10 Peran Gizi dalam Mitigasi Bencana yang Perlu Diketahui 

Besarnya peran gizi dalam mitigasi bencana membuat manajemen gizi pasca bencana maupun pra bencana penting untuk dilakukan. Sebab, dengan adanya manajemen gizi yang baik maka bisa meminimalkan dampak buruk dari bencana yang terjadi di suatu daerah. 

Seperti yang diketahui, adanya bencana seperti bencana alam (misalnya banjir, gunung meletus, dll) bisa memiliki dampak negatif yang luas. Pasca bencana bisa meningkatkan resiko adanya wabah penyakit. Adanya manajemen gizi membantu mencegah hal tersebut. Berikut informasinya. 

Pengertian Gizi

Membahas mengenai pentingnya peran gizi dalam mitigasi bencana, tentu perlu diawali dengan membahas hal paling mendasar. Yakni mengenai apa itu gizi dan kenapa penting untuk dipenuhi sampai dikelola dengan baik. 

Dikutip melalui UPT Puskesmas Meninting, gizi adalah zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan fungsi tubuh yang optimal. Sehingga gizi sering disebut juga dengan istilah zat gizi. 

Disebut sebagai zat karena zat gizi didapatkan dari kandungan unsur atau senyawa kimia yang terdapat dalam makanan dan minuman. Zat gizi ini secara garis besar terbagi menjadi dua. Yakni zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, contohnya karbohidrat, protein, dan lemak. 

10 Peran Gizi dalam Mitigasi Bencana

Memenuhi kebutuhan gizi di dalam tubuh wajib dilakukan setiap hari, baik dalam kondisi normal maupun tengah bergelut dengan bencana. Baik bencana alam (gempa bumi, tsunami, banjir, dll) maupun bencana non-alam (wabah penyakit, epidemi, pandemi, dll). Termasuk juga bencana sosial (konflik antar kelompok masyarakat, kerusuhan, dll). 

Lalu, apa peran gizi dalam mitigasi bencana-bencana tersebut? Jawabannya sangat beragam, berikut beberapa diantaranya: 

1. Mencegah Malnutrisi bagi Korban Bencana 

    Peran yang pertama dari pemenuhan gizi dalam mitigasi bencana adalah mencegah malnutrisi. Pasca bencana terjadi, masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut rentan mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi. 

    Hal ini yang membuat korban bencana rawan jatuh sakit, mengalami penularan yang cepat jika ada wabah pasca bencana (khususnya bencana alam), dan sebagainya. Sehingga pemenuhan gizi korban bencana mencegah hal tersebut. 

    Ebook Bisnis

    Adanya ahli gizi dan dukungan pemerintah setempat sampai pemerintah pusat akan menyediakan sumber makanan yang praktis dan bernutrisi. Sehingga korban bencana tidak mengalami malnutrisi dan tidak mengalami dampak lebih parah pasca bencana (menderita penyakit menular, jatuh sakit, dll). 

    2. Menghindari Wabah Penyakit Pasca Bencana 

      Poin kedua yang menjadi peran gizi dalam mitigasi bencana adalah menghindari atau meminimalkan dampak dari wabah penyakit. Masyarakat korban bencana yang terpenuhi kebutuhan gizinya bisa memiliki daya tahan tubuh yang baik. 

      Dengan daya tahan tubuh yang baik inilah maka resiko terjadi penyakit akibat sanitasi yang buruk pasca bencana bisa dihindari. Sekalipun ada wabah penyakit menular, masyarakat tidak mudah tertular atau terinfeksi. 

      Jika sudah terinfeksi sekalipun, maka dengan gizi yang terpenuhi otomatis proses pemulihan lebih cepat. Sehingga, pemenuhan gizi berdampak penting dalam mencegah memburuknya kondisi pasca bencana. Khususnya kondisi kesehatan para korban bencana tersebut. 

