Unsur-unsur manajemen menjadi konsep dasar yang perlu kamu pahami sebelum mempelajari bagaimana suatu organisasi atau perusahaan bisa berjalan dengan efektif. Dengan memahami unsur-unsur ini, kamu akan lebih mudah mengetahui bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, hingga pengawasan dilakukan untuk mencapai tujuan.
Selain memahami unsur-unsur manajemen, kamu juga perlu mengetahui pengertian dan fungsi manajemen secara menyeluruh. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian manajemen, fungsi-fungsinya, dan unsur-unsur manajemen beserta penjelasannya.
Daftar Isi
Pengertian Manajemen
Apakah yang dimaksud dengan manajemen? Manajemen adalah proses mengelola berbagai kegiatan supaya tujuan yang sudah ditentukan bisa tercapai dengan efektif dan efisien. Proses tersebut bisa dilakukan oleh individu dan kelompok dengan memanfaatkan sumber daya dengan optimal.
Melalui penerapan manajemen yang baik, setiap pekerjaan bisa disusun, diarahkan, serta dilaksanakan secara terorganisir sehingga target yang diinginkan lebih mudah diwujudkan. Manajemen juga bisa diartikan sebagai kemampuan dalam mengatur, mengoordinasikan, serta mengendalikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.
Konsep manajemen sudah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat mengatur waktu, membuat jadwal, dan mengelola pekerjaan. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari penerapan ilmu manajemen.
Pengertian lain dari manajemen adalah serangkaian upaya yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, hingga pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif. Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen, setiap pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu, meminimalkan pemborosan, dan menghasilkan proses kerja yang lebih produktif dan terarah.
Baca Juga: 7 Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan
Unsur-Unsur Manajemen
Setelah memahami pengertian manajemen, langkah selanjutnya adalah mengenal unsur-unsur manajemen yang menjadi dasar dalam penerapannya. Keberhasilan proses manajemen dipengaruhi oleh terpenuhinya berbagai unsur ini sehingga tujuan yang sudah ditentukan bisa dicapai. Unsur-unsur manajemen yang perlu kamu ketahui, antara lain:
1. Manusia (Man)
Dalam ilmu manajemen, manusia adalah unsur yang paling penting karena menjadi penggerak utama dari semua kegiatan organisasi. Tanpa keterlibatan manusia, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan tidak bisa berjalan dengan baik.
Manusia berperan sebagai sumber daya yang bertugas untuk memimpin, mengarahkan, mengoordinasikan, dan menjalankan berbagai kegiatan dalam suatu organisasi. Selain mengerahkan tenaga dan kemampuan, manusia juga berkontribusi melalui ide, kreativitas, dan pembuatan keputusan.
Maka dari itu, pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan membantu meningkatkan produktivitas, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif, dan mendorong lahirnya inovasi untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi.
2. Waktu (Time)
Waktu adalah sumber daya yang berharga sehingga harus dikelola melalui perencanaan yang matang. Pengelolaan waktu yang efektif akan membantu setiap kegiatan organisasi berjalan sesuai dengan jadwal dan mendukung tercapainya target yang sudah ditetapkan. Dalam dunia bisnis, pemanfaatan waktu menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan.
Contohnya, perusahaan perlu menghitung berapa lama proses pengembangan hingga peluncuran produk ke pasar dan memperkirakan kemampuan bisnis untuk bertahan menghadapi persaingan. Dengan pengelolaan waktu yang tepat, organisasi bisa meningkatkan efisiensi, mengurangi keterlambatan, serta memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal.
3. Bahan (Material)
Unsur manajemen selanjutnya adalah bahan atau material. Material adalah segala bentuk bahan baku yang digunakan dalam proses produksi atau operasional dari suatu bisnis. Ketersediaan bahan baku yang memadai berpengaruh terhadap kelancaran proses kerja. Jika bahan baku sulit diperoleh atau jumlahnya tidak mencukupi, produktivitas dan kinerja produksi bisa menurun.
Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada keberlangsungan bisnis, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang. Maka dari itu, pemilihan bahan baku perlu dilakukan dengan cermat supaya kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga. Penggunaan material juga harus dilakukan dengan efisien untuk meminimalkan pemborosan.
Dalam proses pengadaan, jumlah bahan baku yang dibeli sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan anggaran. Dengan begitu, perusahaan bisa mendapatkan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang kompetitif dan menjaga efisiensi biaya produksi.
4. Pasar (Market)
Unsur manajemen berikutnya adalah pasar atau market. Keberadaan pasar mempunyai peran yang penting, terutama bagi perusahaan atau bisnis yang menawarkan produk dan jasa. Pasar menjadi tempat bertemunya pembeli dan penjual, sehingga menentukan keberhasilan suatu produk dalam menjangkau konsumen.
Dalam penerapannya, unsur pasar tidak hanya berkaitan dengan lokasi penjualan, namun juga meliputi berbagai aspek pemasaran, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengendalian strategi pemasaran yang dilakukan untuk menciptakan permintaan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
Berbagai kebijakan dan teknik pemasaran juga disusun supaya produk dapat bersaing di tengah kompetisi pasar. Melalui pasar, perusahaan bisa mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Informasi ini bisa digunakan untuk mengevaluasi kekurangan dan kelebihan produk, sehingga perusahaan bisa melakukan perbaikan dan mempertahankan kualitasnya.
5. Mesin (Machine)
Mesin adalah unsur penting dalam manajemen yang memiliki fungsi sebagai alat pendukung kegiatan operasional dan perusahaan. Mesin membantu memperlancar berbagai proses kerja sehingga tujuan yang sudah ditentukan bisa dicapai dengan lebih efektif. Dalam dunia bisnis, mesin banyak digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang mempunyai nilai guna.
Mesin juga dapat meningkatkan efisiensi kerja karena bisa mempercepat proses produksi, mengurangi beban tenaga kerja manusia, serta menghemat waktu dan biaya operasional. Dengan teknologi dna peralatan yang memadai, perusahaan bisa menghasilkan produk dalam jumlah yang lebih besar dengan kualitas yang lebih konsisten.
Maka dari itu, pemilihan dan pengadaan mesin perlu direncanakan dengan matang. Perusahaan harus memastikan bahwa mesin yang dibeli sesuai dengan kebutuhan operasional, mempunyai kondisi yang baik, dan memberikan kinerja yang optimal dengan biaya yang efisien. Perawatan dan penggunaan mesin yang tepat juga penting supaya umur pakainya lebih panjang.
6. Uang (Money)
Uang adalah unsur penting dalam manajemen karena menjadi sumber daya yang mendukung hampir semua kegiatan organisasi dan bisnis. Ketersediaan dana menentukan kelancaran berbagai aktivitas operasional, mulai dari pembelian bahan baku, peralatan, perlengkapan, hingga biaya operasional lainnya yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Maka dari itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan bijaksana melalui perencanaan dan penganggaran yang matang. Penggunaan data yang efektif bisa membantu perusahaan mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional. Pembelian bahan baku secara tunai atau dalam jumlah besar sering kali memberikan keuntungan berupa harga yang lebih kompetitif.
7. Metode (Method)
Unsur manajemen selanjutnya adalah metode atau method. Metode adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk mengatur pelaksanaan setiap kegiatan supaya berjalan dengan sistematis dan sesuai dengan rencana. Dengan metode yang jelas, setiap proses kerja bisa dilakukan dengan lebih terarah dan terorganisir.
Penerapan metode yang tepat juga dapat meningkatkan efisiensi kerja di setiap divisi dalam perusahaan. Pembagian tugas menjadi lebih jelas sehingga setiap karyawan bisa menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan keahlian masing-masing.
