Stratifikasi Sosial: Pengertian, Fungsi, Sifat dan Contoh

Artikel ini membahas tentang pengertian stratifikasi sosial, pengertian menurut para ahli, fungsi, sifat dan contoh stratifikasi sosial terbuka, tertutup dan campuran. Dalam kehidupan masyarakat yang beragam, perbedaan antar individu atau kelompok adalah hal yang sangat wajar terjadi. Keberagaman dalam kelompok masyarakat ini merupakan fenomena sosial yang bersifat horizontal dan vertikal.

Perbedaan anggota masyarakat dalam sosiologi ini dikenal sebagai stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial inilah yang bisa mengelompokkan setiap individu dan kelompok yang berbeda tersebut.

Tapi, kamu mungkin harus memahami lebih lanjut mengenai pengertian stratifikasi sosial secara umum, fungsi, faktor pembentukannya, sifat-sifat stratifikasi sosial, serta contohnya.

Pengertian Stratifikasi Sosial

Apa itu stratifikasi sosial? Dilansir dari Brain Academy, Stratifikasi sosial adalah pengelompokan para anggota masyarakat secara bertingkat atau vertikal. Stratifikasi sosial berasal dari kata “stratum” yang berarti lapisan dan “sosial” yang berarti masyarakat.

Jika kedua kata itu digabungkan, maka stratifikasi sosial juga bisa diartikan sebagai lapisan masyarakat. Lalu, maknanya secara umum adalah penggolongan masyarakat ke dalam kelas-kelas yang disusun bertingkat.

Pengelompokkan atau penggolongan kelas-kelas masyarakat ini sifatnya hierarki vertikal, yang mengakibatkan Munculnya istilah kelas sosial atas (upper class), kelas sosial menengah (middle class) dan kelas sosial bawah (lower class). Tingkatan kelas sosial ini terbentuk karena adanya sesuatu yang dihargai di tengah masyarakat.

Fungsi Stratifikasi Sosial

Pengelompokkan masyarakat berdasarkan kelas sosialnya ini bukanlah tindakan diskriminatif. Stratifikasi sosial dalam masyarakat memang dibutuhkan karena memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain:

1. Distribusi Hak-Hak Istimewa yang Objektif

Fungsi stratifikasi sosial yang pertama adalah distribusi hak-hak istimewa yang objektif. Maksud distribusi hak-hak istimewa yang objektif ini termasuk menentukan penghasilan, tingkat kekayaan, keselamatan, dan kewenangan pada jabatan atau kedudukan seseorang.

2. Menentukan Prestise dan Penghargaan

Fungsi stratifikasi sosial yang kedua adalah menentukan prestise dan penghargaan seseorang di tengah masyarakat. Karena, sistem tingkatan pada strata sosial ini menyangkut pada prestise dan penghargaan seseorang. 

Ebook Bisnis

Dalam hal ini, penghargaan terhadap orang yang menduduki dan melaksanakan tugasnya bisa dipandang sebagai insentif yang menarik mereka untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

Misalnya, orang yang merupakan keturunan keluarga keraton atau kerajaan, maka berhak mendapatkan gelar kebangsawanan sebagai prestise dan penghargaan.

3. Kriteria Sistem Pertentangan

Kriteria sistem pertentangan juga termasuk fungsi stratifikasi sosial. Kriteria sistem pertentangan ini bisa diperoleh melalui kualitas pribadi, keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, wewenang atau kekuasaan.

4. Menentukan Simbol Status Atau Kedudukan

Fungsi stratifikasi sosial lainnya termasuk menentukan simbol status atau kedudukan seseorang. Karena, setiap strata sosial ditandai dengan pangkat atau simbol-simbol yang menunjukkan kedudukannya, peranan khusus dan standar tingkah lakunya dalam kehidupan.

