E-Book Pengelolaan Dana Haji Berkeadilan Berbasis Kemaslahatan
Buku ini mengupas perjalanan panjang transformasi penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, sejak masa pra-kolonial hingga era reformasi. Uraian sejarah tersebut memperlihatkan bahwa ibadah haji tidak pernah berdiri semata sebagai praktik ritual, tetapi selalu berkelindan dengan dinamika politik, ekonomi, dan spiritual yang membentuk wajah perhajian Nusantara dari waktu ke waktu.
Titik balik penting dalam sejarah itu hadir melalui Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, yang secara tegas memisahkan pengelolaan keuangan haji dari fungsi operasional penyelenggaraan. Sejak saat itu, dana haji diposisikan sebagai dana titipan jemaah yang harus dikelola secara mandiri, profesional, dan berlandaskan prinsip syariah. Pengelolaannya diarahkan kepada pengembangan nilai manfaat melalui berbagai instrumen, mulai dari surat berharga syariah, emas, hingga sektor-sektor produktif yang dinilai aman dan berkelanjutan.
Dengan menggunakan perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, buku ini mengajukan kritik terhadap praktik distribusi nilai manfaat yang dinilai belum sepenuhnya adil. Persoalan utama terletak pada penggunaan hasil pengelolaan dana calon jemaah tunggu untuk meringankan biaya jemaah yang berangkat pada tahun berjalan, sebuah praktik yang kemudian dipersoalkan secara serius dalam fatwa ulama.
Dari kegelisahan tersebut, buku ini menawarkan sejumlah gagasan pembaruan, seperti penguatan skema akad muḍārabah muqayyadah serta usulan transformasi kelembagaan menuju model badan usaha milik jemaah haji demi keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan. Selain itu, buku ini mengajak umat Islam merefleksikan dana haji sebagai amanah kolektif yang harus dijaga agar benar-benar menjadi sarana kemaslahatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
E-Book Pengelolaan Dana Haji Berkeadilan Berbasis Kemaslahatan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish Digital



