya meja, resep masakan atau cara memasak untuk produk makanan, petunjuk perbaikan atau reparasi, petunjuk penyimpanan, petunjuk perawatan, dan lain sebagainya. 

Struktur Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki ciri khas tersusun secara sistematis dan logis. Sekaligus sistematika tersebut ditunjukan dengan penjelasan langkah-langkah atau tahapan dimulai dari tahap paling awal ke tahap akhir. Sehingga sering disajikan dalam bentuk penomoran dan ada struktur dasarnya. Berikut adalah detail struktur teks prosedur: 

1. Judul 

Bagian pertama di dalam struktur dari teks prosedur adalah judul. Judul menjelaskan informasi mengenai apa yang akan dijelaskan di dalam teks prosedur tersebut. Judul pada teks prosedur biasanya dibuat singkat, padat, dan jelas. Misalnya, jika instruksi merakit meja belajar, maka judulnya bisa “panduan merakit meja”. 

2. Tujuan 

Bagian kedua di dalam struktur dari teks prosedur adalah tujuan. Sesuai dengan namanya,bagian ini akan menjelaskan tujuan dari penyusunan teks prosedur. Bagian ini juga disusun dalam bentuk kalimat ringkas tapi jelas. Berikut contohnya: 

“Paspor menjadi dokumen yang perlu diurus ketika hendak pergi keluar negeri. Pengurusan paspor harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku pihak imigrasi. Berikut langkah-langkah pengurusannya.”

Ebook Bisnis

3. Alat dan Bahan 

Bagian ketiga di dalam struktur teks prosedur adalah alat dan bahan. Sesuai namanya, bagian ini akan menjelaskan kebutuhan peralatan dan bahan yang perlu disediakan pembaca. Sehingga prosedur yang dijelaskan bisa dipraktekan langsung. 

Jika teks prosedur berisi resep memasak, maka bagian ini berisi bahan-bahan dan bumbu masakan tersebut. Contoh lain, jika teks prosedur menjelaskan cara merakit antena digital. Maka alat dan bahan akan menjelaskan alat apa saja yang perlu disiapkan, misalnya obeng. 

4. Langkah-Langkah Prosedur 

Bagian keempat adalah langkah-langkah prosedur atau tahapan dalam prosedur yang akan dijelaskan. Sesuai penjelasan sekilas sebelumnya, bagian ini bisa dibuat penomoran atau listicle. Sehingga urutannya lebih jelas dan lebih mudah dipahami oleh pembaca. 

Namun, bagian ini juga bisa dibuat susunan kalimat yang membentuk paragraf. Selama susunan kalimat tetap runtut atau sistematis dan disusun secara kronologis, maka akan tetap mudah dipahami pembaca. 

5. Tips dan Peringatan (Opsional) 

Bagian kelima di dalam teks prosedur adalah tips dna peringatan, bagian ini sendiri sifatnya opsional. Sehingga bisa ditambahkan jika memang dirasa perlu. Sesuai namanya, bagian ini akan menjelaskan tips tambahan. Bisa juga berisi peringatan. 

program afiliasi

Misalnya, jika teks prosedur menjelaskan cara menyimpan daging ayam. Maka pada bagian tips bisa ditambahkan untuk menggunakan wadah seperti apa sehingga awet. Contoh lain, jika ingin menambahkan peringatan maka bisa menjelaskan peringatan durasi penyimpanan daging ayam agar tetap layak dikonsumsi. 

6. Penutup (Opsional) 

Bagian keenam di dalam struktur teks prosedur adalah penutup dan sifatnya masih opsional. Sehingga tidak ada bagian penutup pada dasarnya tidak masalah. Namun, pada beberapa kondisi penambahan bagian ini dianggap perlu atau penting. Misalnya teks prosedur menjelaskan langkah-langkah mengurus paspor. 

Kemudian, penulis teks memberi rangkuman singkat dan menambahkan informasi tambahan. Misalnya menjelaskan syarat dan prosedur pengajuan paspor bisa berubah sewaktu-waktu. Sehingga meminta pembaca untuk konsultasi lebih lanjut dengan pihak Kantor Imigrasi. 

7. Gambar atau Diagram (Opsional) 

Bagian terakhir adalah gambar atau diagram. Sifatnya juga opsional. Bagian ini bisa ditambahkan untuk meningkatkan keterbacaan teks sekaligus meningkatkan pemahaman para pembaca. 