Misalnya, tingkah laku dan cara berpakaian setiap orang dari strata sosial yang beda juga akan berbeda. Karena, tingkah laku dan cara berpakaian seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan pasti akan berbeda dengan masyarakat umum lainnya.

Ebook Bisnis

5. Tingkat Mudah atau Tidaknya Bertukar Kedudukan

Stratifikasi sosial juga berfungsi menentukan tingkat mudah atau tidaknya seseorang bertukar kedudukan dalam struktur sosial. Adanya stratifikasi sosial membuat masyarakat bisa mengetahui hal-hal yang harus dilakukannya untuk berpindah strata dalam stratifikasi sosial.

6. Alat Solidaritas Antar Individu Atau Kelompok

Stratifikasi sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas antar individu atau kelompok yang yang ada dalam sistem sosial sama. Dalam hal ini, stratifikasi sosial juga berfungsi sebagai pemersatu yang mengoordinasikan dan mengharmonisasikan setiap unit yang ada dalam struktur sosial itu.

Faktor Terbentuknya Stratifikasi Sosial

Secara umum, proses terbentuknya stratifikasi sosial terjadi melalui dua cara, yakni secara ilmiah yang selaras dengan pertumbuhan masyarakat dan secara disengaja atau direncanakan manusia. Tapi, ada dasar-dasar yang menjadi faktor terbentuknya stratifikasi sosial, antara lain:

1. Kekuasaan

Kekuasaan salah satu dasar pembentukan stratifikasi sosial. Seseorang atau sekelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan dan kewenangan besar akan berada pada tingkat lapisan atas dan bawah. Kekuasaan ini terbentuk karena adanya faktor yang mendorong lingkungan sosial untuk menciptakan dan mempertahankannya.

Adanya kekuasaan dan kewenangan ini untuk mengukur kepemilikan kekuatan seseorang dalam mengatur dan menguasai sumber produksi atau pemerintahan. Orang yang memiliki kekuasaan atau kewenangan paling besar akan menempati lapisan teratas dalam masyarakat.

Ebook Bisnis

Dasar pembentukan stratifikasi sosial ini juga berkaitan dengan kekayaan seseorang. Karena, orang kaya cenderung bisa menguasai orang lain yang masuk kategori tidak kaya di dalam masyarakat. Di sisi lain, kekuasaan dan kewenangan seseorang juga akan mendatangkan kekayaan.

2. Kekayaan

Kekayaan juga termasuk dalam faktor terbentuknya stratifikasi sosial. Karena, orang yang memiliki kekayaan atau berpenghasilan tinggi akan menduduki lapisan teratas dalam masyarakat. Kekayaan seseorang ini bisa mempengaruhi gaya hidup, cara berpakaian, makanan yang dikonsumsi, transportasi pribadi hingga kepemilikan barang-barang mewah.

Kekayaan seseorang ini diukur dari kepemilikan harta benda seseorang yang terlihat dari jumlah materiil saja. Kekayaan inilah yang bisa menentukan kedudukan seseorang dalam masyarakat. Sebab, orang yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam kelompok masyarakat lapisan terbatas.

3. Kehormatan

Faktor ketiga terbentuknya stratifikasi sosial adalah kehormatan. Kehormatan seseorang tidak hanya diukur dari kekayaan yang terlihat dan kekuasaan yang dimilikinya. Kehormatan seseorang diukur dari pandangan masyarakat mengenai dirinya. Maksudnya, orang tersebut paling disegani dan dihormati dalam kehidupan sehari-hari.

Kehormatan seseorang juga bisa diukur dari gelar kebangsawanan atau sisi kekayaan materiil. Orang yang paling disegani atau dihormati di tengah masyarakat akan menempati lapisan sosial teratas. 

4. Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan juga termasuk faktor dalam pembentukan stratifikasi sosial. Maksudnya, orang yang memiliki tingkat pendidikan paling tinggi bisa menempati lapisan sosial teratas dalam masyarakat.

