Puasa Tarwiyah Adalah: Hukum, Niat, Keutamaan, dan Amalan

Memahami keutamaan puasa Tarwiyah tentu penting bagi umat muslim. Sebab dengan pemahaman inilah, maka ada motivasi untuk menjalankan puasa sunah tersebut. Sehingga bisa menjadi amalan yang kemudian memberi pahala dan keutamaan lainnya. 

Dalam agama Islam ada cukup banyak jenis puasa sunah. Masing-masing memiliki keutamaan, niat, dan waktu pelaksanaan tersendiri. Hal ini juga berlaku untuk puasa sunah Tarwiyah. Lalu, apa keutamaan puasa sunah ini? Berikut informasinya. 

Pengertian Puasa Tarwiyah

Apa itu puasa tarwiyah? Puasa Tarwiyah adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan umat muslim pada 8 Dzulhijjah. Puasa sunah satu ini juga sering dilaksanakan dengan puasa Arafah. Dimana puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. 

Inilah alasan kenapa pada 8 Dzulhijjah sering juga disebut sebagai hari Tarwiyah. Sebab menjadi hari dimana puasa sunah Tarwiyah dianjurkan untuk dilaksanakan. Pelaksanaan kedua puasa sunah tersebut didasarkan pada hadits riwayat Abu as-Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar. Yaitu: 

“Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar).

Selain itu juga ada hadis lain yang diriwayatkan Muslim, yaitu: 

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim).

Melalui dua hadis tersebut, tentunya bisa dipahami salah satu keutamaan puasa Tarwiyah maupun Arafah. Yakni membantu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan dosa di satu tahun yang akan datang. 

Sebagai manusia yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Maka tentu ada kesadaran memiliki dosa, bahkan banyak dosa. Menjalankan ibadah puasa sunah diharapkan menjadi sarana untuk menghapus dosa tersebut. 

Ebook Bisnis

Hukum Puasa Tarwiyah

Sesuai dengan definisi yang dijelaskan sebelumnya. Maka bisa dipahami bahwa hukum pelaksanaan puasa Tarwiyah adalah sunah. Dalam Islam sendiri, hukum sunah adalah perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. 

Sehingga tidak ada kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk menjalankan puasa sunah Tarwiyah. Berbeda dengan puasa Ramadan, puasa kafarat, puasa Qadha, maupun puasa Nazar yang hukumnya wajib. 

Meskipun begitu, sebagai ibadah sunah maka bisa menjadi sarana mendapatkan pahala jika dilaksanakan. Terutama bagi umat muslim yang menyukai ibadah puasa. Sekaligus mengutamakan ibadah sunah dalam bentuk puasa sebagai amalan rutin. 

Jadi, bagi siapa saja yang menghendaki menjalankan puasa sunah ini. Kemudian tidak ada halangan, yakni dalam kondisi yang membatalkan puasa (misalnya sakit, haid bagi muslimah, dll). Maka tentu bisa melaksanakan puasa Arafah maupun Tarwiyah untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. 

Niat Puasa Tarwiyah

Setiap ibadah di dalam agama Islam memiliki niatnya. Terutama untuk ibadah puasa, baik itu puasa wajib maupun puasa sunah. Berikut adalah niat yang harus dibaca sebelum menjalankan puasa Tarwiyah: 

program afiliasi

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala/

Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala”. 

Dalam agama Islam, menjalankan ibadah apapun wajib diawali dengan membaca niat. Termasuk ibadah puasa, baik itu dalam puasa wajib maupun puasa sunah. Sehingga tidak cukup hanya dibaca dalam hati. Melainkan juga diucapkan secara lisan. 

Ketentuan ini untuk penting untuk dipahami dan dilaksanakan. Sehingga ada perbedaan antara kegiatan rutin sehari-hari umat muslim dengan kegiatan ibadah. Selain itu, membaca niat akan membantu membangun keikhlasan beribadah hanya kepada Allah SWT.

Ebook Bisnis

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Tarwiyah? Puasa jenis ini termasuk puasa sunah, yang niat puasanya bisa dibaca malam harinya atau pagi sebelum terbit fajar. Jadi, puasa sunah Tarwiyah dilaksanakan 8 Dzulhijjah, maka niat dibaca di 7 Dzulhijjah malam. 

Jika tidak sempat, terlupa, atau karena halangan lain. Maka niat puasa sunah Tarwiyah diperbolehkan dibaca saat pagi hari. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Aisyah r.a., ketika Nabi SAW ingin makan pagi, lalu tidak ada makanan:

“Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: “Pada suatu hari Rasulullah SAW menemuiku dan bertanya, ‘Apakah kalian punya sesuatu (makanan) untuk dimakan?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu aku puasa’. ” (HR. Muslim). 

