Pengertian Teks Eksplanasi: Ciri-Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh

Apakah Anda pernah membaca atau bahkan membuat teks yang berisi tentang proses terjadinya suatu hal? Misalnya proses terjadinya fenomena atau suatu bencana alam di Indonesia. Itulah yang dinamakan teks eksplanasi.

Definisi teks eksplanasi secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya yang dapat terjadi. Kejadian yang ada di sekitar kita yang memiliki hubungan sebab akibat dan proses biasanya ditulis dengan teks eksplanasi.

Kejadian atau peristiwa yang terjadi di teks eksplanasi tidak hanya diamati serta dirasakan, tetapi juga sekaligus dijadikan pembelajaran sehingga pembaca mengetahui mengapa kejadian tersebut bisa terjadi.

Teks eksplanasi ini memiliki ciri-ciri di antaranya struktur teks yang terdiri dari pernyataan umum dan memiliki sebab akibat serta interpretasi.

Pengertian Teks Eksplanasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teks eksplanasi terdiri dari kata eksplanasi yang berasal dari gabungan dua kata, yakni teks dan eksplanasi. Teks artinya tulisan yang panjang dan eksplanasi berasal dari bahasa Inggris “explain” yang artinya menjelaskan.

Jadi, teks eksplanasi adalah jenis teks yang menjelaskan proses atau alasan sesuatu dapat terjadi. Kejadian yang terjadi bisa berupa peristiwa alam, insiden sosial, maupun budaya.

Tujuan Teks Eksplanasi

Dibuatnya teks eksplanasi pasti memiliki tujuan. Tujuan teks eksplanasi secara garis besar adalah untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dan menjelaskan sebab akibat suatu peristiwa. Selain menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa, teks eksplanasi juga menjelaskan sebab dan akibat suatu peristiwa.

Pembahasannya biasanya meliputi alasan mengapa peristiwa itu terjadi dan apa akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Itulah mengapa teks eksplanasi kemudian disebut sebagai kumpulan berbagai informasi yang berisi fakta.

Ciri Ciri Teks Eksplanasi

Untuk membedakan apakah suatu teks merupakan teks eksplanasi atau bukan, maka harus mengetahui ciri-ciri teks eksplanasi. Di bawah ini merupakan ciri-ciri teks eksplanasi.

Ebook Bisnis

1. Terdiri dari Beberapa Paragraf

Teks eksplanasi tidak hanya terdiri dari satu atau dua kalimat saja, tetapi terdiri dari beberapa paragraf untuk menjelaskan sebuah fakta yang ingin disampaikan.

2. Setiap Paragraf Mengusung Sebuah Topik

Setiap paragraf memiliki sebuah topik atau pokok pikiran yang mendukung fakta-fakta antar paragraf.

3. Kalimat yang Mengisi Setiap Paragraf Berupa Fakta

Bukan hanya sebuah tulisan yang berisi opinin saja, paragraf yang ditulis itu berisi sebuah fakta-fakta yang bersumber dari sebuah data atau penelitian.

4. Informasi yang Dimuat Faktual

Informasi yang dimuat di teks eksplanasi merupakan informasi faktual atau berdasarkan fakta yang terjadi.

5. Bersifat Keilmuan

Hal yang dibahas di dalam teks eksplanasi bersifat keilmuan. Atau hal yang ada di dalam teks eksplanasi merupakan suatu informasi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

Ebook Bisnis

6. Informatif

Teks eksplanasi sifatnya informatif. Teks di dalam teks eksplanasi biasanya tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya pada informasi yang dibahas, tetapi tetap disajikan secara informatif.

7. Fokus Pada Hal Umum

Teks eksplanasi biasanya berfokus pada hal umum atau generik dan bukan partisipan manusia. Contohnya yakni bencana alam tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya yang tidak hanya berfokus pada satu manusia saja, tetapi secara menyeluruh.

8. Dirangkai Secara Terstruktur

Fakta yang dirangkai di dalam teks eksplanasi dirangkai dengan pola kronologis atau berdasarkan urutan waktu atau secara kausalitas atau sebab akibat.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Tentu saja dalam menyusun teks eksplanasi, tak hanya ciri-ciri saja yang diperhatikan. Penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi juga harus diperhatikan.

1. Konjungsi Kausalitas

Dalam teks eksplanasi, kebahasaan yang diusung harus sesuai dengan kaidah konjungsi kausalitas. Konjungsi kausalitas pada teks eksplanasi di antaranya ada sebab, karena dan sehingga.