Misalnya instruksi cara memasak di kemasan produk mi instan. Selain ada teks yang disusun dalam bentuk penomoran. Produsen mi instan juga melengkapinya dengan gambar. Sehingga memudahkan konsumen memahami prosedur memasaknya yang baik bagaimana. 

Ebook Bisnis

Pada penjelasan di atas, perlu dipahami juga bahwa struktur paling mendasar dari teks prosedur terdiri dari 4 bagian saja. Mencakup judul, tujuan, alat dan bahan, serta ditutup dengan langkah-langkah. Bagian lain selain 4 bagian dasar atau bagian inti ini, sifatnya opsional. Sehingga bisa ditambah jika memang merasa perlu atau dibutuhkan. 

Kaidah Teks Prosedur

Teks prosedur yang menjelaskan langkah-langkah atau prosedur dalam mengerjakan sesuatu, mengolah sesuatu, dan sebagainya. Tentunya perlu disusun dengan kaidah kebahasaan yang jelas sehingga mudah dipahami oleh semua pembaca. 

Secara umum, terdapat 5 poin kaidah kebahasaan yang harus dipahami dan diterapkan saat menyusun struktur teks prosedur. Mulai dari kaidah terkait kalimat, konjungsi, sampai verba. Berikut penjelasannya: 

Kalimat 

Kaidah kebahasaan yang pertama dalam menyusun teks prosedur adalah jenis kalimat yang digunakan. Secara umum ada 3 jenis kalimat yang ideal disusun dalam teks prosedur. Yaitu: 

1. Kalimat Imperatif

Kalimat pertama yang umum digunakan dalam teks prosedur adalah kalimat imperatif. Kalimat imperatif sendiri adalah kalimat yang berisi perintah untuk melakukan sesuatu. Contohnya pada teks prosedur antara lain: 

  • Ambil panci dan isi dengan satu gelas belimbing air suhu ruang. 
  • Masukan 3 sendok makan minyak sayur ke wajan. 
  • Ambil 3 baut dan pasang di bagian bawah kerangka kursi. 

2. Kalimat Deklaratif 

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang menyatakan fakta atau penjelasan tambahan. Kalimat ini di dalam teks prosedur akan menjelaskan informasi dan berisi pernyataan. Berikut beberapa contohnya: 

  • Tunggu air sampai mendidih. Air panas akan membantu daun teh mengeluarkan aroma yang lebih kuat
  • Masukan 3 sendok makan minyak sayur ke wajan. Tunggu sampai panas karena jika minyak belum panas dan bahan dimasukan, maka akan menyerap lebih banyak minyak. 
  • Tambahkan 1 sendok teh gula atau madu. Penambahan gula maupun madu akan meringankan rasa pahit alami dari biji kopi. 

3. Kalimat Interogatif 

Kalimat interogatif di dalam teks prosedur adalah kalimat yang berisi pertanyaan untuk dijawab oleh pembaca teks prosedur tersebut. Pertanyaan ini akan membantu pembaca mengetahui kapan beralih ke langkah atau tahap selanjutnya. Berikut contohnya: 

Teks Prosedur: Cara Menggoreng Telur Dadar

Langkah-langkah:

  • Pecahkan dua butir telur ke dalam mangkuk.
  • Tambahkan garam dan penyedap secukupnya, lalu kocok rata.
  • Apakah wajan sudah dipanaskan dengan minyak secukupnya?
  • Tuangkan adonan telur ke dalam wajan yang panas.
  • dst. 

Konjungsi 

Kaidah kebahasaan berikutnya di dalam struktur teks prosedur adalah penggunaan konjungsi atau kata hubung. Konjungsi sendiri adalah kata atau frasa yang fungsinya menghubungkan frasa, kalimat, maupun paragraf. 

Dalam teks prosedur, terdapat 2 jenis konjungsi yang secara umum digunakan. Yaitu konjungsi persyaratan dan konjungsi temporal. Berikut penjelasannya: 

a. Konjungsi Persyaratan 

Konjungsi persyaratan adalah kata hubung yang menyatakan suatu syarat atau kondisi ideal. Contoh kata hubung jenis ini seperti jika, bila, andai, kalau, asalkan, dan lain sebagainya. 