      3. Menurunkan Angka Penderita Penyakit pada Korban Bencana 

        Peran gizi berikutnya dalam mitigasi bencana adalah menurunkan angka penderita penyakit pasca bencana. Pada Saat bencana terjadi, maka biasanya akan muncul masalah kesehatan. Salah satunya wabah penyakit, baik menular maupun tidak. 

        Ebook Bisnis

        Hal ini terjadi karena pasca bencana biasanya berhadapan dengan minimnya air bersih sehingga sanitasi memburuk. Ditambah dengan akses yang terbatas pada makanan dan minuman, sehingga rentan kekurangan gizi. 

        Namun, dengan upaya menjaga masyarakat korban bencana tetap mendapat asupan nutrisi yang cukup. Maka resiko terjadi wabah penyakit bisa ditekan dan angka penderita menjadi lebih rendah jika dibanding tidak ada manajemen gizi korban bencana. 

        4. Meminimalkan Angka Kematian pada Korban Bencana 

          Salah satu peran gizi dalam mitigasi bencana adalah meminimalkan angka kematian pada korban bencana. Sesuai penjelasan sebelumnya, pasca bencana rawan adanya wabah penyakit karena dipicu sanitasi yang buruk dan faktor lainnya. 

          Sehingga banyak korban bencana jatuh sakit dan kemudian meninggal. Kondisi semakin parah jika korban bencana tidak mendapat asupan gizi yang memadai. Sehingga angka kematian menjadi lebih tinggi. 

          Sebaliknya, ketika gizi para korban bencana tetap terpenuhi maka angka kematian menurun. Sebab gizi yang terpenuhi meningkatkan daya tahan tubuh korban bencana. Sehingga angka penderita penyakit rendah, angka kesembuhan tinggi, dan angka kematian ikut rendah. 

          Ebook Bisnis

          5. Sarana Mengendalikan Penyakit Pasca Bencana 

            Jika pemahaman tentang peran gizi dalam mitigasi bencana sudah sangat baik, maka pemenuhan gizi korban bencana menjadi prioritas. Hal ini bisa menjadi sarana untuk mengendalikan penyakit pasca bencana. 

            Artinya, dengan memenuhi kebutuhan gizi para korban bencana maka menurunkan resiko adanya penyakit dan wabah setelahnya. Kemudian, pemenuhan gizi juga membantu mengontrol angka penderita dan angka kematian. 

            Sehingga dalam kondisi wabah penyakit terkendali dan lebih mudah diatasi maupun dilewati. Hal ini akan mempercepat pemulihan dan pengembalian kondisi normal di area terjadinya bencana. 

            6. Mendukung Ketahanan Pangan Pasca Bencana 

              Hal berikutnya yang menunjukan peran gizi dalam mitigasi bencana adalah mendukung ketahanan pangan pasca bencana. Artinya, dengan memenuhi kebutuhan gizi para korban bencana maka akan tercipta kondisi ketahanan pangan pasca bencana terjadi. 

              Ketahanan pangan terbentuk melalui penyediaan makanan dan minuman bersih serta mudah diakses para korban bencana. Selain itu, ahli gizi dan pihak pemerintah serta para relawan bisa mengedukasi para korban untuk memanfaatkan sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan. 

              Misalnya memanfaatkan tanaman, aneka umbi, dan sebagainya di sekitar yang bisa dikonsumsi. Sehingga tetap mendapat asupan gizi yang baik tanpa mengandalkan ransum maupun bantuan makanan dari pemerintah dan donasi masyarakat wilayah lain. Ketahanan pangan juga akan mencegah bencana kelaparan. 

              Baca Juga: Jurusan Gizi: Syarat, Jenjang Pendidikan, Gelar, dan Prospek Kerja

              7. Monitoring Gizi Membantu Penetapan Kebijakan Pasca Bencana 

                Hal selanjutnya yang menjadi peran gizi dalam mitigasi bencana adalah hasil monitoring gizi korban bencana membantu menetapkan kebijakan pihak terkait. Baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. 

