Deepublish Store dan UPT Perpustakaan UNU Yogyakarta Bersinergi dalam Diskusi Pustaka Indonesia: Membangun Perpustakaan yang Relevan Lewat Digital Marketing

deepublish-store-dan-upt-perpustakaan-unu-yogyakarta

Deepublish Store sukses menyelenggarakan agenda Diskusi Pustaka Indonesia dengan tema “Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Daya Tarik Perpustakaan” pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan UPT Perpustakaan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta sebagai mitra kolaborasi, dengan peserta dari kalangan civitas akademik, tenaga pendidik, peneliti, serta komunitas literasi di seluruh Indonesia.

Diskusi Pustaka Indonesia hadir dari kesadaran bahwa perpustakaan tidak lagi cukup hadir sebagai tempat penyimpanan koleksi buku semata, melainkan harus bertransformasi menjadi ruang literasi yang aktif, relevan, dan mampu menjangkau masyarakat luas di era digital. Sebagai penerbit yang berkomitmen mendukung ekosistem literasi nasional. 

Deepublish Store menggandeng UPT Perpustakaan UNU Yogyakarta untuk menghadirkan dua narasumber berpengalaman yang membahas strategi digital marketing sekaligus perancangan brand image identity perpustakaan secara praktis dan aplikatif. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi layanan perpustakaan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Narasumber pertama, Abdulloh Badruzzaman, S.T., M.T., Kepala UPT Perpustakaan UNU Yogyakarta, memaparkan secara menyeluruh mengapa promosi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi perpustakaan.

Di era digital, perpustakaan perlu menjangkau Generasi Z, merespons perubahan perilaku pengguna, dan mendukung literasi digital secara aktif. Ia merinci strategi digital marketing yang mencakup penentuan tujuan, sasaran, pemilihan platform media sosial, identitas visual, jadwal konten harian hingga tahunan, serta pengukuran keberhasilan. Keunggulan media sosial sebagai saluran promosi juga ditekankan, mengingat sifatnya yang kekinian, relevan, tersedia di berbagai platform, dan relatif murah dibanding media konvensional.

Target layanan mencakup civitas akademik (dosen, tenaga pendidik, peneliti), masyarakat umum, hingga komunitas literasi. “Salah satu hal terpenting adalah mengukur keberhasilan. Indikatornya bisa kita tentukan sendiri, misalnya dari jumlah ulasan, komentar, hingga jangkauan konten. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan platform digital dalam mempromosikan perpustakaan seluas-luasnya,” tegas Abdulloh.

Narasumber kedua, Tia Dyan Wilujeng, S.IIP., dari Bidang Media, Komunikasi & IT UPT Perpustakaan UNU Yogyakarta, membawa peserta menyelami praktik nyata merancang brand image identity perpustakaan. Ia memaparkan elemen branding visual yang diterapkan Perpustakaan UNU Yogyakarta, mulai dari logo, palet warna bermakna, tipografi modern, hingga gaya desain yang konsisten di berbagai platform.

Tia juga berbagi strategi content writing yang menarik, teknik manajemen konten menggunakan Trello, serta panduan desain postingan dalam berbagai rasio untuk kebutuhan platform media sosial. Ia menekankan bahwa konsistensi identitas visual adalah kunci agar perpustakaan dikenal dan dipercaya publik secara luas. 

Peserta merespons Diskusi Pustaka Indonesia kali ini dengan antusias tinggi. Fasilitas yang disediakan Deepublish Store, mulai dari materi presentasi, e-sertifikat, rekaman webinar, hingga voucher pembelian buku, semakin menambah nilai kegiatan ini bagi para peserta. Hal ini mencerminkan komitmen Deepublish Store dalam menghadirkan program yang tidak hanya edukatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan profesi pustakawan Indonesia.

Ke depan, Deepublish Store berharap Diskusi Pustaka Indonesia terus menjadi ruang tumbuh yang konsisten dan berkelanjutan bagi para pengelola perpustakaan di seluruh nusantara. Lebih dari sekadar webinar, agenda ini diharapkan menjadi ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pustakawan, akademisi, dan pelaku industri penerbitan dalam satu visi bersama: menjadikan perpustakaan sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan relevan di tengah arus perubahan zaman. 

Deepublish Store percaya bahwa perpustakaan yang kuat adalah fondasi masyarakat yang cerdas dan literat dan transformasi digital adalah jembatan untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan terus menghadirkan narasumber kompeten, topik-topik strategis, serta fasilitas belajar yang inklusif dan gratis, Deepublish berkomitmen untuk mendampingi perpustakaan Indonesia dalam setiap langkah transformasinya.