Ebook Bisnis

2. Konjungsi Kronologis

Dalam teks eksplanasi juga menggunakan konjungsi kronologis yakni hubungan waktu terjadinya suatu peristiwa, seperti kemudian, lalu, atau setelah itu.

3. Kata Benda Jenis Fenomena

Dalam menyusun teks eksplanasi, penulis juga harus menggunakan kaidah kebahasaan yakni menggunakan kata benda jenis fenomena.

4. Penggunaan Kata Teknis

Selain kata benda jenis fenomena, teks eksplanasi juga harus menggunakan kata teknis. Contoh kata teknis antara lain ekosistem, fotosintesis, ekologi, dan masih banyak lagi.

Struktur Teks Eksplanasi

Suatu teks bisa dikategorikan sebagai teks eksplanasi juga memiliki struktur teks yang memang sesuai dengan struktur teks eksplanasi.

Suatu teks dapat disebut teks eksplanasi, apabila memenuhi struktur teks eksplanasi, yaitu pernyataan umum, urutan sebab akibat dan interpretasi. Berikut penjelasan masing-masing terkait dengan strukturnya.

1. Pernyataan Umum

Dalam teks eksplanasi harus memuat pernyataan umum. Pernyataan umum dalam sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena atau peristiwa alam yang akan dibahas. Biasanya bisa mengangkat poin mengenai proses bagaimana fenomena atau peristiwa alam bisa terjadi.

2. Urutan Sebab-Akibat

Struktur teks eksplanasi yang baik juga memuat urutan sebab akibat. Secara umum saat membahas fenomena harus disusun berdasarkan penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Penulis bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya.

Paragraf yang terkait dengan sebab akibat pada teks eksplanasi kemudian disebut dengan deretan penjelas.

3. Interpretasi

Dalam sebuah teks eksplanasi, dibutuhkan interpretasi. Interpretasi dalam teks eksplanasi merupakan penarikan kesimpulan. Kemudian penulis bisa memberi tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang telah disusun tersebut.

Jika tiga aspek struktur teks eksplanasi di atas lengkap di dalam sebuah teks, maka teks tersebut sudah bisa disebut sebagai teks eksplanasi.

Cara Menyusun Teks Eksplanasi

Sama dengan menulis teks lainnya, menulis teks eksplanasi bukan hal yang sulit. Penulis harus lebih dulu memahami dan membaca dengan teliti tentang hasil penelitian dan fakta-fakta pendukung lain terkait proses bagaimana sebuah fenomena terjadi.

Oleh sebab itu, ada hal yang dilakukan oleh penulis sebelum menyusun teks eksplanasi. Berikut ini, langkah-langkah menyusun teks eksplanasi agar menjadi teks yang baik dan informatif.

1. Menentukan Kejadian yang Ditulis

Sebelum menulis teks eksplanasi, penulis harus sudah menentukan kejadian atau fenomena apa yang akan dituangkan dalam sebuah tulisan. Dengan merencanakan objek atau topik yang akan ditulis di dalam teks eksplanasi, maka penulis dapat mengira-ngira informasi apa saja yang dibutuhkan dan sumber apa yang bisa digunakan sebagai rujukan.

2. Mencari Informasi Tentang Peristiwa

Setelah menentukan kejadian atau fenomena, sebelum menulis teks eksplanasi penulis harus mencari informasi yang detail mengenai peristiwa tersebut. Langkah ini menjadi langkah yang paling penting dan krusial. Karena jika penulis salah mengambil informasi atau sumber yang dijadikan rujukan tidak valid, akibatnya kualitas tulisannya menjadi tidak baik.

Pembaca juga akan menilai tulisan teks eksplanasi tersebut tidak informatif dan bisa jadi dicap sebagai sebuah tulisan yang hoax. Oleh sebab itu sebelum menulis teks eksplanasi, penulis diharapkan sangat berhati-hati dalam mencari informasi.

3. Membuat Kerangka

Setelah kejadian atau fenomena ditentukan dan sudah memiliki sumber atau referensi yang valid, hal pertama yang dilakukan saat menulis teks eksplanasi adalah mulai menulis dengan membuat kerangka.