Jadi, sangat penting untuk membaca niat puasa sunah Tarwiyah sebelum menjalankannya. Sebab, membaca niat puasa juga akan menentukan sah tidaknya ibadah puasa sunah tersebut. 

Hal ini sesuai dengan pendapat mayoritas ulama mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali. Dimana berpendapat bahwa ibadah puasa wajib maupun puasa sunah tanpa membaca niat adalah tidak sah. 

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Setiap ibadah sunah di dalam agama Islam memiliki keutamaan sendiri-sendiri. Hal ini juga berlaku untuk ibadah puasa sunah seperti puasa Tarwiyah. Terdapat beberapa keutamaan dari puasa sunah ini. Yaitu: 

1. Menghapus Dosa

Sesuai penjelasan sebelumnya di awal, menjalankan ibadah puasa sunah Tarwiyah menjadi salah satu amalan untuk menghapus dosa. Dimana puasa sunah ini membantu menghapus dosa setahun sebelumnya. 

Sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna. Maka tentu ada berbagai kesalahan dan dosa yang sudah dilakukan. Meringankan hari perhitungan nanti, menjalankan berbagai ibadah sunah sangat dianjurkan. 

Sebab menjadi upaya untuk mendapat ampunan dan keringanan. Mengingat amalan-amalan dari ibadah sunah ini bisa membantu menghapus dosa. Sekaligus dianjurkan untuk melakukan amalan atau perbuatan baik lainnya. 

2. Lebih Utama dari Berjihad 

Keutamaan puasa Tarwiyah selanjutnya adalah menjadi amalan yang lebih utama dibanding berjihad. Hal ini sesuai dengan hadis berikut: 

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat ada yang bertanya, ‘Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama- lamanya (menjadi syahid).” (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)

Bagi umat muslim yang ingin mendapatkan pahala seperti berjihad dan mati syahid. Maka bisa menjalankan ibadah puasa sunah Tarwiyah. Sebab amalan satu ini memiliki keutamaan yang lebih dibanding  jihad dan mati syahid itu sendiri. 

Baca Juga: Fidyah Puasa Adalah: Kategori, Syarat dan Cara Membayar

Amalan Puasa Tarwiyah 

Melalui hadis yang menjelaskan keutamaan berpuasa di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Termasuk juga puasa Tarwiyah. Maka selain menjalankan puasa sunah, sangat dianjurkan untuk menjalankan amalan-amalan sunah lainnya. Diantaranya adalah: 

1. Memperbanyak Dzikir 

Amalan sunah lain yang sangat dianjurkan untuk dijalankan saat puasa sunah tarwiyah adalah berdzikir. Membaca dzikir sebanyak mungkin pada dasarnya menjadi amalan harian. Termasuk juga amalan sunah yang sangat dianjurkan. 

Bahkan di hari-hari dimana tidak sedang berpuasa, berdzikir sangat dianjurkan untuk dijalankan. Ada banyak keutamaan berdzikir selama berpuasa. Pertama, berdzikir membantu menjaga lisan. 

Terbiasa berdzikir selama puasa akan menghindarkan lisan dari segala ucapan tidak baik. Sehingga mencegah pahala dari puasa sunah berkurang maupun sampai batal karena ucapan yang tidak layak. 

2. Membaca Al-Qur’an 

Amalan sunah yang kedua dan dianjurkan selama menjalankan puasa Tarwiyah adalah mengaji atau membaca Al-Qur’an. Mengaji Al-Qur’an sama seperti dzikir yang termasuk amalan sunah yang dianjurkan dijalankan rutin. Baik ketika berpuasa maupun tidak sedang berpuasa. 

Setiap huruf di dalam Al-Qur’an memberi satu kebaikan. Jika satu ayat saja dibaca, maka sudah banyak kebaikan dilakukan. Apalagi jika sampai satu surat, satu juz, dan lebih sering mengaji. 

Jadi, selama menjalankan ibadah puasa sunah sangat dianjurkan untuk mengaji. Sebab membantu mendapatkan pahala dan berkali-kali lipat. Selain itu, mengaji dan membaca arti setiap ayat dan surat akan membantu memahami firman Allah SWT. 

3. Menjalankan Shalat Sunah 

Ibadah atau amalan sunah berikutnya yang juga dianjurkan dijalankan saat puasa Tarwiyah adalah shalat sunah. Dalam Islam sendiri shalat sunah jenisnya sangat banyak. 

