State of the art penelitian adalah fondasi penting yang perlu kamu pahami sejak awal. Dengan menyusunnya secara tepat, kamu bisa menunjukkan sejauh mana pemahamanmu terhadap literatur yang ada, sekaligus memastikan bahwa penelitian yang kamu lakukan benar-benar relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu di bidang tersebut.
State of the art membantu kamu mengidentifikasi gap penelitian yang belum terselesaikan. Misalnya, dalam penelitian tentang fintech, banyak studi membahas adopsi teknologi, tetapi masih sedikit yang mengkaji aspek literasi keuangan pengguna di daerah rural. Di sinilah posisi state of the art membantu menemukan celah penelitian
Oleh sebab itu, pada artikel ini akan membahas tentang pengertian, fungsi dan langkah-langkah dalam menyusun state of the art, dilengkapi dengan tips menulisnya sehingga penelitian kamu menjadi lebih profesional di mata para peninjau dan pembaca.
Daftar Isi
Pengertian State of The Art Penelitian
Apakah yang dimaksud dengan State of The Art Penelitian? Dilansir dari researchgate.net, State of The Art Penelitian (SOTA) adalah suatu rancangan penelitian yang disusun secara mendalam, spesifik, serta mempunyai karakteristik yang membedakannya secara jelas dari berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya.
State of the art bukan sekadar rancangan riset, melainkan bentuk pengakuan ilmiah bahwa kamu sudah memahami batas-batas pengetahuan saat ini. Dalam penulisan karya ilmiah, penjelasan tentang state of the art biasanya dicantumkan di dalam Bab Pendahuluan, tepatnya di bagian Latar Belakang Masalah. Dalam bab tersebut, state of the art berfungsi sebagai fondasi legitimasi.
Dengan menyusunnya di latar belakang, kamu sedang membangun argumen yang kokoh sebagai bukti literasi yang menunjukkan bahwa kamu tidak asal melakukan riset, namun sudah membaca dan memetakan apa yang sudah dikerjakan oleh orang lain.
Fungsi State of The Art dalam Penelitian
State of the art sangat penting dalam sebuah penelitian. Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan berfungsi untuk mencegah beberapa hal berikut.
1. Mencegah Plagiarisme Ide
Salah satu jenis plagiarisme adalah plagiarisme ide, yaitu mengambil gagasan atau konsep milik orang lain dan mengklaimnya sebagai milik sendiri. Terkadang, sebuah topik penelitian tampak serupa, namun hal ini masih bisa diterima sebagai kebaruan jika kamu menggunakan metode atau teknologi yang berbeda dari studi sebelumnya.
Tapi, jika ide, metode, hingga teknologinya sama persis dengan karya yang sudah ada, maka bisa dipastikan telah terjadi penjiplakan. Dalam hal ini, fungsi dari state of the art adalah sebagai bukti yang menunjukkan bahwa kamu bukan pelaku plagiarisme ide.
2. Mencegah Redundansi Data
State of the art juga berperan penting untuk mencegah terjadinya redundansi, yaitu penumpukan atau penyimpanan data yang sama secara berulang-ulang tanpa adanya nilai tambah. Apabila suatu penelitian bersifat redundan, maka temuan yang dihasilkan hanya akan mengulang apa yang sudah diketahui sebelumnya.
Hal ini tidak akan memberikan kontribusi baru bagi dunia akademik. Riset yang baik seharusnya dapat memperluas batasan ilmu pengetahuan, bukan sekadar menduplikasi data yang sudah ada.
3. Menghindari Duplikasi Penelitian
State of the art memastikan bahwa kamu tidak menyalin penelitian yang sudah ada. Duplikasi berarti menghasilkan tiruan yang sama persis atau identik dengan karya aslinya.
Dengan menyusun state of the art, kamu memberikan jaminan bahwa penelitian yang kamu usulkan mempunyai identitas sendiri dan tidak menjiplak hasil kerja orang lain. Sehingga, integritas akademik kamu tetap terjaga.
Cara Membuat State of the Art
Menyusun state of the art bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan ketelitian. Namun, hal ini bisa tetap dilakukan melalui tahapan yang sistematis. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan ketika merumuskan state of the art dalam riset kamu.
1. Mengoptimalkan Data dari Penelitian Sebelumnya
Salah satu hal yang perlu kamu lakukan adalah membedah data dari penelitian sebelumnya, mulai dari prosedur yang diterapkan sampai hasil akhir yang dicapai. Kamu dapat mencoba untuk menerapkan temuan atau data tersebut pada fenomena atau masalah terkini. Cari tahu apakah temuan atau data tersebut masih relevan dengan kondisi saat ini.
Apabila ditemukan adanya celah atau kekurangan, kamu dapat mengintegrasikannya dengan data riset lain yang relevan untuk mendapatkan solusi yang lebih komprehensif.