Sayangnya, tingkat pendidikan seseorang sebagai faktor pembentuk stratifikasi sosial ini sering menjadi polemik dan berdampak negatif. Karena, orang-orang memandang tingginya tingkat pendidikan seseorang dari mutu ilmu pengetahuan yang dimilikinya, tetapi hanya gelar akademiknya.

Hal inilah yang membuat banyak orang berusaha mendapatkan gelar akademik setinggi-tingginya atau ijazah dengan berbagai cara, meskipun tidak terpuji dan tidak mementingkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

Sifat Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial terbagi menjadi 3 macam yang memiliki sifat-sifat berbeda. Setiap bentuk stratifikasi sosial ini menentukan kebebasan setiap anggota masyarakat dalam strata sosial.

1. Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka dalam bentuk stratifikasi yang memiliki sifat dinamis dan mobilitas yang besar. Dalam hal ini, setiap anggota masyarakat bisa berpindah-pindah dengan bebas dalam strata sosial, baik vertikal maupun horizontal.

Meskipun mobilitas yang dibutuhkan ini harus melalui perjuangan berat, kemungkinan seseorang untuk berpindah strata sosial akan selalu ada. Misalnya, seseorang yang dulunya bekerja hanya sebagai staf biasa di kantornya bisa mendapatkan promosi sebagai manajer atau pemimpin di kantor cabang.

2. Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi sosial tertutup merupakan bentuk stratifikasi sosial yang bersifat diskriminatif, karena sukar melakukan mobilitas vertikal. Kondisi ini juga dapat menjadi salah satu penyebab perubahan sosial, terutama ketika muncul ketidakpuasan dalam masyarakat akibat terbatasnya kesempatan untuk naik kelas sosial. Dalam sistem ini, setiap anggota dari strata sosialnya hanya dapat melakukan mobilitas horizontal.

Misalnya, sistem kasta pada agama Hindu mengelompokkan anggota masyarakatnya menjadi 4 kasta, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pada sistem kasta tersebut, seseorang akan kesulitan berpindah kelas atau strata sosial karena sistem kasta yang diperoleh melalui garis keturunan, sehingga sering kali mendorong terjadinya perubahan sosial di masyarakat.

3. Stratifikasi Sosial Campuran

Stratifikasi sosial campuran merupakan gabungan antara stratifikasi sosial tertutup dan terbuka sehingga memiliki sifat yang mirip keduanya. Seseorang bisa berpindah ke lapisan sosial lain dengan cara pindah ke daerah yang lapisan sosialnya bersifat terbuka. Misalnya, orang yang memiliki kasta sudra bisa pindah ke daerah yang masyarakatnya tidak mengenal sistem kasta.

Contoh Stratifikasi Sosial

Ada beberapa contoh stratifikasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan sifat-sifatnya, antara lain:

1. Contoh Stratifikasi Sosial Terbuka

Beberapa bentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat, meliputi.

  • Seorang penjual makanan seafood kaki lima yang sangat menekuni usaha kecilnya, sehingga ia bisa mengembangkan usaha makanannya yang kaki lima menjadi restoran. Ia berhasil menjadi pengusaha rumah makan seafood berkat kegigihannya dalam berbisnis. Hal ini bisa menjadi faktor terbentuknya stratifikasi sosial. Penjual makanan seafood kaki lima mampu menempati lapisan sosial teratas setelah menjadi seorang pengusaha restoran seafood.
  • Seorang anak tukang becak yang sangat gigih menempuh pendidikan di perguruan tinggi melalui beasiswa mampu menjadi lulusan terbaik. Kemudian, ia pun bekerja di sebuah perusahaan mentereng di Ibu Kota Indonesia. Pencapaian anal tersebut termasuk salah satu faktor terbentuknya stratifikasi sosial. Karena, ia yang berasal dari lapisan sosial rendah bisa menuju lapisan sosial menengah hingga teratas berkat pencapaiannya. Ia juga sekaligus mengangkat derajat orang tuanya.

