“Buku Vertebrata Laut” telah ditambahkan ke keranjang Anda. Lihat keranjang
Buku Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: d...
📝Penulis:
📝Penerbit:
🗓️Tahun
ISBN:
SKU:
DP01936A
1 orang sedang melihat buku ini
Rp 96.000 Harga aslinya adalah: Rp 96.000.Rp 81.600Harga saat ini adalah: Rp 81.600.
Hemat 15%
🚚 Gratis Ongkir ke seluruh Indonesia
Pilih Format:
🗓️Pembayaran Aman
📒Buru Original
💯Garansi 14 Hari
- Tiba dalam 3–5 hari kerja (JNE/SiCepat)
- Dikirim dari Yogyakarta ke seluruh Indonesia
- Transfer Bank · QRIS · GoPay · OVO · Dana · Indomaret
| Pengarang | Abdul Hakim Siregar |
| Institusi | STAI PERTINU Padangsidimpuan |
| Kategori | Buku Referensi |
| Bidang Ilmu | Pendidikan |
| ISBN | 978- 602-453-514-8 |
| Ukuran | 14×20 cm |
| Halaman | x, 318 hlm |
| Harga | Rp 96.000 |
| Ketersediaan | Pesan Dulu |
| Tahun Terbit | 2017 |
Sinopsis Buku Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru yang Konfrontatif dan Emosional |
| Buku Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru yang Konfrontatif dan Emosional | Buku ini terdisri dari 4 bagian, bagian pertama adalah pendahuluan, bagian kedua Membela Guru Pada Masa Mendikbud Mohammad Nuh (22/10/2009-22/10/2014), bagian ketiga Membela Guru Pada Masa Mendikbud Anies Baswedan (27/10/2014-27/07/2016) dan bagian terakhir Membela Guru Pada Masa Mendikbud Muhadjir Effendy (2016). Apakah Anda termasuk guru yang masih nekat konfrontasi mengenai pendidikan? Aku berharap gairah emosi marah guru tetap terjaga semestinya. Apalagi di tengah pandangan negatif terhadap para guru sebagai sumber utama masalah pendidikan. Aku berhadapan dengan kebijakan Mendikbud, pernah bertemu dengan oknum pejabat struktural kependidikan, pengawas pendidikan, kepala sekolah, widyaiswara guru, instruktur guru, tutor guru, dan penatar guru–yang hanya menyelisik masalah pendidikan berpusat pada kurikulum dan guru. Bahkan mereka berlagak dan berlogat gurulah masalah mutlak pendidikan. Tentu saja, aku kesal kepada oknum yang congkak demikian. Aku berkonfrontasi bahkan berkonflik pun jadi dengan cara pandang mereka yang sempit dalam menatap kompleksitasnya masalah pendidikan. Malahan si penuduh yang mengatakan guru biang kemeresotan pendidikan secara terbalik, dia si penuduh itulah sesungguhnya bagian dari masalah pendi-dikan. Dengan logika paradoks dan terbalik, terpaksa aku pilih menantang-menentang balik penuduh negatif guru. Saat itulah, aku menyadari betapa banyak manfaatnya kalau sudah sebagian besar guru nekat konfrontasi hingga konflik pun jadi. Secara lisan, apalagi melalui tulisan di media. Maka si penista guru yang menandai gurulah biang kerok pendidikan, akan surut dan angkat tangan kepada guru yang konfrontatif disertai emosi ini. Buku Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru yang Konfrontatif dan Emosional ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish. Lihat koleksi buku lainnya di : Toko Buku Online Deepublish |
Add a review
Buku Membela Guru pada Masa Tiga Mendikbud: dari Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy:Sebuah Pengalaman Guru yang Konfrontatif dan Emosional
Rating*
0/5
* Rating is required
Your review
* Review is required
Name
* Name is required
Email
* Email is required
0.0
Based on 0 reviews
| 5 star | 0% | |
| 4 star | 0% | |
| 3 star | 0% | |
| 2 star | 0% | |
| 1 star | 0% |
0 of 0 reviews
Sorry, no reviews match your current selections
Buku ini cocok untuk mata kuliah berikut:
