Agroklimatologi Adalah: Pengertian, Manfaat dan Contoh

Dalam dunia pertanian, pasti mengenal istilah agroklimatologi. Hal ini penting bagi dunia pertanian dan berhubungan dengan suhu atau iklim. Seperti kita tahu, di dunia pertanian iklim menjadi salah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan juga produksi tanaman.

Berbagai jenis dan juga sifat iklim dapat menentukan jenis tanaman yang tumbuh pada suatu daerah dan juga bagaimana produksinya, sehingga kajian atau ilmu agroklimatologi sangat dibutuhkan. Tetapi apa itu agroklimatologi?

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu agroklimatologi dan berbagai hal mengenai agroklimatologi meliputi manfaat dan peran agroklimatologi, hubungannya dengan pertanian, dan apa saja contohnya, simak penjelasan lengkap di bawah ini.

Pengertian Agroklimatologi

Agroklimatologi berasal dari tiga kata, yaitu ‘agro’, ‘klimat’, dan ‘logi atau logos’. Agro artinya pertanian atau lahan, klimat artinya iklim, dan juga logi atau logos artinya ilmu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agroklimatologi adalah ilmu iklim yang mempelajari mengenai hubungan antara unsur-unsur iklim dengan proses kehidupan tanaman.

Agroklimatologi merupakan ilmu iklim yang mempelajari mengenai hubungan antara berbagai unsur iklim dengan proses kehidupan tanaman. Di dalam ilmu agroklimatologi, mempelajari bagaimana unsur iklim tersebut dapat berperan di dalam kehidupan tanaman.

Affiliate Buku

Di dalam agroklimatologi juga akan dipelajari bagaimana agar fotosintesis dapat tinggi, bagaimana respirasi berlangsung secara optimal, dan juga bagaimana transpirasi normal, sehingga hasil yang didapatkan bisa tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arah dari ilmu agroklimatologi adalah bagaimana fotosintesis bisa lebih tinggi daripada respirasi yang dipengaruhi oleh unsur udara dan juga air.

Secara umum, yang dipelajari di dalam agroklimatologi adalah bagaimana unsur-unsur iklim tersebut dapat berperan di dalam kehidupan tanaman. Kisaran yang dipelajari di dalam agroklimatologi di antaranya adalah radiasi matahari, suhu, kelembaban udara, angin, awan, hujan, dan juga gas.

Perlu diketahui, agroklimatologi dibagi atas dua hal yaitu klimatologi fisik dan klimatologi terapan. Berikut penjelasannya.

1. Klimatologi Fisik

Klimatologi fisik merupakan klimatologi yang menjelaskan iklim berdasarkan faktor fisik baik itu dalil dan rumus yang kemudian dipresentasikan atau klimatografi.

2. Klimatologi Terapan

Klimatologi terapan adalah analisis data iklim untuk digunakan secara operasional, meliputi agroklimatologi, klimatologi penerbangan, bioklimatologi, klimatologi industri, dan lain sebagainya.

Manfaat dan Pentingnya Peran Agroklimatologi dalam Bidang Pertanian

Peran agroklimatologi di dalam dunia pertanian ini sangat penting dan tak bisa dilepaskan. Oleh sebab itu, berikut adalah berbagai manfaat agroklimatologi yang harus dipahami:

  1. Untuk mengetahui pengaruh apa saja yang mempengaruhi bidang pertanian.
  2. Mengetahui bagaimana berbagai unsur iklim tersebut dapat berperan dalam kehidupan tanaman.
  3. Bagaimana cara iklim dapat berpengaruh terhadap hama tanaman.
  4. Dapat merencanakan kapan waktu yang tepat untuk melakukan proses pembudidayaan tanaman, misalnya menentukan jadwal pemupukan dan juga jadwal penyemprotan.
  5. Dapat mengetahui dan juga mempelajari mengenai cuaca, iklim, dan lain sebagainya.
  6. Dapat mengetahui usia dari suatu tanaman.
  7. Dapat mengetahui kapan tanaman tersebut dapat melakukan stadia tumbuhnya.
  8. Dapat merancang pola tanam yang baik.
  9. Untuk mengetahui hubungan antara berbagai unsur iklim dan juga proses pertumbuhan tanaman.
  10. Dapat mengetahui bagaimana penjadwalan tanam dan juga panen budidaya pertanian.
  11. Untuk menentukan jenis tanaman di wilayah yang akan ditanam atau sebaliknya.
  12. Dapat mengupayakan peningkatan produksi panen.
  13. Dapat menghindari terjadinya kegagalan dalam proses panen.

Hubungan Agroklimatologi dengan Pertanian

Perlu diketahui, ilmu agroklimatologi ini sangat berperan dalam bidang pertanian. Peranan agroklimatologi pada sektor pertanian sangat krusial, di mana iklim menjadi penentu keberhasilan maupun kegagalan dari suatu proses produksi produk pertanian, bahkan ada juga hubungan antara indeks iklim global dan juga produksi tanaman pangan.

