Buku Membaca Ibu Kota Negara secara Multidisiplin

Beli Buku ini Sekarang

Deskripsi

Bagikan

Sinopsis Buku Membaca Ibu Kota Negara secara Multidisiplin

Buku Membaca Ibu Kota Negara secara Multidisiplin

Ibu Kota Negara adalah reprsentasi dan simbol dari sebuah kondisi suatu negara. Ia tidak hanya merepresentasikan kondisi sosial budaya, politik, dan ekonomi, akan tetapi mencerminkan kondisi geopolitik dan Hankam negara. Bagaimana tidak, seluruh aktivitas politik dan pemerintahan, ekonomi, dan relasi bilateral antara negara terpusat di dalam Ibu Kota Negara. Terkait dengan posisi-posisi dan isu strategis serta berbagai faktor pendorong lainnya, pemindahan Ibu Kota suatu negara haruslah membutuhkan proses pengkajian panjang dan matang. Pertimbangannya bukan saja atas dasar faktor ekonomi dan politik saja, akan tetapi banyak aspek yang harus dipertimbangkan.

Dalam banyak laporan disebutkan bahwa ada sekitar 13 negara di dunia yang telah berhasil memindahkan Ibu Kota negaranya, beberapa diantaranya adalah, Amerika, Jerman, Italia, Arab Saudi, Brazil, Australia, Kanada, Rusia, India dan beberapa negara lainnya (https://nasional.okezone.com/read/2019/04/30/337/204992). Di samping ada yang berhasil, ada pula yang gagal memindahkan Ibu Kota negaranya, meskipun infrastrukturnya telah dibangun, yaitu Myanmar, Tanzania dan Malaysia (https://www.tagar.id/daftar-negara[1]gagal-dan-berhasil-pindahkan-ibu-kota). Kasus-kasus ini harus menjadi dasar dan rujukan bagi kita Negara Indonesia yang juga merencana melakukan pemindahan Ibu Kota.

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur bukan lagi sekedar wacana, akan tetapi telah diumumkan secara resmi oleh Presiden Jokowi pada tanggal 26 Agustus 2019. Ditegaskan bahwa pemindahan IKN akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020- 2024. Kebijakan pemindahan IKN bukan tanpa alasan, akan tetapi didasari oleh berbagai pertimbangan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Baik pertimbangan secara geografis, geososial, geopolitik, ekonomi dan berbagai pertimbangan lainnnya terkait dengan kondisi Ibu Kota Indonesia di Jakarta saat ini sebagai, yaitu tingkat kepadatan dan polusi yang sudah sangat tinggi. Namun demikian tidak berarti bahwa pandangan-pandangan, atau masukan dan sumbangsih dari berbagai pihak dengan berbagai perspektif tidak penting lagi, khususnya dari berbagai perguruan tinggi. Sebaliknya, ruang bagi pengkajian rencana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia masih terbuka lebar sebab rencana pemindahannya masih dalam proses awal atau baru peletakan batu pertama sebagai Titik Nol IKN

Asumsinya adalah kajian-kajian akademik dari berbagai disiplin ilmu perlu dilakukan guna meminimalisir dampak buruk dari berbagai aspek, yaitu secara sosial/kemasyarakatan/kemanusiaan, budaya/adat/tradisi atau aspek lokal-kultur, politik, keterkaitan antara tatanan hukum nasional dan hukum adat, kesehatan, aspek lingkungan atau kelestarian alam/hutan, pendidikan, perekonomian masyarakat lokal, karakter dan kepribadian anak-anak, dan lain sebagainya.

Buku Membaca Ibu Kota Negara secara Multidisiplin ini diterbitkan oleh Mulawarman University Press

Dapatkan buku-buku berkualitas hanya di Toko Buku Online Deepublish. Kami berfokus menjual buku-buku kuliah untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan pilihan terlengkap kamu pasti mendapatkan buku yang Anda cari.

Kelebihan kami :

*Buku Baru
*Original
*Pengiriman Cepat
*Stok selalu tersedia
*Packing aman & rapi
*Garansi 100% jika produk rusak/cacat/tidak sesuai KAMI GANTI atau UANG ANDA KEMBALI

Informasi Tambahan

Berat 0,45 kg

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Membaca Ibu Kota Negara secara Multidisi...”

Ada yang bisa Bang Jon Bantu?

Bantuan, transaksi, reseller dan pertanyaan umum

Ingin pengadaan buku/bahan pustaka dan kerjasama?