Langkah awal yang penting bagi kamu untuk mengerti terbentuknya tatanan kehidupan bermasyarakat adalah memahami konsep realitas sosial. Realitas ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari konstruksi pemikiran dan tindakan manusia yang berinteraksi satu sama lain.
Saat kamu melihat norma, nilai, atau tradisi di sekitar kamu, sebenarnya kamu sedang berhadapan dengan sebuah realitas sosial. Realitas yang kita alami bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan. Melalui interaksi sosial, individu-individu saling bertukar makna hingga menciptakan pola-pola kehidupan dalam bentuk aturan hukum maupun kebiasan sehari-hari.
Artikel ini akan membahas tentang pengertian, berbagai bentuk, hingga proses pembentukan realitas tersebut agar kamu memiliki sudut pandang dalam melihat fenomena yang terjadi di masyarakat.
Daftar Isi
Pengertian Realitas Sosial
Apakah yang dimaksud dengan realitas sosial? Realitas sosial adalah pola-pola dalam bertindak, berpikir, dan merasakan sesuatunya yang akarnya berasal dari luar kendali kamu sebagai individu. Hal tersebut bersifat objektif dna mempunyai kekuatan untuk memaksa dan mengendalikan perilaku seseorang supaya sesuai dengan tatanan yang ada.
Kamu dapat melihat wujud nyata dari realitas ini dalam bentuk hukum, norma moral, sistem kepercayaan, adat istiadat, gaya berpakaian, hingga regulasi ekonomi. Realitas sosial meliputi segala fenomena yang dianggap nyata dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan produk dari konstruksi sosial.
Realitas ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari kesepakatan bersama, interaksi antarindividu, dan kebiasaan kolektif yang dilakukan secara berulang dalam waktu yang lama. Sebagai gambaran, coba lihat sistem sekolah formal. Struktur pendidikan yang kita jalani saat ini sebenarnya adalah hasil konsensus sosial yang dibangun oleh masyarakat sejak masa lampau.
Bentuk Realitas Sosial
Realitas sosial yang kamu alami sehari-hari terbagi ke dalam tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu:
1. Realitas Subjektif
Realitas subjektif adalah hasil akhir dari proses penyerapan dunia luar ke dalam kesadaran pribadi kamu. Ini adalah cara kamu secara personal menafsirkan kenyataan berdasarkan pengalaman, pola asuh, dan lingkungan tempat tinggal. Realitas ini terbentuk karena kamu terus-menerus terpapar oleh realitas objektif.
2. Realitas Objektif
Realitas objektif adalah semua fenomena sosial yang sudah mapan dan diakui oleh masyarakat secara luas. Realitas ini hadir sebelum kamu lahir dan tetap ada tanpa memedulikan perasaan atau pendapat kamu.
Sifatnya faktual dan sering kai terlihat dalam bentuk institusi atau lembaga sosial. Contohnya, hukum negara, sistem ekonomi, dan aturan lalu lintas. Walaupun kamu mungkin tidak menyukai aturan lampu merah, aturan ini tetap berlaku di masyarakat secara objektif.
3. Realitas Simbolik
Realitas simbolik adalah bentuk kenyataan yang diungkapkan melalui simbol tertentu. Simbol ini berfungsi sebagai perantara yang membantu kamu memaknai dan memperkuat realitas sosial. Realitas ini sering kali kamu temukan dalam ekspresi budaya dan komunikasi massa. Contohnya, karya seni, bahasa, hingga berita yang kamu baca di media sosial.
Proses Pembentukan Realitas Sosial
Realitas sosial tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui sebuah siklus yang disebut dengan dialektika sosial. Proses ini terdiri atas tiga tahap yang saling berkesinambungan yang meliputi:
1. Eksternalisasi
Eksternalisasi merupakan tahap awal di mana ide, gagasan, atau produk pemikiran yang awalnya hanya ada di dalam kepala seseorang mulai dikeluarkan dan diwujudkan dalam tindakan di tengah masyarakat.
Pada tahap ini, manusia membangun dunianya melalui interaksi dengan orang lain. Coba bayangkan dahulu ada seseorang yang memiliki ide untuk menciptakan sistem tukar-menukar barang dengan uang. Saat ide ini mulai dibicarakan dan dipraktikkan bersama orang lain, terjadilah eksternalisasi.
2. Objektivasi
Di tahap ini, ide-ide tadi mengalami proses habituasi (dilakukan berulang-ulang) hingga tercapai sebuah konsensus atau kesepakatan sosial. Hasilnya, ide ini tidak lagi dipandang sebagai pemikiran pribadi, melainkan sebuah kenyataan di luar sana dan mempunyai aturannya sendiri. Contohnya, sistem uang tadi kini dianggap sebagai hal yang wajib diikuti oleh semua orang.
