logo deepublish store terbaru

Hakikat Bahasa: Pengertian, Sifat, Fungsi dan Ciri

hakikat bahasa dan sifatnya
Bagikan

Hakikat bahasa secara sekilas terkesan biasa saja. Namun jika kita lihat secara spesifik, bahasa memiliki nilai sentimentil dan paling mendasar. Hakikat bahasa itu sendiri sebagai jembatan memahami dan mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan yang terbentang luas di alam semesta ini. 

Bisa kita bayangkan akan seperti apa jika kita tidak mengenal bahasa? Tentu saja kita tidak tahu ilmu pengetahuan yang luar biasa banyaknya. Kita pun juga tidak akan bisa memahami perasaan orang lain, tidak bisa mengutarakan pikiran dan dan tidak ada inovasi atau penemuan baru. 

Setidaknya dari sini kita menyadari bahwasanya hakikat bahasa sangat penting. Karena hakikat bahasa itu sendiri sebagai dasar atau landasan untuk memahami apa yang ada dimuka bumi ini. Langsung saja kita simak ulasan tentang hakikat bahasa itu apa saja sih? Ulasan lengkapnya ada di sini.

Pengertian Hakikat Bahasa Menurut Para Ahli

Secara umum, pengertian bahasa dapat diartikan sebagai sarana menyampaikan informasi. Bahasa juga dapat dimaknai sebagai sarana untuk menyampaikan atau mengungkapkan pikiran, ide, aspirasi, gagasan, pendapat, inspirasi, kreasi seni, religi dan teknologi kepada orang lain. Salah satunya dapat disampaikan lewat bahasa. Menurut beberapa ahli, ada beberapa pendapat. 

1. Harimurti kridalaksana 

Menurut Harimurti Kridalaksana (1997) Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. 

2. Leutke – Stahlman & Luckner 

Berbeda dengan mereka, pengertian bahasa adalah perpaduan antara fungsi, isi dan bentuk. Dimana bahasa sebagai topik yang dikomunikasikan yang dapat diartikan secara struktur bahasa. 

3. Owens 

Berbeda dengan pendapat Owens, yang mengartikan bahasa sebagai kode atau sistem konvensional, dimana secara sosial bahasa tersebut sudah disepakati sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai pesan melalui simbol. 

4. Parera 

Pengertian bahasa menurut Parera sebagai alat berkomunikasi. Tentu saja peran bahasa sebagai cara memudahkan orang untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Menurut Parera, bahasa merupakan gejala sosial yang digunakan untuk membangun komunikasi antara satu orang dengan orang lain. 

5. Uhlenbeck 

Pengertian Bahasa adalah bunyi yang diutaran dan didengar kepada orang lain, dimana bunyi yang dimaksud dalam al ini upaya untuk menunjuk atau membicarakan berbagai hal kepada orang lain. Umumnya ungkapan seperti ini dilakukan untuk mengekspresikan sikap terhadap sesuatu. 

6. Ullmann 

Berbeda dengan pendapat ullmann, pada dasarnya hakikat bahasa adalah jumlah total sistem bahasa yang dapat disimpan di dalam pikiran seseorang.

7. Kridalaksana dan Djoko Kentjono

Menurut Kridalaksana dan Djoko Kentjono hakikat bahasa adalah sistem atau lambang bunyi yang digunakan untuk anggota kelompok sosial digunakan untuk berkomunikasi, kerjasama dan identifikasi diri. 

8. Widjono 

Hakikat bahasa menurut widjono diambil dari kata bahasa yang berarti sebagai sistem lambang bunyi yang dipraktekan untuk berkomunikasi dengan masyarakat. 

9. Keraf 

Sementara Keraf mendefinisikan bahasa sebagai simbol yang digunakan untuk alat komunikasi yang diterapkan untuk alat berinteraksi dengan orang lain.

Dari beberapa pendapat pengertian bahasa menurut ahli di atas, maka simbol dapat diartikan sebagai kode yang digunakan untuk mengekspresikan gagasan, ide, konsep guna untuk menyampaikan pesan menggunakan perelambang sesuai dengan aturan yang telah disepekati.

Bahasa juga sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan, pikiran dan hati kita kepada orang lain, atau menunjukan perasaan kita kepada orang lain.

Baca artikel Macam-Macam Variasi Bahasa

Fungsi dan Pentingnya Bahasa

Siapa yang menyangka jika hakikat bahasa memiliki banyak manfaat. Diantaranya sebagai berikut. 

