Apakah kamu pernah mendengar tentang karya tulis ilmiah populer? Ya, berbeda dengan karya tulis ilmiah, karya tulis ilmiah populer dinilai lebih ringan dan santai. Karena keduanya tampak sama, tak sedikit orang yang salah memahaminya. Pun mahasiswa kerap kesulitan membedakan keduanya. Tak ayal mahasiswa kadang menulis karya ilmiah populer dengan karya tulis ilmiah.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, karya tulis ilmiah dan karya tulis ilmiah terlihat sama meski sebenarnya berbeda. Untuk membedakan nya, kamu harus memperhatikan struktur, karakteristik, dan contohnya.
Nah, berikut ini adalah rangkuman pengertian sampai contoh karya tulis ilmiah. Yuk, langsung simak di bawah ini!
Daftar Isi
Pengertian Karya Tulis Ilmiah Populer
Ada banyak pengertian karya tulis populer. Beberapa para ahli memberikan pemikirannya tentang definisi karya tulis tersebut. Sebelum membahas satu per satu pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli, ada baiknya kamu memahami pengertiannya secara etimologis.
Jadi, karya tulis ilmiah populer terdiri dari tiga kata yang mempunyai pengertiannya masing-masing. yakni tulisan, ilmiah, dan populer.
1. Tulisan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia alias KBBI, tulisan adalah hasil menulis atau karangan dalam majalah, surat kabar, buku, atau karya tulis lainnya. Sementara itu, berdasarkan Slamet Suseno, tulisan adalah istilah dipakai untuk menyatakan karya tulis yang dibuat.
Misalnya, tulisan, karangan, atau pernyataan gagasan orang lain. Nah seseorang yang menulis karya-karya tersebut dengan penulis. Mengapa disebut penulis, bukan pengarang?
Karena orang tersebut meringkas atau merangkum, dan menggabungkan semua informasi menjadi satu sehingga lahir karya tulis baru.
2. Ilmiah
Sementara itu, ilmiah adalah sesuatu yang bersifat ilmu atau memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Karenan tulisan ditulis dengan mempertimbangkan kaidah kelimuan, makanya disebut karya tulis ilmiah.
Ciri karya ilmiah menggunakan metode ilmiah. Jadi topik atau isu tertentu tidak dibahas secara asal, melainkan ditulis dengan memakai kaidah ilmiah seperti dilengkapi dengan atau yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk bahasa dan tata tulisnya pun tidak boleh sembarangan yakni harus baku.
Selain itu, karya tulis ilmiah harus memperhatikan prinsip-prinsip keilmuan. Misalnya objektif, empiris atau sesuai dengan fakta, logis, jelas, sistematis, konsisten, dan lugas. Awalnya karya tulis ilmiah harus ditulis dengan berlandaskan penelitian ilmiah. Namun seiring berkembangnya waktu, definisi tersebut pun bergeser.
Karya tulis ilmiah harus dianalisis oleh ahlinya, dalam hal ini contohnya adalah penulisan makalah, tesis, skripsi, artikel ilmiah, disertasi, dan sebagainnya. Bila disandingkan kata “populer”, karya tulis ilmiah pun mengalami perubahan makna. Tidak sama dengan pengertian sebelumnya. Untuk itu, perhatikan pengertian kata “populer” dalam penjelasan selanjutnya agar kamu menemukan definisi karya tulis ilmiah populer yang tepat.
Baca juga: Jenis Karya Ilmiah yang harus Diketahui Mahasiswa
3. Populer
Kata “populer” tentu sudah tidak asing didengar. Secara umum, populer berarti dikenal, disukai, dan mudah dipahami oleh banyak orang. Sesuatu yang populer biasanya bersifat familier, dekat dengan kebutuhan masyarakat, serta disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna.
Berdasarkan pengertian tersebut, karya tulis ilmiah populer dapat dipahami sebagai tulisan yang tetap menggunakan kaidah ilmiah, tetapi disajikan dengan bahasa yang lebih santai dan tidak kaku. Dengan begitu, pembaca lebih mudah memahami isi tulisan tanpa merasa terbebani oleh istilah atau penjelasan yang terlalu rumit.