                Ketika suatu daerah atau wilayah mengalami bencana, maka pemerintah tentu menunggu hasil analisis pihak terkait untuk menetapkan kebijakan. Misalnya dari ahli gizi, tenaga kesehatan, dan pihak lain di luar bidang kesehatan yang terjun langsung ke lapangan. 

                Adanya monitoring dalam memenuhi kebutuhan gizi para korban bencana akan membantu pemerintah menetapkan kebijakan yang tepat. Misalnya bisa diketahui makanan apa saja yang harus dikirim ke daerah terkena bencana, berapa jumlah tenaga medis yang harus diturunkan, anggaran penanganan bencana, dll. 

                8. Menghindari Konflik atau Bencana Sosial Lanjutan 

                  Peran gizi dalam mitigasi bencana juga dalam bentuk membantu menghindari konflik pasca bencana. Dalam kondisi bencana, biasanya rawan terjadi tindak kriminal. Terutama di masyarakat yang serba keterbatasan akses. 

                  Adanya desakan merasa lapar, kehausan, dan ada anggota keluarga yang sakit. Maka meningkatkan dorongan untuk melakukan penjarahan, pencurian, dan sebagainya. Pada kondisi tertentu, hal ini bisa memicu bencana sosial. Yakni konflik antar kelompok masyarakat yang sama-sama korban bencana. 

                  Namun, resiko seperti ini bisa diminimalkan melalui upaya pemerintah memenuhi asupan gizi para korban bencana. Penyediaan bahan makanan dan minuman yang cukup, diikuti dengan layanan kesehatan dan lainnya. Maka masyarakat merasa mendapat bantuan dan menurunkan keinginan melakukan pelanggaran. 

                  9. Mencegah Stunting pada Balita dan Anak-Anak 

                    Asupan gizi yang buruk pada bayi, balita, dan anak-anak usia sekolah pasca bencana. Tentunya memperburuk kondisi kesehatan, sehingga rawan malnutrisi dan berujung pada stunting. 

                    Bayi dan balita khususnya, adanya hambatan mendapat asupan gizi yang memadai bisa menghambat tumbuh kembang mereka. Baik secara fisik maupun secara mental, sehingga terjadi stunting. 

                    Maka salah satu peran gizi dalam mitigasi bencana agar tidak menimbulkan stunting tersebut. Sebab dengan terpenuhinya gizi para korban bencana, maka stunting bisa dihindari. Termasuk pada bayi. 

                    Hal ini terjadi, karena bayi mendapat asupan nutrisi dari ASI yang diberikan si ibu. Jika gizi si ibu terpenuhi maka ASI lancar dan si bayi bisa mendapat nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. 

                    10. Mempercepat Penyembuhan Luka Akibat Bencana 

                      Berikutnya yang menjadi peran gizi dalam mitigasi bencana adalah mempercepat penyembuhan korban bencana. Pasca bencana, tentu akan ada korban yang mengalami luka maupun meninggal. 

                      Pada korban yang mengalami luka-luka, tentunya tidak cukup hanya mendapat perawatan medis yang memadai. Namun juga perlu mendapatkan asupan zat gizi yang cukup dari makanan dan minuman. 

                      Manajemen gizi pada korban bencana dengan cepat membantu hal tersebut dicapai. Gizi yang terpenuhi akan meningkatkan daya tahan tubuh korban. Sehingga luka-luka yang dialami lebih cepat sembuh dan segera beraktivitas kembali seperti sedia kala. 

                      Rekomendasi Makanan Darurat untuk Memenuhi Gizi Korban Bencana 

                      Setelah memahami gizi apa saja yang dibutuhkan para korban bencana. Sekaligus memahami kriteria dari sumber gizi tersebut harus seperti apa. Maka tentu butuh rekomendasi atau contoh sumber gizi yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan para korban bencana. Diantaranya adalah: 

                      1. Makanan dalam Kemasan Kaleng 

                        Rekomendasi yang pertama adalah makanan kalengan, yakni makanan pabrikan yang dikemas dalam kemasan kaleng. Secara umum, makanan dalam kaleng sudah bisa langsung dikonsumsi. 