Saat membuat kerangka teks eksplanasi, tulisan yang ditulis harus terstruktur dan terpadu. Sehingga ketika ada ide yang terlalu melebar, maka dengan baik dapat mengendalikan karena kerangka karangannya sudah tersusun. Artinya, kerangka dibuat sebagai acuan struktur teks eksplanasi yang terdiri dari penjelasan umum, proses, dan penutup.

4. Mengembangkan Teks

Setelah kerangka teks eksplanasi selesai disusun, kini penulis mampu mengembangkan kerangka tersebut menjadi teks utuh. Hal yang perlu dilakukan dalam proses mengembangkan teks adalah dengan menambah atau memperjelas informasi umum yang telah disusun.

Misalnya penulis bisa mulai mengembangkan teks eksplanasi dengan menambahkan peristiwa-peristiwa yang mirip dan sebagainya.

5. Merevisi atau Mengedit Tulisan

Setelah teks eksplanasi terbangun dan sudah menjadi satu kesatuan yang utuh, maka diperlukan untuk merevisi atau mengedit teks eksplanasi. Saat merevisi, penulis bisa memperhatikan tata bahasa, penggunaan diksi, atau memeriksa jika ada kesalahan penulisan di teks eksplanasi.

Saat merevisi atau mengedit, hal yang perlu diingat oleh penulis adalah untuk tidak mengubah terlalu jauh teks eksplanasi yang sudah dibuat sebelumnya. Hal ini agar penulis tidak mengubah ide pokok atau gagasan awal sehingga mengubah seluruh struktur teks eksplanasi mulai dari judul, objek, ide, dan lain sebagainya.

Contoh Teks Eksplanasi

Berikut beberapa contoh teks eksplanasi yang perlu kamu ketahui:

1. Teks Eksplanasi Fenomena Alam

GERHANA BULAN

Gerhana bulan merupakan fenomena alam di mana terjadinya sebagian atau keseluruhan penampang bulan yang tertutup oleh bayangan bumi. Peristiwa ini terjadi saat bumi berada di antara matahari dan bulan berada di satu garis lurus yang sama sehingga sinar matahari tidak bisa mencapai bulan karena terhalang oleh bumi.

Peristiwa gerhana bulan hingga saat ini masih dapat terlihat. Terlihatnya peristiwa gerhana bulan dikarenakan adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah.

Itulah mengapa saat terjadi gerhana bulan, bulan terlihat berwarna gelap, merah tembaga, jingga, atau cokelat gelap. Ketika bayangan bumi menutupi seluruh atau sebagian bulan, maka saat itulah terjadinya gerhana bulan.

Gerhana bulan terjadi terutama saat bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan yang berada pada satu garis lurus yang sama. Kemudian posisi tersebut membuat sinar matahari tidak dapat mencapai bulan dan terhalangi oleh bumi.

2. Teks Eksplanasi Banjir

BANJIR

Banjir merupakan kejadian alam yang terjadi akibat aliran air yang berlebih dan memenuhi daratan. Umumnya, banjir terjadi secara mendadak karena aliran hujan yang sangat deras dan menyebabkan benda di sekitarnya hanyut.

Penyebab banjir bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Tentu saja hal ini dipengaruhi bagaimana kondisi suatu wilayah tersebut. Umumnya, banjir memang terjadi karena curah hujan tinggi tetapi sungai tidak mampu menampung kapasitas air berlebih.

Selain curah hujan, penyebab lainnya hujan yakni banyaknya sampah yang menumpuk sehingga menyebabkan saluran air mampet dan akhirnya air meluap ke daratan. Penebangan liar yang menyebabkan tanah tidak mampu menyerap air juga jadi salah satu penyebabnya.

Bendungan yang jebol karena lingkungan yang kurang terawat juga bisa jadi penyebab banjir. Selain itu, meluapnya bendungan karena kapasitas air hujan melampaui muatan bendungan juga menyebabkan air tumpah ke daratan.

Dari penyebab terjadinya banjir di atas, ada berbagai dampak yang dirasakan masyarakat yang terkena banjir. Misalnya adanya kerusakan bangunan, memunculkan penyakit, kurangnya ketersediaan pangan, hingga kesulitan ekonomi.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setempat, salah satunya membuang sampah pada tempatnya dan tidak menebang pohon sembarangan.

Semoga penjelasan pengertian teks eksplanasi, ciri-ciri, kaidah kebahasaan dan contohnya menjadi manfaat dan mudah dipahami ya.

Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdul Aziz, kemudian diperbarui oleh Muhammad Luqman H pada 2 April 2026.

Tinggalkan komentar