Karya tulis ilmiah populer biasanya disusun dengan cara merangkum, menyadur, mengutip, dan mengolah informasi dari berbagai sumber. Karena itu, tulisan ini bukan sekadar pendapat pribadi penulis, melainkan tetap didukung oleh data, fakta, dan rujukan yang jelas.
Meski bahasanya lebih sederhana, karya tulis ilmiah populer tetap bersifat ilmiah. Artinya, penulis tetap perlu memperhatikan ketepatan informasi, kejelasan data, serta mencantumkan sumber rujukan yang digunakan.
Karakteristik Karya Tulis Ilmiah
Berbeda dengan karya tulis ilmiah, ilmiah populer memiliki karakteristik sendiri diantaranya sebagai berikut:
- Karena menggunakan bahasa yang sederhana, judul teks harus informatif dan maknanya mudah ditangkap oleh pembaca. Hal ini dilakukan agar pembaca tidak kebingungan
- Biasanya teks populer disajikan secara argumentatif dan deskriptif. Untuk itu, tulisan ilmiah populer berisi deskripsi mengenai gagasan-gagasan yang ingin disampaikan penulis dengan tampilan yang sederhana dan menarik
- Bahasa digunakan tidak terlalu ilmiah. Sehingga informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah oleh masyarakat
- Gagasan yang dituliskan dalam teks populer bersifat mudah dicerna. Sehingga tulisan ini tidak menimbulkan pernyataan yang membuat pembaca berpikir dua kali
- Penjelasan yang terkandung dalam karya tulis ilmia populer dibuat dengan metode bercerita ataustory telling. Jadi penjelasannya tidak dibuat cara langsung pada inti permasalahannya
- Karakteristik karya tulis ilmiah berikutnya adalah tulisan ini dibuat datau didesain agar pembaca ikut merasakan secara langsung dan mengalami permasalahan yang sedang dibahas.
Struktur Karya Ilmiah Populer
Untuk struktur tulisan ilmiah populer pun cukup ringkas dan padat. Lumrahnya karya tulis ilmiah populer hanya beberapa lembar saja. Berbeda dengan karya ilmiah yang ditulis dalam jumlah banyak. teks populer lebih sederhana yakni sekitar 3-5 halaman.
Lantaran lebih ringkas, struktur tulisannya pun hanya terdiri dari 4 bagian. Struktur karya ilmiah populer terdiri atas judul, pendahuluan, badan atau isi dan diakhiri dengan penutup.
1. Judul
Seperti judul pada umumnya, judul teks populer harus mencerminkan isi teks. Namun ciri khas judul teks populer adalah lebih sederhana, komunikatif dan menarik. Jadi judul ini lebih mudah menarik perhatian dan memenatik rasa penasaran pembaca ketimbang judul skripsi atau karya ilmiah.
2. Pendahuluan
Bagian menjelaskan dengan jelas dan padat mengenai topik yang dibahas. Penulis menerangkan pokok dan urgensi permasalahan. Sehingga pembaca pun memahami mengapa topik tersebut patut atau layak dibicarakan lebih dalam.
Nah, supaya pendahuluanmu bagus dan sesuai dengan aturan penulisan, perhatikan khusus pada penjelasan Cara Membuat Pendahuluan Karya Ilmiah.
3. Bagian Isi
Sementara itu, badan atau isi mengenai pandangan dan analisis penulis tentang topik yang dibahas. Biasanya penulis akan menambahkan beberapa argumen ahli dan data yang mendukung. Badan atau isi teks populer tidak sedetail seperti karya tulis ilmiah. Tak heran bila isinya pun cukup terbatas.
4. Penutup
Bagian terakhir, teks populer diakhiri dengan penutup. Isinya adalah kesimpulan penulis atas topik yang dianalisisnya. Selain itu, penulis bisa menyelipkan saran atau solusi untuk mengatasi permasalahan yang dikaji.
Jenis Karya Ilmiah Populer
Kalau karya tulis ilmiah terdiri dari skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian, maka teks populer pun memiliki jenis atau macam-macamnya sendiri. Beberapa jenis karya tulis ilmiah populer diantaranya adalah:
1. Esai
Esai adalah karangan prosa yang berisi topik atau masalah tertentu. DItulis dengan sudut pandangan sang penulis, esai merupakan opini, pandangan, atau ekspresi pribadi yang dituangkan dalam dalam bentuk tulisan. Meski begitu, esai tetap ditulis dengan argumen yang jelas dan kuat.
2. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah pun tergolong sebagai teks populer. Isinya adalah ilmu pengetahuan yang memaparkan fakta tertentu. Ditulis dengan metodologi yang benar tapi dengan bahasa yang ringan. Jika kamu ingin membuat artikel ilmiah yang bagus, bisa baca pada artikel Cara Membuat Artikel Ilmiah.
3. Opini
Opini merupakan teks populer yang berisi pendapat, ide, pikiran penulis mengenai topik tertentu. Umumnya teks ini bersifat tidak objektif. Namun isinya tetap mengedepankan argumen dan data yang jelas. Contoh tulisan opini yang paling mudah ditemukan adalah opini yang dipublikasikan di media massa.
Perbedaan Karya Ilmiah Populer, Formal dan Semi Formal
Berikut ini merupakan hal yang membedakan karya ilmiah populer dengan karya ilmiah lainnya.
- Karya Ilmiah Populer, karya tulis yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah penulisan baku ang berlaku sehingga lebih bebas saja.
- Karya ilmiah formal, karya tulis yang menggunakan bahasa baku dan menggunakan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Ada standar khusus supaya sebuah karya ilmiah bisa dikatakan formal (resmi).
- Karya ilmiah semiformal, merupakan karya tulis dalam berbagai jenis laporan dan makalah dimana penggunaanya lebih santai tetapi penulisannya ada aturan masing-masing sesuai instansi yang diikuti.
Rekomendasi Buku Metode Penelitian (PROMO)
|
|
|
| Metode Penelitian | Buku Metode Penelitian Kuantitatif |
Buku Metodologi Penelitian Kuantitatif Skripsi |
Dapatkan buku pendukung skripsi & penelitian lainnya di Buku penelitian
Baca artikel terkait karya ilmiah
Contoh Karya Tulis Ilmiah Populer
Contoh berikut dikutip dari IDN Times. Esai ini ditulis oleh seorang pendidik bernama Budianto Sutrisno.
Dalam esai tersebut, penulis membahas tentang pendidikan karakter di sekolah. Melalui contoh di bawah ini, kamu dapat memahami struktur karya tulis ilmiah populer secara lebih jelas.
Di dalam kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu Kurikulum 2013, disebutkan adanya pendidikan karakter. Namun, sebagian orang masih memandangnya secara skeptis dan menganggap bahwa pendidikan karakter hanya sekadar tempelan dalam proses pembelajaran. Lalu, seperti apa sebenarnya wujud nyata pendidikan karakter di sekolah? Mari kita membahasnya lebih lanjut.
1. Kegagalan lembaga pendidikan
Pertanyaan mendasarnya adalah, perlukah pendidikan karakter? Untuk menjawabnya, mari kita melihat sejumlah kondisi yang terjadi di tanah air. Kita masih menyaksikan fenomena tawuran antarsiswa di berbagai kota di Indonesia. Aksi kekerasan dan kebrutalan juga semakin sering terjadi. Selain itu, paparan pornografi dan penyalahgunaan narkoba semakin marak di kalangan pelajar.
Tidak hanya itu, muncul pula berbagai kasus memprihatinkan, seperti siswa yang berani melakukan kekerasan terhadap guru, bahkan hingga menyebabkan guru meninggal dunia. Ada pula kasus anak usia sekolah dasar yang terjerumus ke dalam lingkungan yang tidak semestinya. Berbagai peristiwa tersebut menjadi tanda bahwa pendidikan karakter masih menjadi persoalan penting dalam dunia pendidikan Indonesia.
Kondisi yang memprihatinkan ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan belum sepenuhnya berhasil dalam menanamkan pendidikan karakter kepada siswa. Padahal, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan peserta didik secara akademis, tetapi juga membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku yang baik.
Sejatinya, keluarga merupakan dasar utama dalam pendidikan karakter. Hal ini karena siswa lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga dibandingkan di sekolah. Oleh sebab itu, guru perlu bekerja sama dengan orang tua siswa agar pendidikan karakter yang diberikan di sekolah dan di rumah dapat berjalan selaras.