Konjungsi ini dalam teks prosedur digunakan untuk menjelaskan syarat sebelum pembaca masuk ke langkah berikutnya. Jika syarat tersebut belum terpenuhi, maka pembaca diminta untuk tetap di tahap awal dan tidak buru-buru ke tahap selanjutnya. 

b. Konjungsi Temporal 

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang menandai urutan waktu atau kronologi. Contoh kata hubung temporal seperti lalu, kemudian, selanjutnya, dan lain sebagainya. Pada teks prosedur, konjungsi ini menjelaskan urutan tahap berikutnya jika tahap sebelumnya sudah dilakukan. 

3. Numeralia

Kaidah kebahasaan selanjutnya di dalam struktur teks prosedur adalah numeralia atau kata maupun frasa bilangan. Numeralia sendiri adalah kata atau frasa yang menunjukkan bilangan atau kuantitas. Sehingga sering juga disebut kata bilangan. 

Dalam teks prosedur, numeralia digunakan untuk menjelaskan urutan atau kronologi dari seluruh langkah-langkah di dalam teks. Contoh kata bilangan atau numeralia adalah pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya. 

4. Pronomina 

Kaidah kebahasaan yang keempat di dalam teks prosedur adalah pronomina atau kata ganti. Pronomina atau kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan orang atau benda. 

Dalam teks prosedur, secara umum ada 2 jenis pronomina yang digunakan. Yaitu pronomina penunjuk dan persona. Berikut penjelasannya: 

a. Pronomina Penunjuk 

Pronomina penunjuk adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan benda. Pada teks prosedur, menyebut benda dalam instruksi dengan kata ganti akan mengefisiensikan kalimat. Sebab tidak perlu menyebutkan benda sampai beberapa kali. Contoh pronomina penunjuk seperti ini, itu, tersebut, dll. 

b. Pronomina Persona 

Pronomina persona adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan orang. Kata ganti jenis ini dalam teks prosedur membantu penulis menyebut pembaca dengan lebih mudah dan tetap sopan. Contoh pronomina persona adalah Anda, kamu, kita, kalian, dll. 

5. Verba 

Kaidah kebahasaan yang terakhir di dalam teks prosedur adalah verba atau kata kerja. Verba sendiri adalah kata yang menyatakan suatu tindakan, perbuatan, keadaan, atau pengalaman. 

Dalam teks prosedur, verba berfungsi untuk menjelaskan bentuk kegiatan atau apa yang harus dilakukan pembaca. Terdapat 2 jenis verba yang umum digunakan untuk menyusun teks prosedur. Berikut detailnya: 

a. Verba Material 

Verba material adalah kata kerja berimbuhan yang mengacu pada sebuah tindakan atau perbuatan yang dilakukan secara fisik. Contohnya mengupas, mengiris, memotong, menyambung, menghubungkan, dll. 

b. Verba Tingkah Laku 

Verba tingkah laku adalah kata kerja yang ditunjukkan lewat ungkapan. Kata kerja jenis ini dilakukan tanpa ada tindakan fisik. Contohnya kata memeriksa, memperhatikan, mengamati, menunggu, berhati-hati, memastikan, menyadari, mencicipi, perhatikan, lihat, cek, dll.

Contoh Teks Prosedur

Membantu lebih memahami lagi apa itu teks prosedur, seperti apa struktur teks prosedur tersebut, dan bagaimana menyusunnya dengan baik dan benar. Maka berikut beberapa contoh teks prosedur yang bisa dipelajari lebih lanjut: 

1. Contoh Teks Prosedur 1

Cara Membuat Telur Rebus

Tujuan:

Untuk membuat telur rebus yang matang sempurna.

Alat dan Bahan:

  • Panci
  • Air
  • Telur

Langkah-langkah:

  • Masukkan telur ke dalam panci.
  • Tambahkan air hingga telur terendam seluruhnya.
  • Nyalakan kompor dan rebus selama 7–10 menit.
  • Setelah matang, angkat telur dan rendam dalam air dingin.
  • Kupas kulit telur dan siap disajikan.

2. Contoh Teks Prosedur 2

Cara Menyalakan Laptop

Tujuan:

Untuk menyalakan laptop dengan benar agar siap digunakan.

Langkah-langkah:

  • Pastikan baterai laptop terisi atau sambungkan ke sumber listrik.
  • Buka layar laptop perlahan.
  • Tekan tombol power yang biasanya berada di bagian atas keyboard.
  • Tunggu hingga sistem operasi selesai memuat.
  • Setelah tampilan utama muncul, laptop siap digunakan.

