Deskripsi
Sinopsis Buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI |
Buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI | Henk Ngantung, seniman terkemuka yang dimiliki Indonesia pada masa-masa revolusi fisik, serta mantan Wakil Gubernur dan juga Gubernur DKI Jakarta pada periode tahun 1960-an hampir tak pernah diceritakan. Namanya baru “hidup” kembali pada beberapa tahun belakangan ini seiring dengan reformasi maupun peristiwa-peristiwa penting di Negara ini, salah satunya adalah digelarnya pameran seni rupa “1771” yang merupakan karya koleksi istana kepresidenan RI pada sepanjang Agustus 2016. Pada peristiwa pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 maupun Pemilihan Presiden tahun 2014 nama Henk Ngantung kembali disebut. Jauh sebelumnya, pada masa Orde Baru maupun awal reformasi, Henk Ngantung gubernur yang seniman itu tak pernah diperdengarkan kisahnya, bahkan jasanya terkubur dalam-dalam di bangsa yang bangga disebut sebagai bangsa yang beradab ini. Tempat sakral bagi aktivis-aktivis yang berdemo di Jakarta seperti Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia adalah karya monumental Henk Ngantung yang kala itu sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Edhi Sunarso dan Trubus. Nama terakhir ini juga seniman yang sering dipercaya Bung Karno untuk menggarap karya-karya seni namun namanya tak pernah diperkenalkan, karena sudah terlanjur dilenyapkan terlebih dahulu terkait Lekra, organisasi kebudayaan di bawah PKI. Demikianlah, nama-nama yang lekat dalam diri Lekra maupun PKI, seperti halnya Henk Ngantung, dianggap bukanlah nama penting dan mungkin dituliskan pun tidaklah perlu. Saya salah satu yang menganggapnya sangat penting untuk dituliskan. Buku ini diawali risetnya di tahun 2011 yang sebenarnya merupakan proyek bersama penulis dan peneliti yang didanai dan ditunjuk oleh Yayasan Kebangsaan di bawah Ketua Tim Peneliti Dr. Nurinwa Ki S. Hendrowinoto, mengenai riwayat gubernur-gubernur DKI Jakarta berdasarkan catatan pers pada masa masing-masing menjabat sebagai gubernur. Henk Ngantung menjadi fokus yang saya teliti untuk melengkapi penelitian dari anggota-anggota tim lain dengan fokus gubernur yang berbeda pula. Catatan pers menjadi rujukan primer dalam penelitian ini untuk menggali mengenai riwayat Henk Ngantung pada masa menjabat sebagai anggota Fraksi dari PKI, kemudian berlanjut pada Wakil Gubernur, hingga Gubernur DKI Jakarta. Pemikiran serta kebijakannya yang tercatat dalam berbagai media massa saat itu menjadi penting untuk ditampilkan kembali apa adanya untuk melihat apa yang telah dikerjakan oleh Henk Ngantung. Buku Henk Ngantung: Saya Bukan Gubernurnya PKI ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. Lihat koleksi buku lainnya di : Toko Buku Online Deepublish |
Ulasan
Belum ada ulasan.