Guru dan orang tua juga harus menjadi teladan yang baik bagi siswa. Misalnya, ketika seorang guru ingin menanamkan karakter disiplin agar siswa tidak datang terlambat, maka guru tersebut juga harus menunjukkan sikap disiplin dengan datang tepat waktu. Jika guru sendiri sering datang terlambat, maka pesan tentang kedisiplinan akan sulit diterima oleh siswa.
Apabila hal seperti itu terjadi, siswa bisa kehilangan kepercayaan terhadap nasihat atau arahan yang diberikan oleh gurunya. Padahal, kepercayaan siswa terhadap guru merupakan salah satu kunci penting dalam keberhasilan pendidikan karakter.
Lalu, apa sebenarnya pendidikan karakter itu? Pendidikan karakter adalah pendidikan yang diberikan untuk membekali siswa dengan keterampilan dalam menghadapi kehidupan nyata sehari-hari. Pendidikan ini mencakup bagaimana siswa membawa diri dalam pergaulan, berbicara dengan santun, menghargai orang lain, bersikap toleran, serta menyikapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitarnya.
Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berperilaku baik, dan mampu menghormati orang lain. Prestasi akademis memang penting, tetapi perlu diingat bahwa keberhasilan dalam hidup tidak selalu ditentukan oleh kemampuan akademis semata. Karakter yang baik juga menjadi bekal penting bagi seseorang untuk menghadapi kehidupan dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.
2. Bermacam Pendapat
Ada pihak yang menyatakan bahwa pendidikan karakter berarti membuat siswa melakukan apa yang diperintahkan oleh guru. Pandangan seperti ini sering kali mengarah pada pemberian sanksi serta penerapan sistem “hadiah dan hukuman” yang hanya efektif untuk sementara waktu. Padahal, pemberian hadiah dan hukuman tidak selalu memberikan dampak yang mencolok terhadap perubahan karakter siswa dalam jangka panjang.
Di samping itu, sistem tersebut hanya membuat siswa menjadi pengekor gurunya. Siswa tidak terlatih untuk mengeksplorasi pengalaman hidup secara lebih luas. Padahal, melalui eksplorasi, siswa dapat mengalami sendiri berbagai tantangan dan kesulitan yang membentuk mereka menjadi pribadi yang tekun, tangguh, dan mandiri. Setiap siswa juga merupakan pribadi yang unik dengan karakter dan potensi yang berbeda-beda.
Karena itu, guru sebaiknya tidak berusaha membentuk siswa menjadi salinan dirinya. Tugas guru, seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara, adalah tut wuri handayani, yaitu dari belakang memberikan dorongan dan arahan. Dalam mempraktikkan pendidikan karakter, guru perlu menekan ego dan memberi ruang bagi siswa untuk berkembang. Guru dan siswa juga perlu sama-sama mengasah keterampilan dalam membentuk karakter yang baik.
Berdasarkan studi Dr. Marvin Berkowitz, seorang pakar pendidikan karakter dari University of Missouri, St. Louis, pendidikan karakter ternyata memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan motivasi siswa dalam meraih prestasi. Pada kelas-kelas tertentu, terjadi penurunan drastis perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademis.
Hal ini terjadi karena salah satu tujuan pendidikan karakter adalah mengembangkan kepribadian yang berintegritas terhadap nilai dan aturan yang berlaku. Ketika siswa memiliki integritas, ia akan lebih percaya pada potensi dirinya dalam menghadapi berbagai hambatan dalam proses belajar.
Nah itu dia penjelasan karya tulis ilmiah populer. Semoga setelah ini kamu tak bingung lagi membedakannya dengan karya tulis ilmiah seperti tesis, disertasi, skripsi, dan laporan penelitian. Kuncinya, perhatikan gaya penulisannya, ya. Selamat menulis!
Pertanyaan Umum Karya Ilmiah Populer
Semua orang bisa menulis karya ilmiah populer, namun tetap harus memiliki kehalian khusus sesuai apa yang ditulisnya ya.
Sistematika karya ilmiah populer dimulai dari kata pengantar, daftar isi, pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, hingga landasan teori), hipotesis, pembahasan, kesimpulan, serta data dan literatur pendukung.
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.