3. Internalisasi
Internalisasi adalah tahap di mana kenyataan yang sudah ada di masyarakat diserap kembali ke dalam kesadaran kamu. Melalui proses sosialisasi, kamu mulai menerima, memahami, dan membenarkan kenyataan tersebut sebagai bagian dari pengetahuan kamu. Contohnya, sejak kecil, kamu diajarkan bahwa untuk memperoleh makanan, kamu harus memiliki uang.
Baca Juga: Sistem Sosial: Definisi, Macam, Unsur dan Contoh
Jenis Realitas Sosial
Ada beberapa elemen kunci yang membentuk realitas sosial. Dengan memahami hal ini, kamu dapat melihat bagaimana masyarakat beroperasi secara teratur.
1. Perubahan Sosial
Masyarakat bersifat dinamis. Perubahan sosial adalah pergeseran yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan, yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku. Wujudnya adalah pergeseran cara berkomunikasi dari surat-menyurat ke pesan instan digital yang mengubah cara hidup kamu saat ini.
2. Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah fondasi utama dari seluruh kehidupan sosial. Hal ini adalah hubungan dinamis yang terjadi saat individu atau kelompok saling bertemu, berkomunikasi, dan saling memengaruhi. Tanpa interaksi, tidak akan ada masyarakat. Wujudnya dapat berupa kerja sama antarindividu, persaingan antarperusahaan, atau diskusi kelompok di kelas kamu.
3. Status dan Peran Sosial
Dua hal ini ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Status sosial merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam kelompok. Contohnya, status kamu sebagai siswa. Peran sosial adalah perilaku yang seharusnya dilakukan sesuai dengan status tersebut.
Contohnya, sebagai siswa, peran kamu adalah belajar dan mengikuti aturan sekolah.
4. Kebudayaan
Kebudayaan merupakan segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk bertahan hidup, memenuhi kebutuhan, dan beradaptasi dengan lingkungannya. Hal tersebut meliputi segala hal mulai dari cara berpikir sampai benda fisik.
Wujudnya adalah teknologi yang kamu gunakan, baju yang kamu kenakan, sampai rumah tempat kamu tinggal.
5. Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perbedaan tersebut biasanya didasarkan pada kekayaan, kekuasaan, kehormatan, atau ilmu pengetahuan.
Wujudnya adalah adanya pembagian antara golongan ekonomi atas, menengah, dan bawah, yang memengaruhi akses kamu terhadap sumber daya.
6. Nilai dan Norma Sosial
Dua elemen ini berfungsi sebagai pengatur perilaku di masyarakat. Nilai sosial merupakan sesuatu yang dianggap baik, penting, serta dicita-citakan oleh masyarakat. Contohnya, nilai kejujuran atau kesopanan.
Norma sosial adalah aturan yang diturunkan dari nilai tersebut sebagai panduan bertindak, seperti larangan menyontek atau aturan mengenakan helm saat berkendara.
Contoh Realitas Sosial
Setelah kamu memahami teori dan proses pembentukannya, mari kita lihat contoh realitas sosial yang dekat dengan kehidupan kamu.
1. Sekolah
Sekolah adalah manifestasi nyata dari ide manusia tentang pentingnya transfer ilmu pengetahuan secara terorganisir. Realitas ini bermulai dari gagasan yang kemudian disepakati secara massal, hingga lahirlah bentuk-bentuk fisik dan struktural yang kamu lihat saat ini, seperti gedung sekolah, kurikulum formal, dan pembagian peran antara guru dan murid.
Keberadaan sekolah membuat kamu secara otomatis mengikuti rutinitas belajar, ujian, dan kelulusan karena sistem tersebut sudah dianggap sebagai realitas yang seharusnya dijalani oleh setiap individu.
2. Keluarga
Keluarga adalah contoh paling mendasar dari sebuah realitas sosial. Secara kolektif, masyarakat sudah membangun pemahaman bahwa ikatan antara ayah, ibu, dan anak adalah satu kesatuan unit terkecil.
Konsep ini tidak muncul begitu saja, melainkan hasil konstruksi sosial yang kuat. Sebagai buktinya, saat seorang anak lahir, dia tidak perlu mempertanyakan siapa orang tuanya. Keluarga menjadi tempat pertama bagi kamu untuk mengenal nilai dan norma sebelum terjun ke masyarakat.
Itulah informasi dari Deepublish Store tentang realitas sosial. Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat atau memiliki pendapat tentang contoh realitas sosial lainnya, mari tinggalkan komentar. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman kamu.
Sumber:
Brain Academy. https://www.brainacademy.id/blog/realitas-sosial diakses pada 16 Mei 2026
Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.