                        Misalnya buah kalengan, biji-bijian dalam kemasan kaleng, sarden (bagi beberapa orang terbiasa langsung dimakan), dan sebagainya. Dimana makanan kalengan bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak dulu dengan air (direbus, dikukus, dll). 

                        2. Dendeng (Daging Kering)

                          Rekomendasi berikutnya adalah daging kering atau bisa disebut dendeng oleh masyarakat di Indonesia. Dendeng adalah daging sapi maupun jenis daging lain yang dibumbui dan dikeringkan. Sehingga awet dan sudah matang. 

                          Dendeng bisa langsung dikonsumsi, terutama yang dibuat di lingkungan pabrik. Sehingga cocok disediakan bagi korban bencana, khususnya bencana alam untuk bisa mendapat asupan protein dari daging. 

                          3. Biskuit 

                            Asupan karbohidrat bagi korban bencana alam bisa dipenuhi melalui biskuit. Dimana sifatnya tahan lama dan bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu diolah dulu. Biskuit juga memiliki rasa yang sudah enak, baik itu gurih maupun manis. Sehingga memenuhi karakter makanan darurat. 

                            4. Susu Cair dan Sereal 

                              Rekomendasi makanan darurat untuk disediakan kepada korban bencana berikutnya adalah susu dan sereal. Sereal membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat. Semetara susu mengandung protein dan sejumlah mineral. 

                              Produk susu yang paling dianjurkan adalah susu cair, baik dalam kemasan dus kertas maupun kemasan kaleng. Susu dalam bentuk bubuk, pada dasarnya juga bisa disediakan kepada korban bencana. Namun, mengkonsumsi susu bubuk membutuhkan air bersih yang dihangatkan. 

                              Sehingga lebih direkomendasikan susu cair yang bisa langsung diminum atau dikonsumsi. Susu ini bisa dikonsumsi bersama sereal sehingga sekaligus memenuhi karbohidrat, protein, dan beberapa mineral. 

                              5. Jus dalam Kemasan 

                                Rekomendasi makanan darurat berikutnya adalah jus dalam kemasan. Jus dari aneka buah dalam kemasan bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Sekaligus beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dari buah yang dijadikan bahan dasar. 

                                Sifat jus buah dalam kemasan yang siap minum, tentu lebih praktis untuk diakses atau segera dikonsumsi para korban bencana. Sehingga sering direkomendasikan karena selain siap minum, juga bisa menjadi asupan cairan dan sejumlah vitamin maupun mineral. 

                                Itulah artikel dari Deepublish Store tentang beberapa jenis makanan yang sangat direkomendasikan untuk disediakan bagi korban bencana alam. Sehingga mudah diakses dan dikonsumsi para korban agar tidak mengalami malnutrisi. 

                                sumber: 

                                1. UPT Puskesmas Meninting. (2025). Mengenal Apa Itu Gizi dan Stunting. Diakses pada 9 September 2025
                                2. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. (2023). Gizi Adalah? Ini Pengertian dan Penjelasannya. Diakses pada 9 September 2025.
                                3. Fitrianingsih, A. D. R. (2025). Gizi Darurat: Peran Nutrisi dalam Penanggulangan Krisis dan Bencana. Diakses pada 9 September 2025
                                4. Al Rahmad, A. H., Alamsyah, P. R., Noviani, A., Anwar, K., Hasanah, L. N., Mulyani, R. I., … & Rokhmah, F. D. (2024). Gizi Dan Penanggulangan Penanggulangan Bencana. Get Press Indonesia.
                                5. Universitas Padjadjaran. (2018). Pangan Darurat Siap Guna untuk Mempertahankan Status Gizi Anak di Daerah Terdampak Bencana. Diakses pada 9 September 2025
                                6. Azzahra, D, A. (2024). 10 Stok Makanan Darurat yang Dibutuhkan Korban Bencana Alam. Diakses pada 9 September 2025 

                                Luqman Hakim

                                Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.

                                Tinggalkan komentar