1. Sebagai Pemersatu 

Fungsi bahasa sebagai pemersatu. Khususnya di Indonesia, sebagai Negara kepulauan, ada banyak potensi pemicu konflik sosial. Baik itu yang disebabkan oleh perbedaan bahasa, budaya, dan budaya masyarakat. Dengan kata lain, potensi terjadinya salah komunikasi lebih berpeluang besar. 

Jika pun terjadi miskomunikasi, maka dapat diminimalisir dengan bahasa yang dapat dipahami oleh semua daerah. Bahasa pemersatu yang dimaksud adalah bahasa ibu, yaitu bahasa Indonesia. Nah, adapun bahasa internasional yaitu bahasa Inggris. 

Daftar Reseller

2. Sebagai Sarana Mengungkapkan Emosi

Hakikat bahasa fungsi bahasa dapat dijadikan sebagai sarana mengungkapkan emosi seseorang. Berbicara emosi, tidak melulu emosi negatif berupa amarah, kekerasan dan semacamnya.

Tetapi juga termasuk emosi positif yang bisa berbentuk semangat, optimisme, bahagia, perasaan baik dan lain sebagainya. 

Kita tau bahwa memendam emosi terlalu banyak dan terus menerus dapat menimbulkan dampak negatif. Misalnya orang mengalami sakit mental, sakit psikologis dan sakit psikis lain. Mengungkapkan emosi itu penting demi mengontrol kesehatan mental kita loh ternyata. 

3. Sebagai Sarana Komunikasi 

Hakikat bahasa berfungsi sebagai sarana komunikasi. Coba bayangkan jika kita bertemu saudara atau anggota keluarga tidak saling berkomunikasi? Hasilnya akan “krik krik” terasa membosankan dan tidak menarik. Bisa jadi kita menjadi seperti zombie.

Download EBook Gratis

Sebaliknya, jika kita saling berkomunikasi, suasana menjadi lebih hidup karena kita bisa saling mengungkapkan perasaan, ide, gagasan dan imajinasi kita untuk bahan pembicaraan atau sebagai bahan bercandaan. 

4. Mengembangkan Ilmu Pengetauan 

Hakikat bahasa berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetauan. Ilmu pengetahuan tidak dapat berkembang jika tidak mengenal bahasa. Ilmu pengetahuan dapat tersebar dan dapat dipahami oleh semua orang karena berkat bahasa. Dengan kata lain, bahasa memmiliki peran paling mendansar yang perlu kita parhatikan. 

5. Sebagai Alat Kontrol Sosial 

Fungsi bahasa yang kelima dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial. Berkat bahasa, kita tahu yang disebut dengan norma sosial. Dari norma sosial yang dibentuk oleh bahasa inilah yang mampu mengontrol masyarakat agar tidak melakukan ini dan itu yang bersifat menentang dari norma sosial.

Sifat Bahasa

Setelah merujuk berdasarkan sifatnya, hakikat bahasa memiliki beberapa ciri. Diantaranya sebagai berikut

1. Bahasa Sebagai Sistem 

Hakikat bahasa berdasarkan sifat sebagai sebuah sistem. Dikatakan sebagai sebuah sistem karena bahasa memiliki susunan yang berpola secara teratur yang terbentuk oleh unsur ataupun komponen yang saling berhubungan secara fungsional. 

Karena disusun dari unsur dan komponen, bahasa dapat dipelajari oleh siapapun yang memang ingin mempelajarinya. Karena bahasa itu sendiri sebagai sistem yang terbentuk secara sistematis dan sistemis. Dikatakan sistemis karena terbentuk oleh sistem fonologi, sintaksis, semantik dan morfologi.

2. Bahasa Sebagai Perlambang 

Seperti yang disebutkan oleh beberapa ahli di atas disebutkan bahasa sebagai lambang ataupun simbol. Dalam berinteraksi sosial, orang lebih sering menggunakan simbol atau lambang. Dimana lambang/simbol ini sebagai kajian ilmu semiotika atau semiologi.

Kemudian simbol/lambang ini dipelajari oleh pakar sosiolog dengan turunan istilah seperti ada istilah gesture, sinyal, symptom dan masih banyak lagi. 

Inti dari penggunaan lambang adalah memberikan isyarat kepada lawan bicara dengan kode. Hanya dengan kode singkat, lawan bicara pun sudah paham maksud perlambang yang kamu sampaikan, tanpa harus menjelaskan secara panjang lebar.

Contoh, saat kamu mendapatkan pertanya “dimana kunci motor? Apakah kamu kemarin menggunakan motor yang paling akhir?” Jawabannya cukup menggelengkan kepala, lawan bicara tau bahwa kemarin kamu tidak menggunakan motor tersebut, tanpa harus menjawab dalam bentuk suara.

