E-Book Matinya Media Sosial
Janji manis tentang dunia digital yang saling terhubung disambut dengan penuh harapan pada awalnya. Visi mulia untuk mendekatkan manusia yang terpisah jarak digaungkan saat platform media sosial pertama kali lahir. Namun, kendali atas apa yang kita lihat kini dipegang sepenuhnya oleh algoritma canggih, bukan lagi berdasarkan urutan waktu kejadian. Lini masa yang dulu alami digantikan oleh kurasi mesin yang menciptakan gelembung penyaring dan ruang gema yang membatasi pandangan. Perhatian pengguna diperebutkan habis-habisan di tengah persaingan sengit antara media baru dan konvensional demi kue iklan yang menggiurkan. Status sosial digital seperti centang biru diubah menjadi komoditas bisnis yang bisa dibeli, menandai pergeseran besar dari sekadar alat komunikasi menjadi mesin uang raksasa. Realitas komersialisasi yang menyetir interaksi manusia inilah yang menjadi sorotan utama di bagian awal buku ini.
Makna pertemanan yang tulus perlahan tergerus saat teman hanya dianggap sebagai angka pengikut. Interaksi hangat yang dulu dirasakan berubah menjadi sekadar pengejaran angka keterlibatan semu dan kecanduan validasi sosial. Perasaan takut tertinggal atau FOMO dipelihara oleh budaya pamer yang memicu perbandingan sosial tiada henti. Lebih jauh lagi, bahaya manipulasi informasi dan penyebaran kabar bohong dibiarkan merajalela, mengancam kejernihan berpikir penggunanya. Nasib media sosial yang kini berada di persimpangan jalan dipertanyakan kembali di tengah gempuran konten berbahaya tersebut. Sebuah perenungan mendalam mengenai matinya relasi sosial yang autentik dan upaya penyelamatan ruang digital kita disajikan sebagai penutup yang menggugah kesadaran dalam buku ini.
E-Book Matinya Media Sosial ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish Digital