Baca Juga: 22 Rekomendasi Buku Kuliah Manajemen Terbaru 2026
Fungsi Manajemen
Dalam penerapannya, manajemen tidak hanya berperan sebagai proses pengelolaan, namu juga mempunyai sejumlah fungsi yang saling berkaitan untuk mendukung kelancaran setiap kegiatan. Fungsi-fungsi manajemen tersebut meliputi:
1. Perencanaan (Planning)
Fungsi manajemen adalah perencanaan. Pada tahap ini, manajemen berperan dalam menyusun tujuan, strategi, dan berbagai langkah yang akan dilakukan sebelum sebuah kegiatan usaha atau kegiatan dijalankan. Perencanaan yang baik membantu organisasi bekerja dengan lebih terarah dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan di kemudian hari.
Dalam proses perencanaan, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu apa (what), mengapa (why), di mana (where), kapan (when), siapa (who), dan bagaimana (how). Keenam unsur ini menjadi dasar dalam menyusun strategi supaya tujuan yang sudah ditentukan bisa dicapai dengan efektif.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Fungsi selanjutnya adalah pengorganisasian, yaitu proses mengatur dan membagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan tanggung jawab setiap individu. Melalui pengorganisasian, seluruh sumber daya bisa dimanfaatkan dengan optimal sehingga kegiatan organisasi berjalan dengan lebih tertib dan efisien.
Dalam suatu organisasi atau perusahaan, setiap jabatan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda, seperti direktur, manajer, staf, dan anggota tim. Pembagian tugas yang jelas membuat setiap orang memahami perannya sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih efektif dan terkoordinasi.
Buku Fundamental Manajemen Keuangan II
Buku manajemen ini adalah buku yang memuat dasar pengetahuan dalam bidang manajemen keuangan. Buku ini akan membawa pembaca dengan menggali konsep atau asumsi dalam dunia keuangan yang dinamis. Buku ini terbagi menjadi 13 bab yang telah dikurasi dengan baik oleh tim penulis.
🛒 Beli di Website3. Pengarahan (Actuating)
Setelah tugas dibagikan, langkah berikutnya adalah pengarahan. Fungsi tersebut bertujuan untuk mengarahkan, membimbing, dan memotivasi setiap anggota supaya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan rencana. Pengarahan yang efektif juga membantu mengurangi hambatan yang bisa mengganggu pencapaian tujuan organisasi.
Pelaksanaan fungsi ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti memberikan arahan, melakukan konsultasi, membangun komunikasi yang baik, dan memberikan motivasi supaya setiap anggota tetap bersemangat dna menjalankan tanggung jawabnya.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Controlling)
Fungsi manajemen yang terakhir adalah pengawasan dan evaluasi. Tahap tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan pekerjaan dan menilai apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan rencana dan target yang sudah ditentukan. Melalui evaluasi, organisasi bisa mengetahui kelebihan, kekurangan, dan menentukan apakah strategi yang diterapkan perlu diperbaiki atau dipertahankan.
Pengawasan berfungsi untuk memastikan semua aktivitas berjalan sesuai dengan prosedur dan mencegah terjadinya penyimpangan selama proses berlangsung. Dengan adanya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, organisasi bisa meningkatkan efektivitas kerja dan mencapai tujuan yang diinginkan dengan lebih optimal.
Itulah artikel dari Deepublish Store tentang unsur-unsur manajemen. Dengan memahami pengertian, fungsi, dan unsur-unsur manajemen, setiap individu dan organisasi bisa menjalankan kegiatan dengan lebih terarah, efektif, dan efisien. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu tentang manajemen.
Sumber:
Gramedia. https://www.gramedia.com/literasi/unsur-manajemen/ diakses pada 8 Juni 2026
Dwi, Anugrah. “Unsur Manajemen dalam Fungsi Manajemen.” Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU, 9 May 2023, https://feb.umsu.ac.id/unsur-manajemen-dalam-fungsi-manajemen/. diakses pada 8 Juni 2026.
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.