3. Bahasa Sebagai Makna 

Hakikat bahasa memiliki makna. Jadi dalam berkomunikasi dengan orang lain, setiap kalimat, pesan atau kata yang mereka ucapkan memuat makna. Meski realitanya, tidak semua orang setiap kali berbicara memuat makna berfaedah. Setidaknya ada pesan yang ingin disampaikan. 

Sementara untuk karya tulis, karya sastra tertulis maupun secara lisan, bahasa yang digunakan sarat akan makna. Nah, ciri bahasa yang memiliki makna berwujud morfem, kata, frase, klaimat, wacana dan klausa atau yang sering disebut dengan tingkatan linguistik.

4. Bahasa Bersifat Konvensional 

Bahasa konvensional memiliki ciri mematuhi penggunaan bahasa perlambang yang sudah ada. Jika menggunakan lambang yang berbeda, maka akan mempengaruhi makna dan terjadi hambatan dalam berkomunikasi.

Contoh konsep bahasa konvensional tentang kejujuran, keadilan dan tolong menolong jika diubah dengan lambang lain akan terkesan aneh, dan jika terjadi pelanggaran atas konsep tersebut maka dapat menimbulkan kekacauan komunikasi.

5. Bahasa Itu Sistem Bunyi 

hakikat bahasa pada bunyi tidak sembarang bunyi. Jadi bunyi yang dimaksud adalah bunyi yang diucapkan dari alat ucap manusia berupa fon dan fonem. Setidaknya dari fon dan fonem yang diucapkan ditangkap oleh gendang telinga dan diantarkan ke pusat saraf untuk diproses menjadi perlambang bahasa dalam bentuk bunyi.

6. Bahasa Itu Bersifat Arbitrer

Sementara yang disebut dengan arbiter adalah adalah bunyi yang ditimbulkan secara acak, bisa berbentuk sembarang bunyi atau simbol. Misalnya nama hewan kuda, di jawa tidak disebut sebagai kuda, tetapi disebut jaran.

Dalam bahasa Belanda disebut dengan paard dan dalam bahasa inggris disebut horse. Secara hakikat makna menunjuk pada satu jenis hewan yang sama, namun dari segi sebutan berbeda-beda.

7. Bahasa Bersifat Produktif 

Sifat bahasa sebagai bahasa yang produktif. Maksud dari kata produktif bahasa memiliki banyak arti dan makna jika digabungkan dengan bahasa yang lain. Bahasa memiliki kekayaan dan dapat ditafsirkan dalam banyak bentuk. Demi menghasilkan bahasa yang produktif, dibutuhkan seni menulis, seni mengembangkan dan mengutarakan imajinasi.

8. Bahasa Bersifat Unik 

Jika kamu memperhatikan, hakikat bahasa itu unik. Apalagi jika melihat dari bahasa daera yang ada di Indonesia. Bahasa orang jawa dengan bahasa orang Kalimantan tentu saja memiliki bahasa daera yang berbeda. Tentu saja memiliki arti yang unik-unik. 

9. Bahasa Bersifat Universal 

Selain unik, hakikat bahasa bersifat universal. Jadi bahasa yang bersifat universal adala bahasa ibu yang dapat dipahami oleh daerah lain. Oh iya, meskipun setiap daerah memiliki bahasa masing-masing, bahasa daera tetap bersifat universal. 

10. Bahasa Memiliki Variasi 

Hakikat bahasa dari segi sifat memiliki variasi yang beragam. Bahasa daera orang Jogja, dengan bahasa daerah orang Semarang tentu saja berbeda. Meskipun masih satu pulau (jawa) bahasa Solo dengan bahasa Sunda pun juga memiliki keberagaman bahasa yang luar biasa.

Apalagi jika membandingkan keragaman bahasa antar pulau, sudah jelas banyak kosakata yang berbeda-beda. Dari sini menunjukan bahwa bahasa memiliki variasi meskipun dalam satu Negara, khususnya berlaku untuk Indonesia. 

11. Bahasa Untuk Mengidentifikasi Kelompok Sosial

Salah satu sifat bahasa yang terakhir dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelompok sosial. Hal ini dapat dilihat dari logat bahasanya. Seperti yang sudah disinggung di nomor 10, bahwa saat kita mengunjungi ibu kota, dengan mendengar percakapan menggunakan bahasa Sunda, maka bisa jadi mereka adalah orang dari Sunda. 