2. Melakukan Pembaruan pada Metodologi
Selanjutnya, kamu juga perlu melakukan pembaruan pada metodologi. Jika metode pada penelitian terdahulu mempunyai kelemahan atau keterbatasan dalam menjawab tantangan saat ini, kamu mempunyai peluang untuk memodifikasi atau menggunakan metode baru yang lebih akurat dan efisien. Hal inilah yang akan menjadi nilai kebaruan dalam usulan penelitian kamu.
3. Melakukan Evaluasi Terhadap Penelitian Sebelumnya
Lakukan evaluasi terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya secara mendalam. Fokuslah mencari bagian dari temuan terdahulu yang sudah tidak lagi relevan atau tidak dapat menjawab dinamika masalah di masa kini.
Dari hasil analisis ini dapat ditunjukkan di mana posisi kontribusi dari penelitian kamu.
Tips Menulis State of the Art Penelitian
Berikut ini adalah beberapa tips menulis state of the art yang tepat agar penyusunan penelitian kamu menjadi lebih terarah, sistematis, dan memiliki nilai kontribusi yang jelas.
1. Memberikan Gambaran Umum Tentang Penelitian
Mulailah dengan memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang topik yang kamu bahas. Jelaskan mengapa bidang penelitian ini penting untuk dibahas dan bagaimana dinamika perkembangannya sampai saat ini.
Contohnya, apabila kamu meneliti tentang efektivitas perbankan digital, paparkan terlebih dahulu urgensi transformasi digital dalam sektor keuangan saat ini. Kamu juga perlu memaparkan bagaimana hal tersebut mengubah perilaku nasabah secara lokal dan global.
2. Mengidentifikasi Tema Utama
Lakukan klasifikasi terhadap tema-tema besar, tren yang sedang hangat, atau pendekatan teoretis yang dominan muncul dalam publikasi yang terbaru (biasanya 5-10 tahun terakhir).
Tujuan dari langkah tersebut adalah membantu pembaca memahami arah diskusi yang sedang berkembang di bidang kamu sekaligus menjadi landasan untuk analisis yang lebih spesifik dan mendalam.
3. Membedah Temuan Penting
Fokuslah pada inovasi atau temuan paling mutakhir yang relevan dengan riset kamu. Dengan mendiskusikan hasil riset yang paling up-to-date, hal ini menunjukkan bahwa kamu mempunyai literasi informasi yang sangat baik dan peduli dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sehingga, kamu siap untuk memberikan kontribusi.
4. Menemukan Kesenjangan Pengetahuan (Research Gap)
Hal ini merupakan bagian inti yang paling krusial. Kamu harus bisa menunjukkan celah atau aspek yang belum tersentuh secara mendalam oleh para peneliti terdahulu, baik dari segi metodologi, cakupan wilayah, maupun variabel penelitian yang digunakan.
Kesenjangan inilah yang menjadi alasan mengapa penelitian kamu sangat mendesak dan penting untuk dilakukan.
5. Menjelaskan Kontribusi Penelitianmu
Jelaskan bagaimana riset kamu akan mengisi celah atau gap yang sudah kamu temukan sebelumnya. Uraikan kontribusi spesifik yang kamu tawarkan, apakah itu berupa pembaruan teori, penerapan metode yang lebih efisien, atau solusi praktis atas permasalahan yang ada. Dengan begitu, nilai tambah dari penelitian kamu akan terlihat sangat jelas di mata para peninjau.
6. Menggunakan Teknik Funneling
State of the art yang efektif harus disusun dengan teknik funneling, yaitu mengerucut dari topik yang luas menuju fokus yang sangat spesifik. Narasi dimulai dengan memaparkan tren global atau isu besar yang menjadi perhatian dunia akademik maupun industri untuk membangun urgensi.
Setelah audiens memahami konteks makronya, pembahasan akan diarahkan pada perdebatan ilmiah yang lebih teknis dan mendalam hingga akhirnya membahas permasalahan yang akan kamu teliti. Alur ini akan membantu pembaca memahami alasan di balik pemilihan topik penelitian kamu.
Buku Ajar Metode Penelitian: Panduan Praktis untuk Riset Ilmiah
Buku ini mengajak pembaca memahami dinamika masyarakat secara lebih dalam melalui berbagai sudut pandang yang kritis dan bijaksana.
Beli di WebsiteItulah artikel dari Deepublish Store tentang State of The Art Penelitian. Menyusun penelitian dengan saksama merupakan kunci utama bagi kamu untuk menghasilkan karya ilmiah yang berintegritas. Dengan begitu, kamu bisa menghindari pengulangan ide dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Sumber:
Bajuri, M. Z. J., Rahman, F., Mawaidi, M., & Prawira, M. P. (2024). Key references, state of the art, and novelty in carrying out language research. https://doi.org/10.30998/ntsr.v2i1.3102. Diakses 1 April 2026.
“5 Contoh State of the Art Adalah yang Terbaru.” KonsultanEdu, 6 Oktober 2024, https://blog.konsultanedu.id/blog/contoh-state-of-the-art-adalah/. Diakses 1 April 2026.
Arianto, Bambang & Rani. (2024). Penyusunan State of the Art Penelitian. Balikpapan: Borneo Novelty Publishing.
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.