Hal ini merupakan proses terbentuknya stratifikasi sosial. Kegigihan seseorang termasuk faktor penentu dirinya akan berada di lapisan sosial terbawah atau teratas.

2. Contoh Stratifikasi Sosial Tertutup

Beberapa bentuk stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakat, meliputi:

  • Masyarakat Bali yang hidup dengan sistem kasta di wilayahnya membuat mereka sulit berpindah strata sosial dalam prosesnya. Dalam hal ini, sistem kasta telah membagi masyarakat Bali menjadi 4 kelompok, yakni Sudra, Waisya, Ksatria, dan Brahmana.
  • Sistem kasta juga menentukan hak waris seseorang. Misalnya, sistem kasta pada kerajaan Inggris atau kerajaan-kerajaan di Eropa. Seseorang yang merupakan keturunan raja dan ratu pemimpin kerajaan tersebut sudah pasti mendapatkan warisan maupun meneruskan tahta raja atau ratu.

Orang-orang yang merupakan keturunan kerajaan juga sudah pasti menempati lapisan sosial teratas dalam masyarakat.

3. Contoh Stratifikasi Sosial Campuran

Ada beberapa contoh stratifikasi sosial campuran dalam kehidupan masyarakat, termasuk:

  • Sistem kasta di Bali membuat masyarakatnya sulit berpindah kedudukan. Tapi stratifikasi sosial jenis ini membuat orang yang memiliki kasta tertinggi di Bali lebih memiliki kebebasan untuk berubah. Ia bisa berpindah ke wilayah lain di luar Bali. Tapi, kedudukannya juga harus berubah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
  • Dalam sebuah masyarakat tradisional, kasta tertinggi biasanya diduduki oleh kepala adat yang berada di lapisan sosial teratas.

Tapi, bidang pemerintahan lainnya, seperti bidang perekonomian atau militernya bisa diduduki oleh orang umum yang dianggap layak untuk menempati jabatan tersebut tanpa melihat kasta sosialnya maupun asalnya.

3. Contoh Golongan Stratifikasi Sosial di Indonesia

  • Kelas sosial tinggi, misalnya: pejabat, penguasa, dan pengusaha;
  • Kelas sosial menengah, misalnya: dosen, pegawai negeri, pengusaha kecil dan menengah;
  • Kelas sosial rendah, misalnya: buruh, petani, dan pedagang kecil.

Nah itulah artikel dari Deepublish Store tentang stratifikasi sosial. Pada akhirnya, pemahaman tentang stratifikasi sosial dapat membantu kita bersikap lebih bijak dalam berinteraksi, menghargai perbedaan, serta membuka peluang untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdul Aziz, kemudian diperbarui oleh Muhammad Luqman H pada 31 Maret 2026.

Referensi:

Nanda, Salsabila. “Stratifikasi Sosial: Bentuk, Jenis, Fungsi, dan Sifatnya.”Brain Academy, 21 October 2025, https://www.brainacademy.id/blog/stratifikasi-sosial. Diakses 31 Maret 2026.

Bagaimana sifat stratifikasi sosial tertutup?

Sifat stratifikasi sosial tertitip memiliki kedinamisan dan mobilitas yang besar.

Apa dampak negatif sistem stratifikasi sosial?

Dampak negatif sistem stratifikasi sosial adalah terjadi kesenjangan sosial dalam masyarakat.

Apa yang dimaksud dengan stratifikasi sosial?

stratifikasi sosial merupakan bentuk pengelompokkan masyarakat berdasarkan lapisan sosialnya. Kemudian membentuk kelas-kelas sosial yang menunjukkan kelompok yang paling berkuasa dan paling lemah.

Apa fungsi stratifikasi sosial sebagai pemersatu adalah?

Stratifikasi sosial juga berfungsi sebagai pemersatu yang mengoordinasikan dan mengharmonisasikan setiap unit yang ada dalam struktur sosial itu.

Tinggalkan komentar