Reseller Buku

Adanya ketidakpastian iklim dan juga pergeseran musim yang terjadi, terutama di Indonesia sering menyebabkan gagal panen sehingga dapat menurunkan produktivitas panen. Padahal adanya ketidakpastian iklim tersebut dapat dipelajari dan juga dianalisis dengan sensor cuaca dan juga tanah yang memberikan informasi mengenai kondisi di lahan petani secara real time dan juga akurat.

Terjadinya perubahan iklim yang membawa dampak serius bagi sektor pertanian ini membutuhkan ilmu agroklimatologi di masing-masing wilayah sehingga diperlukannya ilmu tersebut yang kemudian disosialisasikan kepada para petani agar petani dapat memahami dengan mudah bagaimana hubungan iklim dengan pertanian.

Dengan memahami ilmu atau menerapkan ilmu tersebut, setidaknya hasil panen lebih maksimal karena hasil panen pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek cuaca, khususnya pergantian musim, baik dari hujan ke kemarau atau sebaliknya. Apalagi sistem produksi pertanian dunia saat ini berdasar pada kebutuhan akan tanaman dalam satu tahun.

Produktivitas pertanian pada dasarnya dapat berubah-ubah secara nyata dari tahun ke tahun, sehingga terjadinya perubahan drastis cuaca tersebut sangat berpengaruh terhadap pertanian jika dibandingkan dengan perubahan rata-rata. Selain itu, tanaman sangat peka terhadap perubahan cuaca meskipun sifatnya sementara dan drastis.

Perbedaan cuaca antartahun sangat berpengaruh dibandingkan dengan perubahan iklim yang dapat diproyeksikan sehingga tidak ada bukti bahwa terjadinya perubahan iklim akan berpengaruh terhadap perubahan cuaca tahunan.

Dalam hal ini, petani akan selalu berhadapan dengan perubahan iklim dan bagaimana besaran perbedaan antartahun telah melampaui perkiraan perubahan iklim. Selain pertanian, iklim juga berpengaruh pada berbagai aspek manusia yang juga berhubungan kembali dengan tanaman dan pertanian serta produktivitasnya.

Bahkan, iklim menjadi salah satu pembatas dalam proses pertumbuhan dan juga produksi tanaman sehingga dapat menentukan jenis tanaman yang tumbuh pada suatu daerah.

Variabel hubungan iklim dan pertanian yang menonjol berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman pangan karena terjadinya peningkatan kadar CO2 ketika bumi memanas. Berdasarkan pengamatan objektif dari suatu penelitian, diperkirakan terjadinya peningkatan tersebut masih rendah jika dibandingkan pemodelan iklim yang lemah dan kasar menggunakan komputer.

Promo Buku

Kenaikan suhu juga dapat diperkirakan dan juga dapat berpengaruh pada pola hujan sehingga untuk kebanyakan tanaman pangan dan serat serta beberapa spesies lain, terjadinya perubahan dalam ketersediaan air memiliki akibat yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan suhu.

Ketiga yaitu terjadinya pemanasan global yang berpengaruh pada produktivitas pertanian karena hal ini akan sangat penting bagi dunia pertanian, terkait pada zona suhu dan juga baik untuk pertambahan maupun intensitas masa tanam atau satuan tingkat pertumbuhan. Perhatian petani kemudian akan tertuju pada perbedaan musim dan antartahun pada curah hujan, salju, lama musim tanam, dan juga beda suhu alam hari-hari yang berpengaruh pada setiap pertumbuhan.

Adanya stabilitas dan juga keandalan produksi menjadi hal penting dengan besaran jumlah produksi itu sendiri. Sehingga ini akan memberi dua manfaat, yaitu sebagai pelindung dalam menghadapi perubahan jangka pendek lingkungan dan juga bagaimana pandangan mengenai bobot ilmiah yang muncul tetapi tidak dapat dibuktikan.

Contoh Agroklimatologi

Untuk lebih mengetahui bagaimana agroklimatologi itu, berikut adalah beberapa contoh agroklimatologi:

  • Tanaman jagung di Gunung Kidul (1800 mdpl) berusia 7 bulan
  • Tetapi di Kr. Watu (90 mdpl) yang berusia 3,5 bulan
  • Produksi kelapa di pesisir ≠ dataran tinggi
  • Produksi padi musim kemarau > produksi padi musim hujan
  • Tanaman jagung di sekitar Gunung Kidul diairi tidak terserang hama, sebaliknya di daerah Kr. Watu diserang hama.
  • Serangan penyakit dan hama muncul pada musim hujan > saat musim kemarau
  • Di dataran tinggi jarang membudidayakan ikan dan juga kolam.

Itulah penjelasan mengenai agroklimatologi yang sebaiknya diketahui. Ada buku rekomendasi khusus untuk materi klimatologi ini.

PengarangBudy Wiryono
Institusi Universitas Muhammadiyah Mataram
KategoriBuku Ajar
Bidang IlmuBuku Pertanian
ISBN978-602-475-834-9
Ukuran14×20 cm
Halamanviii, 117 hlm
HargaRp64.000
Tahun Terbit 2018
Pembelian BukuDapatkan Buku

Tinggalkan komentar