3. Contoh Teks Prosedur 3

Cara Menanam Biji Cabai di Pot 

Tujuan:

Untuk menanam biji cabai agar bisa tumbuh di pot rumah.

Alat dan Bahan:

  • Biji cabai
  • Pot kecil
  • Tanah subur
  • Air

Langkah-langkah:

  • Isi pot dengan tanah subur hingga ¾ bagian.
  • Taburkan biji cabai secara merata di atas tanah.
  • Tutup tipis dengan tanah kembali.
  • Siram tanah dengan air secukupnya.
  • Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari.
  • Siram setiap hari agar biji cepat tumbuh menjadi bibit.

4. Contoh Teks Prosedur 4

Cara Membuat Paspor di Kantor Imigrasi

Tujuan:

Memberikan panduan kepada masyarakat agar dapat membuat paspor baru di kantor imigrasi dengan benar dan lancar.

Dokumen yang Diperlukan:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Akta kelahiran atau ijazah terakhir.
  • Materai (jika diperlukan).
  • Bukti pendaftaran online (jika mendaftar melalui aplikasi M-Paspor).

Langkah-langkah:

  • Daftar antrian secara online melalui aplikasi M-Paspor atau situs resmi imigrasi.go.id.
  • Pilih kantor imigrasi dan jadwal kedatangan yang diinginkan.
  • Datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
  • Ambil nomor antrian di loket pelayanan pembuatan paspor.
  • Serahkan dokumen yang diperlukan kepada petugas untuk diverifikasi.
  • Setelah verifikasi selesai, lakukan wawancara dan foto biometrik.
  • Petugas akan memberikan bukti pembayaran.
  • Bayar biaya pembuatan paspor di bank atau kanal pembayaran resmi (ATM, mobile banking, atau pos).
  • Simpan bukti pembayaran dan tunggu proses penerbitan paspor.
  • Setelah paspor selesai dicetak, ambil paspor di kantor imigrasi sesuai jadwal yang ditentukan.

5. Contoh Teks Prosedur 5

Cara Lapor SPT Tahunan Secara Online Melalui e-Filing

Tujuan:

Memberikan panduan bagi wajib pajak agar dapat melaporkan SPT Tahunan dengan mudah melalui situs Direktorat Jenderal Pajak (DJP Online).

Dokumen yang Diperlukan:

  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Password dan Email aktif untuk login ke akun DJP Online
  • Formulir 1721-A1 atau 1721-A2 dari tempat kerja
  • Bukti potong pajak (jika ada penghasilan lain)
  • Data penghasilan dan pengeluaran selama satu tahun

Langkah-langkah:

  • Buka situs resmi https://djponline.pajak.go.id
  • Login menggunakan NPWP, password, dan kode keamanan.
  • Pilih menu “Lapor” lalu klik “e-Filing.”
  • Klik “Buat SPT” dan pilih jenis formulir yang sesuai (biasanya 1770 S, 1770 SS, atau 1770 untuk wiraswasta).
  • Jawab pertanyaan panduan sistem untuk menentukan jenis SPT yang tepat.
  • Isi data SPT seperti penghasilan, potongan pajak, dan status kewajiban keluarga.
  • Periksa kembali data yang telah dimasukkan agar tidak ada kesalahan.
  • Setelah semua data benar, klik “Kirim SPT.”
  • Masukkan kode verifikasi (Token) yang dikirim melalui email.
  • Klik “Submit” dan tunggu Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) sebagai tanda bahwa pelaporan sudah selesai.

itulah pembahasan singkat dari Deepublish Store tentang struktur teks dan contohnya yang perlu kamu ketahui sebagai mahasiswa. Semoga bermanfaat!

Sumber: 

Ayunisyah, S. D., Arifin, M., & Yulistio, D. (2020). Analisis Struktur Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMPN 7 Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Korpus. 4(1).

Alfari, S. (2024). Jenis, Struktur & Contohnya | Bahasa Indonesia Kelas 11. Diakses pada 30 Oktober 2025.

Cakrawala University. (2024). Apa Itu Teks Prosedur, Struktur dan Kaidahnya. Diakses pada 30 Oktober 2025.

Luqman Hakim

Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.

Tinggalkan komentar