Misalnya shalat tahajud, shalat dhuha, shalat hajat, shalat tasbih, dan masih banyak lagi yang lainnya. Setiap umat muslim bisa memilih salah satu atau beberapa yang dirasa bisa dijalankan. 

Menjalankan shalat sunah saat tengah berpuasa sunah akan melipatgandakan pahala. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: 

“Ibadah yang paling utama setelah yang wajib adalah shalat sunnah.” (HR. Muslim)

Shalat sunah juga membantu mendekatkan diri kepada Allah SWT, memberi ketenangan hati serta pikiran, dan lain sebagainya. Semakin rutin dijalankan, maka semakin terasa manfaatnya. 

Salah satunya meningkatkan peluang dikabulkannya doa. Sebab ibadah shalat sunah membantu meraih lebih banyak pahala. Sehingga doa berisi permintaan kepada Allah SWT bisa lebih mudah didengar dan dikabulkan. 

4. Bersedekah 

Amalan sunah berikutnya yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan saat menjalankan puasa Tarwiyah adalah bersedekah. Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi. 

Lewat sedekah, Anda bisa membantu orang lain meringankan beban hidup mereka. Sedekah dalam Islam sendiri bisa dalam beragam bentuk. Mulai dari sedekah uang tunai, sedekah dalam bentuk tenaga, sedekah dengan doa, sampai sedekah dengan murah senyum kepada siapa saja. 

Baca Juga: 17 Rekomendasi Buku Pendidikan Agama Islam Terbaik 2026

5. Berdoa dan Memohon Ampun kepada Allah SWT 

Ibadah sunah lainnya yang dianjurkan untuk dijalankan saat puasa Tarwiyah adalah berdoa. Meminta apapun kepada Allah SWT. Baik itu meminta ampunan dari segala dosa dan kesalahan. Maupun meminta urusan dunia. 

Seperti dilancarkan rezeki, diberikan nikmat kesehatan, dimudahkan segala urusan dunia, sampai mendoakan orang terdekat. Baik mendoakan anak, saudara, pasangan, tetangga, dan sebagainya. 

Berdoa dalam Islam masuk dalam ibadah atau amalan berdzikir. Sebab dalam doa tersebut, dianjurkan untuk diawali dengan memuji Allah SWT. Sama halnya dengan dzikir yang juga memuji Allah SWT maupun Rasulullah SAW. 

Selain itu, berdoa pada saat berpuasa akan membuat doa tersebut mustajab. Sehingga kesempatan dikabulkan oleh Allah SWT lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan hadis: 

“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang teraniaya.” (HR. Tirmidzi). 

Jadi, pada saat memutuskan untuk menjalankan puasa sunah Tarwiyah jangan sampai lupa berdoa. Meminta ampunan dan meminta apapun yang diinginkan. Berdoa menjadi bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab meminta kepada Sang Pencipta dan tidak pada yang lainnya. 

Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki buku yang akan memperdalam pemahaman dan meningkatkan kualitas ibadah. Kultum 30 Ramadhan bisa Anda dapatkan sekarang juga dengan mengklik link di bawah ini. Yuk, manfaatkan bulan penuh berkah ini dengan membaca dan menggali makna dari setiap ayat dan hadis yang ada.

Dengan beberapa tips tersebut, maka bisa membantu melancarkan puasa Tarwiyah. Sehingga terasa lebih mudah, ringan, dan tentunya lancar sampai di jam berbuka. Keutamaan dan manfaat puasa sunah Tarwiyah pun bisa didapatkan. 

Referensi:

  1. Majelis Ulama Indonesia. (2025). Puasa Tarwiyah dan Arafah: Jadwal, Niat, Serta Keutamaannya. Diakses pada 27 November 2025
  2. Universitas Negeri Surabaya. (2025). Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah 2025: Kesempatan Emas Meraih Pahala di Bulan Dzulhijjah. Diakses pada 27 November 2025
  3. NU Online. (2017). Pentingnya Memperhatikan Niat Puasa. Diakses pada 27 November 2025
  4. Salim, N. P. (2025). Bolehkah Puasa Sunnah Tanpa Sahur dan Niat? Simak Hukum & Penjelasan Lengkap. Diakses pada 27 November 2025
  5. Febriani, A. R. (2025). Apa Itu Puasa Tarwiyah? Ini Hadits, Hukum, Waktu dan Keutamaan. Diakses pada 27 November 2025
  6. Al-Haqqi Travel. (2025). Dzikir Saat Puasa dan Keutamaannya bagi Hati dan Jiwa. Diakses pada 27 November 2025
  7. Alfianti, D. (2022). Tips Agar Puasa Sunah Terasa Ringan dan Mudah. Diakses pada 27 November 2025

Tinggalkan komentar