Atau kasus lain, ketika di ibu kota kita berinteraksi dengan orang lain, dan orang tersebut dalam berbahasa Indonesia medok, maka orang tersebut identik dengan orang jogja yang memang memiliki logat medok.

Hakikat Bahasa

Selama ini kita menganggap bahwa bahasa sebagai sarana komunikasi, tidak kurang dan tidak lebih. Padahal hakikat bahasa itu sendiri sangat esensial. Bukti bahasa memiliki peranan penting adalah bahasa Indonesia dari sisi historis dituangkan dalam hukum. 

Kembali ke belakang, sebelum Bahasa Indonesia lair, bahasa di Negara Timur (termasuk Indonesia) menggunakan bahasa Melayu. Seorang pelaut Asal Belanda yang berlayar ke Indonesia menyampaikan bawa bahasa Melayu sebagai bahasa terhormat yang digunakan oleh negeri timur. 

Dengan kata lain, Orang Belanda mengenal bahasa Melayu daripada bahasa Indonesia. Jadi lahirnya bahasa Indonesia terbentuk pada 28 Oktober 1928 lewat ikrar Sumpa Pemuda. Tentu saja peresmian bahasa Indonesia sebagai bahasa Ibu ini terjadi setelah melalui proses panjang.

Setelah diikrarkan Sumpah Pemuda, bahasa indonesia pun terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dari segi teknis terus berkembang. Ada beberapa periode sejarah ejaan bahasa Indonesia, sebagai berikut. 

A. Ejaan Republik

Ejaan Republik adalah ejaan yang dikembangkan di tahun 1947. Di masa kepemimpinan Suwandi (Sebagai Menteri Pendidikan kala itu) mengubah ejaan republik dengan Ejaan van ophuysen, yang mana ada beberapa perubahan seperti penulisan oe menjadi u, bunyi hamzah (‘) diganti dengan k, dsb. 

B. Ejaan Pembaharuan 

Ejaan yang kedua masuk di tahun 1957 yang merupakan update ejaan republik menjadi pembaruan ejaan. Profesor prijono dan E. Katoppo adalah panitia yang memimpin. Beberapa ejaan yang diganti dari ejaan republik menjadi ejaan pembaharuan adalah gabungan konsonan Dj diubah menjadi j. Konsonan tj diubah menjadi ts, dan masih banyak lagi.

Dari dua bentuk ejaan di atas, masih ada periode ejaan lain seperti Ejaan baru/ejaan LBK (1967), ejaan yang disempurnakan/EYD (1972) terakhir yang sekarang masih kita alami ejaan bahasa indonesia (EBI) 2015.

Ciri-Ciri Bahasa

Setelah mengetahui pengertian, fungsi dan sifat dari bahasa, maka setidaknya kamu juga arus tau ciri-ciri bahasa itu bagaimana dan seperti apa. Ada beberapa sebagai berikut. 

1. Keumuman 

Ciri bahasa yang pertama bahasa memiliki keumuman. Pertanyaannya adalah, apa sih yang biasanya dianggap umum dalam berbahasa? Meliputi beberapa poin di baa. 

  1. Setiap bahasa memiliki fonem vokal dan fonem konsonan.
  2. Bahasa memuat konstituen yang dapat digunakan untuk menunjuk orang, misal kata ganti orang pertama, orang ketiga, dan masih banyak lagi. 
  3. Bahasa dapat mengalami perubahan 
  4. Tidak ada batasan setiap kalimat yang dihasilkan dalam berbahasa 

2. Khusus

Ciri hakikat bahasa yang kedua adalah ciri khusus. Ciri secara khusus dibagi menjadi beberapa poin, sebagai berikut. 

  1. Bahasa mengalami konjugasi dan deklinasi 
  2. Adapun bahasa yang menggunakan imbuhan dan yang tidak menggunakan imbuhan 
  3. Bahasa memiliki bahasa preposisi maupun posposisi 

Itulah beberapa ciri bahasa. Dari masing-masing ciri diatas dapat kita pelajari lebih lanjut ketika kamu mengambil jurusan bahasa. (Irukawa Elisa)

Tanya Jawab Terkait Hakikat Bahasa

Apa itu Hakikat Bahasa?

Hakikat bahasa adalah jumlah total sistem bahasa yang dapat disimpan di dalam pikiran seseorang.

Baca artikel terkait “Bahasa” lainnya

Baca Materi Penting Lainnya

Ada yang bisa Bang Jon Bantu?

Bantuan, transaksi, reseller dan pertanyaan umum

Ingin pengadaan buku/bahan pustaka dan kerjasama?